The Prince and I

The Prince and I
Menikmati Hari


__ADS_3

Halaman Samping Istana Al Jordan Dubai UAE


Zinnia menghampiri Sean dan Arsya yang terlelap sambil tersenyum manis. Hot mommy itu mengambil piring bekas makan Arsya dan meminta pelayan untuk membawa pergi. Setelahnya Zinnia duduk di sebelah suami dan putranya.


"Maemnya Arsya lumayan banyak, Sean."


Sean tersenyum. "Harus pakai acara negosiasi dan perjanjian bilateral dulu sama Arsya."


"Perjanjian apa?" Zinnia menatap suaminya.


"Punya adik perempuan tapi Arsya harus bobok sendiri."


Zinnia menatap tidak percaya. "Kalau lahirnya bukan perempuan?"


"Ya kan Arsya ada temannya main rubik. Jadi aku punya dua pangeran dong" jawab Sean tanpa beban.


Zinnia hanya mendengus sebal. Sukanya selalu begitu. Apa Sean tidak tahu kalau menjanjikan anak kecil itu bakalan diingat sampai seminggu kemudian?


"Memang kenapa Zee?"


"Arsya itu kalau dijanjiin, bakalan ingat terus. Nanti kalau tidak sesuai, bakalan dikomplain sampai dia mendapatkan jawaban yang menurutnya masuk akal!"


Sean menatap putranya yang terlelap. "Arsya memang cerdas Zee dan kamu mendidiknya dengan sangat baik."


"Thanks Sean."


"Kita bawa Arsya ke kamar, aku agak mengantuk" ucap Sean sambil berdiri dengan menggendong Arsyanendra yang masih terlelap.


"Baiklah. Aku juga agak sedikit jetlag." Ketiganya pun masuk ke dalam istana dan menuju kamar Zinnia.


***


Kamar Zinnia



"Kamarmu tetap ada warna hijaunya ya Zee" senyum Sean.


"Arsya dibawa kesini saja Sean. Dia biasa kok bobok disini." Zinnia membuka penutup pengaman tempat tidur bayi milik Arsya yang terdapat di pojok kamar.



Sean pun meletakkan Arsya di baby crib nya dan mengusap pipi putranya yang gembul. Pria itu lalu berbalik menghadap istrinya dan dari wajahnya, Zinnia bisa melihat ada maksud terselubung dari mata birunya.


"Nggak ya Sean! Not now! Aku mau tidur!" Zinnia langsung membalikkan badannya namun Sean tetap mengeyel.


"Zee... Quickie. Ya? Ya? Ya?"


Zinnia berhenti lalu menatap suaminya. "Kok kamu seperti iklan lama yang pernah aku lihat di YouTube."

__ADS_1


Sean melongo. "Hah? Iklan apa?"


"Nevermind." Zinnia lalu menuju lemari pakaiannya dan mengambil sebuah gaun bertali bewarna hijau. Hot mommy itu masuk ke dalam kamar mandi.


Sean membuka kemejanya, menggantinya dengan kaos hitam dan meninggalkan celana jeans nya lalu mengambil celana pendek dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk milik Zinnia.


Tak lama istrinya keluar dengan menggunakan gaun bertali kecil tampak segar. Dan setelahnya Zinnia duduk di sebelah suaminya yang masih menatapnya dengan penuh kerinduan.



Yang kena jetlag



Yang masih betah menatap istrinya


"Apa Sean?" tanya Zinnia.


"Kamu cantik plus ngangenin..."


"Nggak usah merayu deh, ini sudah jam dua siang dan aku butuh tidur." Zinnia lalu merebahkan tubuhnya dan Sean tidak menyia-nyiakan langsung memeluk tubuh sintal istrinya.


"Peluk boleh kan?" bisik Sean di sisi telinga Zinnia. Posisi mereka, Sean memeluknya dari belakang. "Kamu tadi sama Arsya sempat mandi? Arsya lihat tubuh kamu?"


"Kok tahu tadi aku mandi?" Zinnia menoleh ke arah Sean. "Memang kenapa Arsya mandi bareng sama aku? Aku itu ibunya dan sejak dini anak harus diberitahukan tentang anatomi tubuh agar besarnya tidak penasaran dan tahu cara menjaga dirinya sendiri. Bahwa tubuh pria dan wanita berbeda dan ada hal-hal yang harus dijaga. Arsya sebentar lagi masuk kindergarten dan bertemu dengan banyak teman sebayanya. Apalagi statusnya dia sekarang adalah pangeran Belgia dan pasti akan banyak orang ingin memegang bahkan penasaran jadi aku memberikan pengetahuan awal bagaimana Arsya harus menjaga dirinya sendiri jika berada di ruang publik. Karena aku dan kamu tidak ada disana sedangkan pengawal pun tidak bisa masuk ke dalam ruang kelas nantinya."


"Tapi aku tetap tidak suka Arsya lihat kamu dengan bebas, sedangkan aku baru mau icip-icip sudah kena gangguan" ucap Sean manyun.


Zinnia menganga. "Astaghfirullah! Anak sendiri dicemburui? Sudah, aku mau tidur dulu Sean." Wanita berambut hitam itu pun membalikkan tubuhnya.


Sean langsung memeluk erat. "Cemburu lah Zee. Aku kan juga kangen sama kamu."


"Hhhmmm..." gumam Zinnia.


"Zee.. Zee? Lho kok sudah tidur?" Sean mencium kepala istrinya. "Tidurlah sayang, aku akan menjaga mu."


Diam-diam Zinnia tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya.


***


Arsyanendra terbangun dan tampak bingung dengan suasananya. Batita itu menoleh kiri kanan dan bingung kenapa dirinya berada di baby crib nya bukan bersama dengan sang mommy atau Daddy.


"Mommmyyy!" teriak Arsya yang membuat kedua orang dewasa yang saling berpelukan erat itu terbangun.


Zinnia melepaskan pelukan Sean dan bergegas turun menuju crib Arsyanendra.


"Kenapa sayang?" Hot mommy itu menghampiri putranya dan membuka pintu pengaman cribnya dan langsung Arsya meminta gendong Zinnia.


"Asya dimana mommy?" Mata biru batita itu tampak kebingungan. Zinnia membawa Arsya ke tempat tidurnya dimana Sean menatap keduanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Lho Arsya apa lupa? Kan tadi pagi sampai di rumah Opa Ayrton, terus langsung naik kuda sama Riyad. Mommy sampai jemput Arsya di tempat berkuda? Ini kan kamar mommy sama Arsya kalau di rumah Opa?" senyum Zinnia.


"Asya di lumah Opa Ay ya?" Batita itu tiduran sambil bermain rambut tebal sang mommy.


"Iya Arsya. Kamu masih kecil kok sudah pikun" goda Zinnia sambil menowel hidung mancung putranya.


"Ih mommy. Kata Oom Shin, yang pikun hanya Opa dan Oma. Asya nggak pikun..."


"Sya, kalau Opa Ayrton, Opa Enzo, Opa Karl dan Opa Reyhan dengar dibilang gitu sama Oom Shin, bisa ngomel-ngomel lho" kekeh Sean.


"Kan yang bilang Oom Shin, bukan Asya. Jadi bial yang dimalahi Oom Shin..." gelak Arsyanendra bahagia.


"Wah Zee, nggak bener ini! Arsya sudah ketularan durjana trio kampret!" Sean menatap Zinnia judes.


Zinnia terbahak. "Namanya juga trio kampret."


***


Sore harinya Arsya mandi bersama dengan Sean dan pria itu pun mengikuti cara istrinya mendidik putranya tentang early body education. Dengan bahasa yang dimengerti oleh anak tiga tahun, Sean secara telaten memberitahukan posisi Arsya nanti di Belgia.


Setelahnya mereka pun keluar dari kamar dan melihat Garvita serta Kalila yang sudah segar asyik mengobrol dengan seseorang di iPad.


"Ada berita apa dik?" tanya Zinnia.


"Mbak Blaze hamil mbak" jawab Garvita.


Zinnia ikut menimbrung. "Hamil lagi?"


"Iya nih! Padahal Rania baru satu tahunan. Dasar bebek!" omel dokter bedah cantik itu.


"Kan enak nggak terlalu jauh, Bee" senyum Zinnia.


"Iyaaa, Daddy yang bahagia mau dapat cucu lagi. Dan berharap kali ini laki-laki soalnya cucu perempuannya sama bar-barnya denganku."


Ketiga sepupunya tertawa mendengarnya.


"Kalau kamu dapat anak laki-laki, yakin mirip Samuel soalnya dia kan kalem." Goda Zinnia.


"Aduuuhh... payah!" keluh Blaze Bianchi.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2