
Geneva Switzerland 6 tahun lalu...
Sean memperhatikan Zinnia asyik membaca berkas dan jurnal untuk bahan ujian lisan. Gadis itu tampak cuek seolah Sean tidak terlihat.
"Zee..." panggil Sean yang sebenarnya tidak masalah gadis itu mengacuhkannya asal dia tidak diusir. Toh dia bisa memandang Zinnia lama.
"Ya?" Zinnia mendongakkan wajahnya menatap Sean.
"Kamu punya bluetooth speaker?"
Zinnia mengangguk. "Ada. Kenapa? Sepi ya?"
Sean tersenyum. "Kamu asyik belajar. Apa tidak mengganggu belajar kamu jika aku menyetel lagu?"
"Selama lagunya slow, bukan rap, hip-hop atau yang hingar bingar, aku masih bisa belajar." Zinnia berdiri dan mengambil speakernya.
Sean pun segera mensetting bluetooth speaker milik Zinnia. "Duduk sini Zee." Sean meminta Zinnia duduk di sebelahnya dan gadis itu pun menurut. Sambil membawa jurnal psikologi yang isinya makin menjelimetkan, Zinnia duduk di sebelah Sean.
Harum parfum Zinnia yang Sean tahu adalah Channel Change, membuat pria itu mabuk kepayang. Apalagi gadis itu sekarang duduk bersebalahan dengannya.
"Aku setel lagu ya Zee" ijin Sean.
"Hu um." Zinnia pun tenggelam dengan jurnalnya.
Sean pun langsung menyetel list dari Spotify miliknya dan lagu lawas Def Leppard melantun disana.
You could have a change of heart
If you would only change your mind
'Cause I'm crazy 'bout you baby
Time after time
Without you, one night alone
Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone?
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide
Zinnia menoleh. "Def Leppard?"
__ADS_1
Sean tersenyum. "Kamu suka?"
"Aku suka lagu - lagunya yang slow."
Sean beringsut mendekati gadis itu dan kedua tangannya menangkup wajah cantik Zinnia.
"Zinnia, ich liebe dich so sehr ( Zinnia, aku sangat mencintaimu )" ucapnya penuh perasaan.
Zinnia menatap mata biru itu dengan perasaan campur aduk. "No, you don't" ucap gadis itu.
"Es ist mein ernst! ( aku serius )." Mata biru Sean menatap dalam ke mata hitam Zinnia.
"No Sean, kamu hanya terbawa suasana."
"Apa kamu tidak ada perasaan sedikit pun padaku Zee?" tanya Sean.
Zinnia terdiam. "Kalau aku bilang tidak, bagaimana?"
"Aku tidak percaya kamu tidak ada perasaan padaku."
"Karena memang itu kenyataannya" jawab Zinnia yang wajahnya masih ditangkap kedua tangan Sean.
"Really Zee?" suara Sean terdengar parau dan wajahnya mendekati Zinnia.
"Kamu minta dihajar?"
Zinnia yang awam akan kegiatan asmara itu hanya mengandalkan insting nya dengan membalas perbuatan Sean mengurai rambut tebal pria itu.
Why save your kisses for a rainy day
Baby let the moment take your heart away
Have you ever needed someone so bad, yeah
Have you ever wanted someone you just couldn't have
Did you ever try so hard that your world just fell apart
Have you ever needed someone so bad
And to the girl I gotta have
I gotta have you baby, yeah
Lagu Def Leppard yang berjudul Have You Ever So Bad menjadi background kegiatan dua anak manusia yang asyik berciuman.
***
__ADS_1
Sean melepaskan ciumannya dan menatap wajah Zinnia yang memerah menahan malu dan gairah. Pelan dia mencium kening Zinnia.
"Ich liebe Dich Zinnia. So much!" Sean mengelus rambut hitam kecoklatan Zinnia dengan lembut.
"This is a mistake, Sean" ucap Zinnia sambil berusaha bangun.
"Don't wake up. Aku suka melihatmu seperti ini. Dan Zee, ini bukan kesalahan. Ini sesuatu yang indah." Sean menatap mesra Zinnia. "Kamu mungkin bilang tidak ada perasaan denganku tapi tubuh dan bibirmu berkata sebaliknya."
"Yang namanya emosi manusia itu bisa tersulut karena adanya trigger. Dan disaat kamu mencium aku itu, bukan perasaan amor yang terlintas di pikiranku tapi lebih rasa penasaran begini rasanya berciuman dengan seorang pangeran. Jadi jangan kamu anggap sama ratakan dengan apa yang ada dipikiran kamu. Aku terhanyut karena kamu pria yang berpengalaman dan jago ciuman tapi apakah itu memang karena kamu menciumku dorongan perasaan yang kamu bilang tadi atau hanya sebatas n@fsu, kamu yang tahu. Tapi yang jelas, dari aku, hanya rasa penasaran belum sampai aku jatuh cinta padamu. Dan aku bukan orang yang gampang jatuh cinta hanya karena ciuman meskipun kamu jago."
Sean melongo. Dia lupa jika Zinnia sarjana psikologi yang semua dipelajari secara ilmiah.
"Apakah kamu selalu menganalisis segala sesuatu dari sudut pandang ilmu psikologi kamu, Zee?" Sean benar-benar terperangah mendengar argumen yang dibuat Zinnia.
Gadis itu pun bangkit dan duduk berhadapan dengan Sean. "Aku terbiasa dengan menganalisis segala sesuatu dan itu wajar di kalangan anak psikologi. Otak dan emosi manusia itu adalah sesuatu yang menakjubkan dan kamu akan surprise jika mempelajarinya. Dan yeah jika kamu keberatan dengan segala sesuatu dari aku harus dianalisis, kamu bisa mundur kok. Karena tidak semua orang paham dengan pola pikir aku."
Sean menyingkirkan rambut Zinnia. "Lalu apalagi yang ada di otak logismu?"
Zinnia menatap Sean serius. "Hal lain yang membuat aku tidak mau menerima kamu adalah, kamu seorang player, Sean. Aku harus realistis karena aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun tapi kamu sudah kemana-mana. Aku memikirkan kesehatan aku karena jika kamu carrier penyakit menular, rugi di aku dong! Meskipun kamu pangeran sekalipun, kamu tetap manusia yang bisa sakit. Nggak elit banget pangeran tapi memiliki penyakit yang menular akibat hidup bebas."
Sean semakin terkejut dengan ucapan Zinnia yang blak-blakan.
"Aku selalu pakai pengaman, Zee!"
"Tapi kamu sudah kemana-mana Sean dan maaf tapi aku tidak bisa dengan playboy player macam kamu. Aku mungkin naif, tidak berpengalaman dalam bercinta tapi aku berusaha realistis. Kamu sudah jajan kemana-mana Sean dan aku..."
"Stop Zee! Akan aku buktikan kalau aku sehat! Benar-benar Sehat! Meskipun aku berhubungan sana sini, bukan berarti aku tidak menjaga diriku sendiri Zee! Aku tahu kamu masih virgin dan itu terbukti dari bagaimana kakunya kamu pertama kali aku cium. Dan asal kamu tahu Zee, sejak aku mencium mu aku sudah bertekad untuk membuatmu menjadi milikku! Akan aku perlihatkan hasil pemeriksaan medis aku ke kamu kalau aku sehat!" Sean menatap tajam ke Zinnia yang hanya membalasnya datar.
"Prove it kalau kamu memang sehat!"
"Apakah kalau aku terbukti sehat, kamu akan mau bersamaku?"!
Zinnia menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Zee?"
"Karena aku bukan keturunan bangsawan. Sedangkan aku tahu, keluarga mu sangat menjunjung tinggi darah biru dan aku hanyalah anak angkat Emir Al Jordan."
Sean menatap Zinnia dengan perasaan kesal dan frustasi. Gadis ini self defense nya kuat sekali! Tapi akan aku buat kamu menjadi milikku Zee!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️