The Prince and I

The Prince and I
Malam Tahun Baru Anti Mainstream


__ADS_3

Masih seputar acara malam tahun baru di Tokyo


Trio kampret itu dengan santainya menghajar gerombolan preman yang mungkin ada sekitar dua puluh orang. Shinichi yang lebih semangat membuat empat orang diantaranya pingsan. Luke yang tadinya tidak mau membantu akhirnya turun tangan juga setelah melihat adiknya Valentino hendak dihantam dengan balok kayu.


Luke langsung menendang orang itu dan menghajarnya dengan tendangan taekwondo nya. Valentino yang melihat kakaknya membantu hanya nyengir lalu konsentrasi dengan lawannya.


Tanpa mereka tahu, ternyata masih ada anggota gerombolan itu yang mendekati Leia dan Juliet.


"Leiaaa! Awas!" teriak Luke ke saudara kembarnya yang hendak dihajar dari sampinh memakai tongkat kayu. Leia hanya menyingkirkan tubuhnya sedikit membiarkan Juliet memberikan setrum listrik dari stun gun yang dibawanya membuat orang itu ambruk pingsan.



"Kamu kasih berapa volt dik?" tanya Leia.


"Cukup buat kuda pingsan sih" cengir Juliet.


"Oh Astaga." Leia melihat masih ada beberapa orang lagi yang mengincar mereka berdua. "Kamu marah sama Romeo kan? Hajar saja mereka!"


Juliet menyeringai devil. "Tak disangka bakal menyalurkan energi juga!"


Leia dan Juliet pun melawan enam orang pria yang hendak menghajar mereka. Leia dengan kendonya yang kali ini memakai baton seperti sepupunya sedangkan Juliet lebih memilih memakai jurus judo mix krav maga.


Entah sudah berapa lama mereka berkelahi akhirnya polisi pun datang dan betapa terkejutnya mereka bahwa yang berkelahi adalah Luke dan Leia Bianchi dari Yakuza klan Takara.


"Astaga, Bianchi-san. Apa yang terjadi?" tanya polisi itu.


"Mereka mengganggu adik-adik saya, jadi ya kami hajar lah!" jawab Luke kalem. "Tenang, tidak ada anak buah Takara yang ikut, hanya saya dan adik-adik."


"Bianchi-san, anda berenam melawan 30 orang lho" bisik polisi itu.


"Lumayan pak polisi. Buat olahraga malam" sahut Shinichi sambil nyengir lebar. Wajah imutnya tampak memar akibat lengah tadi hingga kena pukul.


"Alamat kita semua dihukum deh!" keluh Juliet.


"Bianchi-san, sebaiknya anda semua ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."

__ADS_1


Luke pun menatap judes ke trio kampret yang memasang wajah bahagia bisa gelut.



"Ya Allah, alamat malam tahun baru di kantor polisi deh!" keluh Luke sambil memegang pelipisnya.


***


Geneva Switzerland


Zinnia malam ini menyiapkan beef stew dengan resep asli Belanda. Dirinya memang penggemar daging dan kentang meskipun terkadang masih kurang jika belum bertemu nasi, khas orang Indonesia.



"Dutch stew, Zee?" tanya Sean.


"Iya. Kenapa?" Zinnia menyiapkan untuk Sean ditambah secangkir teh wasgitel panas.


"Pas dengan cuacanya" senyum Sean.


Zee duduk di hadapan Sean dengan iPad yang terpasang di sudut meja makan.


"Takut-takut kalau kedua orangtuaku menelpon."


Sean mengangguk. "Apakah mereka tidak akan marah jika aku disini bersamamu? Hhhmmm ini enak Zee. Beneran!" ucap Sean sambil mengunyah daging empuk itu.


"Syukurlah kalau enak" jawab Zinnia sambil memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.


Suara panggilan video pun masuk ke iPad Zinnia dan Sean membaca namanya Luke Bianchi. Gadis itu pun menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum" sapa Zinnia.


"Wa'alaikum sa... Heeeeiii! Ngapain pangeran brengsek itu disana Zee?" teriak Luke yang tampak garang.


"Halo, aku Sean Léopold" sapa Sean ramah.

__ADS_1


"Aku tahu siapa kau! Zee, kalau dia berani macam-macam..."


"Tidak apa Luke. Luke ini Sean, Sean ini ..."


"Luke Bianchi." Luke menatap tajam ke arah Sean.


"Nice to meet you" senyum Sean. "Aku hanya menemani Zee dan tidak berani macam-macam."


"Awas kalau berani!" Luke masih menatap tajam.


"Kalian dimana?" tanya Zinnia yang melihat trio kampret di belakang Luke dengan serunya membuat darting polisi disana.


"Kantor polisi" jawab Luke kesal.


"Apa yang terjadi?" tanya Zinnia bingung.


"Mbak Zeeeee!" teriak ketiga orang itu heboh dari belakang Luke.


"Kalian ngapain disana?" tanya Zinnia.


"Gelut lah!" ucap ketiganya kompak lalu tertawa terbahak-bahak.


Luke memasang wajah judes. "Rasanya ingin aku lempar ke Empang mereka itu!"


Zinnia terbahak sedangkan Sean hanya menatap bingung.



Pusing ya sama trio kampret?


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2