The Prince and I

The Prince and I
Kensington Palace


__ADS_3

Heathrow Airport London Inggris


Pesawat pribadi milik keluarga Reeves tiba di bandara internasional di Inggris itu. Dari dalam pesawat turun tiga orang pria yang usianya sebaya sekitar 40an akhir dengan wajah masih tampak tampan meskipun sudah tampak sedikit kerutan disana.


Tampak Eagle datang menjemput ketiga Oomnya dengan wajah sumringah.



Introducing Eagle Rain Reeves McCloud


"Akhirnya Oom aku yang melek IT datang!" seru adik Nadira McCloud itu.


"Kamu kan kuliah di Oxford bagian IT, E. Kenapa malah nggak kamu handle?" ledek Hoshi.


"Ya aku kan masih kalah jam terbang sama Oom lah..." kekeh Eagle yang namanya merupakan gabungan Elang dan Rain, kedua opa Rajendra.


"Quinn, aku menemukan Saul" ucap Aji.


"Dimana?" tanya Hoshi dan Bima bersamaan.


"Menuju Kensington!"


***


London Inggris


Hoshi menyetir seperti kesetanan sedangkan Bima menghubungi Henry, suami Medeline.


"Mr Baskara...Ada a..."


"Henry, lupakan formalitas! Istri dan anakmu dalam bahaya! Saul Amos, pembunuh bayaran yang disewa Natalia menuju Kensington!" teriak Bima.


"Aku kirim polisi ke Kensington. Bisa anda kirim foto terbaru?"


Aji langsung mengirimkan foto Saul ke Henry.


"Henry, Saul tidak sendirian. Ada lima orang yang ikut dengannya!" teriak Hoshi.


"Siapa itu Mr Baskara?" tanya Henry.


"Paramudya Quinn Reeves."


***


Kensington Palace London


Istana milik keluarga Henry dan Medeline itu memang dibuka untuk umum di sayap kanan yang ditujukan untuk turis sedangkan sayap kiri memang untuk kediaman Duke dan Duchess of Cambridge.


Medeline sendiri usai membuat heboh Heathrow berencana untuk beristirahat di kamarnya bersama dengan Richard karena hari ini memang tidak ada jadwal tugas kerajaan.


Suara ponsel milik Medeline berbunyi dan tampak nama suaminya disana.


"Yes darling?" tanya Medeline.


"Kamu dimana?" tanya Henry dengan panik.

__ADS_1


"Di kamar bersama Richard. Kenapa?"


"Kamu masuk ke ruang rahasia, Maddy. Saul Amos datang ke Kensington!"


Medeline terkejut. "Bagaimana mungkin?"


"Dia menyamar menjadi turis. Tuan Reeves dan Tuan Yung, kedua Oom Zinnia berhasil mendapatkan data pembunuh bayaran itu. Cepat sayang! Bawa Richard ke ruang rahasia ! Polisi, aku dan keluarga Zinnia sedang perjalanan!" teriak Henry.


Medeline bergegas membawa Richard dengan tas traveling yang disiapkan untuk piknik besok rencananya dan langsung masuk ke ruang rahasia yang biasa dibilang panic room. Tidak ada yang tahu dan hanya keluarga kerajaan yang tahu.


Pintu nya sendiri hanya bisa terbuka dengan sidik jari Henry ataupun Medeline, tempatnya pun tersembunyi. Medeline masuk membawa Richard dan langsung melockdown panic room itu. Dengan memencet tombol, tembok panic room itu bisa memperlihatkan situasi di kamar Henry dan Medeline. Disana pun ada beberapa layar monitor yang menunjukkan gambar dari CCTV yang terpasang.


"Richard, kamu sama mummy ya. Tabah ya nak!" bisik Medeline sambil mendekap erat putranya. "Daddy dalam perjalanan."


***


Saul Amos bersama kelima anak buahnya menyelinap masuk menuju gedung sayap kiri tempat Medeline dan Henry tinggal. Keenam pria itu sudah mempersiapkan pistol yang diberikan peredam dan siap untuk menembak siapa saja yang menghalangi mereka.


***


Mobil Range Rover milik Arjuna langsung diparkir seenaknya oleh Hoshi dan berbarengan dengan kedatangan Kepala Inspektur dengan anak buahnya. Henry pun tiba semenit kemudian. Hoshi, Bima, Aji dan Eagle sedang memakai rompi anti peluru yang memang selalu tersedia di mobil mewah itu.


"Mr Reeves!" panggil Henry.


"Pangeran Henry..." Hoshi hendak membungkuk hormat.


"Stop the crap. Aku akan menolong istri dan anakku!" Henry membuka pintu belakang Range Rover nya dan mengambil rompi anti peluru.


Keempat keluarga klan Pratomo melongo.


"Your Highness..." ucap Kepala Inspektur itu.


Sisi sayap kiri langsung ditutup menggunakan jeruji besi otomatis hingga orang luar tidak bisa masuk. Sepuluh orang polisi bersenjata lengkap berjaga - jaga disana.


"Your Highness anda bersama kami saja" ucap Kepala Inspektur itu.


"Aku bersama Quinn Reeves dan keluarganya. Mereka kan tidak hapal seluk beluk Kensington, beda dengan kalian!" Henry mengajak Hoshi, Bima, Aji dan Eagle yang sudah memakai rompi peluru serta Glock dan SIG di tangan masing-masing.


"Baik your Highness." Kepala inspektur itu membagi tiga bagian anak buahnya untuk menyusuri Kensington.


"Brengsek Andrew, Natalia dan Stefanus! Aku putuskan hubungan diplomatik!" umpat Henry kesal.


"Aku herman, kok tahu Zee di Kensington?" gumam Hoshi.


"Heran Muka Cewek! Bukan Herman!" protes Bima.


"Salah dikit!"


Aji dan Eagle hanya menggelengkan kepalanya.


Kelimanya berhenti ketika melihat seorang pengawal terkapar dengan kepala bolong terkena peluru.


"Damn it! Ngajak perang benar mereka!" Henry yang memang seorang perwira angkatan darat Inggris seperti halnya leluhurnya, mengajak keempat orang itu masuk ke kamar nya dan tampak Saul Amos dan ketiga anak buahnya masih mengobrak Abrik kamar Henry.


"Hei!" teriak Henry yang langsung menembak kepala anak buah Saul, begitu juga dengan Hoshi dan Bima yang menembak dua orang lainnya.

__ADS_1


Aji dan Eagle yang berjaga di pintu melihat dua orang keluar dari kamar yang dipakai Zinnia pun menembak mereka tepat di kepala.


"Nice job Eagle!" senyum Aji. "Kamu mirip Oma buyutmu, jago tembak."


"Oom..."


"Ya?"


"Gini ya rasanya bunuh orang?" Eagle menatap Aji dengan tatapan sendu.


Aji memeluk keponakannya. "Jika kita tidak membela diri, kita yang akan mati!"


"Kalian tidak apa-apa?" suara Arjuna dan Valentino terdengar di earpiece Aji dan Eagle.


"We're fine."


***


"Berhenti Saul! Kamu tidak akan menemukan Zinnia of Léopold disini!" teriak Henry kesal.


"Dimana kalian sembunyikan?"


"Ke Timbuktu!" jawab Hoshi asal.


"Kamu benar-benar ngajak perang antara Inggris dan Belgia ya Saul!" bentak Henry.


"Menyerah lah! Kami akan membantu agar bisa mendeportasi Natalia ke Inggris" ucap Bima.


"Over my dead body!" Saul hendak bunuh diri namun Hoshi lebih cepat menembak dan pria itu pun ambruk.


"Kok dibunuh Mr Reeves?" Henry mendelik ke arah Hoshi.


"Siapa bilang aku bunuh? Aku buat tidur lah!" Hoshi nyengir lebar. "Bunuh itu nanti. Aku cincang kalau sudah bosan, baru aku lempar ke Empang piranha milik keluarga Bianchi. Nah itu baru mantap!"


Henry melongo.


"Jangan kamu dengar kan pria psycho ini. Lagipula, semua penjahat disini kecuali yang anda tembak, Henry, semuanya kena peluru bius dosis tinggi jadi tenang saja. Semua tertangkap hidup-hidup." Bima menepuk bahu Henry.


Kapten inspektur datang bersama anak buahnya untuk kelima orang yang terkena peluru bius itu dan satu kantong mayat.


Henry langsung memencet tombol ruang rahasia dan tampak disana Medeline yang menangis bersama Richard. Pria itu langsung memeluk istri dan anaknya.


Hoshi lalu menghubungi seseorang.


"Luke, bawa Natalia ke Tokyo. Biar dihajar kamu dan Oom Shiki. Habis itu terserah kamu apain!"


"Apakah Kensington sudah aman?" tanya Luke di seberang.


"Kensington sudah. Biar Belgia serahkan pada Leia, Bee dan trio kampret!" putus Hoshi final.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2