
" Amilia tunggu!" Teriak seseorang yang terengah-engah mengejar Amilia
Amilia yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dan ketika menyadari siapa yang memanggilnya gadis itupun memutar bola matanya malas
" Ada apa?" ketusnya
Seseorang yang tidak lain adalah Denis menghela napas berat seraya menatap wajah gadis yang sudah mengusik ketenangan hatinya
" Boleh kita bicara empat mata?" tanya Denis
Amilia mengernyitkan keningnya menatap Denis dengan tatapan yang sulit diartikan
" Silahkan bicara kalau mau bicara, sebentar lagi bel masuk !" tegas Amilia
" Kalau gitu nanti aja pulang sekolah aku tunggu di cafe KR" pungkas Denis
" Maaf gue enggak bisa, kalau mau cepat katakan atau tidak sama sekali"
Denis mengepalkan tangannya, ia merasa kesulitan untuk meluluhkan gadis yang ada di hadapannya saat ini padahal sebelumnya tidak ada satupun wanita yang menolak dirinya bahkan dengan suka rela menyerahkan diri begitu saja bahkan ia tahu kalau dulu Amilia juga diam-diam menyukai dirinya tapi setelah kejadian di villa sikap Amilia berubah drastis dan terlihat begitu membencinya
Sikap Amilia yang dingin terhadapnya justru malah membuat Denis sang Casanova menjadi penasaran dan ingin mendapatkan Amilia tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Denis
" Please Amilia aku ingin kita bicara, tapi tidak disini" pinta Denis sedikit membujuk
" Maaf kak gue harus masuk ke kelas sekarang" pamit Amilia
Chessy, Nila dan Dea yang memang sudah kembali dari Kantin hanya memperhatikan keduanya dari jauh
" Amilia kenapa sih kok sikapnya dingin gitu sama kak Denis? kak Denis itukan ganteng banget idola cewek-cewek di sekolah ini, kalau gue jadi Amilia duh gue udah ajak tuh kak Denis jadian!" ucap Dea
Plak
" Ish, Chessy sakit tau!" Pekik Dea ketika Chessy dengan entengnya menampar bahunya
" Lagian loe kalau ngomong seenak udel, Amilia mah enggak kayak loe yang ngeliat cowok modal tampang doang" sahut Chessy
" Ya lumrah kali, tapi jeleknya dimana coba kak Denis, udah ganteng tajir baik lagi orangnya" puji Dea
" Huhh" Chessy menghembuskan nafasnya
" Semua enggak ada apa-apanya kalau perilakunya minus" tutur Chessy membuat kedua sahabatnya itu tercengang
" Maksud loe?" kali ini Nila yang bertanya
" Nanti juga kalian akan tahu sendiri siapa kak Denis sebenarnya" sahut Chessy
" Ayok ah kita ke kelas sebentar lagi bel masuk" ajak Chessy kemudian
Mereka kini sudah berada di dalam kelas, Dea dan Nila memperhatikan Amilia dengan tatapan penuh selidik sementara Chessy yang duduk di sampingnya menepuk bahu Amilia memberinya dukungan
__ADS_1
" Loe enggak apa-apa?" tanya Cheesy
Amilia menoleh lalu tersenyum " Gue baik-baik aja, loe enggak usah khawatir" Sahutnya
" Gue cuma heran aja sama tuh orang, kenapa masih berani-beraninya nemuin gue, enggak ada malunya ya udah bikin anak gadis orang bunting"
" Plak" Chessy menepak lengan Amilia " Kalau ngomong asal ngejeplak aja loe, anak orang tuh loe bilang buntang bunting dikira kucing apa, hamil Amilia cantik" Gemes Chessy dengan adik iparnya itu
" He...He..." Amilia cengengesan
Bel masuk pun berbunyi Amilia dan Chessy kini mulai fokus dengan pelajarannya
🤎
Pulang sekolah Amilia berjalan lebih dulu menunggu Chessy di depan gerbang sekolah karena Chessy pamit ke toilet sebentar bersama dengan Dea dan juga Nila
Sebelum sampai gerbang sekolah saat melewati sebuah mobil yang terparkir tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang menariknya ke dalam mobil dan langsung membekap mulutnya membuat gadis itu seketika tidak sadarkan diri
Suasana saat itu cukup sepi karena hanya tinggal beberapa siswa yang lewat dan mereka pun tidak menyadari apa yang sebenarnya tengah menimpa Amilia
Mobil yang membawa Amilia pun kini sudah meninggalkan parkiran sekolah
Sementara Chessy, Dea dan juga Nila yang baru saja tiba di depan gerbang sekolah celingukan mencari keberadaan Amilia yang tidak nampak batang hidungnya
" Amilia kemana sih kok enggak ada ya?" tanya Chessy yang tiba-tiba merasa khawatir dengan Amilia
" Apa mungkin ya dia nyusul kita ke toilet?" pikir Nila
" Iya juga sih" timpal Nila
" Terus kemana dong?" Tanya Nila lagi
" Ya enggak tahu" Dea mengangkat kedua bahunya
" Apa mungkin dia dijemput duluan?" tanya Nila
" Enggak mungkin, Kalau pun udah di jemput Amilia enggak pernah pulang duluan kecuali ya Kak Amar yang nyuruh dan dia dijemput supir" terang Chessy
" Coba telpon?" seru Nila
" Udah tapi ponselnya enggak aktif" sahut Dea yang baru saja menghubungi nomor ponsel Amilia
" Iya,gue juga udah nelpon tapi nomor Amilia enggak bisa dihubungi" timpal Chessy
" Nah itu mobil jemputan kalian, mungkin Amilia sudah ada di mobil" Ucap Dea menunjuk sebuah mobil hitam milik Amar
" Iya, semoga aja Amilia sudah berada di dalamnya" sahut Chessy yang langsung menghampiri mobil Amar yang menepi di pinggir jalan diikuti oleh Dea dan Nila yang mengekor Chessy di belakangnya
" Assalamualaikum" Ucap Amar ketika Chessy menghampiri dirinya yang baru saja turun dari dalam mobil
__ADS_1
" Wa'alaikum salam" sahut Chessy, Dea dan Nila bersamaan
" Kak, apa Amilia sudah ada di dalam mobil?" Chessy menodong Amar dengan pertanyaannya seraya mengintip ke dalam mobil tidak mau ketinggalan Nila dan Dea yang juga penasaran pun ikut mengintip ke dalam mobil mencari keberadaan Amilia
" Tidak ada" ucap Dea dan Nila saling melempar pandangan
" Di dalam mobil bagaimana? kakak aja baru sampai" sahut Amar dengan kening yang berkerut
" Jangan bercanda kak?"
" Siapa yang bercanda dek?"
" Terus Amilia sekarang ada di mana kak?" Chessy nampak panik setelah Amar mengatakan kalau dia baru datang dan belum bertemu dengan Amilia
" Ya mana kakak tahu, memangnya Amilia tidak pamit sama kamu?"
Chessy menggeleng " Tadi dia bilang mau menunggu aku diluar karena kami tadi sempat ke toilet dulu kak" terang Chessy
" Iya kak, kami juga sudah menghubungi nomor ponselnya tapi enggak aktif" ucap Nila menambahi
Amar terdiam sejenak, ia pun menjadi khawatir dengan keberadaan adiknya yang tiba-tiba saja menghilang tapi karena tidak mau membuat isteri kecilnya kepikiran ia pun berusaha untuk bersikap tenang
" Kak!" lirih Chessy dengan sendu
" Mungkin saat ini Amilia sedang ada urusan, biar nanti kakak suruh Roy untuk mencari keberadaan Amilia" ucap Amar seraya merangkul Chessy yang sudah hampir menangis
" Sebaiknya kalian pulang aja dulu, nanti kalau ada kabar tentang Amilia tolong saling memberi kabar ya!" seru Amar kepada Dea dan Nila
" Iya kak, kami pamit dulu ya" ucap Dea
" Chessy gue balik ya, nanti kalau ada kabar kita saling calling!" ucap Nila
" Iya, kalian hati-hati ya !"
" Iya, loe juga Chess"
Mereka pun berpisah dan Chessy langsung naik ke dalam mobil bersama Amar
Sebelum menyalakan mesin mobilnya Amar menelpon Roy terlebih dahulu, iapun menceritakan kejadian tentang hilangnya Amilia
Roy pun yang cepat tanggap langsung melacak keberadaan Amilia melalui GPS yang terpasang di jam tangan yang dipakai Amilia
" Kak bagaimana melacak keberadaan Mili kalau ponselnya aja enggak aktif?" tanya Chessy yang sangat mengkhawatirkan keadaan Amilia
" Mili memakai jam tangannya kan?" bukan menjawab Amar malah balik bertanya
" Iya kak, memangnya kenapa?" tanya Chessy dengan polosnya
" Di jam tangan yang Mili pakai sudah terpasang GPS jadi Roy saat ini sedang melacaknya melalui jam tangan itu" terang Amar
__ADS_1
Chessy mengangguk paham tapi detik berikutnya mata Chessy terbelalak ketika netranya menangkap sesuatu dari kejauhan
" Bukankah itu_?"