The Prince and I

The Prince and I
Avaro dan Alisha ( END )


__ADS_3

Tak terasa kandungan Zinnia sudah berjalan sembilan bulan dan bumil cantik itu semakin kesulitan bergerak karena membawa dua bayi kembar di dalam perutnya. Arsya sampai takut kalau perut sang mommy meletus macam balon.


Banyak peristiwa yang terjadi selama tujuh bulan ini termasuk berbaikannya Sean dengan Stefanus yang dengan lapang dada tidak ambisi untuk merebut tahta Sean. Stefanus sudah bahagia bersama dengan keluarga kecilnya dan tidak ingin kembali ke Belgia. Saat Zinnia dan Sean mengadakan acara baby shower bersama dengan para keluarga besar mereka, mantan Ratu Michelle dikabarkan meninggal dunia setelah kalah melawan penyakit kankernya.


Sean sendiri meminta agar jenazah Michelle dikirimkan ke Brussels dan dimakamkan di sebuah pemakaman umum agar Andrew bisa lebih dekat dengan cinta pertamanya. Zinnia merasa senang karena suaminya bisa berkompromi dengan dendam dan rasa sakit hatinya karena tidak mau menggerogoti kemarahan pada dirinya.


***


Dua Bulan Lalu, saat kandungan Zinnia menginjak tujuh bulan


"Kamu sebentar lagi mau punya si kembar dan tidak baik menyimpan dendam. Ada aku, ada anak-anak yang selalu mencintaimu dan menyayangimu. Kami selalu support padamu, Sean" ucap Zinnia ketika Sean galau atas permintaan ayahnya untuk mengijinkan membawa jenazah mantan istrinya ke Brussels.


"Lagipula, mother kan sudah meminta maaf kan berarti dia sangat menyesali semua perbuatannya, Sean. Aku tahu kamu masih marah tapi kan kamu sendiri yang meminta untuk tidak mengingat yang lalu. Kamu itu pria baik Sean, kalau nggak, mana mau aku sama kamu." Zinnia mengusap rambut tebal Sean yang meletakkan kepalanya diatas dada istrinya.


"Kamu itu memang cintaku Zee. Aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan tanpamu" bisik Sean sambil memegang perut Zinnia yang membuncit. "Kira-kira si kembar bakalan adu mulut di dalam atau gelut ya?"


"Si kembar akan saling menyayangi, Sean. Karena mereka akan dilimpahi banyak kasih sayang dari kita semua."


"Aku gemas. Kenapa sih mereka menyembunyikan jenis kelaminnya! Saban dilihat, pasti ngumpet!" gerutu Sean. "Eh, mereka bergerak Zee!" Meskipun sudah sering merasakan si kembar tapi Sean masih saja tetap takjub merasakannya.


"Mereka ingin memberikan surprise padamu, Daddy." Zinnia tertawa kecil mengingat terakhir dirinya kontrol, masih saja tidak mau terlihat.


"Kata dokter Graham, kamu mau normal? Apa tidak Caesar saja? Kamu hamil kembar lho Zee, takutnya nanti tenaga kamu habis di tengah jalan." Sean menatap wajah istrinya.


"Tapi Sean..."


"Please sayang, kamu operasi saja ya."


Zinnia melihat bagaimana khawatirnya suaminya. Meskipun dirinya tidak ingin Caesar tapi demi suaminya yang begitu mencemaskan dirinya, akhirnya Zinnia menyetujui untuk melahirkan dengan jalan operasi.


***


Kemarin Sean mengantarkan Zinnia ke rumah sakit untuk bersiap melakukan operasi Caesar sesuai dengan instruksi dokter Graham apalagi usia kandungannya sudah pas dan memang Zinnia sudah merasakan mulas.


Dan pagi ini Arsyanendra ingin ikut ke rumah sakit bersama dengan Ayrton dan Mariana tapi dilarang oleh kedua opa dan omanya. Walhasil balita tampan itu berdrama ria dengan menangis lebay lengkap dengan air mata buayanya agar diijinkan ikut.


"Beneran deh May, trio kampret itu besok kalau jadi bapak, anaknya bakalan model Arsya semua lebaynya!" sungut Ayrton yang kesal bagaimana semua ajaran tiga keponakannya merasuk ke cucunya. Mereka semua sudah berada di rumah sakit yang sudah disterilkan oleh pihak keamanan kerajaan.


"Sudah Ton, sekarang fokus kelahiran cucu kita dulu. Jangan marah-marah" kekeh Mariana yang geli melihat suaminya ngedumel.


Ayrton melihat ke arah Arsya yang bersama dengan Jasmine dan Sarah sedang mengobrol dengan para suster disana. Pangeran cilik itu tampak kepo dengan segala sesuatu.


"Bahkan keponya saja gayanya Shinchan dan Arka banget! Lihat itu May!"


Mariana tidak tahan untuk tidak tertawa terbahak-bahak. "Si kembar kan nanti tidak sering bertemu trio kampret, Ton. Jadi kamu tenang saja."


"Ish! Arsya kan bisa ngajarin. Apalagi kamu tahu kan si Shinchan sayang banget sama Zee. Mana mau dia dilarang datang, pasti bakalan da..."


"Iiiihhh dibilang aku adiknya mbak Zee! Oom Ayrton! Greg! Aku dikasih ijin masuk dong!" sebuah suara terdengar di depan penjagaan ketat lantai tempat Zinnia hendak melahirkan.


Ayrton menatap horor ke Mariana. "Please, jangan bilang itu si kampret dari Tokyo."


Mariana terbahak. "Panjang umur deh si Shinchan."


***


"Ish, kalian tuh! Tega sekali sama anak imut satu ini!" gerutu Shinichi sambil manyun.


"Kamu dari mana kok bisa ke Brussels sama Eagle ?" tanya Ayrton melihat dua keponakannya datang.


"Shinichi ada acara di Oxford perwakilan dari Todai terus kami mendengar Mbak Zee sudah masuk rumah sakit dari Jasmine, langsung deh si kungkang satu ini langsung minta kemari" jawab Eagle, putra Rajendra dan Aruna McCloud, cicit Elang dan Rain.

__ADS_1



Eagle McCloud


"Kamu tuh senengannya bikin rusuh!" gerutu Ayrton. Andrew tidak ikut ke rumah sakit karena masih harus istirahat akibat kelelahan hingga berpengaruh di pengobatan leukemia nya.


"Oom Shiiinnn!" seru Arsya yang langsung menghambur ke Shinichi.


"Halo mas Arsya! Gimana? Boleh kan ke rumah sakit?" tanya Shinichi sambil menggendong Arsya.


"Kan Oom Shin yang ngajarin" cengir Arsya yang membuat Ayrton, Mariana dan Eagle melengos.


"Mbak Zee sudah masuk kan Tante?" tanya Eagle mengalihkan kehebohan Shinichi dan Arsya.


"Sudah dari tadi, E. Akhirnya memilih operasi setelah semalam dokter Graham bilang sebaiknya Caesar karena takut Zee kelelahan."


Para anggota keluarga Zinnia beserta dengan asisten dan pihak pers kerajaan, menunggu harap-harap cemas di depan kamar operasi.


***


Di dalam kamar Operasi


Sean menangis melihat dua malaikat kecil nya yang sudah keluar dari perut Zinnia. Ucapan syukur terucap berulang dari bibirnya melihat si kembar yang sehat dan sempurna.


"Sean? Sean? Sayang?" Zinnia memanggil suaminya tapi tampaknya Sean masih dalam mode takjub melihat kembar laki-laki dan perempuan yang sudah dibersihkan.


"Yang mulia, yang mulia ratu memanggil anda" ucap dokter Graham.


"Eh? Apa Zee? Maaf, aku terlalu takjub." Sean menghampiri istrinya.


"Ayo dibacakan dulu adzan dan Iqamah nya" senyum Zinnia yang sedang dijahit.


"Aku terlalu bahagia jadi lupa sakit."


Sean lalu melaksanakan permintaan istrinya untuk membacakan adzan dan Iqamah ke kedua anaknya.


"Apakah sudah menyiapkan nama yang mulia ratu?" tanya Dokter Graham ke Zinnia.


"Aku kira anak kami cowok semua jadi kami hanya menyiapkan nama cowok ternyata malah sepasang..."


"Avaro dan Alisha" potong Sean. "Avaro berarti bijaksana, Alisha berarti mulia. Avaro Jordan Schumacher Léopold dan Alisha Maliqa Schumacher Léopold."


Zinnia tersenyum haru. "Aku suka namanya."


***


Ruang rawat


Keluarga Zinnia tampak bahagia melihat si kembar kecuali Arsyanendra. Balita tampan itu langsung manyun melihat dua adiknya.


"Mas Arsya kenapa?" tanya Zinnia melihat putra sulungnya cemberut di pangkuan Shinichi.


"Kenapa dik Alisha cewek sih? Kenapa nggak cowok sama dik Avaro?"


"Memang kenapa?" tanya Sean geli melihat gaya putra sulungnya sok cool.


"Nanti mas Asya diajak main boneka."


Sontak semua orang disana tertawa mendengar argumen Arsya.


"Sya, kayaknya Alisha nggak bakalan main boneka deh. Lihat, sama Avaro saja udah berani ninju" goda Ayrton yang melihat tangan Alisha menempel di wajah Avaro. "Sean, kamu siap-siap ya. Tampaknya Alisha bakalan nurun bar-bar deh!"

__ADS_1


"Bukannya semua anggota keluarga Pratomo yang perempuan bar-bar semua ya Pa?" kekeh Sean.


"Dan bakalan jadi kesayangan Arsya dan Avaro." Sebuah suara membuat semua menoleh ke arah pintu.


"Gasendra!" seru Mariana. "Akhirnya datang juga.


"Halo, maaf baru bisa datang soalnya pekerjaan aku di AJ Corp lumayan pusing apalagi Papa main kabur ke Brussels melulu" sindir Gasendra sambil mencium Mariana dan Ayrton. "Bang Sean, selamat ya."


"Thanks Sendra."


"Mbak Zee..." Gasendra memeluk kakaknya dan mencium pipinya. "Selamat dapat si kembar. Generasi aku dan generasi Arsya kok banyak kembar pasangan ya."


"Namanya rejeki itu Sendra" ucap Mariana.


Gasendra lalu melihat keponakannya. "Hah? Lagi-lagi mirip bang Sean? Mbak, kamu nggak dibagi lagi? Sudah, jangan hamil lagi!"


"Sudah cukup Sendra. Memang hasilnya mirip aku tapi prosesnya saat Zee hamil, aku yang kapok!" ucap Sean.


"Kenapa?"


"Aku yang ngidam dan morning sick!"


Suara tawa kembali terdengar di ruang rawat inap Zinnia.


***


Istana Kensington London


Richard melihat foto-foto adik Arsyanendra dari iPad sang mummy yang dikirim oleh Mariana. Pangeran cilik yang hendak menginjak enam tahun itu langsung menzoom wajah bayi dengan outfit pink.


Alisha Maliqa Schumacher Léopold.


Senyum smirk terlihat di wajah Richard.


*** END ***



Alisha dan Avaro



Arsyanendra



The Parents


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


End? Yes, end saudara - saudara... Terima kasih sudah mengikuti cerita Zee dan Sean. Masih ada novel on going ku yang lain.


Semoga suka dengan endingnya.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2