The Prince and I

The Prince and I
Di Jakarta


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta Indonesia


Pesawat milik keluarga Al Jordan mendarat dengan mulus di runway VIP milik Giandra Otomotif Co setelah menempuh waktu 15 jam 40 menit. Gasendra membantu kakaknya untuk turun dan di sana sudah ada Anarghya dan Anandhita menunggu.


"Gasendra, Zee" ucap saudara sepupu itu.


"Oom Arga, Tante Dhita." Zinnia dan Gasendra langsung memeluk kedua Oom dan Tantenya.


"Jasmine apa kabar?" sapa Anandhita.


"Baik Nyonya Dhita" senyum Jasmine yang sudah lega nonanya bersama dengan keluarganya.


"Yuk, kita langsung ke rumah sakit. Tante Gendhis dan Tante Rani sudah menunggu disana" ajak Anandhita.


"Kok dua Oma ada disana?" tanya Zinnia bingung.


"Kan kamu lagi hamil dan baru saja melakukan perjalanan jauh. Jadi harus diperiksa lah!" kekeh Anarghya.


Kelimanya masuk ke dalam mobil Alphard yang disopiri oleh sopir pribadi Anandhita.


"Oom David dan Arabella gimana kabar Tante?" tanya Zinnia setelah semuanya berada di dalam mobil.


"Alhamdulillah baik. Oom David kan sekarang sudah pensiun dini dari kepolisian, memegang perusahaan Opa Arya soalnya Oom Adrian dipercaya memegang Koenigsegg di Amerika" jawab Anandhita.


"Ara masih ngejar - ngejar Arka?" kekeh Gasendra mengingat sepupunya yang selalu mewek kalau diganggu trio kampret tapi selalu nempel ke Arka.


"Masih lah! Sampai-sampai sudah bilang sama Tante, Arka untuk Ara. Astaga anak itu! Kok ya bisa sih senang sama Arka, padahal kita-kita darting sama tuh bocah! Nakalnya melebihi bapaknya!" sungut Anandhita yang membuat semua orang tertawa.


"Tante Amara dan Remy apa kabar Oom?" tanya Gasendra.


"Tante mu baik, Remy juga baik. Tapi anak itu semakin ketularan trio kampret! Usilnya minta ampun!" gerutu Anarghya tentang putra semata wayangnya.


"Zee, kata dokter di Kensington sudah berapa Minggu?" tanya Anandhita.


"Ini masuk empat mingguan Tante."


"Nanti kan biar dilihat sama mami dan Tante Rani" sahut Anarghya.


"Iya Oom."


***


London Inggris


"Zee dan Gasendra sudah sampai Jakarta?" tanya Arjuna ke Arum.


"Sudah mas Juna, ini perjalanan ke rumah sakit. Aku dan Mbak Rani yang akan memeriksa sendiri. Biarpun sudah masuk pensiun, tetap saja aku kan kepo" gelak Arum, ibu Arimbi, Oma Arkananta.


"Semoga bayinya sehat semua ya Ndis. Kasihan sudah heboh diajak kemana-mana" sambung Sekar.


"Iya mbak Sekar. Semoga sehat-sehat semua. Eh udah pada datang, aku periksa cicit kita dulu ya" senyum Arum.

__ADS_1


"Kabar-kabari ya Ndis."


"Siap mbak."


***


Rumah Sakit PRC Group


Di ruang obgyn inilah Zinnia diperiksa oleh kedua dokter obgyn senior itu. Keduanya tampak lega melihat calon cicit mereka tampak sehat di rahim Zinnia.


"Bagaimana Oma?" tanya Zinnia penasaran. Arum dan Rani tersenyum menatap cucu cantiknya, begitu juga dengan Anandhita yang tampak puas melihat kondisi keponakannya.


"Alhamdulillah anakmu sehat dan kuat Zee meskipun masih berbentuk seperti ini..." Arum memperlihatkan janin Zinnia dan detak jantung nya tampak terdengar.


Air mata Zinnia jatuh setelah mendengar detak jantung bayinya. "Anakku usia berapa Oma?"


"Jalan enam Minggu sayang. Dan Oma yakin dokternya putri Medeline merawat kamu dengan baik dan memberikan vitamin terbaik. Ditambah Zee, kamu seorang wanita yang kuat jadi anakmu terbawa kamu. Be strong ya nak, yang menyayangi dan mencintai kamu banyak" Arum memeluk Zinnia.


"Oma tahu akan beda jika suami ada di samping kamu tapi selama orang-orang jahat itu belum dipenjara atau mati, kamu belum aman Zee" ucap Rani.


"Iya Oma."


"Rencana kamu mau kemana?" tanya Anandhita.


"Ke Indramayu. Papa meminta aku tinggal disana sama Gasendra. Adikku itu sampai harus mengorbankan tinggal bersamaku dan kuliah disini Tante..." Zinnia menangis memikirkan adiknya yang harus meninggalkan semua fasilitas di Dubai.


Arum memeluk cucunya. "Ssshhhh, Gasendra itu anak baik. Apalagi namanya sama kan sama Opa Gasendra. Asal kamu tahu, pria bernama Gasendra itu yang berarti 'Raja yang gagah' atau 'Laki-laki' pasti lanange, Zee. Mereka akan bersikap gentleman ke wanita yang disayanginya. Contoh tuh Opamu sama Omamu kayak apa. Ya nggak mbak Rani?"


Zinnia merasa nyaman tinggal bersama dengan keluarganya. Mereka benar-benar keluarga idaman yang selalu ada dalam senang dan duka.


"Adikmu tidak merasa keberatan, Zee. Palingan juga tiap hari berantem sama trio kampret!" gelak Anandhita.


"Hadduuuhhh, Oma lupa trio kampret! Apa ya nggak gegeran terus ya nanti?" keluh Arum mendrama.


***


David Hakim Satrio menemani Gasendra di rumah sakit saat kakaknya sedang diperiksa sedangkan Jasmine meminta ijin untuk membelikan kopi buat semua orang dan chocho untuk Zinnia karena bumil itu ingin choco dingin.


"Trio Kampret ngapain disana Ndra?" tanya mantan polisi itu.


"Ngobrak Abrik Belgia. Tapi yang parah bang Luke. Sekarang perjalanan membawa si Natalia ke Tokyo."


"Mampus!" gelak David. "Kamu tahu Sendra, Oom sampai melongo tidak percaya saat diajak ke Empang piranha hitam punyanya Oom Luca. Serius! Itu piranha semua!"


"Wong Oom Hoshi yang nyuruh bawa kesana Oom" kekeh Gasendra.


"Dobel modyar kalau Hoshi yang suruh! Dasar bocah psycho!" David semakin terbahak.


"Aku besok ke Indramayu, Oom" ucap Gasendra setelah reda tawa mereka.


"Nggak istirahat dua hari gitu. Kasihan kakakmu nanti kecapekan."

__ADS_1


"Takutnya Sean kemari Oom. Dia kan tahu perusahaan dan rumah kalian semua."


David merangkul bahu keponakan tampannya. "Kamu adik yang baik, Sendra. Oom David bangga sama kamu. Harusnya kamu ajari tuh trio kampret biar dewasa dikit."


"Susah Oom. Mereka itu sudah mendarah daging kampretnya!"


David terbahak. "Salahkan bokapnya kalau begitu!"


Gasendra tersenyum.


***


Istana Brussels Belgia


Malam ini Stefanus mencari Blaze namun gadis itu sudah pulang. Seorang pelayan memberikan sebuah kotak yang dibungkus indah untuk diberikan kepadanya.


"Dari siapa?"


"Dari nona Anna, yang mulia. Katanya yang mulia membutuhkan obat dan nona Anna sudah menghubungi dokter keluarga. Katanya ini obat untuk anda."


Stefanus mengambil kotak itu dan membawanya masuk ke dalam kamar. Dengan tidak sabar dia membuka kotak itu dan terdapat memo disana.


Yang Mulia, saya tahu anda sedang tidak baik-baik saja. Ini ada obat untuk mengobati kecemasan anda. Semoga cocok.


Anna.


Stefanus melihat ada dua botol obat berisikan pil-pil kecil dan pria itu mengambil dua pil sekaligus.


Tak lama, Stefanus merasakan dirinya seperti fly dan dalam bayangannya dia melihat Zinnia sedang berada di tempat tidur.


"Zinniaku..."


Stefanus pun semakin tenggelam dalam halusinasi nya yang parah.


***


Upper Hut New Zealand


Seorang pria mendatangi kota kecil di wilayah Wellington New Zealand itu dan mulai mencari keberadaan Zinnia disana.


Setibanya di kota, pria berwajah polos itu mulai check in di sebuah hotel yang tidak terlalu banyak CCTV nya. Disana dia mulai mencari tahu tempat tinggal sebenarnya. Sebuah pisau belati dan pistol kaliber .22 dengan peredam sudah disiapkan.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2