
Indramayu Jawa Barat Present Day
Zinnia tidak menjawab permintaan Sean untuk kembali ke Belgia karena baginya, dirinya belum siap kembali ke negara suaminya. Meskipun dia menyukai negara Sean tapi bukan berarti dia akan kembali bersama Sean apalagi menjadi pendampingnya lagi bahkan menjadi Ratu.
Zinnia sangat suka di Indramayu, Bandung dan Jakarta bahkan dia menyempatkan berlibur bersama dengan Arsya dan Gasendra ke Semarang dan Solo untuk Napak tilas silsilah keluarga papanya.
"Bagaimana Zee? Mau kan kembali ke Belgia?" Sean menatap istrinya yang hampir empat tahun tidak dilihatnya.
Zinnia hanya memalingkan wajahnya melihat jendela dengan pemandangan hujan deras membasahi bumi.
"Aku..."
"Mommy!" Suara Arsyanendra membuat Zinnia terlonjak.
"Maaf, Arsya bangun dan memang sudah waktunya mandi sore." Zinnia pun berdiri lalu menuju pintu sambung kamarnya dan kamar putranya. Sean pun mengekor istrinya.
"Lho jagoan mommy udah bangun..." senyum Zinnia sambil duduk di pinggir tempat tidur. Putra nya yang tampan itu masih mengerjapkan matanya dan menyatukan nyawa. "Mandi yuk. Bau acem..." goda Zinnia sambil menciumi leher putranya yang tertawa kegelian.
"Sama Daddy..." bisik Arsya.
"Hah?" Zinnia menatap Arsya. "Arsya mau mandi sama Daddy?"
Batita bermata biru itu mengangguk. Zinnia menoleh ke arah Sean.
"Aku mandikan Arsya nggak papa Zee. Daddy ganti baju dulu ya, biar nyaman. Arsya tunggu disini Daddy mau ambil tas baju dulu di mobil." Sean mengusap kepala Arsya lembut lalu keluar kamar.
"Yuk siapin bajunya Arsya. Habis ini kita buat brownies buat nanti malam habis makan. Mau?" Zinnia menatap putranya.
"Yaaayy! Bikin blonis!" teriak Arsya bahagia karena memang brownies adalah kue kesukaannya.
***
Gasendra melihat Sean datang dengan sedikit basah sambil membawa duffle bag nya hanya tersenyum smirk. Dirinya menyerahkan semua keputusan di kakaknya karena tugasnya memang melindungi Zinnia tapi Sean masih suami kakaknya.
"Mau ngapain bang?" tanya Gasendra yang sudah memanggil Sean seperti biasanya. Bagaimana pun, pria berusia 20 tahun itu masih memiliki unggah ungguh.
"Arsya minta mandi sama aku. Kan nggak mungkin aku pakai suit begini" senyum Sean.
"Bang Sean mau ganti dimana?"
"Kamar Arsya kok Sendra. Nggak di kamar mbakmu... Tenang saja."
Gasendra mengangguk dan Sean pun masuk ke dalam kamar putranya.
***
Di dalam kamar Arsya, tampak Zinnia membiarkan putranya memilih bajunya sendiri dan memilih memakai sabun yang mana. Di kamar Arsya memang berderet sabun anak-anak berbagai merk dan gambar tokoh kartun dan superhero dan Arsya selalu memilih berbeda untuk mandi.
"Mau sama Hulk, mommy" ucap bocah itu sambil menunjukkan sabun bergambar tokoh bewarna hijau itu.
"Mau sama Hulk ? Okay. Ini bajunya juga gambarnya Hulk. Tema hari ini Hulk?"
Arsyanendra mengangguk. "Temanya Hulk."
"Aku ganti baju dulu, Zee" ucap Sean membuat keduanya menoleh.
"Ganti saja di kamar mandinya Arsya nanti kalau sudah aku bawa Arsya kesana."
__ADS_1
Sean mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi yang khas anak-anak dengan nuansa biru putih.
Sean mulai membuka suit nya dan hanya tinggal boxer hitam. Dicarinya celana pendek Hawaii nya lalu segera memakainya. Tak lama, Sean pun keluar sambil membawa duffle bag nya. Suitnya tadi dia simpan di tas baju kotor yang selalu dibawanya.
Masih pagi bang!
Zinnia melongo melihat suaminya dengan cueknya keluar kamar mandi Shirtless begitu seolah bukan hal yang aneh. Setelah sekian lama, body nya Sean masih terawat. Zinnia menunduk dengan wajah memerah sambil membantu Arsya membuka bajunya.
Sean bukannya tidak tahu istrinya salah tingkah tapi dia ingin pelan-pelan mendekati Zinnia agar luluh dan mau kembali bersamanya.
"Sudah siap untuk mandi jagoan?" tanya Sean dengan nada riang.
"Sudah!" teriak Arsyanendra yang sekarang sama dengan ayahnya hanya memakai ****** ***** bergambar buzz light-year.
"Dia benar-benar mini me Zee" kekeh Sean sambil menggandeng Arsya masuk kamar mandi yang membuat Zinnia tertegun saat melihat bagaimana mirip keduanya.
Astaghfirullah! Benar-benar Allah bikin cetakannya seperti tidak ada yang dikurangi atau ditambahkan. Plek ketiplek Sean.
Zinnia membereskan baju yang tadi dipakai Arsya ke dalam keranjang baju kotor. Tak lama suara heboh Arsya tertawa bersama dengan Sean terdengar membuat wanita itu tersenyum haru.
Mengingat putranya sudah bersama dengan ayahnya, Zinnia memutuskan untuk sekalian mandi sore dan akan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat brownies.
***
"Arsya... kalau Arsya ikut ke tempatnya Daddy, mau nggak?" tanya Sean sambil menyabuni Arsya yang asyik bermain dalam bathtub.
"Lumahnya Daddy dimana?" Mata biru bening itu menatap polos ke Sean.
"Jauh Daddy. Asya nggak suka jalan jauh-jauh."
"Kenapa?"
"Asya capek!"
"Lho kan tinggal duduk manis di dalam pesawat. Capeknya dimana?"
"Asya capek bobok."
Sean nyaris tergelak mendengar ucapan putranya. "Bobok bikin capek ya Sya?"
Arsya mengangguk. "Lumah Daddy dipindah sini saja."
Sean melongo. Dikira rumahku rumah siput apa bisa dibawa kemana-mana.
"Arsya, rumah Daddy kan tidak bisa dibawa. Kan bukan rumah lego."
Putranya tampak termenung. "Asya tidak mau ninggalin mommy."
"Yang mau ninggalin mommy siapa? Arsya sama mommy ikut ke rumah Daddy."
"Apa di lumah Daddy ada sawah?"
Sean menatap Arsya cengo. "Sawah?"
__ADS_1
"Asya suka disini soalnya ada sawah. Asya sama Tante galvita suka main di sawah tapi nanti Tante Galvita kena lintah telus dimalahin sama oom Gabliel" kekeh Arsya mengingat tantenya yang nggak kapok dengan lintah.
"Oom Gabliel?"
"Oom Gabliel, pengawalnya Tante Galvita."
Oh Gabriel Luna. Sean ingat adik bungsu Zinnia yang selalu dikawal kemanapun oleh pria tampan.
"Eh udah yuk mandinya. Jadi mau bikin cookies sama mommy?" Sean membilas putranya.
"Iya. Asya mau buat blonies."
Dengan patuh Arsya dikeringkan oleh Sean tapi anak itu tidak mau dibantu memakai baju. Semua mau pakai sendiri karena merasa sudah besar.
"No Daddy. Asya bisa pakai sendili. Kata mommy, bial Asya bisa."
Sean terharu dengan cara Zinnia mendidik putranya menjadi anak mandiri.
"Mommymu kemana Sya?" Sean celingukan setelah membantu putranya membenarkan sisiran rambutnya.
"Mommy mandi mungkin."
"Arsya mau ke kamar mommy?"
Arsyanendra menggelengkan kepalanya. "Asya mau kelual mau nonton tv. Ada film kaltun sukaan Asya."
"Sama Oom Gasendra ya. Daddy mau mandi juga di kamar mandi Arsya. Lihat celana Daddy basah ini."
Arsyanendra mengangguk. "Daddy mandi. Nanti masuk angin" ucap putranya dengan gaya sok dewasa.
Sean tertawa geli melihat gaya Arsyanendra yang menggemaskan dan mencium pipi gembul putranya.
"Cari Oom Gasendra ya." Arsyanendra mengangguk dan keluar kamar. Sean pun menutup pintu kamar tidur putranya lalu berjalan menuju pintu penghubung.
Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi pribadi Zinnia dan Sean menunggu istrinya meskipun devil Sean menyuruhnya untuk masuk ke dalam tapi Sean tidak mau terjadi gegeran.
Suara gemericik air pun berhenti dan tak lama pintu pun terbuka. Nyaris Zinnia berteriak kencang melihat sosok suaminya sudah di depan pintu kamar mandi.
"Astaghfirullah Sean!" Zinnia menatap judes.
"Kenapa nggak bareng sih mandi nya?" Sean menatap dalam ke mata hitam Zinnia.
Eh?
Minta dihajar Gasendra lagi lu, bang?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Maap terlambat
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️