
Basel Switzerland
Sean dan Greg mendatangi villa milik keluarganya yang diketahui didatangi oleh Stefanus dan Zinnia. Dengan wajah menahan amarah, Sean masuk ke villa itu tanpa memperdulikan pencegahan dari pengawal Stefanus. Dan tanpa basa basi, Sean langsung mendobrak pintu yang terpampang pemandangan Stefanus sedang bergumul dengan Zinnia.
Wajah Sean tampak pucat pasi ketika melihat bagaimana wajah istrinya tampak puas dengan permainan Stefanus.
"Hei? Adikku... Mau ikutan? Istrimu itu ternyata sangat nikmat ya" kekeh Stefanus dengan wajah liciknya.
"Kamu... " Sean tidak mampu berkata-kata dan bergegas meninggalkan kamar itu dengan diikuti Greg.
Stefanus dan Hilda hanya cekikikan melihat bagaimana wajah Sean yang seperti tertabrak truk.
"Kita lanjutkan sayang. Tolong pintunya ditutup lagi."
***
Sean berlari keluar villa dan berteriak penuh amarah di tengah hutan. Greg yang mengejarnya hanya bisa melihat tuannya terduduk menangis dan bisa memahami bagaimana kecewanya Sean.
"Tuanku..."
"Kita pulang Greg... Aku sudah tidak tahan disini..."
Greg memapah tubuh Sean dan menuju mobil mereka lalu kembali ke bandara untuk pulang ke Belgia.
***
Apartemen Sean dan Zinnia Brussels Belgia
Zinnia mondar mandir memikirkan kenapa ponsel Sean tidak dapat dihubungi begitu juga Greg. Wanita itu tampak menggigit kuku-kukunya dan namanya sudah jatuh Dimata rakyat Belgia.
"Ya Allah, Sean kemana dua hari ini?" Sejak mereka bebas dari bunker, Zinnia tidak bisa menemukan Sean dan ponsel pria itu non aktif semua.
Suara pintu apartemen terbuka dan tampak Sean terpuruk seperti pria kalah perang.
"Sean! Alhamdulillah! Kamu kemana saja?" Zinnia langsung menghambur ke suaminya tapi Sean langsung menolaknya.
"Bagus ya Zee! BAGUS! KAMU ITU MUNAFIK! Bilang tidak suka kak Stefan tapi main gila di belakang aku!" bentak Sean.
"Sean, itu BUKAN AKU! Aku dua malam lalu terjebak di bunker Antwerp! Tanya Jasmine!"
"Bohong! Jasmine pasti membela dirimu karena dia pengawal kamu!"
"Demi Allah Sean! Aku tidak pernah berbohong padamu! Aku dijebak masuk ke bunker! Dan wanita yang kamu lihat itu bukan aku! Kamu bisa bertanya pada Sarah sekretaris aku, kepala Bunker Museum Antwerp! Mereka saksinya!" jerit Zinnia.
"Kamu memang pembohong Zinnia!"
"Aku tidak pernah berbohong Sean! Percaya padaku! Aku tidak pernah berbohong padamu sama sekali!"
"Senin depan kamu akan disidangkan di istana ! Asal kamu tahu, perbuatan kamu sudah keterlaluan! Apa aku kurang Zee? APA AKU KURANG? Kurang apa? Apa aku kurang di ranjang? Hah? Tega kamu Zee!" Sean langsung masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu lalu menguncinya.
Zinnia hanya menatap nanar suaminya dan tanpa sadar air matanya mengalir deras. "Greg, apa yang terjadi?"
"Tuanku melihat princess bercinta dengan pangeran Stefanus" jawab Greg.
__ADS_1
"Dimana?"
"Basel."
Zinnia menoleh ke arah Greg. "Tapi aku tidak pernah ke Basel. Dua hari ini aku disini! Kalian pada kemana? Ponsel kalian tidak ada yang bisa dihubungi!"
"Tuanku membanting ponselnya dan ponsel saya. Maaf kami belum sempat membeli ponsel lagi karena pangeran Sean mengejar pangeran Stefanus."
"Ya Allah..." Zinnia merosot dan Jasmine yang melihat putrinya tampak drop, langsung membawa Zinnia ke kamar tamu.
"Harusnya kamu langsung membeli ponsel Greg! Kalian semua bodoh! Dibodohi oleh pangeran Stefanus!" omel Jasmine.
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Ayrton tidak terima gosip yang beredar putrinya berselingkuh dengan Stefanus dan merasa kesal Sean tidak membela Zinnia sama sekali.
"Ton, bagaimana ini?" Mariana rasanya ingin terbang ke Belgia untuk membawa pulang putrinya.
Ayrton yang sudah mendengar cerita dari Zinnia dan Jasmine tentang peristiwa itu, juga ingin ke Belgia tapi dia harus mendapatkan bukti-bukti perbuatan jahat keluarga Sean.
Suara ponsel membuat Ayrton menoleh ke arah benda pipih itu.
"Assalamualaikum Luke."
"Wa'alaikum salam Oom. Biar kami yang bawa Zee pulang. Sean tidak bisa diandalkan karena fitnah ini sangat - sangat rapi dan sadis!"
"Kami? Siapa saja?"
***
London Inggris Dua Hari kemudian
Eagle McCloud menatap semua sepupunya yang berkumpul di kastil Opa buyut nya. Semenjak Elang dan Rain meninggal, kastil itu memang diwariskan untuk Eagle sedangkan mansion milik Arjuna tetap ditempati oleh opa Eagle itu dengan Oma Sekarnya.
"Serius kalian mau ke Brussels?" Eagle menatap Luke yang bersiap dengan semua senjatanya. Pria yang kental darah Yakuza nya itu memang sudah mendapatkan ijin dari Arjuna dan Kaia Blair O'Grady untuk meminjam senjata dari vault koleksi Edward dan Yuna Blair.
"Serius. Kita akan membawa mbak Zee pulang. Bang Sean tidak bisa diandalkan karena aku yakin dia sudah kemakan fitnah itu!" ucap Valentino sambil memeriksa Glocknya.
"Jasmine sudah ngabarin kalau ada kemungkinan mbak Zee dalam bahaya karena semua orang menyerang dirinya. Jasmine tidak bisa membela mbak Zee sendirian." Gasendra mengecek SIG dan Batonnya.
"Juliet nggak ikut bang?" tanya Eagle. Putra bungsu Rajendra McCloud dan Aruna Aksara itu menatap Valentino.
"Nggak. Juliet di rumah. Nggak boleh ikut sama Daddy."
"Kapan kalian berangkat?" tanya Arjuna yang geram melihat cucu perempuannya difitnah sedemikian rupa.
"Besok Opa" jawab Leia yang terpaksa menunda gegerannya dengan Dante Mancini.
"Naik apa?" tanya Sekar.
"Via darat saja. Aku punya kru di sepanjang jalan yang bisa melindungi kita dari pemeriksaan perbatasan" cengir Luke.
__ADS_1
"Astagaaa Lukie, kamu tuh mafia atau Yakuza?" Arjuna menatap cucunya yang sok cool.
"Opa maunya yang mana?" cengir Luke.
***
Istana Brussels Belgia
Zinnia hanya menatap dingin ke raja Andrew dan Ratu Michelle yang menatap sinis ke menantunya.
"Rupanya kamu itu memang penggoda ya Zinnia. Apa mungkin ibumu dulu seperti itu jadi kamu nurun kelakuannya?" ejek Ratu Michelle.
"Oh bagus dong kalau begitu. Kamu ambil saja suamiku, berikan Sean padaku." Natalia tersenyum smirk.
Zinnia hanya menatap judes ke Natalia. "Aku tidak seperti mu, Natalia. Aborsi dua kali, selingkuh sana sini. Dan aku tidak seujung kuku pun sama dengan dirimu!"
"Apa buktinya aku aborsi?" balas Natalia judes.
"Sudahlah Zinnia, aku rasa itu lebih baik daripada skandal kita semakin parah" kekeh Stefanus.
"Skandal apa? Skandalmu, bukan skandalku! Fitnahmu benar-benar bagus Stefanus!" Zinnia melirik ke arah Sean yang masih mode tidak percaya kepadanya.
"Aku rasa itu ide yang bagus. Stefanus, kamu ceraikan Natalia nikahi Zinnia, begitu juga sebaliknya. Skandal kerajaan akan berhenti." Michelle menatap ke keempat anak dan menantunya.
"Saya menolak. Dan disini saya tidak bersalah karena semua ini adalah fitnah! Dan kamu Natalia, kamu bertanya buktinya?". Zinnia melemparkan foto-foto yang sudah diperbesar menunjukkan gambar tidak senonoh Natalia dengan aktor Hollywood Rowan Jesper. "Dan ini adalah bukti kamu menggugurkan kandungan kamu... dua kali!" Zinnia memberikan berkas bukti laporan medis Natalia.
Natalia menatap Zinnia dengan wajah ingin membunuh.
"So, yang mulia Ratu, ibu Suri, silahkan anda bela anak dan menantu anda. Saya detik ini juga akan melepaskan putra anda, Sean Alexander Léopold." Zinnia melepaskan cincin nikahnya diatas meja. "Silahkan anda kuasai semua, saya bilang semua kekayaan dan kekuasaan anda karena saya tidak butuh!"
Sean melongo melihat bagaimana Zinnia dengan berani melepaskan cincin nikahnya.
"Zee... Kenapa kamu lepas cincin nikahnya?"
"Karena sejak awal, ibumu dan saudara mu tidak suka aku mengenakan cincin dari Grandma Elisabeth." Zinnia menatap suaminya tajam. Lalu Zinnia berbalik. "Jangan salahkan saya jika akan ada karma di balik fitnah kalian. Raja Andrew, saya mengenal kedua orang tua anda, dan mereka adalah orang-orang yang baik dan jujur. Sayang, anda memilih pasangan yang salah, menghasilkan anak yang sifatnya terlalu manja dan anak yang tidak tahu diri. Permisi!"
Dengan anggun Zinnia keluar dari ruang pertemuan membuat semua orang terdiam dan para petinggi kerajaan yang hendak memberikan hukuman tindak asusila Zinnia dan Stefanus menjadi batal karena Natalia jauh lebih parah dari Zinnia.
Sean yang tergagap baru menyadari istrinya pergi langsung mengejar Zinnia tapi dirinya tidak menemukan dimana-mana.
Natalia menatap kedua mertuanya dengan kikuk sedangkan Stefanus mengambil semua bukti-bukti yang diberikan Zinnia.
"Ternyata kamu sama b@ngs@tnya ya Natalia..." ucap Stefanus dingin.
Akan aku bunuh kau Zinnia!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift comment
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️