
Indramayu Jawa Barat Present Day
Ketika renungkan arti hidup
Di malam hari ini
Kurasa malam tak berujung
Laut tak bertepi gunung tak terdaki
Desak di dadaku s’makin berat
Saat itu kau hadir
Berdiri menanti disini
Berharap pintuku terbuka
Kau ajakku kau t’lah bukakan mata
Agar ku mengerti
Bukan matahari bila tak menyinari
Bukan kuntum bunga bila tak mewangi
Dan bukanlah cinta bila tidak sepenuh hati...
Sean mendengar lirik lagu lama dari bluetooth speaker milik Zinnia saat keduanya menatap hujan dari jendela kamar istrinya. Keduanya hanya saling terdiam sambil menikmati hot choco.
"Zee..."
"Apa Sean?"
"Kita mulai dari awal ya?" bujuk Sean.
"Kamu tidak akan meminta seperti ini jika tidak ada sesuatu, kan Sean?" Zinnia menoleh ke arah pria tampan yang sangat mirip dengan Arsya versi dewasa.
Sean memegang pipi Zinnia. "Kerajaan ku membutuhkanmu, Aku membutuhkan dirimu."
"Tapi aku tidak membutuhkan mu Sean. Aku senang tinggal disini, tidak ada beban, Arsya menikmati menjadi dirinya sendiri. Tidak ada protokoler istana yang membuat putraku tertekan..."
"Putramu itu adalah putraku juga Zee. Dan Arsyanendra adalah putra mahkota Belgia meskipun kamu tidak suka!" Sean menatap lembut ke Zinnia. "Pulanglah bersama ku, Zee. Aku jamin, kamu dan Arsya akan aku lindungi."
"Really Sean? Bagaimana kamu bisa menjamin itu?"
"Karena tiga bulan lagi, aku akan dinobatkan sebagai raja Belgia."
***
Uccle Belgia Markas Trio Kampret 4,5 Tahun Lalu
"Kita buat gegeran gimana nih?" tanya Shinichi.
"Kan mbak Bee sudah pasang berbagai macam alat sadap dan audio di kamar si Stefanus. Kenapa tidak kita buat dia makin sedeng?" Valentino tersenyum smirk.
Ini cicit, cucu, anaknya siapa sih?
__ADS_1
"Lu mau buat apa V?" tanya Arka.
Valentino langsung mengutak-atik hidden camera yang dipasang Blaze di kamar Stefanus dan tampak pria itu sedang fly.
"Orang ngobat tuh gitu ya efeknya?" celetuk Shinichi.
"Makanya Daddy pernah bilang. 'Elu besok kalau sudah 21 mau mencicipi alkohol atau merokok, boleh tapi tidak dengan narkoba karena untuk berhenti itu susah. Badan kamu kalau sudah sakau akan nagih terus dan proses berhenti itu lebih sulit daripada alkohol atau rokok.' Kalau aku sih cukup sekedar tahu untuk alkohol dan rokok. Ga suka, ya udah ditinggal!" jawab Valentino.
"Bagusnya malah kita tidak usah dekat-dekat dengan barang haram macam itu!" timpal Arkananta.
"Bener tuh! Masih bagus tuh kalau kita bikin bang Lukie darting. Jauh lebih banyak pahalanya" sahut Shinichi.
"Kok bisa banyak pahala?" Valentino menoleh ke adik sepupunya.
"Lha kan bikin bang Lukie marah-marah, bukannya itu pahala buat kita?"
"Dimana mana dapat pahala itu kalau membuat orang lain tersenyum bukan marah-marah, Shinchaaannn!" omel Arkananta gemas. "Heran! Oom Hideo ngidam apa sih bisa punya anak kayak elu?"
"Eh kebalik ya?" Shinichi menatap polos ke kakak sepupunya.
"Hiiihhh ini bocah!"
"Ssshhhh! Aku lagi buat eksperimen nih!" Valentino lalu membuat suara ala Zinnia yang di perdengarkan di kamar Stefanus.
"Kak Stefan..."
Shinichi dan Arkananta melongo. "Horor lu cumiii!"
"Kan nih orang terlalu obsesi dengan mbak Zee. Jadi, aku buat suara yang mirip sama suara mbak Zee buat dia makin korslet otaknya!" kekeh Valentino tanpa dosa.
"V, kalau pak Hoshi tahu gimana?" tanya Arka.
Arka dan Shinichi hanya bisa melengos. Antara narsis dan psycho itu beda tipis kalau di keluarga Reeves.
***
Kediaman Arjuna McCloud London
"Jadi anakmu sudah berbuat ulah ini Muka Cewek!" lapor Bima. "Arka yang laporan ke aku."
"Baguslah! Sampai otaknya V ga dipakai, bikin malu keluarga Reeves!" balas Hoshi cuek.
"Astaghfirullah! V ngapain Hoshi?" tanya Sekar.
"Bikin depresi orang, Tante Sekar" jawab Hoshi santai.
"Hoshi! Kamu tuh ngajarin psycho!" hardik Sekar.
"Bukan Tante, aku hanya mengajarkan bahwa pembalasan fitnah menjijikkan itu harus dibalas 1000x lipat lebih sadis!" Hoshi menatap serius ke Sekar. "Se psycho nya aku Tante, tidak terlintas membuat fitnah menjijikkan seperti itu! Hanya orang beyond nalar alias abnormal yang bisa memikirkan membuat gundikmu dioperasi wajahnya menjadi wanita obsesinya lalu membuat fitnah wanita asli dengan berharap si wanita yang digilai nya mau bersamanya. Apa tidak sinting itu!"
Sekar mengelus bahu pria cantik itu. "Tante tahu kamu marah tapi apa kamu tahu dampaknya dari depresi?"
"Dang aku lupa kalau Tante lulusan psikologi." Hoshi menepuk jidatnya.
"Bilang sama Valentino, berikan trigger sedikit saja karena kalau Tante lihat, Stefanus memang sudah memiliki banyak tanda seperti bipolar dan schizophrenia. Butuh perawatan dan pengobatan terus."
"Tapi Tante, bukankah itu akan menjadi skandal jika tahu putra sulungnya raja Andrew memiliki penyakit mental." Bima menatap Sekar.
"Bahkan sekarang saja sudah terjadi skandal, Werkudara."
__ADS_1
"Kamu tuh bisa nggak sih manggil Bima dengan namanya dengan benar? Perasaan dari jaman Bima pacaran sama Arimbi sampai anak kalian dewasa, panggilan kalian selalu Werkudara dan muka cewek" kekeh Sekar.
"Anggap saja panggilan spesial nggak pakai telur Tante" jawab Hoshi cuek.
"Yang penting akur lah biarpun cuma lima menit" balas Bima.
"Kamu bilang sama Valentino, jangan terlalu banyak kasih triggernya. Sedikit saja sudah membuat mental breakdown di Stefanus." Sekar menatap keponakannya.
***
Kamar Stefanus Istana Brussels Belgia
"Kak Stefanus..."
"Zinnia? Kamu dimana ..." bisik Stefanus. "Kamu pisah lah dari Sean... Aku mencintaimu lebih dari Sean..."
"Kak Stefan..."
"Zinnia? Zee?" Stefanus celingukan mencari - cari sumber suara Zinnia. "Jangan pergi Zee ... Jangan pergi Zinnia ..."
***
Uccle Belgia
"Beneran deh dia korslet!" umpat Shinichi.
"Obsesinya parah!" balas Arkananta.
"Woi, bang Sean udah sampai Brussels tapi kayaknya nggak ke istana." Shinichi melihat CCTV di bandara. "Soalnya dijemput Greg dan bilang ke apartemen."
"Kok kamu tahu?" tanya Valentino. "Memang ada yang masang penyadap di bang Sean?"
"Nggak, aku baca bahasa bibir nya." Shinichi memang memiliki kemampuan lip reading. Tak heran jika Savrinadeya dekat dengannya karena mereka bisa berkomunikasi dengan baik.
"Shin, bang Sean ngomong pakai bahasa Jerman." Valentino menatap adiknya.
"Aku kan bisa berbagai bahasa, V. Dan Jerman salah satu yang fasih jadi aku bisa membacanya."
***
Apartemen Sean dan Zinnia di Brussels Belgia
Sean masuk ke dalam apartemennya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk muntah - muntah. Segera pria itu mengambil botol shampoo milik Zinnia dan perutnya sudah tidak berontak lagi.
Ada apa denganku? Kenapa perutku seperti ini?
Sean menatap foto pernikahan dirinya dan Zinnia yang terlihat dari kamar mandi.
Kamu pasti di Indonesia kan Zee? Jika memang aku belum boleh menemuimu, akan aku turuti kemauan mu dan papamu. Akan aku buktikan bahwa aku akan menjadi suami yang diandalkan meskipun harus menunggu ijin entah sampai kapan dari keluarga mu.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1