
University of Geneva
Doktor Gustav memucat wajahnya ketika Ayrton mendekati dirinya begitu juga dengan Robert Rarcher yang baru kali ini melihat kemarahan Emir Al Jordan itu.
"Zee, bawa Sean dan Gasendra masuk. Mereka yang jauh lebih marah daripada papa" ucap Ayrton dingin.
Zinnia pun membuka pintu ruang dekan dan mengajak Gasendra dan Sean masuk. Wajah keduanya tampak begitu emosi apalagi yang dilecehkan adalah wanita yang sangat mereka sayangi.
"Jadi ini oknumnya?" tanya Gasendra dingin. Remaja berusia 14 tahun dengan tubuh bongsor itu langsung membuat jari-jarinya berbunyi. "Dan dia berusaha melecehkan putri Emir Al Jordan?"
"Dan calon istri pangeran Belgia" sambung Sean pede membuat Ayrton dan Gasendra menoleh ke pria tampan itu.
"Yang benar saja bang!" ucap Gasendra memakai bahasa Indonesia membuat Ayrton dan Zinnia mengangguk.
"Hah? Kamu ngomong pakai bahasa apa?" tanya Sean.
"Hah! Sudahlah! Sekarang kita apain nih penjahat kela*min? Kebiri?" seringai Gasendra.
Zinnia hanya bisa memegang pelipisnya. Sepertinya aku harus meminta Luke tidak mengajari yang aneh-aneh ke Sendra deh!
"Good idea!" seringai Sean.
Gasendra tersenyum smirk dan tanpa basa basi, remaja itu langsung meninju Doktor Gustav yang tidak siap hingga terjengkang. Tidak berhenti sampai disitu, Gasendra duduk diatas pria itu dan terus menghajarnya hingga babak belur tanpa sempat membalasnya hingga pingsan.
"Sendra!" bentak Ayrton.
"Hah!" Gasendra mengatur nafasnya. "Setidaknya dia bakalan berpikir ulang jika berani melecehkan wanita lagi. Akan dia ingat bagaimana dirinya babak belur!" Gasendra menendang aset doktor Gustav tanpa perasaan. "Kelamaan kebiri! Tendang saja!"
Semua orang di dalam ruangan itu hanya bisa melongo melihat ulah pewaris gelar Emir Al Jordan itu.
"Ingat itu bang Sean. Jika kamu kurang ajar dengan mbak Zee, akan lebih parah dari hanya sekedar kutendang asetmu!" Mata biru Gasendra menatap dingin Sean.
Sean menelan salivanya susah payah.
__ADS_1
***
Ayrton dan Gasendra harus berurusan dengan kepolisian Swiss karena ulah remaja itu yang menghajar tanpa ampun pelaku pelecehan ke mahasiswinya apalagi yang dilecehkan adalah seorang putri Emir di Dubai. Satu sisi mereka sebenarnya sudah mendapatkan laporan dari para mahasiswi yang mendapatkan perlakuan itu tapi lagi-lagi tidak ada bukti.
Dan sekarang kepolisian Swiss mendapatkan bukti dan laporan dari pihak yang memiliki kekuasaan hingga tidak ada alasan untuk tidak menyelidiki. Akibat dari tendangan Gasendra, terjadi kerusakan pada alat kela*min doktor Gustav dan remaja itu pun dituntut penganiayaan.
Gasendra hanya mengedikkan bahunya ketika tahu dituntut oleh doktor meshum itu. Ayrton sendiri harus meminta bantuan Steven Hamilton yang sedang berada di Jerman untuk menangani kasus putranya karena Travis sedang di Jakarta dan James Blair masih bekerja di Canberra.
Sementara Gasendra hanya ditahan di apartemen Zinnia dengan pengawasan ketat sedangkan Sean harus kembali ke hotelnya karena Zinnia memintanya untuk pergi. Sean pun paham bahwa Zinnia ingin bersama dengan keluarganya.
Steven Hamilton yang datang setelah tiga hari Gasendra ngamuk hanya bisa tersenyum melihat remaja itu menatapnya santai didampingi oleh Ayrton, Benji dan Zinnia di kamar hotel Ayrton.
"Kalian tahu. Semua pengacara yang tergabung dengan Blair and Blair sudah menanti kapan dan siapa yang bakalan turun tangan mengurus keluarga Pratomo" kekeh Steven cuek. Steven sendiri adalah keponakan Ezra Hamilton, sepupu ipar Sabine Al Jordan mommy Ayrton. Bisa dibilang Steven adalah sepupu Ayrton dan Benji.
"Kamu kan pernah urus Emi waktu kasus Hideo" kekeh Ayrton.
"Wah parah tuh Emi. Detektif nya sampai kicep kena sekak seter Yakuza satu itu. Aku saja sampai capek ngerem omongannya yang pedas!" keluh Steven. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia chapter Dirawat dan Ditahan ).
"Dan kata bang Luca, habis dibebaskan pakai jaminan, langsung borong Jimmy Choo dan Manolo Blahnik ya?" gelak Benji.
"Malah kemarin bang Lukie mau lempar trio kampret ke Empang piranha di markas Bianchi karena malam tahun baru pada ditangkap polisi" gelak Gasendra.
"Ay, kenapa sih generasi anak-anak kita makin kacau dan sadis? Sendra, kamu kan tahu kalau ***** itu permata, gem, Jamrud dan bagian paling penting dari seorang pria. Kenapa elu hajar sih?" pelotot Steven.
"Sudah wayahe pensiun tuh burungnya dia! Coba, selama dia menjadi dosen penguji, sudah berapa banyak mahasiswi yang dilecehkan dan dimanfaatkan karena diancam di D.O atau tidak mendapatkan nilai. Lagian, kepolisian Swiss juga menemukan banyak bukti lagi di ruang kerjanya termasuk foto-foto polaroid banyak mahasiswi yang dilecehkan dengan berbagai pose, baik yang semi atau full na*ked. Aku hanya mewakili para wanita yang dilecehkan" ucap Gasendra sambil bersedekap.
"Astagaaa! Kamu lebih parah dari Omamu!" celetuk Benji.
"Oom, kalau memang boleh, aku tadi ingin menembak burungnya!" seringai Gasendra.
"Astaghfirullah! Fix Sendra, kamu harus mengurangi kumpul dengan Luke dan Leia Bianchi. Mereka itu terlalu bar-bar!" omel Ayrton.
"Pa, papa sendiri tadi ingin menghajar pria itu kan tapi tidak bisa karena posisi papa. Kalau aku kan minor jadi paling aku dihukum ringan, bayar denda, sudah beres! Track record aku bakalan aman karena kejahatan minor bakalan disegel seumur hidup dan hanya bisa jika ada permintaan pengadilan tapi itu pun butuh proses lama. Benar kan Oom Steven?" kerling Gasendra.
__ADS_1
"Oh Astagaaa! Kamu belajar dari mana itu?" tanya Steven Hamilton.
"Nelson Blair."
***
Ayrton dan Benji bersama dengan Zinnia dan Sean menghadiri pra sidang kasus pelecehan yang dilakukan oleh doktor Gustav. Pria itu melirik tajam ke arah Zinnia yang hanya melengos namun setelahnya Doktor Gustav menunduk ketika Benji, Ayrton dan Sean menatap tajam ke arahnya.
Jaksa penuntut umum menuntut hukuman 10 tahun penjara karena menurut hukum di Swiss serangan pelecehan sek**sual lainnya dapat dikategorikan sebagai pemaksaan sek**sual – jika korban menolak, baik secara fisik maupun verbal. Hukuman untuk semua pelanggaran bisa divonis hingga 10 tahun penjara.
Meskipun terdengar ringan, tapi akibat dihajar Gasendra, doktor Gustav mengalami disfungsi er**eksi. Dan bagi korban, itu hukuman yang paling pantas didapatkan.
Setelah melakukan pra peradilan yang akan maju menjadi sidang dua Minggu lagi, giliran Gasendra yang diajukan ke pengadilan dengan didampingi oleh Steven Hamilton.
Jaksa penuntut umum meminta agar Gasendra dihukum percobaan dengan melakukan kerja sosial karena masih minor dan membayar jaminan $250,000 agar bisa kembali ke Dubai. Mendengar hukuman itu, Steven pun langsung menyetujui nya karena Gasendra tidak keberatan harus kerja sosial.
Ayrton pun tidak menolak membayar jaminan yang nilainya lumayan. Usai keputusan, hakim yang memimpin sidang dan kebetulan wanita mengucapkan terima kasih kepada Gasendra.
"Anda tahu, young man. Salah satu asisten saya adalah korban dari doktor meshum itu dan saya sebagai hakim, tidak mampu menyeret b@jing@n itu karena rapihnya dia menutupi jejak. Dan hari ini, kesempatan itu tiba. Sebagai hakim, saya tidak membenarkan perilaku penganiayaan yang anda lakukan Mr Al Jordan Schumacher. Tapi sebagai wanita, saya berterima kasih atas keberanian anda tanpa memikirkan konsekuensinya karena anda membela kakak perempuan anda. Coba anda lihat ke belakang..." Hakim itu mengedikkan dagunya.
Gasendra pun menoleh ke belakang dan banyak para perempuan yang menjadi korban doktor Gustav hadir di persidangan Gasendra.
"Mereka semua hadir untuk berterima kasih dengan remaja yang membela kaum wanita. Merekalah yang meminta agar saya tidak menjatuhkan hukuman yang berat untuk anda."
Gasendra tersenyum dan tampak terharu melihat para wanita disana tampak bahagia bisa lega karena pelakunya mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Yang mulia hakim, saya melakukan ini pertama memang membela kakak saya tapi yang paling utama, wanita itu bukanlah obyek yang bisa diperlakukan oleh pria seenaknya apalagi yang mempunyai kuasa. Di keluarga besar saya, kami semua ditanamkan aturan tidak tertulis yaitu berani melecehkan wanita sama saja kamu melecehkan ibumu yang sudah melahirkan kamu" ucap Gasendra tegas. "Dan pria meshum itu berhak mendapatkan karmanya."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️