The Prince and I

The Prince and I
Ke Rumah Baru


__ADS_3

Istana Brussels Belgia


Usai makan malam, Arsya merengek sudah mengantuk membuat Zinnia berpamitan kepada suami dan ayah mertuanya. Hot mommy itu tahu Arsya akan rewel di suasana baru apalagi dirinya baru pertama kali ke negara daddynya.


"Mommy..."


"Yes Arsya?"


"Nanti malam, Asya bobok dimana?"


"Arsya bobok di kamar yang sudah disiapkan Opa Andrew."


"Asya ga boleh bobok sama mommy?" Arsyanendra memasang wajah memelasnya dan Zinnia nyaris tertawa melihat bagaimana ajaran Shinichi dan Arkananta benar-benar merasuk dan terpatri di otak putranya.


"Arsya takut ya?"


"Sedikit mommy."


"Bagaimana kalau nanti ditemani Tante Jaz?"


"Tapi sebelumnya mommy kasih celita dulu ya?"


Zinnia menowel hidung mancung putranya. "Iya sayang. Lagipula, Arsya mau adik kan? Jadi sudah mulai belajar bobok sendirian."


"Adiknya dimana?"


"Masih diproses sama Allah. Arsya mau adik perempuan atau laki-laki?"


"Asya mau laki-laki. Asya nggak mau pelempuan."


"Kenapa nggak mau adik perempuan?"


"Nanti Asya diajak main boneka. Nggak mau!" jawab batita itu sambil memanyunkan bibirnya.


Zinnia tertawa.


Beberapa pelayan yang mendengar percakapan calon ratu Belgia dan calon putra mahkota itu merasa senang karena membawa suasana baru untuk membuat istana semakin cerah setelah tampak suram akibat perang dingin Sean dengan Raja Andrew.


***


Kamar Arsyanendra.


Sekali lagi Arsyanendra mempelajari bahasa Jerman dari buku anak-anak yang tersedia di kamar itu. Zinnia dengan sabar memberitahukan arti dan lafal pengucapan nya, namun karena putranya masih celad jadi terdengar lucu.


"Mommy, telnyata bahasa jelman hampil milip bahasa ingglis ya" gumam Arsya.


"Bakal lebih enak lagi kalau celadmu hilang Sya. Ayo coba bilang Rrrrrr... roaaarr" bujuk Zinnia.


"Loooaaallll" seru Arsyanendra meniru suara singa.


"Kalau kamu seperti itu, malah jadi singa imut!" goda Zinnia yang membuat putranya manyun.


"Asya nggak imut mommy. Kata Oom Shin, Asya itu menggemaskan!"


Lha apa bedanya?


***


Setelah beberapa saat, akhirnya Arsyanendra pun terlelap dan Jasmine pun tidak keberatan jika harus tidur di kamar pangeran ciliknya, apalagi disana juga tersedia kasur untuk nanny.

__ADS_1


"Titip Arsya ya Jaz. Nanti kalau dia terbangun cari aku, kamu telpon saja ke ponselku" bisik Zinnia.


"Baik Nona Zinnia. Semoga pangeran Arsya segera mendapatkan adik" senyum Jasmine.


"Aamiin." Zinnia pun berjalan pelan keluar dari kamar Arsyanendra.


***


Kamar Sean dan Zinnia.



"Arsyanendra sama siapa di kamarnya?" tanya Sean usai melaksanakan sholat isya bersama Zinnia.


"Ada Jasmine. Aku tahu biasanya Arsya suka gelisah di tempat baru dan asing. Makanya aku minta Jasmine yang menjaganya" jawab Zinnia sambil melipat sajadah dan mukena miliknya yang ditumpuk dengan sajadah milik Sean.


"Apakah Arsya sering rewel begitu?" Sean melepaskan baju kokonya dan menyisakan celana piyama panjang hitam.


"Hanya kalau ada di tempat baru dan asing tapi kalau ada aku, Jaz, Sendra atau salah satu trio kampret, dia ayem." Zinnia mulai melepaskan kimononya dan hanya mengenakan lingerie warna hitam satin.


"Kamu sengaja menggoda aku Zee?" tanya Sean yang tidak berkedip melihat istrinya tampak seksih.


"Hah? Nggak. Aku hanya mengambil yang kepegang saja" jawab Zinnia polos. "Nggak ada daster, pakai ini kan ga masalah."


"Masalah Zee!"


"Eh?" Zinnia membuka selimut dan masuk ke dalamnya. "Masalah apanya?"


"Masalahnya aku ingin memakanmu!" Sean langsung mencium panas bibir istrinya.


***


"Kamu tidak mau tinggal disini Son?" tanya Raja Andrew.


"Aku kan setiap hari akan kemari, Father, mengurus pekerjaan tapi kalau tinggal, aku kurang nyaman. Aku ingin suasana baru bersama Zee dan Arsya, lagipula aku sudah berjanji untuk mencari anjing atau kucing di shelter penampungan untuk putraku di rumah baru."


"Betul Father, kami hanya tidak tidur disini tapi di rumah kami. Kan setiap hari kami harus bekerja disini" sambung Zinnia. "Arsya kan juga tetap ikut dengan kami kemari jadi Father bisa setiap hari bermain bersama."


Raja Andrew mengangguk. Setidaknya mereka sudah mau memulai tugas kerajaan sampai saat coronation tiba.


"Arsya, ayo pamit dulu sama Opa Andrew" perintah Zinnia.


"Opa, Asya pulang dulu. Besok Asya kesini lagi" ucap batita itu sambil mencium pipi Raja Andrew.


"Iya Arsya. Opa tunggu" bisik Raja Andrew sedikit tercekat.


"Kami pamit Father" Sean memeluk ayahnya begitu juga Zinnia.


"Besok father tunggu ya Sean, Zinnia."


***


"Kita mau kemana Daddy?" tanya Arsyanendra sambil melihat pemandangan kota Brussels. Di mobil Range Rover itu Greg yang bagian menyetir sedangkan Sean duduk di sebelahnya sedangkan Zinnia, Arsya dan Jasmine duduk di kursi belakang.


"Arsya katanya mau anjing atau kucing..."


"Yang benal Daddy? Asya boleh piala anjing atau kucing?" seru batita itu heboh.


"Boleh. Greg kita ke shelter yang diberitahu Lars."

__ADS_1


"Memangnya ada breed apa disana Sean?"


"Kata Lars, shelter yang diberikan donasi pihak kerajaan mendapatkan beberapa anak anjing shi Tzu. Aku pikir kenapa tidak kita adopsi saja?"


"Lagipula yang mulia, shi Tzu bulunya nggak rontok dan ukurannya kecil. Pas buat pangeran Arsya" sambung Greg.


Jasmine lalu mencari tahu jenis anjing itu dan menunjukkan ke Arsya. Kelimanya kini berada di Range Rover milik Sean.


"Daddy! Asya mau!" Batita imut itu tampak antusias melihat bagaimana lucunya anjing jenis shi Tzu itu.


"Nanti dirawat lho ya. Arsya belajar bertanggungjawab kasih makan, kasih minum, mengajar toiletnya biar rumah kita nggak bau. Okay?" Zinnia menatap putranya.


"Nanti Asya diajali ya mommy?" Arsyanendra menatap sang mommy.


"Of course Arsya." Zinnia memeluk putranya.


***


Kediaman Sean dan Zinnia



Shi tzu



Munchkin Cats


Akhirnya Arsyanendra membawa dua ekor anak anjing shi Tzu dan dua ekor kucing Munchkin yang dibuang ke shelter. Pangeran cilik itu sangat senang memiliki teman berbulunya dan langsung mengajak ngobrol dari balik tas khusus pet.


"Nanti kalau sampai lumah, kalian belempat nggak boleh belantem ya. Boboknya sama Asya tapi kata mommy di kandang dulu buat adaptasi... Mommy, adaptasi itu apa?"


"Adaptasi itu biar mengenal rumahnya yang baru. Sama seperti Arsya nanti juga harus mengenal rumah baru, rumahnya Daddy" terang Zinnia.


"Nah itu yang dimaksud. Paham kan?" Arsya menatap keempat peliharaannya.


Sean yang mendengar ucapan putranya terbahak. "Ya ampun gayanya anakku."


Zinnia dan Arsyanendra terkesima melihat rumah baru Sean yang jaraknya tidak terlalu jauh dari istana tempat raja Andrew tinggal.



"Sean... Ini?" Zinnia menatap bangunan dua lantai yang tampak luas jika hanya mereka yang tinggal.


"Welcome to our home, Zee." Sean memeluk istrinya yang tampak terharu. "Aku tahu kamu tidak akan bisa kembali ke apartemen dan sudah aku jual by the way, jadi aku mencari rumah yang tidak dipakai oleh keluarga kerajaan lainnya. Renovasi dan sekarang siap dihuni oleh aku, kamu, Arsya dan adiknya nanti. Dan aku berjanji Zee, kita akan selalu bahagia disini."


"Aamiin." Zinnia menatap lembut ke Sean yang langsung mencium bibirnya.


"DADDYYY! No kissing mommy!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2