
Uccle Belgia
Leia dan Blaze datang bersama dengan Sarah yang langsung disambut oleh trio kampret.
"Gimana? Sudah dikumpulkan semua?" tanya Leia ke adik-adiknya.
"Sampun mbak Leia. Oh, mbak, V bikin tambah depresi tuh si tetanus" ucap Shinichi.
"Siapa yang tetanus?" tanya Blaze.
"Stefanus mbak tapi diplesetkan jadi tetanus sama Shinchan. Dia ketularan pak Hoshi" kekeh Arkananta.
Blaze tergelak. "Sejak kapan Oom Hoshi jadi pak Hoshi?"
"Sejak V ikutan psycho macam Oom Hoshi" sahut Shinichi.
"Astagaaa!" Blaze menepuk jidatnya.
"Mana data-data yang sudah kalian kumpulkan? Mbak Leia cek."
"Susah kalau sama mbak Leia. Mentang-mentang arsitek yang selalu teliti." Valentino pun langsung memberikan semua berkas dan data-data lainnya.
***
Apartemen Sean dan Zinnia di Brussels Belgia
Sean terbangun dengan perut yang mual luar biasa, membuatnya bergegas ke kamar mandi. Entah sudah berapa hari terakhir ini dirinya seperti itu dan hanya bisa tenang dengan menghirup harum shampoo Zinnia.
Sepertinya aku kena jetlag parah. Gimana nggak, aku seperti orang gila terbang dari benua satu ke benua lainnya.
Sean menghapus keringat di dahinya dengan handuk kecil dan setelahnya dia memutuskan untuk mandi.
Usai tampil rapi dan bersiap untuk sarapan, Greg datang tergopoh-gopoh.
"Tuanku..."
"Ada apa Greg?"
"Tuanku diminta segera ke istana. Sekarang!"
__ADS_1
Sean menatap Greg bingung. "Ada apa? Apakah mother sakit?"
"Nona Leia Bianchi datang bersama dengan Nona Blaze Bianchi, tuan Arkananta Baskara, tuan Valentino Reeves dan tuan Shinichi Park."
Sean terkejut. Kenapa putri mafia dan Yakuza datang ke Brussels. Mata biru Sean membulat sempurna. Luke!
"Aku ke istana sekarang!" Sean bergegas menuju mobilnya bersama dengan Greg.
***
Istana Brussels Belgia
Leia Bianchi duduk dengan tenang begitu juga dengan keempat saudaranya. Karena Luke tidak ada, dirinya lah yang menjadi pemimpin keluarga.
Raja Andrew didampingi oleh perdana menteri Belgia, para sekretaris kerajaan dan anggota parlemen menunggu apa maksud putri Luca Bianchi dan Emi Takara yang dikenal mafia Italia dan Yakuza Jepang.
Tak lama Sean datang dan terkejut melihat semua orang penting disana.
"Leia, Blaze, V, Arka, Shin? Ada apa ini?" tanya Sean bingung.
"Duduk dulu Sean" perintah Raja Andrew.
"Dimana mother dan kak Stefan?" Sean celingukan mencari Michelle dan Stefanus.
"Halo Sean. Apa kabar? Sudah berhasil menemukan Zee di London?" sapa Leia dengan senyum smirk.
"Kalian kan yang menyembunyikan di London?" bentak Sean.
"Nope. Kami hanya mengikuti permintaan yang mulia putri Medeline of England. Pangeran Henry dan Putri Medeline melindungi sepenuhnya putri Zinnia of Léopold dan Emir Gasendra Al Jordan Schumacher asal kalian tahu. Sebenarnya akar perkara kasus ini hingga membuat gegeran bilateral antara dua negara, Belgia - Inggris ditambah Dubai adalah faktor iri dengki dan ketidakwarasan Pangeran Stefanus dan Putri Natalia" ucap Leia dingin.
Trio Kampret hanya saling berpandangan. Hawa Mafia dan Yakuza mbak Leia benar-benar mengerikan. Nggak heran Oom Luca kirim ke Turin. Ini baru mbak Leia, belum bang Lukie.
"Seperti kalian tahu, hanya masalah keluarga, hingga merembet kemana-mana karena kalian tidak bisa melindungi yang tidak bersalah dan menghukum yang bersalah. Asal kalian tahu, putri Zinnia of Léopold tidak ada tendensi menjadi ratu Belgia karena tahu Sean hanyalah menjadi lini kedua. Tapi kalian yang senior pasti sudah tahu kan skandal sebenarnya. Bukan begitu raja Andrew?" Leia tersenyum smirk.
Sean menatap bergantian antara ayah dan Leia. "Apa maksudmu Leia?"
"Apa kamu tahu Michelle itu bukan ibu kandungmu?"
Sean melongo.
__ADS_1
"Bukankah kamu selalu ikut dengan Raja Maximilian dan Ratu Elisabeth kemanapun dari kecil? Dan kamu pun ikut ratu Elisabeth saat raja Maximilian mangkat? Karena kamu adalah pewaris sebenarnya, bukan Stefanus. Bagaimana raja Andrew? Masih tidak percaya? Ini bukti-bukti yang kami peroleh." Leia menyerahkan amplop berisikan semua berita tentang Andrew dan ibu kandung Sean.
Sean mengambil amplop itu dan mulai membacanya. Wajahnya memucat ketika mengetahui yang sebenarnya karena selama ini dirinya selalu merasa Michelle adalah ibu kandungnya.
"Father... Is it true?" Sean menatap Andrew dengan wajah terluka. "IS IT TRUE?"
Raja Andrew hanya menunduk.
"Astaghfirullah! Pantas istrimu tenang saja aku disuruh tukar istri ya?" Sean tertawa yang membuat semua orang disana merasakan kesedihan mendalam. "Gara-gara kalian, aku kehilangan istriku. Gara-gara kalian..." Sean menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergetar dan semua saudara Zinnia bisa mendengar Isak tangis Sean.
"Masih ada lagi..." suara Blaze memecahkan keheningan.
"Apa lagi Blaze? Keluarkan saja semuanya agar aku tahu kebobrokan apalagi!" ucap Sean sarkasme.
"Michelle mencoba membunuh Zinnia." Blaze menjatuhkan bom. "Sengaja aku memberitahukan kemana Zinnia pergi padahal yang diburu adalah Hilda Stuart, selingkuhan Stefanus yang dipermak wajahnya menjadi Zinnia. Dan ternyata benar. Hilda yang kami sembunyikan di New Zealand, didatangi pembunuh bayaran Michelle. Ini semua bukti-buktinya." Blaze memberikan kode kepada ketiga adiknya untuk memperlihatkan semua bukti dilayar projector.
Semua orang disana menahan nafas ketika dua pengawal Leia berjibaku dengan pembunuh bayaran itu dan mendapatkan bukti dari ponselnya yang bisa diretas bukti-bukti pembayaran uang muka dari Michelle. Wajah Raja Andrew tampak memucat.
"Oh, satu lagi. Stefanus mengalami depresi berat dan kecanduan obat terlarang. Saya harap anda bisa memasukkan ke pusat rehabilitasi dengan pengawasan psikiater 24 jam karena bisa jadi dia ada tendensi bunuh diri" ucap Leia.
"Jadi saya... kami serahkan keputusan di tangan anda Raja Andrew dan perdana menteri serta semua anggota kerajaan Belgia. Ini belum tentang Saul Amos yang dikirim oleh Natalia untuk membunuh Zinnia di istana Kensington London Inggris. Ya, putri Zinnia of Léopold memang disembunyikan oleh putri Medeline dan saat mengetahuinya, Saul Amos dengan berani masuk ke istana Kensington. Nyaris putri Medeline dan pangeran Richard menjadi korban. Tentu anda tahu kan bagaimana Raja James III hampir mengibarkan perang ke Belgia?"
Sean dan perdana menteri serta semua anggota kerajaan terkejut luar biasa.
"Yang Mulia!" seru perdana menteri dan patij kerajaan. "Memang sudah sepantasnya Anda turun tahta akibat skandal ini!"
"Pangeran Sean, apa anda bersedia menjadi Raja Belgia menggantikan ayah anda?" tanya anggota kerajaan lainnya.
Sean menggelengkan kepalanya. "Saya tidak mau menjadi raja jika istri saya tidak ada di sampingku" jawab Sean tegas. "Dan aku lebih memilih istriku daripada kekuasaan."
Jawaban Sean membuat kelima saudara sepupu Zinnia melongo.
Are you kidding me Sean?
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️