
Mansion Giandra Jakarta
Juliet menghampiri Romeo dan Garvita yang sedang asyik mengobrol dengan perasaan tidak rela melihat sepupunya akrab dengan pria yang katanya hanya menyukainya. Apakah benar Rombeng sudah menyerah sama aku?
"Lagi ngapain kalian?" tanya Juliet dengan nada datar.
"Oh hai Jules. Aku sedang memeriksa kaki Garvita. Katanya kepeleset waktu nolongin Arsya. Ngomong-ngomong, anak imut itu kemana?" Romeo celingukan mencari batita tampan itu.
"Arsya sudah bobok sama mamanya" jawab Juliet dingin.
Garvita menatap sepupunya yang tampak kesal dan dia tahu, Juliet cemburu melihat Romeo memegang kakinya.
"Mas Romeo, besok nggak ke rumah sakit?" tanya Garvita manis. Sengaja dia menggoda Romeo agar sepupunya lebih peka dan ngeh bagaimana Romeo sangat mencintainya.
"Besok ke rumah sakit, Gar. Makanya aku kemari mau ketemu sama Mbak Zee dan Mas Sean buat ucapin sukses buat ijabnya besok karena kemungkinan aku nggak datang karena harus dua hari di Cipto." Romeo menatap lembut ke Garvita.
"Mbak Zee sudah masuk kamar sama Arsya, kalau bang Sean masih ngobrol sama Oom Hoshi, Oom Bima dan Papa" jawab Garvita. "Mereka di belakang."
"Aku ketemu sama mereka dulu ya. Opa Bara ada kan?" Romeo pun berdiri.
"Ada semua mas. Masuk saja." Garvita tersenyum ke arah pria berdarah Jepang itu.
"Oke. Aku masuk dulu ya Jules." Romeo mengangguk ke arah Juliet yang hanya berdiri melihat interaksi keduanya. Pria putih itu pun masuk ke dalam rumah dan terdengar sambutan Valentino dan Arkananta serta Arum disana.
Juliet menatap Garvita tajam. "Kamu ngapain goda Rombeng?"
"Lho? Siapa yang godain? B aja Jules. Kalau memang kamu juga suka sama dia, kenapa kamu jual mahal?" balas Garvita.
"Halah! Kamu juga sama saja Gar! Kamu sama Gabriel apa kabar?" sindir Juliet.
"Setidaknya aku sudah mulai menyadari semuanya. Nggak kayak kamu! Silahkan saja jika kamu masih seperti ini, sok jual mahal! Tidak mudah untuk menarik hati Oom Hoshi lho Jules! Aku yakin, jika Romeo mundur, dan kamu ada pria lain yang kamu bawa ke rumah, dijamin Oom Hoshi akan jauh lebih durjana!" Garvita menatap tajam ke sepupunya.
Juliet hanya mengepalkan tangannya dan jika tidak ingat Garvita sedang sakit, dia akan gelut dengan sepupunya itu.
"Nona Garvita..." panggil Gabriel yang masuk ke ruang tamu. Juliet melengos melihat pengawal tampan sepupunya.
"Gab, tolong bantu aku pakai kruknya" pinta Garvita dengan nada lembut, berbeda seperti biasanya.
Gabriel membantu Garvita dengan kruknya dan tampak pria itu sangat care dengan bungsu Ayrton Schumacher.
"Aku masuk kamar dulu. Ingat kata-kata mas Shin!" ucap Garvita saat berpapasan dengan Juliet.
***
__ADS_1
Acara Ijab Kabul
Pagi ini mansion Giandra tampak semarak dengan banyaknya hiasan di sekeliling rumah dan halaman belakang yang akan digunakan acara ijab qobul ulang Sean dan Zinnia.
Sean sendiri sudah siap dengan suitnya dan Zinnia mengenakan gaun pengantin yang disiapkan oleh sang mama. Para keluarga besar klan Pratomo yang tinggal di Jakarta pun hadir semua, termasuk Falisha dan Aji, Freya dan Haris, Arya dan Amberley, Anandhita dan David beserta putri mereka Arabella yang langsung sumringah melihat Arkananta.
"Mas Arkaaaa" panggil gadis centil itu yang kuliah di arsitektur UI sambil menggandeng lengan Arka yang mendengus kesal. "Kapan kita ijab qobul?"
Arka mendelik. "Apa?! Kita ijab qobul? Ngimpi!" ucap Arya sambil menoyor dahi gadis berambut hitam panjang itu.
"Alaaahhh mas Arka gitu... Benernya deg-degan kan aku ajak ijab qobul? Sekarang itu jaman emansipasi, kalau lakinya ragu-ragu macam mau lihat macan atau monyet di Ragunan, ceweknya lah yang maju! Soalnya laki jaman now itu rata-rata maju mundur nggak ganteng buat mengambil keputusan!" cerocos Arabella yang membuat Arkananta kesal luar biasa.
"Iiissshhh! Kenapa sih kamu nggak ngejar-ngejar Shinchan? Kalian kan satu server!" cebik Arkananta.
"Nggak greng mas. Ara grengnya sama mas Arka doang. Mau giamana?" cengir gadis manis itu.
Arkananta hanya menggelengkan kepalanya.
***
"SAH!"
Sean dan Zinnia tampak lega setelah acara ijab qobul keduakalinya itu berjalan lancar bahkan Sean hanya sekali tarikan nafas langsung sah.
Sean menoleh ke arah istrinya yang mengenakan gaun putih lalu memasangkan cincin pernikahan mereka yang dulu.
"Sean?" Zinnia menatap ke suaminya yang pagi ini tampak klimis seperti empat tahun lalu saat ijab di Dubai.
"Cincin ini kan memang untukmu." Sean mencium jari Zinnia yang terpasang cincin nikah mereka yang merupakan warisan dari ratu Elisabeth.
Sean mencium kening Zinnia dengan penuh perasaan. Setelahnya mereka memeluk para tetua disana dimulai dari Ayrton dan Mariana baru ke para Opa dan Oma, serta Oom dan Tante keluarga Zinnia.
Akhirnya ya bang
Mama Zee
***
Arsya adalah anak yang paling berbahagia setelah tahu kedua orangtuanya tidak akan berpisah lagi. Bahkan batita imut itu seolah tidak mau melihat kedua orangtuanya berjauhan.
__ADS_1
"Sya, mommy mau ngobrol sama para Oma dulu. Arsya katanya mau main rubik sama Oom Arka" senyum Zinnia ke putranya yang bingung melihat daddynya dikompeni oleh opa-opanya.
"Oom Alka dipegang telus sama Tante Ala" jawab Arsya sambil manyun membuat Zinnia dan Anandhita menoleh kearah jari batita itu menunjuk.
"Oh astagaaa anak itu!" Anandhita memegang pelipisnya.
"Ara beneran suka sama Arka ya Tante?" kekeh Zinnia sambil memangku Arsyanendra.
"Dari kecil. Arsya, nanti ikut mommy dan Daddy, Oma sepi deh..." ucap Anandhita.
"Tenang Oma, Asya akan seling telepon Oma" jawab Arsya sambil memainkan rubiknya yang membuat Anandhita tertawa geli.
"Astaghfirullah! Sya, kamu kok mirip Oom V kamu sih kalau begitu?" gelak Anandhita gemas dengan cucunya.
"Payah nih Tante, pengaruhnya trio kampret benar merasuk di Arsya" senyum Zinnia sambil mencium pipi putranya.
"Gaun mu bagus Zee. Mariana yang membuat?" tanya Rina, istri Hoshi yang datang sambil membawa makanan kecil.
"Iya Tante. Setelah mama tahu aku dan Sean baikan, mama sudah menyiapkan gaun ini karena tahu kami harus ijab ulang" senyum Zinnia.
"Jadi besok kalian langsung ke Dubai?" tanya Anandhita.
"Kata papa rencananya begitu. Kami di Dubai seminggu, baru ke Brussels."
Anandhita memeluk keponakannya. "Semoga kali ini kalian jauh lebih bahagia dari kemarin. Tante itu sedih ketika tahu kalian harus mengalami kejadian seperti kemarin."
"Insyaallah Tante. Soalnya Sean sudah diwanti-wanti sama Papa, Oom Hoshi dan Oom Bima. Tante tahu sendiri kan, selain mereka, Luke dan Bayu pasti tidak akan tinggal diam, disamping dik Sendra."
"Luke itu untungnya sudah dapat pawangnya jadi agak anget dikit karena biasanya jadi freezer" kekeh Rina. "Tapi tetap saja kalau sama trio kampret, emosinya naik terus."
"Luke itu kan sayangnya ke trio kampret anti mainstream" gelak Zinnia.
"Kadang Tante ingin tutup itu kolam dan Empang piranha nya deh! Pelihara kok ya aneh-aneh!" omel Rina.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1