
Satu bulan berlalu
Seperti biasa setelah menyelesaikan sarapan paginya Chessy berpamitan pada ayah dan bundanya
" Ayah, Bun.. Chessy pamit ya!" Chessy mencium punggung tangan kedua orangtuanya
" Iya, hati-hati sayang!" ucap Bunda Tia
"Iya bunda, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Setelah selesai berpamitan Chessy berjalan ke halte bus yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya
Chessy pun langsung naik ke dalam bus yang tidak berapa lama menunggu sudah berhenti didepannya
Sekitar 20 menit menempuh perjalanan akhirnya Chessy pun sampai di sekolah SMA Tunas Bangsa
Chessy memang tidak seperti siswa-siswi SMA Tunas Bangsa lainnya yang berangkat sekolah menggunakan mobil mereka, dia bisa masuk ke sekolah tersebut bukan karena kedua orangtuanya orang kaya tapi karena jalur beasiswa yang didapatnya
Chessy adalah gadis yang pintar, cantik dan juga sopan
Karena kepintaran dan juga sikapnya yang sopan banyak guru yang bangga terhadap siswi tersebut, selain itu parasnya yang cantik membuat para siswi lainnya merasa iri terhadapnya yang selalu membuat para siswa terpesona padanya, termasuk Claudia yang begitu membencinya
Seperti biasa Chessy berjalan sendiri menuju gerbang sekolah dan tidak berapa lama Nila dan Dea turun dari mobil yang mengantarkan mereka ke sekolah
" Chessy!" panggil Nila seraya melambaikan tangannya ke arah gadis itu
Chessy pun melangkah menghampiri keduanya " Tumben kalian datang agak siang, biasanya pagi-pagi sekalian bantuin pak Amir buka pintu gerbang" seloroh gadis itu
" Ah si*LaN loe!" Nila menyenggol lengan Chessy
" Amilia mana, belum datang tuh anak?" tanya Dea seraya mengedarkan pandangannya
" Enggak tau!" Chessy menggidikkan bahunya
Disaat ketiganya hendak melangkah memasuki gerbang sekolah tiba-tiba mereka melihat mobil sport hitam mewah yang berhenti tidak jauh dari mereka berdiri
" Itu sepertinya Amilia!" ucap Chessy karena teringat dengan mobil yang mengantarkan Amilia kemarin
" Serius, diantar siapa tuh anak?" Tanya Nila
" Kakaknya kali, kan udah pulang dari Jerman" sahut Dea
" Duh gue jadi penasaran dengan kakaknya Amilia, yang gue dengar sih katanya gantengnya pake banget loh!" ucap Nila
" Yang benar?" Dea nampak antusias sementara Chessy hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua temannya itu
" Iya, belum nikah lagi" sahut Nila
" Belum nikah? duhh...mau dong gue jadi isterinya" Ucap Dea seraya membayangkannya
" Woy, sekolah dulu yang benar baru ngomongin nikah" toyor Chessy
" Ah si*lan loe Ches ngebuyarin lamunan gue aja" ucap Dea mengerucutkan bibirnya
Chessy dan Nila saling pandang, detik berikutnya kedua gadis itupun tertawa
" Ha... ha... pagi-pagi udah ngehalu loe" ledek Nila
" Ada apaan nih, seru banget ketawa enggak ngajak-ngajak!" ucap Amalia yang kini sudah menghampiri ketiganya
" Bukan apa-apa, cuma tuh!" Nila menunjuk ke arah Dea dengan dagunya " Ada yang ngehalu mau jadi kakak ipar loe!"
Amilia menautkan kedua alisnya menelisik Dea membuat gadis itu menjadi sedikit salah tingkah
" Biasa aja kali Li liatin gue nya, enggak usah kayak gitu juga!" ucap Dea yang jadi tidak enak hati dibuatnya
" Loe sih ngehalunya ketinggian, kasihan kan kalau jatuh sakitnya kayak apa" ucap Nila lalu tertawa
__ADS_1
" Ha...ha... " Amilia malah tertawa melihat wajah Dea yang sedikit pias
" Kakak gue itu terkenal sebagai tuan arogan yang dingin dan juga galak emang loe berani deketinnya, kalau gue sih silahkan aja kalau mau mah" ucap Amilia dengan santainya
" Serius loe?" Amila mengangguk
" Kak Malika aja kakaknya Claudia ditolak" Dea dan Nila membelalak
" Masa sih, cewek secantik kak Malika di tolak?" Dea semakin insecure
Mereka tentu saja mengenal siapa Malika, seorang artis cantik yang cukup terkenal, bakatnya di dunia akting pun tidak diragukan lagi
Disaat ketiga sahabatnya itu sedang asik mengobrol Chessy yang sejak tadi hanya tersenyum mendengarkan ucapan ketiga sahabatnya itu tiba-tiba saja netranya mengarah pada sebuah mobil hitam yang mengantarkan Amalia yang ternyata masih belum pergi
" Mil, itu mobil kakak loe kan kenapa belum pergi?" tanya Chessy membuat ketiga gadis itu menoleh dan mengikuti arah pandang Chessy
" Mungkin mau memastikan adik cantiknya ini masuk ke sekolah dulu kali, udah ah yuk masuk" ucap Amilia
Ke empat gadis itu kini tengah berjalan masuk ke gerbang sekolah
Entah kenapa Chessy merasa seperti ada yang sedang mengawasinya, gadis itu pun berbalik dan melihat ke arah mobil hitam itu kembali yang ternyata masih belum juga beranjak pergi
" Kenapa mobil kakaknya Amilia masih belum pergi?" batin Chessy
Setelah para gadis itu masuk kedalam gedung sekolah barulah mobil hitam milik Amar melaju menuju perusahaannya
Setelan jam sekolah berakhir, Amilia mengajak teman-temannya main ke rumahnya
Awalnya Chessy menolak tapi Amilia membuat alasan kalau mommy nya kangen
Sebenarnya Amilia ingin mengenalkan sahabatnya itu dengan kakaknya karena Amilia pernah menceritakan tentang Chessy pada kakaknya dan berharap kakaknya bisa membantu sahabatnya mencari tahu siapa dalang yang sudah melakukan penjebakan pada sahabatnya itu
Chessy pun tidak bisa menolak, sementara Nila dan Dea tidak usah ditanya lagi keduanya malah begitu antusias ingin ikut ke rumah besar milik Amilia
Mereka kini sudah berada di dalam mobil jemputan Amalia, tapi kali ini bukan Amar yang menjemputnya tetapi asistennya Roy
( Li, kata Loe kakak loe itu arogan, dingin dan galak tapi kelihatannya enggak seperti yang loe bilang ah) Pesan yang dikirim oleh Dea ke ponsel Amilia
" De kata Amilia kakaknya itu galak dan dingin ya, tapi menurut gue sih enggak ah, ganteng dan kelihatan baik gitu kok" Bisik Nila
" Dia bukan kakaknya Amilia tapi asisten pribadinya" jawab Dea yang juga ikut berbisik
Tidak berapa lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai di mansion milik orang tua Amilia
" Ayok turun!" ajak Amilia
Dea dan Nila menatap takjub rumah besar tersebut, baru kali ini mereka datang ke rumah Amilia, dia tidak menyangka rumah Amilia bak sebuah istana
" Li, sumpah ya ini rumah loe gede banget" ucap Dea nampak kagum begitu juga dengan Nila tapi berbeda dengan Chessy gadis itu sudah tidak asing lagi dengan rumah tersebut karena pernah tinggal di dalamnya selama beberapa hari
" Udah yuk masuk!" ajak Amilia pada teman-temannya itu
"Assalamualaikum!" ucap Amilia saat memasuki rumah besar tersebut
" Wa'alaikum salam, baru pulang sayang?" sapa mommy Naura yang berjalan menghampiri putrinya
" Iya mom" Amalia menyalami punggung tangan Mommynya
" Mom, Amilia mengajak teman-teman main kesini enggak apa-apa kan mom?" mommy Naura tersenyum ramah
" Tidak apa-apa kok sayang, mommy malah senang kalau kamu ajak teman-teman kamu main kesini!" ucap mommy Naura
" Siang tante, apa kabar?" sapa Chessy seraya mengulurkan tangannya menyalami punggung tangan mommy Naura
" Chessy? kamu Chessy kan?" tanya mommy Naura sumringah saat melihat gadis cantik yang ada di hadapannya itu
" Iya tante" Jawab Chessy tersenyum tipis
" Alhamdulillah, kabar tante baik. Kabar kamu sendiri bagaimana sayang?" tanya mommy Naura dengan ramah
__ADS_1
" Alhamdulillah baik tante" sahut Chessy
Amilia pun lalu memperkenalkan Nila dan Dea kepada mommy nya, dengan ramah mommy Naura menyambut hangat kedua sahabat putrinya itu sama seperti Chessy
" Mom, aku ajak mereka ke kamar dulu ya!" pamit Amilia
" Iya sayang"
Amilia masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh ketiga sahabatnya
" Li, kamar loe luas banget" ucap Nila
" Iya, kasurnya aja empuk banget" sambung Dea
" Ah loe berdua kayak di rumah loe enggak begini aja!" ucap Amilia
" Iya tapi enggak sebagus kamar loe" ucap Dea
" Apalagi dibanding kamar gue ya" sahut Chessy
" Tuh kan, udah ah enggak usah bahas kamar " ucap Amilia yang jadi merasa tidak dengan Chessy
" Li, ini foto siapa?" tanya Dea saat melihat foto yang ada di meja belajar Amilia
" Oh itu foto kakak gue, kak Amar" sahut Amilia
" Coba gue mau lihat dong!" Nila yang sedang duduk di tepi kasur menghampiri Dea yang tengah duduk di kursi meja belajar Amilia
" Ini foto kakak loe? ganteng banget Li sumpah dah, mau dong gue daftar jadi ceweknya!" ucap Nila
" Silahkan daftar sendiri ya!" Ucap Amilia seraya terkekeh
Chessy yang awalnya diam saja jadi ikut penasaran, ia pun berjalan menghampiri Nila yang sedang memegang bingkai foto Amar
Deg
" Bagaimana Chess, tampan kan?" Tanya Amilia pada Chessy yang nampak bergeming seraya menatap ke arah foto tersebut
" Wahhh... naksir juga dia!" goda Dea
" Liat sampai terkesima gitu Chessy" Nila pun ikut menggodanya
Sementara Chessy sendiri sedang bergelut dengan pikirannya sendiri, merasa tidak asing dengan wajah pria yang ada di foto tersebut
" Amilia, apa benar orang yang ada di foto ini kakak loe?" tanya Chessy memastikan
" Wah, Chess Loe mau jadi saingan gue ya " Ucap Dea pura-pura marah namun Chessy tidak menggubris ucapan Dea matanya terus fokus pada wajah pria yang ada di bingkai foto tersebut
" Chess, loe kenapa?" tanya Amilia yang menangkap ada gelagat aneh pada sahabatnya itu
" Gu... gue enggak apa-apa, gue enggak apa-apa kok!" Chessy mengulang kata-katanya, wajahnya pun berubah sedikit pucat, dia berjalan mundur menjauh dari Nila yang ditangannya sedang memegang bingkai foto Amar
" Chessy!" Amilia menelisik Chessy yang mendudukan dirinya di tepi kasur
" Loe kenapa?" tanya Amilia lagi yang kini sudah duduk di samping Chessy
" Gue enggak apa-apa, udah ah kok gue jadi ngantuk ya!" ucap Chessy yang kemudian mengalihkan pembicaraannya
Chessy merangkak naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran king size tersebut
Amilia hanya menggeleng melihat tingkah Chessy yang menurutnya sedikit aneh
Melihat Chessy yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur, Nila dan Dea pun tidak mau ketinggalan kedua gadis itu pun turut merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk disamping kiri dan kanan Chessy
" Ngantuk!" ucap Dea
" Huaaammm!" Nila menutup mulutnya sendiri saat menguap
" Li numpang tidur ya?" ucap Dea yang di angguki oleh Amilia
__ADS_1
" Tidurlah!"
Amilia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan membiarkan ketiga sahabatnya itu tertidur di kasur king size miliknya