
Dubai, UAE 5 tahun lalu.
Ayrton menatap pria bermata biru yang duduk di hadapannya. Pria yang selalu membuat putrinya darting, dan dirinya serta Gasendra pun darting. Mariana yang mendampingi dirinya pun menatap intens ke arah pria yang datang bersama dengan asisten nya.
Beberapa Minggu lalu, usai sidang Gasendra, Sean berkata kepada Ayrton akan datang ke Dubai guna membicarakan hal yang penting bersamanya. Ayrton sendiri bisa meraba tujuan Sean karena pria itu sudah berapa kali mengatakan kalau Zinnia adalah calon istrinya.
Gasendra sendiri sedang melakukan kerja sosial dengan bekerja di panti jompo dan shelter hewan di Dubai. Remaja tampan itu sangat menikmati hukumannya karena merasa bisa menyalurkan rasa sosialnya. Gasendra dikenal para keluarga kerajaan di Arab Saudi sebagai pangeran yang tegas tapi baik hati dan sopan kepada wanita, orang tua dan binatang.
Kini di ruang tamu istana Al Jordan, Ayrton dan Mariana masih menunggu pria tampan di hadapan mereka untuk berbicara.
"Emir Al Jordan, Mrs Schumacher... Maaf jika kedatangan saya ini membuat Anda berdua merasa tidak nyaman tapi harus saya utarakan. Saya ingin meminang putri anda, Zinnia Aida Hadiyanto Al Jordan Schumacher."
Ayrton hanya menatap datar sedangkan Mariana sedikit terkejut. Bagaimana dengan Zee? Menjadi istri seorang pangeran? Apakah dia mau?
"Apa yang membuat kamu yakin untuk meminang Zee?" Ayrton menatap tajam ke Sean.
"Dia wanita yang saya cari sebagai pendamping hidup saya."
"Apakah kamu tahu, meskipun kamu seorang pangeran Belgia, tapi kamu harus mengikuti aturan kami? Semuanya termasuk khitan."
Sean mengangguk. "Saya sudah tahu syaratnya, Emir Al Jordan dan saya terima persyaratan itu."
"Buktikan bahwa kamu benar-benar memenuhi persyaratan yang saya berikan, tidak hanya lip service karena di keluarga kami itu mutlak. Dan jika kamu mendapatkan akibat dari persyaratan yang saya berikan, itu adalah konsekuensinya berhubungan dengan putri kami" ucap Mariana tegas yang membuat Ayrton melirik kagum ke istrinya yang tetap menjaga nama keluarga Al Jordan Schumacher.
"Baik Mrs Schumacher. Berikan saya waktu tiga bulan untuk membuktikan semuanya."
"Dan satu lagi Sean, semua keluarga kamu juga harus bisa menerima Zee karena kami pun juga akan menerima kamu. Jangan sampai terjadi sesuatu jika Zee tinggal di istana Belgia dan bila putri kami mengalami hal yang tidak menyenangkan serta fatal, jangan harap kamu bisa bertemu dengannya lagi." Mata hitam Mariana menatap dalam ke mata biru Sean. "Saya harap kamu bisa memegang tanggung jawab kamu dan melindungi putri saya karena itu adalah tugas kamu sebagai pasangan Zee nanti."
Sean menganggukkan kepalanya. "Iya Emir Al Jordan, Mrs Schumacher."
***
Geneva Switzerland 5 tahun lalu
Zinnia hanya terdiam ketika kedua orangtuanya mengatakan bahwa Sean datang ingin meminang dirinya.
__ADS_1
"Jadi dia serius menemui kalian berdua?" tanya Zinnia melalui panggilan video.
"Iya sayang tapi papa sudah memberikan syarat macam - macam ke Sean agar dia tahu, ini tidak main-main."
Zinnia mengangguk. "Aku sendiri belum ada rasa mendalam dengan Sean tapi bukankah lebih baik bersama orang yang mencintai kita daripada kita yang mencintai tapi capek sendiri?"
"Witing tresno jalaran Soko kulino memang benar Zee tapi kalau kamu tidak yakin tidak perlu dipaksakan" ucap Mariana. "Mumpung belum kejadian."
"Kita lihat saja, apakah Sean sanggup dengan syarat yang diberikan papa."
***
Brussels Belgia
Sean datang ke istana Belgia di Brussels setelah hampir dua bulan dia tinggalkan. Awalnya tanggal 10 Januari dia hendak pulang tapi karena Zinnia terkena kasus, Sean memutuskan membatalkan kepulangannya dan memilih menemani Zinnia.
Setelah gadis itu aman, Sean memutuskan untuk pergi ke Dubai untuk menemui Ayrton dan Mariana. Sean sudah tahu bahwa jalan mendapatkan Zinnia akan berat mengingat siapa keluarga besarnya tapi pria itu bertekad untuk memenuhi syarat yang diberikan oleh Ayrton. Bukan tidak mungkin, jika dia tidak mampu memenuhinya, Zinnia akan menjadi milik orang lain dan Sean tidak sanggup membayangkan gadis itu bersama pria lain selain dirinya.
"Ah, akhirnya anakku pulang juga! Sudah acara main-mainnya di Swiss dengan putri Emir Al Jordan?" tanya Ratu Michelle, sang mommy.
"Tapi dia hanya anak angkat lho Sean" komplain Michelle.
"Mom, dia anak kakaknya mrs Schumacher yang sudah meninggal jadi bukan masalah kan?" sahut Sean cuek.
"Tapi Sean..."
"Mom, aku sudah capek bermain-main, aku ingin menikah dengan Zinnia dan dia itu putri resmi Keluarga Al Jordan yang masih bagian keluarga besar Pratomo. Kurang apalagi? Bukankah mom selalu meminta aku mendapatkan pasangan yang jelas bibit bebet bobot nya."
Michelle hanya cemberut karena merasa gadis Asia itu bukan calon yang tepat bagi putranya apalagi kedua orangtua kandung Zinnia sudah meninggal.
"Mommy ingin tahu bagaimana tanggapan Daddy kamu" ucap Michelle.
Sean hanya mengedikkan bahunya sedangkan Greg mengikuti pangerannya di belakang. Ketiganya pun masuk ke ruang tengah istana dan melihat Raja Andrew bersama dengan Stefanus, kakak Sean, bersama dengan princess Natalia, calon istrinya.
"Akhirnya adikku pulang juga" senyum Stefan sambil berdiri dan memeluk Sean. "Bagaimana dengan kakimu?"
__ADS_1
"Much better" senyum Sean sambil membalas pelukan kakaknya. Lalu Sean melerai pelukannya dan menemui sang ayah.
"Father" sapanya sambil memeluk Andrew.
"Son. Bagaimana Swiss? Kabarnya kamu sudah menemui kedua orang tua gadis itu?" tanya Raja Andrew.
"Nama gadis itu adalah Zinnia. Dan ya, aku sudah menemui Emir Al Jordan dan Mrs Schumacher secara pribadi untuk mengungkapkan keinginan aku melamar putrinya" jawab Sean lugas.
"Apa kamu tidak terburu-buru, Sean?" tanya Andrew.
"Kalian sendiri yang meminta agar aku mencari calon pendamping yang benar dan berharap agar aku tidak berpetualang seperti dulu. Sudah aku penuhi semua permintaan kalian dan Zinnia adalah wanita yang aku pilih."
"Tapi Sean, dia hanya putri angkat keluarga Al Jordan " timpal Natalia.
Sean menatap tidak suka ke arah calon iparnya. "Apa masalah di kamu? Aku yang menjalani pernikahan ini. Kamu urus saja hubungan kamu dengan Kak Stefan."
Natalia terkejut mendengar ucapan tidak bersahabat dari Sean. Sayang aku baru lihat kamu setelah aku berhubungan dengan Stefan. Padahal kamu jauh menarik dari kakakmu yang kaku.
"Sean, tidak boleh begitu" timpal Michelle.
"Ini pilihan aku mom. So, suka atau tidak suka, kalian harus menerima Zinnia nantinya karena aku akan segera menikahinya setelah kak Stefan menikah dengan Natalia. Permisi, aku mau istirahat! Ayo, Greg!" Sean pun mengangguk hormat ke semua orang disana dan berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Greg.
Keempat orang disana hanya menatap punggung Sean dengan pikiran masing-masing.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf terlambat karena tadi urusan di dunia nyata.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1