The Prince and I

The Prince and I
Gasendra


__ADS_3

Indramayu, Jawa Barat... Present Day


Sean terus memeluk Zinnia, wanita mungil yang selama tiga tahun ini tidak diijinkan oleh ayahnya untuk ditemuinya. Ya, Ayrton melarang keras Sean menemui Zinnia dan mengancam akan menghabisi semua jika pria itu berani mencari istrinya.


Sean tidak menyalahkan bagaimana murkanya Emir Al Jordan itu bahkan Sabine sampai harus merayu Karl untuk diijinkan menghajar cucu menantunya tapi untungnya Opa bertattoo itu bisa menahan istri bar-barnya.


Semua adalah kesalahannya. Semuanya. Sean hanya ingin bisa menebus semua kesalahannya selama tiga tahun ini. Pria itu akhirnya mengalah pada Ayrton karena dia tahu bahwa keluarga besar klan Pratomo tidak akan tinggal diam jika ada salah satu anggota keluarganya disakiti. Bahkan Ayrton membentak di hadapan Sean tidak perduli dia menghancurkan satu negara karena pemimpinnya tidak punya akhlak dan etika dalam memerintah serta bobrok di internal kerajaan.


Sean harus menahan semuanya selama ini dan mencari tahu segalanya hingga dia mengetahui semuanya namun itu sudah terlambat. Zinnia terlanjur pergi dan sakit hati. Dan membawa janin dalam rahimnya. Anak yang Sean sama sekali tidak tahu.


"Kamu bisa lepaskan aku atau tidak Sean?" ucap Zinnia dingin.


"No Zee..."


"Jauhkan tanganmu dari kakakku!" suara pria dengan nada dingin membuat Sean mengurai pelukannya dan dirinya pun berbalik.


Seorang pria berusia 20 tahun dengan tinggi lebih dari Sean berdiri di belakangnya. Wajahnya yang khas Jerman tampak dingin menatap dirinya. "Gasendra..."



Gasendra Al Jordan Schumacher


BUGH!


Gasendra langsung meninju Sean tanpa basa basi. "Pulang kamu! Kamu boleh kemari dengan membawa surat cerai buat kakakku! Kamu tidak pantas untuk kakakku! Kakakku adalah wanita berharga di keluarga kami tapi kamu dengan tololnya menyia-nyiakan dan lebih percaya j4l4ng - j4l4ng istanamu yang menjijikkan!" Gasendra meludah ke samping. "Kamu itu pecundang Sean! Dengar! Lo#ser!"


"Sendra..." Zinnia memeluk adiknya yang jauh lebih tinggi darinya. Gasendra memiliki tinggi 189 cm dibanding dengan Zinnia yang hanya 164 cm tampak seperti David dan Goliath. "Sudah, jangan berkelahi."


"Tapi mbak..." Gasendra memeluk kakaknya. "Mbak Zee masuk saja, biar aku yang urus!"


"Sendra, please. Jangan kotori tanganmu. Kamu masuk saja dulu, mbak bisa handle." Zinnia mengelus pipi adiknya.


"Kalau dia macam-macam lagi..." Gasendra menatap tajam ke arah Sean. "Awas!"


Tubuh tinggi Gasendra pun masuk ke dalam rumah tapi dirinya masih mengawasi melalui ponselnya dari CCTV yang terpasang dimana-mana.

__ADS_1


Sean yang masih terduduk sambil memegang rahangnya hanya bisa diam terpaku. Dia memang pecundang, Lo$ser!


Zinnia pun berjongkok dan dirinya melihat bibir Sean robek hingga berdarah. "Bibirmu berdarah, Sean." Tangan Zinnia terulur untuk menyentuh bibir pria itu.


"Jangan Zee... tanganmu terlalu suci untuk pecundang macam aku." Sean menatap sendu ke arah Zinnia. "Gasendra benar, aku memang pecundang Zee. Aku tak pantas mendapatkan wanita berharga keluarga Al Jordan." Tanpa disadari air matanya Sean mengalir. "Aku akan mengurus perceraian kita, Zee."


Zinnia hanya menatap sendu ke Sean. "Maafkan aku kalau selama aku menjadi istrimu, aku bukan istri terbaik."


"No Zee, aku yang salah. Aku lah suami yang bodoh, tolol, brengsek dan pecundang. Akulah yang tidak percaya padamu." Sean berusaha berdiri dibantu oleh Zinnia. "Aku akan mengurus perpisahan kita Zee dan asal kamu tahu, aku tidak akan menjadi raja di Belgia karena aku memilih melepaskan gelar pangeran ku."


Zinnia terkejut. "Kenapa Sean? Bukannya ibumu ingin kamu yang menggantikan ayahmu?"


"Karena kamu tidak ada di sisiku Zee. Untuk apa aku menjadi raja jika ratuku ingin berpisah? Ratuku meminta untuk dilepaskan. Lebih baik aku lepas semuanya jika aku tidak bisa bersamamu dan Arsyanendra."


Zinnia hanya termangu mendengar ucapan pria itu.


***


Sekerasnya Zinnia, dia tetap wanita yang mempunyai sifat lembut dan tidak tega. Meskipun Gasendra mengomel panjang lebar, tapi Zinnia tetap meminta agar adiknya mengerti bahwa Sean belum makan siang.


Gasendra adalah orang ketiga yang marah besar mendengar perlakuan orang-orang di istana kepada kakaknya, selain papanya dan omanya. Dan dirinyalah yang menyembunyikan kakaknya hingga ke Indramayu. Disinilah dia dan Garvita bergantian menjaga kakaknya bahkan dia rela kuliah di Bandung masuk ke ITB demi bisa menemani kakaknya yang ternyata saat itu baru tahu hamil Arsyanendra.


Setiap Jumat, Gasendra selalu pulang ke Indramayu menemani kakak dan keponakannya. Terkadang sepupunya Valentino, Arka dan Juliet akan datang ke Indramayu atau mereka yang ke Jakarta. Dukungan semua anggota keluarganya membuat Zinnia kuat dan tegar meskipun jauh dari Sean. Arsyanendra lahir di Jakarta dengan dikelilingi semua keluarga Jakarta bahkan Oom Ega yang menjadi dokter anaknya.


Gasendra lah saksi bagaimana kakaknya tiap malam menangis teringat Sean dan Gasendra lah yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan dengan bantuan Oom Benji nya, Gasendra diam-diam menghancurkan keluarga Sean dengan bantuan sepupu mafianya, Luke, Leia dan Blaze Bianchi.


Dan sekarang kerajaan kamu amburadul, kamu baru cari mbak Zee? Pecundang!


Gasendra bukan tipe seperti Ayrton papanya atau Sabine omanya yang bar-bar. Gasendra adalah tipe jika menyerang siapa saja yang mengganggu keluarga intinya dan besarnya, dilakukan diam-diam hingga hancur sehancurnya. Cara yang juga sama dipakai oleh sepupunya the Bianchis.


***


Zinnia duduk di hadapan Sean yang sedang makan makanan yang ada di meja makan. Wanita itu sama sekali tidak melayani dirinya seperti saat masih bersama. Sean tahu Zinnia masih menyimpan sakit hati dan dendam tapi tidak ditampakkan di wajahnya.


"Kamu tidak makan?" tanya Sean lembut.

__ADS_1


"Tidak. Aku menunggu Arsya bangun karena kami biasa makan bersama. Nanti Arsya bisa nangis kalau aku tinggal makan duluan."


Hati Sean terasa dicubit. Bahkan aku kehilangan tiga tahun tumbuh kembang anakku.


"Apalagi kebiasaan Arsya?"


"Dia sangat suka keju tapi tidak terlalu suka daging kambing. Bisa makan tapi tidak terlalu favorit"


Sama denganku.


"Iya, Sean. Sama dengan mu."


"Zee... Aku akan pulang ke Jakarta malam ini dan langsung ke Belgia tapi ijinkan aku memeluk Arsya."


"Tapi Sean..."


"Dia anakku kan Zee? Dia anakku kan?" suara Sean terdengar mendesak.


"Tentu saja dia anakmu, Sean!" ucap Gasendra dingin. "Memang dengan siapa lagi kakakku berhubungan? Hanya kamu nya saja yang tolol menerima fitnahan dari calon permaisuri bangs@t itu!"


Mendengar calon permaisuri, Sean tersentak. Kemana istri kakaknya? Sudah hampir sebulan ini dia tidak melihatnya.


"Kamu ingin tahu kemana dia pergi?" tanya Gasendra seolah tahu apa yang ada di pikiran Sean. "Sudah menjadi makanan empuk para kaum piranha. Harafiah!"


Sean melongo.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


6th generation itu lebih bar-bar dan gesrek dari generasi sebelumnya


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2