The Prince and I

The Prince and I
Wedding Day


__ADS_3

Istana Al Jordan Dubai UAE Lima Tahun Lalu...


Hari ini adalah hari yang ditunggu Sean dan Zinnia, adalah hari pernikahan keduanya. Berbeda dengan pesta pernikahan ala klan Pratomo yang simple tidak ada protokoler kerajaan, kali ini tetap ada protokoler kerajaan Belgia.


Protokoler itu menempatkan keluarga kerajaan berada di depan keluarga klan Pratomo yang bagi keluarga besar Zinnia bukanlah masalah.


Zinnia tampak cantik dengan ditemani Bridesmaids nya adalah sepupunya sendiri dan gadis itu tidak mau ada orang lain selain para sepupunya. Tampak Leia, Blaze, Nadira, Raveena dan Garvita sebagai pengiring nya.



Gaunnya cantik


Sean sendiri sudah menunggu di depan meja penghulu dan Bagas Hadiyanto yang menjadi wali nikah Zinnia karena dalam hukum Islam, ayah angkat dalam hal ini Ayrton, berhak menjadi wali nikah jika ada mandat dari orangtua kandung Zinnia. Tapi karena kedua orang tua kandung Zinnia sudah meninggal dan Pamannya dari pihak ayahnya juga sudah tidak ada, maka setelah berunding dengan pemuka agama, ditunjuklah Bagas Hadiyanto sebagai wali Zinnia.


Bagas sendiri tidak keberatan walaupun dalam hatinya dia lebih berharap agara Ayrton yang bisa menjadi wali nikah Zinnia yang sudah dibesarkan seperti putrinya sendiri tapi karena aturan agama, maka dia mematuhinya.



Zinnia sempat terkejut melihat Sean tampil klimis dan jujur dirinya merasa kehilangan brewok yang selama ini melekat di wajahnya.


"Zee... Kok si Sean jadi klimis sih?" bisik Blaze.


"Mana aku tahu" bisik Zinnia.


"Kayak bukan Sean deh!" bisik Leia.


"Kalian berdua bisa diam nggak?" desis Raveena, putri Reana dan Pandu.


Zinnia tersenyum menatap Sean yang mengulurkan tangannya dan disambut gadis itu.


Keduanya pun langsung duduk di meja penghulu. Tampak sebagai saksi pihak Zinnia adalah Ayrton dan Enzo Al Jordan sedangkan saksi pihak kerajaan Belgia adalah sang Perdana Menteri.


Penghulu pun memulai acaranya dengan membacakan doa serta memberikan wejangan kepada kedua calon pengantin. Zinnia tampak serius mendengarkan wejangan dalam bahasa Arab yang diterjemahkan ke Inggris.


Setelahnya Bagas Hadiyanto meminta Sean menjabat tangannya.


"Kamu sudah siap Sean?" tanya Bagas.


"Insyaallah siap Oom" jawab Sean tegas.


"Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Sean Alexander Léopold of Belgium dengan putri saya Zinnia Hadiyanto Al Jordan Schumacher dengan mas kawin seperangkat perhiasan, rumah di Swiss dan rumah di Paris."


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Zinnia Hadiyanto Al Jordan Schumacher dengan mas kawin tersebut, tunai." Sean menjawab dengan tegas.


"Bagaimana para saksi?"

__ADS_1


"SAH!"


Sean dan Zinnia beserta para keluarga besarnya mengucapkan Alhamdulillah dan berdoa.


"Pangeran Sean, silahkan anda menyematkan cincin ke Putri Zinnia."


Sean mengeluarkan sebuah kotak beludru warna hitam, dan di dalamnya terdapat dua buah cincin. Satu cincin untuk wanita dan satu untuk pria.


Sean mengambil cincin cantik itu dari kotaknya.



Raja Andrew dan Ratu Michelle terkejut melihat cincin milik Ratu Elisabeth, nenek Sean. Dan memang cincin itu diberikan oleh Ratu Elisabeth ke Sean untuk diberikan kepada wanita yang nantinya akan menjadi istrinya.


"Michelle, apakah kamu tahu hal ini?" bisik Andrew ke istrinya.


"Aku tidak tahu Drew. Tapi memang ibumu dulu memberikan cincin itu ke Sean buat calon istrinya kelak" balas Michelle.


Andrew hanya menghela nafas panjang.


Stefanus dan Natalia melihat Sean memasukkan cincin itu ke jari manis Zinnia hanya menatap sinis.


"Beraninya dia memberikan cincin grandma ke gadis itu" bisik Stefanus.


"Memangnya kenapa?" tanya Natalia.


Natalia tersenyum smirk. "Gadis itu tidak pantas!"


"Memang tapi cincin itu sudah diberikan ke Sean sih."


***


"Ini cincin grandma ku, Grandma Elisabeth dan kamu pernah bertemu kan?" Sean tersenyum menatap Zinnia. "Dan dengan cincin ini aku mengikatmu sebagai istriku dan kekasih hatiku." Sean menyematkan cincin cantik itu.


Zinnia tersenyum melihat cincin itu melingkar di jari manis kanannya sedangkan jari manis kirinya melingkar cincin tunangan yang diberikan Sean sebelumnya.


Gadis itu lalu mengambil cincin kawin milik Sean yang bertahta berlian.



"Sean, dengan cincin ini aku mengikatmu menjadi imam, suami, dan calon ayah bagi anak-anak kita kelak. Dan aku harap, kamu akan selalu ingat janjimu." Zinnia menyematkan cincin itu ke jari manis kanan Sean.


Pria itu lalu mencium kening Zinnia dan Zinnia mencium punggung tangan Sean.


"Alhamdulillah... semua prosesi sudah selesai dan sekarang waktunya kita menikmati hidangan" ucap MC acara.

__ADS_1


Sean pun menggandeng Zinnia untuk bertemu dengan para orangtua. Tidak ada tradisi sungkem karena Sean dan Zinnia tidak memakai prosesi adat Jawa.


Ayrton yang mengenakan baju Emir terbaiknya tampak menangis saat memeluk putrinya yang memilih mentas. Tampak Zinnia mengangguk saat Ayrton membisikkan sesuatu dan gadis itu menepuk lembut dada ayahnya seolah memberikan ketenangan bagi Ayrton yang hendak ditinggal putrinya.


Mariana yang tampil dengan gaun hasil rancangannya pun tampak terharu saat memeluk putrinya.


Ayrton tampak berbicara serius dengan Sean dan menantunya itu pun mengangguk. Setelahnya Sean dan Zinnia memeluk Raja Andrew dan Ratu Michelle.


Gasendra dan Garvita lalu memeluk kakak sulung mereka dan menjabat tangan Sean. Usai memeluk dua adik Zinnia, keduanya menuju ke arah Stefanus dan Natalia yang memberikan ucapan selamat namun Zinnia bisa melihat bahwa keduanya tampak setengah hati.


Acara ramah tamah dan resepsi itu pun dilanjutkan dengan acara dansa pasangan pengantin yang membuat para keluarga Zinnia heboh karena mereka tampak begitu uwu.


Leia melihat wajah Luke yang dingin seperti biasanya tapi kali ini auranya jauh lebih dingin.


"Kamu kenapa Luke? Tidak senang Zee menikah?" tanya Leia. Sebagai saudara kembar, Leia bisa merasakan perasaan saudara kembarnya


"Aku melihat Sean jatuh cinta sungguh ke Zee tapi tidak dengan keluarganya. Kamu lihat kakak dan ipar Sean. I don't like them... at all!" ucap Luke.


"Luke, tidak semua orang seperti kita."


"Memang tidak semua anggota keluarga itu perfect, contohnya trio kampret. Tapi entah kenapa, aku punya feeling bahwa nanti kita akan berhadapan dengan dua orang itu." Luke menatap saudara kembarnya.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Jika memang mereka menyakiti Zee, akan aku balas 1000x lebih sakit!" Rahang Luke mengeras.


"Kita tahu Zee kuat Luke dan aku harap semoga Zee bisa berbaur dengan semua orang di istana" ucap Leia. "Lagipula aku dapat info dari Gasendra kalau Oom Ayrton mengirimkan Jasmine sebagai pengawal pribadinya."


Luke menoleh ke arah Leia. "Jasmine? Kepala pengawal Al Jordan dikirimkan Oom Ayrton ke Belgia? Gila! Kamu lihat Leia, bahkan Oom Ayrton sampai menurunkan Jasmine menjadi bodyguard Zee itu berarti feeling kami sama!"


Jasmine Al Buchory adalah kepala pengawal wanita yang bertugas mengatur keamanan Mariana, Zinnia dan Garvita selama mereka di Dubai dan saat Zinnia di Swiss, dialah yang menunjuk siapa yang harus mengawal gadis itu.


"Kamu tenang saja. Selama Jasmine ada bersama dengan Zee, dia aman." Leia mengusap bahu Luke.


"Semoga saja."



Bonus Visual Twins


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2