Tolong Aku SuamiKu

Tolong Aku SuamiKu
Seoul Honeymoon


__ADS_3

Fairmont Ambasador Seoul terletak di Yeouido Seoul. Wilayah ibu kota yang ramai dengan pusat perbelanjaan ritel dan gedung perkantoran.


Hotel yang mempunyai 326 kamar tersebut, menjadi pilihan keluarga Hans. Di sini fasilitasnya termasuk lengkap. Terdapat tempat spa, kolam renang, ruang konferensi, restoran hingga lounge.


Eddyson dan Alcenna pun menikmati waktu bersama keluarga dan waktu berdua. Mereka bisa membahagiakan ibu mereka sekaligus. Mama Ningrum apalagi, ini momen dia pergi dengan anak menantunya. Dulu Eddyson hanya sibuk dengan kerja dan sedikit mengabaikan hati ibunya.


Alceena dan Eddyson terus berusaha agar bisa mendapatkan keturunan. Setiap ada kesempatan berdua, Eddyson terus melancarkan jurus mautnya. Eddyson dengan pintarnya memutar keadaan membuat Alcenna menurut berulang kali pada keinginannya. Eddyson selalu beralasan jika nanti sudah mulai sibuk bekerja tidak mungkin bisa seintens sekarang dan peluang kita semakin sedikit. Walau Eddyson janji tak akan mengabaikan rumah tangganya demi pekerjaan. Alcenna bahkan mengatakan dulukan tujuan untuk memiliki anak tanpa mengorbankan pekerjaan terlalu besar.


Alcenna sebenarnya bukan tidak tahu itu akal-akalan suaminya. Selain dia juga sama inginnya, Alcenna juga dulunya banyak mendengar hubungan yang intens meningkatkan peluang kehamilan. Benar tidaknya, ataupun ada penelitian yang mengatakannya Alcenna lebih memberikan kebahagiaan pada suaminya.


Suaminya tak pernah banyak menuntut. Bahkan untuk masalah anak. Tak ada salahnya Alcenna memberikan apa yang dia bisa.


"Semoga usaha kita berhasil ya sayang," ucap Eddyson penuh rasa sayang setelah berhasil menguasai Alcenna diatas ranjang hotel.


"Mas yakin bisa normal?"


"Yakin, jangan pikirkan jadi atau tidaknya. Kita usaha dan doa saja. Semoga niat baik hasilnya akan baik ya sayang," ucap Eddyson masih merengkuh Alcenna. Alcenna benar-benar merasa dipuja, di harapkan dan pastinya dimanja.


Dia merasa tidak ditinggal begitu saja setelah suaminya merasa puas. Dia masih didekap dengan rasa sayang. Tak ada yang bisa menandingi rasa bahagianya. Andai bisa dikatakan pada dunia Alcenna merasa tidak ada apa-apanya kehidupan derita yang dia tanggung bertahun lalu. Hanya dalam hitungan hari Allah ganti semua derita hatinya.


Walau mungkin jika diceritakannya pada dunia bagaimana deritanya dulu. Dunia dan manusia didalamnya akan mengatakan dia bodoh, lemah, wanita tak berdaya dan banyak lagi. Namun tak ada yang tahu isi hati Alcenna.


Jauh didalam lubuk hatinya, Alcenna bertahan karena dia tahu Allah akan membencinya jika dia cepat memutuskan untuk bercerai. Walau bercerai adalah perbuatan halal, namun Allah sangat membencinya. Alcenna hanya takut Allah akan benci padanya yang tidak mau untuk berjuang terlebih dahulu.


Dia juga tak ingin mencoreng nama orang tuanya karena begitu mudahnya untuk kawin cerai. Dia yakin walau banyak penderitaan yang dijalaninya, dia akan bahagia suatu hari kelak, jika dia mendahulukan kebahagiaan ibunya. Ibu yang banyak menahan kesedihan setelah ayahnya pergi. Kini harapan Alcenna bukan hanya bunga tidur.


Alcenna hanya tidak mau melawan arus, dia tidak mau menentang apa yang telah Allah atur untuknya. Kini juga terbukti Allah sayang padanya. Allah ganti buah kepedihannya dengan manis. Mengalahkan manisnya madu lebah.


Setelah sekian menit melepas lelah dari pertempuran manisnya. Alcenna mengajak Eddyson mandi dan waktunya jalan-jalan bersama orang-orang yang penuh arti dalam hidupnya. Alcenna ingin mengajak menikmati Seoul Honeymoon.


Mereka terlihat shoping dipusat perbelanjaan. Terlihat mereka membeli apa yang mereka perlukan. Tidak berlebihan. Azarine dengan sukacita memanjakan dirinya. Putri tidak lagi menjadi ratu shoping. Mereka menikmati kota Seoul selama 3 hari.

__ADS_1


Mereka juga berjalan ketempat wisata seperti Gwanghwamun Square. Walau niat mereka hanya berfoto dengan latar belakang King Sejong the Great dan Admiral Yi Shun-Shin.


Mereka juga mengunjungi sungai Han, pesona alamnya begitu cantik dikala senja.


"Put ... Pantas banyak drama korea memakai tempat ini untuk syuting," ucap Alcenna.


"Iya indah sekali penuh pesona," ucap Putri kagum. Robby yang mendengar hanya tersenyum.


"Iya penuh pesona seperti papa Hans ku, nama sungai ini juga sama seperti papa," ucap Alcenna menyentil papa mertuanya.


Papa Hans pun merasa gemas melihat menantunya yang juga sudah sebagai putrinya sendiri. "Benar kata mamamu, kamu ini memang membuat hidup lebih berwarna. Kamu suka usil," ucap papa Hans.


"Tapi sekarang aku yang suka mengusilinya Pa," ucap Eddyson dengan maksud ganda.


Alcenna melayangkan tatapan membius, Eddyson hanya tersenyum tanpa takut pingsan. Dia tahu Alcenna hanya malu bukan marah.


*****


"Mas, ayo sarapan. Nanti telat," Alcenna menyodorkan segelas mocca late dan sepotong roti bakar.


Eddyson merasa begitu senang setiap pagi setiap harinya. Alcenna ada untuknya. Menemani dia makan atau hanya sekedar nonton. Alcenna yang manja selalu nempel didekatnya.


"Mas berangkat ya sayang, kamu yakin tidak mau ada yang bantu nyelesaikan rumah?"


"Ndak Mas, Alcenna kurang suka ada orang lain dirumah. Tak nyaman. Kalau ada yang part time untuk bantu beres rumah tak apa, sama gosok aja Mas. Alcenna kalau gosok tidak kuat dari gadis dulu Mas. Suka pusing," Akunya seperti burung murai yang berkicau.


"Ok, nanti Mas cari."


"Siiip Mas."


"Ngomong soal gosok pantas bajumu sering terlihat kusut dulu waktu gadis."

__ADS_1


"Hahaha Mas juga perhatian soal itu? ya iya kusut, Alcenna cuma jemur pakai hanger lalu masuk lemari dan pakai." Eddyson tetawa lalu dia mencium sayang pipi istrinya. Eddyson berangkat kerja.


Sejak rumah ini kelar di renovasi oleh Eddyson. Eddyson sudah meminta Alcenna pindah, walau dia masih dirumah kontrakan. Alcenna sanggup membersihkan rumah tersebut sendiri. Karena suasana yang tidak banyak berdebu.


Kini Alcenna tidak mau terlalu capek. Dia ingin mempunyai keturunan. Itu fokus utamanya. Kebetulan suaminya mampu apa salahnya dia sedikit memanjakan dirinya.


Jam 11 siang ... Alcenna sudah siap masak dan telah berbenah diri.


"Hallo sayang, lagi apa?" telfon Eddyson setelah di video call istrinya tak mengangkat. Malah sempat membatalkan panggilannya.


"Lagi mau pakai baju, baru siap mandi," ucap Alcenna. Eddyson sudah paham kebiasaan Alcenn.


"Hmmm mancing Mas pulang ya?"


"Pikiran Mas kali ... ada apa Mas?"


"Mas gak bisa makan siang dirumah ya. Mas ada rapat siang siap makan siang."


"Ohhh, oke tak apa Mas, namun shalat dulu baru rapat ya," pesan Alcenna.


"Ok sayang," jawab Eddyson. Lalu mereka berlanjut bergurau-gurau di video call. Eddyson rasanya ingin terbang pulang. Ketika di video call dia tahu Alcenna kecewa. Walau nadanya tadi di telfon terdengar biasa saja.


Eddyson paham Alcenna belum terbiasa. Dia akan memberikan Alcenna pemahaman secara perlahan. Dia tahu dunia Alcenna dulu dan sekarang berbeda. Alcenna mungkin belum terbiasa.


Alcenna memang kecewa pada awalnya. Namun dia bukanlah tipe wanita yang tidak mau mengerti. Dia akan berusaha secepatnya beradaptasi. Jika tidak masalah ini bisa jadi besar muncul kepermukaan.


"Mas tutup ya, kamu istirahat saja dulu. Nanti Mas akan memanjakan kamu sepuas hatimu," Goda Eddyson menghibur Alcenna. Alcenna hanya memberikan kedipan matanya.


"Sudah pandai genit ya? Makanlah lagi ya. Sudah jam makan," Alcenna tersenyum dan mematikan sambungan telfon. Selain dia ingin mengerjai suaminya. Alcenna juga tidak tahan menyimpan kecewanya. Masakannya sudah tersedia dia atas meja. Walau lauknya bisa sampai malam namun sayurnya tidak akan tahan. Dia akhirnya lebih banyak makan sayur dan akan membuat yang lebih fresh untuk malam. Alcenna sibuk mencari kesibukan sendiri.


**//**

__ADS_1


__ADS_2