
Indramayu Jawa Barat Present Day
Shinichi tampak manyun setelah Zinnia menghubungkan Zoom bersama dengan para sepupunya yang sukses meledeknya habis - habisan.
"Kebonya imut ya?" ledek Luke Bianchi.
"Kebo kok putih? Harusnya kebo itu abu-abu" timpal Gasendra.
Meskipun dengan perbedaan waktu, tapi kalau soal menistakan, mereka paling gercep tidak perduli harus meninggalkan pekerjaannya.
"Enak Shin nyebur di sawah?" goda Radyta Yung.
"Duh sayang ya nggak ada videonya" gelak Nadira.
"Jadi elu sama Bang Sean sama-sama jadi kebo?" ejek Valentino.
"Setidaknya aku ada temannya jadi tidak ternistakan sendirian. Nyesek tahu!" ucap Shinichi sambil manyun.
"Kita mah ga bakalan nistain bang Sean, soalnya elu yang paling enak dinistain!" gelak Arkananta.
"Aaaaaahhhh jangan gitu dong! Kasihanilah daku" rengek Shinichi mendrama. "Tunggu mbak Bee dan mbak Leia kemana?"
"Bee lagi ada operasi, Leia memeriksa kebun anggur" jawab Luke.
Gemintang dan Gemini Lexington pun ikut bergabung. "Duh kasihan anak imut jatuh ke sawah. Bajunya rusak dong!" kekeh Gemini.
"Ini lagi! Ditanya tuh akunya, bukan bajuku!" sungut Shinichi sambil manyun.
"Shin, bajunya dicuci sanaaa!" teriak Zinnia membuat semua orang di layar lebar itu melongo.
"Shinchan? Cuci baju? Kayaknya Indramayu bakalan hujan deras deh!" gumam Luke.
"Ini kan memang musimnya bambaaannggg!" teriak Shinichi kesal.
"Serius elu bisa cuci baju? Cuci ko*lor ajah nggak bisa!" gelak Valentino durjana sambil diikuti sepupunya yang lain.
"Astaghfirullah Al Adzim. Jahatnya kalian... Mommmyyy!" rengek nya.
"Gue bingung, kok bisa ya dia masuk Todai jurusan fisika kalau kelakuan macam Arsya aja!" Arkananta menatap ke semua sepupunya.
"Malah dewasa Arsya dibandingin Shinchan" timpal Radyta.
"Assalamualaikum semua!" sapa Damian. "Ada berita apa?"
"Wa'alaikum salam. Shinichi masuk sawah dan mau cuci baju" lapor Gemini.
"Yakin Shin? Hujan lho nanti" gelak Damian Blair.
"Astaghfirullah! Nasibku kok begini yaaa..."
Sabar Shinchaaannn
"Halo semuanya" sapa Zinnia.
"Hai mbak Zee!"
__ADS_1
"Hai Zee!" balas mereka serempak.
"Dan sana bajunya dicuci. Ada Sean disana." Zinnia menepuk bahu Shinichi.
"Iya mbak daripada aku disini di durjanain..." Shinichi pun berjalan menuju ke area belakang tempat cuci baju.
"Apa kabar semuanya?" sapa Zinnia bahagia melihat saudara - saudaranya.
"Alhamdulillah baik. Arsya mana mbak?" tanya Gemintang.
"Lagi bantu Daddynya cuci baju. Celananya Arsya kan tadi juga kena tanah tapi dibantuin mommynya nggak mau, katanya bisa sendiri" senyum Zinnia.
"Nah ntu yang bener. Shinchan? Belajar cuci baju ajah ngibrit!" kekeh Arkananta.
"Halo semuanya! Mana si kebo?" Juliet dan Garvita pun ikutan gabung.
"Cuci baju" jawab Damian.
"Nooooo!" seru Juliet dan Garvita bersamaan. "Hujan deh!"
"Dimana-mana ya, biasanya kalau kita cuci mobil, pasti hujannya tapi sekarang cuaca berubah. Shinichi cuci baju berarti hujan" gelak Gasendra.
"Mbak Zee sama bang Sean gimana?" tanya Gemini.
"Masih belum tahu Gem. Sean sih mintanya mbak balik ke Belgia dan rujuk tapi mbak belum bisa mantapkan hati."
"Dibawa dalam doa. Pasti akan ada petunjuknya. Aku nggak bilang kalau alasannya Arsya, banyak orang tua yang meskipun berpisah masih bisa bertemu dengan anaknya. Tapi dalam posisi ini adalah kamu Zee. Kamu yang menjalani karena jika kamu rujuk berarti selain ijab qobul ulang, juga harus menata hatimu Zee" ucap Luke panjang lebar.
Zinnia menatap Luke sambil tersenyum. "Thanks Luke."
"Bener tuh. Aura Yakuzanya lebih parah dari Opa Takeshi dan Tante Emi" timpal Valentino.
"Wajar lah gue begini. Secara gue paling tua, jadi mau tidak mau harus bersikap dewasa kecuali ke trio kampret!" pendelik Luke ke Arka dan Valentino.
"Perasaan paling tua mbak Leia deh, sepuluh menit je" gumam Arka dengan nada ala Upin Ipin.
"Kenapa kamu pakai logat Malay, Ka?" tanya Nadira.
"Biar pas!" seringai Arkananta.
"Eh Dira, apa kabar keponakan aku?" tanya Zinnia.
"Alhamdulillah tambah lucu. Bayi sembilan bulan itu gemesin yaaa" ucap Nadira.
"Alamat si Pedro pulang cepat terus deh!" ledek Luke.
"Iya lho! Semenjak punya Biana, mas Pedro jarang lembur kecuali kalau kasusnya benar-benar rumit." Nadira sudah menikah dengan Pedro Pascal dua tahun lalu dan dikarunia seorang anak perempuan bernama Biana yang dalam bahasa Perancis berarti seorang wanita yang berparas anggun dan memiliki kulit yang sangat halus.
"Bang Pedro jadi pindah ke BAU?" tanya Gemini.
"Jadi tapi ya gitu, harusnya mas Pedro kumpulannya sama Zee, yang sama - sama anak psikologi."
"Lho kan Deya anak psikologi" celetuk Gemintang yang sedang menyelesaikan studinya di sebuah fakultas kedokteran hewan Singapura.
"Eh bang Lukie, beneran Deya pacaran sama bang Antonio?" tanya Arkananta.
"Katanya sih tapi setahuku Oom Rama masih gamang."
__ADS_1
"Eh aku ada gosip!" seru Garvita.
"Apa itu?"
"Mbak Raveena pacaran sama Alexis, asistennya bang Antonio." Garvita tersenyum penuh kemenangan.
"HAAAAAHHH?" seru semua sepupu Zinnia termasuk Zinnia sendiri.
"Kok bisa? Kapan ketemunya? Jarak usianya kan jauh juga tuh!" celetuk Valentino.
"Mereka bertemu di bandara LAX dan entah gimana ceritanya malah jadi pacaran." Garvita tersenyum senang.
"Alexis baik kok! Aku sih setuju saja!" sahut Luke.
"Kamu sendiri gimana Vit? Sama Gabriel?" goda Zinnia yang tahu hubungan Garvita dan Gabriel sama kacaunya dengan Juliet dan Romeo.
"Aduh mbak Zee, jangan ditanyain itu! Bikin males saja!" sungut Garvita kesal.
"Kamu tuh sama Juliet sama saja! Ada pria baik yang benar-benar sayang sama kalian, sudah lolos screening, malah emoh! Nanti kalau sudah ditinggal, baru deh kalian ngerasain! Kalau sudah gitu, nanti malah kalian yang kelimpungan!" omel Valentino.
"Duh, anaknya pak Hoshi sudah mulai keluar bon cabenya" gumam Arkananta.
"Kayaknya itu pengalaman pribadi ya V?" tebak Zinnia.
Valentino menatap datar ke arah Zinnia. "Mbak Zee, please deh!"
"Memangnya mbak nggak tahu siapa?" goda Zinnia.
"Waaahhh siapa itu???" Sontak semua pada heboh ingin tahu gadis yang membuat seorang Valentino Adipramana Reeves menoleh dua kali.
"Eh cumi! Sebagai sesama anggota trio macan... eh trio kampret, kok bisa aku tidak tahu siapa!" Arkananta menatap Valentino yang hanya memasang wajah datar.
"Kok bisa sampai mbak Zee tahu? Padahal aku kan di rumah." Gasendra bertanya pada kakaknya.
"Sebab, mbak Zee kenal sama gadis itu." Zinnia tersenyum manis.
"Waaahhh!" kehebohan pun terjadi lagi.
"Mommmyyy! Asya sudah selesai cuci baju." Arsyanendra langsung menghambur ke Zinnia.
"Arsyaaaaa! Oom sama Tante kangeeeenn!" seru semua sepupu Zinnia.
Tiba-tiba suara petir terdengar kencang dan tak lama hujan pun turun.
"Ya ampun, ternyata benar. Shinichi cuci baju, langsung hujan deras" gumam Zinnia.
"Eh buseeettt!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1