
Kerajaan Belgia, Brussels, Belgia Lima Tahun Lalu
Satu bulan setelah pernikahan antara putra Mahkota Stefanus dan putri Natalia, kerajaan Belgia secara resmi mengumumkan bahwa pada bulan Agustus akan dilaksanakan pesta pernikahan antara Pangeran Sean Léopold dan Putri Emir Al Jordan, Zinnia Al Jordan.
Pesta pernikahan itu sendiri tidak akan diadakan di Belgia, mengingat mereka baru saja melaksanakan pernikahan besar-besaran. Ayrton sendiri sebagai Emir Al Jordan meminta agar semua dilakukan di Dubai.
Raja Andrew dan Ratu Michelle awalnya keberatan namun mendengarkan nasehat para anggota kerajaan bahwa akan membuat keuangan negara sedikit bermasalah jika dilakukan di Belgia, akhirnya mereka pun menurut dan mengikuti permintaan Ayrton.
Bukan tanpa alasan Ayrton memilih dirinya yang meminta menjadi tuan rumah perhelatan acara pernikahan. Dia tidak mau Zinnia dihina oleh keluarga Sean. Diam-diam Benji sengaja mencari tahu saat acara pernikahan Stefan, mendengar bahwa banyak anggota kerajaan yang tidak suka pilihan Sean karena bukan dari keluarga ningrat.
Kalau saja Benji tidak menahan diri untuk berteriak bahwa Zinnia meskipun bukan ningrat tapi punya martabat, sudah habis itu para tukang gosip kerajaan. Geun-moon yang mengetahui suaminya ingin makan orang, langsung menarik pria yang masih tampak imut meskipun tidak muda lagi.
Karena mendengar laporan Benji dan Geun-moon, Ayrton dan Enzo memutuskan acara HARUS diadakan di Dubai, daerah kekuasaan mereka.
Ayrton dan Enzo meminta agar Zinnia tidak tahu akan hal itu agar putrinya merasa tenang menjelang acara pernikahan.
***
"Ton..." panggil Mariana.
"Ya sayang?" tanya Ayrton.
"Aku tahu, Zee anaknya kuat tapi sendirian menghadapi seluruh anggota kerajaan itu tidak mudah. Dan aku berharap, Sean dapat melindunginya."
Ayrton memeluk istrinya yang hampir 17 tahun menemaninya. "Tenang saja May, aku sudah menyiapkan pengawal pribadi buat Zee."
"Syukurlah. Jujur aku tidak percaya dengan keluarga itu apalagi belum apa-apa, belum mengenal Zee, sudah menjudge seperti itu. Dan membandingkan dengan Natalie."
Ayrton menatap Mariana. "Aku tidak suka dengan wanita itu. Entah apanya tapi feelingku mengatakan dia akan menjadi kerikil kehidupan Zee."
"Apakah Zee akan tinggal di istana?" tanya Mariana.
"Aku dengar begitu. May, berdoa saja Zee kuat. Dia bukan anak kita yang lemah."
Mariana memeluk suaminya. "Jika Zee ada masalah, aku minta dia dibawa pulang Ton. Aku tidak mau putriku kenapa-kenapa."
Ayrton mengangguk.
***
Zinnia tampak bahagia saat mencoba gaun pengantin dengan ditemani ketiga sepupunya, Blaze dan Leia Bianchi serta Nadira McCloud.
__ADS_1
"Akhirnya elu nikah juga Zee. Padahal tua aku dua tahun tapi jodohnya elu duluan yang dapat" ucap Leia Bianchi, putri Luca Bianchi dan Emi Takara.
"Iya nih. Iiissshhh kamu cantik banget!" puji Blaze saat melihat Zinnia memamerkan gaun pengantinnya.
"Waaahhh!" seru Nadira yang usianya sama dengan Zinnia. "Beneran kamu cantik banget!"
"Bagus nggak?" tanya Zinnia.
"Bagus banget! Siapa yang bikin? Tante Mariana?" tanya Leia.
"Bukan, Tante Reana."
***
Keempat wanita cantik itu kini berada di ruang VIP RR's Meal dan Alaric pun mempersilahkan keponakan-keponakannya untuk menikmati girl's day out.
"Kalian tahu, aku mau dikirim ke Turin sama Daddy" ucap Leia sambil menyesap jus jeruknya.
"Lho ngapain kamu ke Turin?" tanya Nadira.
"Jadi ada masalah properti disana. Kalian tahu kan keluarga Bianchi itu punya banyak aset di Italia. Nah, aset milik keluarga kami yang di Turin terjadi gegeran dengan keluarga lain."
"Kenapa kamu yang berangkat Le? Kenapa tidak Darth Vader jilid dua?" tanya Blaze yang memang tidak pernah ikut campur dengan urusan keluarga Bianchi di luar New York. Aset keluarga Bianchi di Italia semua diurus oleh Oomnya Luca dan kedua opanya Mario dan Marco.
"Oh begitu..." ucap Nadira.
"Lha Bu Dosen satu ini eh... Bu asisten dosen, kenapa milih bidang filsafat? Kalau aku ambil psikologi wajar, tapi kamu malah ambil filsafat. Why?" Zinnia menatap sepupunya yang cantik itu.
"Filsafat merupakan pengetahuan dan penyelidikan menggunakan akal budi mengenai sebab, asas hukum dan sebagainya. Menimbang segalanya yang ada di alam semesta maupun mengetahui kebenaran dan arti dari adanya sesuatu. Dan ini sangat menyenangkan" ucap Nadira. "Karena filsafat adalah ibu semua ilmu pengetahuan baik astronomi, matematika dan politik. Bahkan Newton sendiri menggabungkan matematika dan filsafat."
Ketiga sepupunya hanya menatap Nadira dengan tatapan bingung.
"Susah kalau ngomong sama cucunya Aristoteles" ucap Blaze asal membuat Zinnia dan Leia tertawa kecil.
"Tapi benarnya aku mengira kamu bakalan mengikuti jejak Oom Rajendra menjadi chef tapi malah Eagle yang suka masak ya?" komentar Leia. Eagle adalah adik Nadira yang namanya diambil untuk menghormati panggilan Rain ke Elang waktu kecil.
"Iya, Eagle mengikuti jejak Daddy dan Opa Aidan. Mungkin malah bakalan mengambil alih RR's Meal nantinya" ucap Nadira.
"So, Zee. Sudah siap menjadi putri kerajaan?" tanya Blaze.
"Siap tidak siap harus siap soalnya aku kan menikah dengan pangeran." Zinnia menatap Blaze. "Bagaimana dengan Samuel?"
__ADS_1
Blaze mendengus kesal. "Masih saja mengikuti aku kemana saja kalau aku pergi. Dia kan tidak ngintilan kalau di rumah sakit karena pasti sibuk bareng Daddy."
"Sam itu jatuh cinta sama kamu lho Blaze. Mbok kamu jangan judes-judes lah ke anak itu. Nanti kamu ditinggal, baru kerasa!" ucap Leia.
"Iya lho Bee, Samuel itu baik lho" timpal Nadira.
"Memangnya kamu sudah pernah ketemu dengan Samuel, Dira?" tanya Zinnia.
"Sudah. Waktu itu Blaze mengajak makan siang dekat NYU, tempat aku kuliah dan mengajar. Dia manis lho. Pria Indonesia yang cakep menurut aku" jawab Nadira.
"Kalau kamu mau, ambil saja Dira" sahut Blaze.
"Masalahnya Bee sayang, Samuel itu maunya sama kamu! Apa kamu tidak lihat matanya kalau melihat kamu itu penuh cinta tapi lihat aku biasa saja. Lagian ya Bee, aku suka pria bule dan sedikit berbulu macam Opa Juna" jawab Nadira.
"Kamu suka pria berbulu?" tanya Leia.
"Iya" jawab Nadira malu-malu.
"Bisa-bisa nih dari kita berempat, cuma Blaze yang cowoknya klimis" gelak Zinnia.
"Ho oh, soalnya Samuel tidak cocok brewokan, jadi ilang tampannya" timpal Nadira.
"Hei! Memang kamu pikir aku bakalan suka sama cowok berbulu?" cebik Leia.
"Lho kamu nggak suka tho cowok berbulu?" tanya Blaze.
"Aku benci cowok berbulu" tukas Leia.
"Awas lho nanti cowok berbulunya lebih tebal dari cowoknya Zee atau cowokku nanti" kekeh Nadira.
"Memangnya kamu sudah punya pacar, Dira?" tanya Zinnia.
"Belum sih... Entah kapan tapi yang jelas aku masih memikirkan kuliah untuk bisa jadi dosen penuh dan tetap" jawab Nadira manis.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️