
Skandinavia Regional
Luke menutup teleponnya dan memberikan kode kepada enam pengawalnya yang datang kemarin untuk membawa Natalia ke Tokyo.
Wajah Natalia memucat ketika tiga pria berdarah Jepang bertattoo dengan wajah seram menghampiri dirinya. Salah satu dari mereka langsung memberikan suntikan bius di leher Natalia dan tak lama wanita itu pun pingsan.
Dengan sigap dua orang lainnya menggotong Natalia dimasukkan ke dalam mobil Van hitam. Orang-orang yang berada disana hanya bisa terdiam melihat adegan penculikan itu. Tak lama Van itu melesat meninggalkan Luke dan dua pengawalnya.
Salah satu dari orang itu berteriak "Buang saja Natalia! Dia sudah dibuang dari kerajaan karena sudah membuat malu negara kami!"
"Iya, kami sudah tidak mengakui dia sebagai putri Skandinavia. Bahkan kedua orangtuanya sudah tidak mau tahu lagi soal dia!"
"Kamu siapa sebenarnya bung?" tanya seseorang.
"Perkenalkan saya Luke Takara Bianchi, putra Luca Bianchi dan Emi Takara. Saya adalah pemimpin Yakuza Takara dan Zinnia of Léopold adalah sepupu saya. Jadi anda semua tidak keberatan jika putri kerajaan Skandinavia saya bawa pergi?" Luke menatap datar ke semua orang disana.
"Bawa saja Mr Bianchi. Natalia bodoh, saudara putri Zinnia ternyata adalah mafia Eropa dan Yakuza Jepang. Cari mati!" gelak orang-orang itu.
"Kalau begitu, kami permisi dulu. Sayonara!" senyum Luke sambil membungkuk hormat ala Jepang lalu masuk ke dalam mobil Range Rover nya.
***
Somewhere di Samudera Hindia
Gasendra mendapatkan informasi bahwa Saul Amos yang ditugaskan untuk membunuh kakaknya berhasil dilumpuhkan oleh Hoshi, sang Oom. Putri Medeline dan Pangeran Richard pun dalam keadaan selamat dan aman.
"Oke Oom. Jadi bang Luke sudah membawa si B1tch itu ke bandara ya? Berangkat ke Jepang langsung?" tanya Gasendra ke Hoshi.
"Iya dan Oom bersama polisi London dan MI6 akan bekerja sama dengan interpol untuk tidak mengejar Natalia. Karena percuma Sendra, paling cuma dipenjara meskipun bisa dihukum mati karena membahayakan hubungan bilateral Belgia dan Inggris" ucap Hoshi. "Mending kita saja yang menyelesaikan biar nggak kelamaaan main sidang-sidang segala!"
Gasendra terbahak. "Oom Hoshi memang psycho!"
Hoshi tertawa. "Aku kan memang dikenal psycho, Sendra. Tanya Papamu atau Oom Direndra atau Oom Alaric. Mereka tahu sepak terjangku."
Gasendra mengucapkan terima kasih kepada Oomnya lalu menatap kakaknya yang terlelap sambil memeluk perutnya dengan bantal pemberian Medeline. Bantal milik pangeran Richard yang entah kenapa Zinnia ingin memilikinya dan tentu saja Medeline memberikan dengan senang hati.
Mbak, Satu sudah perjalanan ke Empang. Kurang dua lagi.
***
Kensington Palace London Inggris
Henry masih memeluk Medeline yang menggendong Richard yang tertidur sedangkan Raja James III ayah Pangeran Henry tampak marah menelpon Raja Andrew of Belgia. Terdengar Raja James memaki-maki Raja Andrew dengan emosi tinggi.
"Aku tidak mau tahu ya Ndrew! Buang istri Stefanus itu! Dan jika dia tidak ketemu, jangan salahkan keluarga besan mu!" bentak Raja James.
__ADS_1
Hoshi, Aji, Bima dan Eagle duduk di kursi yang berada di ruang kerja Henry. Kamar tidur mereka sedang dibersihkan oleh pihak pelayan.
"Mr Reeves, Mr Baskara, Mr Yung dan young McCloud, terima kasih sudah menyelamatkan anak menantu dan cucu saya." Raja James mendatangi keempatnya dan memberikan jabatan tangan kepada keempat keluarga klan Pratomo itu. "Kalau tidak ada anda semua..."
"Maafkan jika keponakan kami menjadi pemicu terjadinya insiden kedua negara ini Yang Mulia" ucap Hoshi formal.
"No Mr Reeves. Sejujurnya saya juga tidak percaya putri Zinnia berbuat rendah seperti itu sama halnya dengan Henry dan Medeline. Biar urusan bilateral saya yang urus. Bagaimana dengan putri Zinnia? Dia sudah pergi kemana?" Raja James menatap keempat orang yang masih ada kekerabatan dengan McGregor dan Blair yang notabene memiliki hubungan dengan kerajaan Inggris.
"Zee sudah terbang ke tempat yang aman, dan soal Natalia. Anda tidak perlu mencari DPO interpol karena sudah dihandle oleh keponakan saya yang pemimpin Yakuza Takara Jepang" cengir Bima.
"Astagaaa! Bukannya Yakuza Takara itu berhubungan dengan Keluarga Bianchi, mafia Italia dari Turin?" Raja James tampak terkejut.
"You're right Your Highness."
Raja James tertawa terbahak-bahak. "Andrew bakalan kehilangan tahta jika tidak segera membuang Michelle, Stefanus dan Natalia dari daftar kerajaan. Aku yakin, Sean yang akan menjadi penggantinya karena memang dia yang berhak bukan Stefanus."
"Anda tahu sesuatu yang mulia?" tanya Eagle.
"My young McCloud, kamu sangat mirip dengan Opa buyutmu. Tentu saja aku tahu, young man. Karena Ratu Elisabeth meminta perlindungan pada ayahku saat memutuskan mundur dari kerajaan Belgia dan menyepi ke Perancis serta sini bersama Sean." Raja James menatap lembut ke Eagle.
"Apakah Sean akan naik tahta?" gumam Aji.
"Kita lihat saja karena bisa saja mosi tidak percaya akan muncul di Belgia apalagi semua orang tahu fitnah menjijikkan itu merupakan ulah Stefanus dan kelakuan bejat Natalia sudah terbongkar ke publik" senyum Raja James.
"Pengawal yang ditembak oleh Saul adalah pengkhianatnya. Kepala pelayan istana menemukan sejumlah uang di dalam tasnya" jawab Henry.
***
Istana Brussels Belgia
Raja Andrew mencari Ratu Michelle yang memang dia tahan di kamarnya dan tidak boleh keluar sama sekali.
Mendengar suaminya datang, Ratu Michelle tampak lega apalagi dia mendengar ada seseorang yang hendak membunuh menantunya dan dia tidak mau dianggap ikutan dalam peristiwa itu.
"Darling..." seru Michelle melihat suaminya.
"Stop Michelle! Mulai detik ini aku menceraikan dirimu! Gara-gara rasa iri dengki kamu dan Natalia ditambah otak gila Stefanus membuat kekuasaan aku goyah! Bahkan semua rakyat meminta agar aku turun tahta!" bentak Andrew.
"Tapi Andrew! Aku tidak ada hubungannya soal pembunuh bayaran itu!" teriak Michelle.
"Tapi kamu yang mentrigger Natalia ! Karena kalian iri! Bukankah aku sudah bilang! Jangan macam-macam dengan keluarga Zinnia! Bahkan kalau mau, mereka bisa membeli Belgia, Michelle!" teriak Raja Andrew marah.
Ratu Michelle terduduk di tempat tidurnya.
"Mulai detik ini, kamu sudah bukan istriku dan bukan Ratu Belgia lagi. Dan Stefanus, sudah bukan putra mahkota lagi. Aku benar-benar kecewa padamu Michelle!" Raja Andrew lalu meninggalkan Michelle disana.
__ADS_1
BLAM!
Michelle terlonjak mendengar suara pintu dibanting keras padahal semua orang tahu bagaimana beratnya pintu-pintu di istana itu.
Semua gara-gara Zinnia! Kenapa sih Sean harus jatuh cinta sama gadis pungutan itu?
Michelle menatap tajam pintu kamarnya.
Jika Natalia tidak bisa membunuh Zinnia, mungkin aku yang harus turun tangan sendiri!
Michelle lalu menghubungi seseorang. "Cari tahu dimana Zinnia of Léopold berada! Bunuh dia!"
***
Upper Hut New Zealand
Setelah seminggu mendapatkan operasi restrukturisasi wajahnya menjadi wajah yang lama, Hilda Stuart berada di sebuah kota Upper Hut New Zealand. Kota yang masih masuk wilayah Wellington dan banyak dihuni oleh suku Maori.
Oleh Leia, Hilda diberikan sebuah rumah sederhana dan dana untuk biaya hidup sehari hari yang cukup seumur hidupnya. Hilda memilih untuk meninggalkan semuanya di Belgia karena dia ingin hidup tenang dan masih sayang dengan nyawanya.
Kepindahannya mendapatkan banyak pertanyaan di komunitas tempat dia tinggal tapi Hilda menjawab sesuai dengan perintah Leia.
"Saya meninggalkan suami saya yang KDRT dan sedang dipenjara. Wajah saya memang saya sedang proses diperbaiki karena mendapatkan banyak kekerasan disana."
Tentu saja dengan jawaban itu membuat orang percaya dan simpati dengan Hilda. Wanita itu memutuskan untuk tetap hidup humble atas kesadaran dirinya sendiri, bukan karena adanya perawat yang mengawasinya terus.
***
Istana Brussels Belgia
"Bagaimana?" tanya Michelle ke seseorang di seberang. Wanita itu sedang menerima telepon dari pria yang diminta bantuannya.
"Putri Zinnia berada di New Zealand."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1