
Istana Al Jordan Dubai UAE
Sean dan Zinnia menuruti permintaan Arsya untuk berkuda dengan Riyad, salah satu pengawal yang selalu menjaga Arsya setiap batita itu ke Dubai. Keluarga kecil itu pun membatalkan untuk masuk lift untuk ke lantai dua dan menuju halaman belakang istana Pengawal muda itu sangat sayang dengan Arsya, apalagi dia anak bungsu dan menganggap cucu Ayrton itu seperti adiknya sendiri.
"Bang Liyaaaddd!" teriak Arsyanendra heboh saat melihat pengawalnya datang menghampiri.
"My prince Arsya" senyum Riyad sambil membungkuk hormat. "Princess Zinnia, Yang Mulia Prince Sean."
"Arsya mau berkuda Riyad. Tolong kamu temani ya" pinta Zinnia lembut.
"Baik princess." Arsyanendra langsung meminta gendong ke pengawal berusia 20 tahun. "Mari my prince Arsya. Mau naik kuda yang mana?"
"Jaz, tolong temani Arsya ya." Zinnia menoleh ke arah pengawalnya.
"Baik nona." Jasmine pun mengikuti pangeran kecilnya.
Sean merangkul pinggang istrinya. "Sekarang kita mau ngapain?"
"Ngobrol lah. Nggak lihat apa ada Opa, Oma, Oom Enzo, Tante Georgi disini?" Zinnia menatap suaminya. "Jangan bilang kamu mau misi membuat adik buat Arsya." Zinnia pun berbalik untuk kembali ke dalam rumah.
"Nanti malam ya Zee..." kekeh Sean mengikuti istrinya.
"Iiissshhh, kamu kok semakin meshum!"
"Hiatus ini! Jadi biksu tiga tahun itu nggak mudah lho Zee, apalagi kamu punya body seksih begitu. Aku rela menunggu..."
Zinnia berbalik dan Sean nyaris menabraknya. "Kamu! Otakmu harus dicuci dengan sabun! Ngeres tahu nggak!"
"Zee sayang, meshum dengan istri sendiri kan gak salah. Beda kalau aku meshum dengan perempuan lain..."
Mata hitam Zinnia berkilat marah. "Berani kamu? Aku sendiri yang akan melempar kamu ke Empang piranha!"
Sean mendelik tidak percaya. Astagaaa!
***
Ken dan Kalila, dua putra kembar Enzo dan Georgina baru saja pulang sekolah, langsung mencari keponakannya.
"Mbak Zee, Arsya mana?" tanya Kalila, gadis cantik berusia 17 tahun itu. Tahun ini si kembar lulus SMA dan akan melanjutkan kuliahnya di Inggris atau Jerman.
"Arsya lagi sama Riyad naik kuda" jawab Zinnia.
"Aaaaaahhhh Riyad curang main kompeni keponakan aku!" teriak Kalila jengkel dan langsung menghambur ke halaman belakang istana.
"Kalian mau kuliah dimana nanti?" tanya Zinnia ke Ken, saudara kembar Kalila.
"Aku sih pengen ke Jerman, tapi Lila pengen ke Inggris biar dekat sama Oma Sekar."
"Mau ambil dimana kamu Ken?" tanya Sean.
__ADS_1
"Mau ambil di TUM ( Technical University of Munich ), Electronical Engineering. Kan kami memiliki pusat energi tata Surya dan aku sudah tertarik bidang itu sejak diajak Papa memeriksa pabrik" jawab Ken yakin.
"TUM bagus Ken. Tapi apa kamu nggak papa pisah sama Lila?"
"Nggak papa mbak, biar Lila juga bisa bebas mengekspresikan dirinya. Rencananya dia mau ke Oxford ambil desain interior."
"Ken, ganti baju dulu!" tegur Georgina melihat putranya masih mengenakan seragam sekolah. "Lila mana?"
"Ke istal belakang cari Arsya dan Riyad."
"Belum ganti baju juga?" Georgina mendelik.
"Belum" senyum Zinnia.
"Ih anak itu!" Georgina meminta pengawalnya untuk memanggil putrinya agar ganti baju dulu.
"Kalian sudah pada lulus kan?" tanya Zinnia.
"Sudah mbak, tadi kita ke sekolah untuk melengkapi berkas yang mau kita bawa kuliah. Dan oh, sebelum tanya hasilnya, kita perfect nilainya" jawab Ken sambil berjalan menuju kamarnya. "Mbak Garvita dimana, bang Gabriel?" Ken bertanya kepada pengawal kakaknya yang turun dari tangga.
"Dikamarnya tuan Ken."
Ken hanya mengangguk dan masuk ke dalam lift menuju kamarnya di lantai dua.
"Kalian ikut Tante yuk!" ajak Georgina.
***
Di ruang tengah sudah ada Karl, Sabine, Enzo, Reyhan, Paradina, Ayrton dan Mariana. Sean dan Zinnia duduk berhadapan dengan para anggota keluarga Al Jordan.
"Arsya mana Zee? Kok hilang?" tanya Paradina yang bingung tidak melihat cucu tampannya.
"Minta naik kuda sama Riyad, Oma Dina" jawab Zinnia sambil tersenyum.
"Iiissshhh bocah imut itu! Apa nggak capek, turun dari pesawat langsung minta berkuda?" omel Paradina.
"Kan sama dengan kamu dulu, sayang. Setiap habis pergi, langsung berkuda untuk refreshing" kekeh Reyhan.
"Iya kah?" Paradina menatap suaminya yang sudah mendampinginya beberapa dekade.
"Oma satu ini sudah mulai pikun deh... Aduuuhh!" Reyhan meringis saat istrinya mencubit lengannya.
"Enak saja bilang aku pikun!" cebik Oma berdarah Jawa ningrat dan Belanda itu.
"Sean, kapan acara pengangkatan resmi kamu menjadi raja Belgia?" tanya Karl mengacuhkan iparnya yang heboh sendiri.
"Satu setengah bulan lagi tapi aku kan masih harus melewati banyak tahapan Opa. Pertemuan dengan para anggota keluarga kerajaan, aklamasi yang harus aku dapatkan dan banyak rangkaian acara."
"Apa kamu sudah yakin akan menerima tugas berat itu Sean? Tidak mudah menjadi pemimpin, seperti halnya kami." Ayrton menatap menantunya.
__ADS_1
"Aku tahu Pa. Dan aku banyak belajar dari cara kepemimpinan Opa Max dan kesalahan Father yang membuat aku harus lebih berhati-hati dan waspada dengan banyaknya intrik di istana. Dan aku bersyukur karena Zee akan mendampingi aku, karena jika tidak ada istriku, mungkin aku tidak sekuat ini."
"Jangan kamu sia-siakan kesempatan ini Sean. Kamu sudah memperbaiki hubungan diplomatik dengan kerajaan Inggris meskipun butuh waktu untuk membuat James melunak" pesan Karl.
"Iya Opa. Beruntung Raja James membatalkan pemutusan hubungan diplomatik." Sean meringis saat mengingat kemarahan Raja James III, raja Inggris saat istana Kensington disusupi pembunuh bayaran.
"Kamu belajar banyak dengan adanya peristiwa yang kamu alami, Sean. Dan Opa yakin kamu bisa menjadi raja yang lebih baik dari Andrew, dan bisa mengembalikan Belgia seperti jaman Maximilian" ucap Karl.
"Iya Opa. Saya berterima kasih atas semuanya Opa, Oma, Oom, Tante, Papa dan Mama." Sean mengangguk hormat ke keluarga Zinnia. Memang benar dia calon raja, tapi disini dia adalah suami Zinnia dan berada di keluarga istrinya.
"Mbak Zee!" panggil Ken yang sudah berganti pakaian.
"Apa Ken?" tanya Zinnia ke adik sepupunya.
"Arsya nggak mau berhenti berkuda."
***
Zinnia sudah berganti pakaian untuk berkuda guna menyusul putranya yang super ngeyel macam Daddynya dan para Oomnya.
"Zee, apa kamu yakin akan mengejar Arsya?" tanya Sean yang melihat istrinya sudah diatas kudanya yang bernama Baby.
"Anak itu harus dijewer biar nggak seenaknya" ucap Zinnia kesal. "Ajarannya trio kampret itu memang deh! Dan dia mirip kamu yang super ngeyel!"
"Mbak Zee, aku sudah siap" ucap Ken yang juga sudah diatas kudanya. Saudara kembarnya, Kalila juga sama super ngeyel tidak mau berhenti berkuda.
"Hati-hati sayang" senyum Sean melihat istri seksihnya sudah bersiap menuju arena berkuda milik keluarga Al Jordan.
"Akan aku bawa pulang anak lucu itu" kekeh Zinnia sambil mencium bibir suaminya.
"Bawa pulang mom" gelak Sean.
Yang gemas dengan putra super ngeyelnya
Yang menunggu anaknya pulang
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1