Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Berusaha menenangkan pikirannya


__ADS_3

Entah apa yang sedang Amar rasakan, pria itu sejak masuk ke dalam ruang rawat inap sang isteri nampak lebih banyak diam dan sedikit bersikap dingin


Chessy pun mengerutkan keningnya melihat sikap dingin suaminya yang membuatnya merasa tidak nyaman


" Kak!" panggilnya pelan


Amar hanya menoleh sekilas lalu pura-pura sibuk dengan ponselnya


Pria dewasa itu masih menyimpan rasa kesalnya terhadap sang isteri pasalnya pada saat ia masuk ke dalam ruangan itu bersama Amilia mereka melihat Chessy dan Alex sedang tertawa dan terlihat sangat akrab padahal sebelumnya mereka tidak sedekat itu apakah karena Alex yang sudah menolongnya membuat Chessy merasa nyaman dan merasa terlindungi oleh Alex, tiba-tiba saja pikiran buruk pun bersarang di otaknya membuat Amar merasa sangat takut kalau Chessy akan jatuh cinta dengan Alex yang usianya jauh lebih muda darinya bahkan seumuran dengan sang isteri dan terlebih lagi Chessy yang memang sudah tau bagaimana perasaan pemuda itu terhadapnya membuat Amar menjadi gelisah sendiri


Amilia dan Alex saat ini sedang keluar untuk mencari makan dan hanya tinggal sepasang suami isteri itu berdua di dalam ruangan tersebut, belum hilang rasa cemburunya saat tahu dari adiknya kalau Alex sudah lama menyukai Chessy bahkan sering mengutarakan isi hatinya berkali-kali ya walau selalu berujung penolakan dari Chessy dan tidak pernah di menanggapinya kini ditambah lagi melihat kedekatan mereka yang tidak seperti biasanya membuat dada Amar bergemuruh di landa rasa cemburu yang teramat besar meskipun ia tahu dulu isterinya selalu menolak Alex tapi tidak menepis kemungkinan setelah ditolongnya Chessy berubah pikiran dan menerima perasaan pemuda itu


Karena merasa jenuh terus di acuhkan oleh Amar membuat calon ibu muda itupun gatal ingin bertanya


" Kak, kakak kenapa sih dari tadi diam terus? kakak marah ya sama aku?" tanya Chessy namun Amar bergeming dan masih pura-pura sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya


" Kak!" teriaknya karena merasa di cuekin


" Baiklah kalau kakak memang tidak mau lagi bicara dengan ku, walaupun aku sendiri tidak tahu dimana letak kesalahan ku aku minta maaf, aku akan meminta A_"


" Memintanya apa hah? apa kau akan meminta padanya untuk membawamu pergi dari ku, begitu? dan kalian akan pergi bersama iya?" sentak Amar yang memotong kata-kata Chessy dan seketika membuat mantan gadis itu tersentak kaget dengan mata yang langsung berkaca-kaca


Rasa cemburu buta Amar yang begitu besar sudah menggelapkan mata hatinya sampai tidak bisa berpikir secara rasional dan mengabaikannya sejenak saja setidaknya sampai kondisi Chessy sembuh


Katakanlah Amar egois, rasa cintanya terhadap Chessy yang begitu besar dan juga karena rasa takut kehilangan isteri kecilnya itu justru malah membuatnya bertidak bodoh dan tanpa sadar ia telah menyakiti Chessy


Entah kenapa Amar merasa tidak berguna karena untuk melindungi isterinya saja ia tidak mampu bahkan ketika ingin menolongnya pun ia sudah didahului oleh laki-laki yang mencintai isterinya, seketika Amar merasa insecure


Chessy menggeser tubuhnya menjadi membelakangi Amar, sekuat hati Chessy berusaha untuk tidak menangis walaupun sangat sulit mengendalikan air mata yang selalu ingin tumpah


Mengingat kondisi kesehatan dirinya dan juga bayi yang ada di dalam perutnya setelah tadi Alex sempat memberitahunya ketika Amar dan Amilia sedang keluar membuat Chessy sebisa mungkin menekan emosi dan juga gejolak batinnya yang sedang berperang melawan rasa sedihnya karena sikap sang suami yang tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya


Flashback on


Melihat Chessy menangis membuat Alex tidak tega ia pun berusaha menenangkan mantan gadis itu sebisanya


" Iss... loe ternyata jelek ya kalau nangis!"


Chessy yang tadinya sedang menangis karena tiba-tiba teringat dengan kejadian penyekapan yang sempat dialaminya langsung menoleh ke arah Alex


" Untungnya loe udah nikah sama kakaknya si cewek bar-bar itu" lanjutnya


Chessy yang mendengar Alex mengatakan cewek bar-bar pun langsung mendongak ke arah pemuda itu


" Cewek bar-bar ? Amilia maksud loe?" tanya Chessy seraya menghapus air matanya


" Ya siapa lagi emangnya"


" Terus apa maksud loe ngomong kayak gitu?"


Alex tersenyum tipis " Karena gue jadi sadar ternyata loe itu jelek dan cewek bar-bar itu jauh lebih cantik daripada loe" sahut Alex terang-terangan


Chessy bergeming sejenak beberapa detik kemudian dia baru sadar kalau cowok yang dulu sempat mengejar-ngejar dirinya sedang memuji sang adik ipar


" Jangan-jangan loe itu suka ya sama Amilia!" Terka Chessy


Alex kembali tersenyum membuat Chessy mengerutkan keningnya menatap Alex lekat


" Kenap? penasaran ya? ha...ha ..!" Alex bukan menjawab malah menggodanya dan didalam hati kecil pemuda itu ia merasa lega karena berhasil membuat Chessy mengalihkan pikirannya dan tidak lagi bersedih

__ADS_1


" Lex, ih malah ketawa lagi, ayo jawab dong Loe suka ya sama Amilia?" Chessy terus memaksa Alex untuk menjawab


" Kalau suka kenapa kalau enggak kenapa?" Alex balik bertanya


" Kalau iya, loe enggak boleh nyakitin apalagi mempermainkan perasaannya awas aja kalau sampai berani nyakitin hati sahabat gue, pastinya gue akan membuat perhitungan sama loe" ancam Chessy yang membuat Alex tertawa melihat raut wajah Chessy yang terlihat menggemaskan dimatanya saat mengancamnya seperti itu tapi meskipun Chessy pernah bertahta dihatinya pemuda itu sudah ikhlas Chessy sudah bahagia dengan pria yang dicintainya apalagi saat ini di dalam hatinya sudah terukir nama gadis yang selalu mengusik hati dan pikirannya walaupun tanpa sepengetahuan sang gadis


Entah kenapa Alex tidak seberani seperti ketika ia mengungkapkan isi hatinya terhadap Chessy dulu, walaupun berkali-kali di tolak ia tidak pernah menyerah dan dengan mudahnya ia selalu mengungkapkan perasaannya tapi kali ini bahkan memandang wajahnya pun Alex hanya bisa curi-curi pandang ada rasa gugup yang begitu besar kerap kali bertatapan dengan sang pujaan hati


" Kenapa loe enggak bilang terus terang aja si Lex, nanti keburu disambar orang loh!"


Alex menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Chessy


" Enggak semudah itu bumil!" sahutnya


" Dih apaan si loe bumil... bumil...!" Chessy mengerucutkan bibirnya


" Ya emang bumil" godanya


" Jangan gitu Lex, nanti didengar teman-teman sekolah bisa amsyong gue"


Alex terkekeh " Lah loe lagian masih sekolah udah melendung aja tuh perut" ledeh Alex


" Alex ih nyebelin banget si loe" kesal Chessy dan Alex pun kembali tertawa


" Loe udah tahu kan kondisi kesehatan loe dan juga bayi yang ada dalam perut loe itu?" tanya Alex yang berubah bicara sedikit serius dan Chessy menanggapi dengan mengangguk pelan


" Jadi seberat apapun yang loe rasakan sebaiknya loe usahakan untuk menenangkan hati dan juga pikiran loe Ches, ketika loe merasa sedih atau loe tiba-tiba teringat dengan kejadian yang membuat loe merasa tertekan dan tidak nyaman loe harus coba alihkan dengan pikiran yang positif dan hal yang menyenangkan aja misalnya masa-masa loe sedang kumpul-kumpul sama teman-teman loe, atau loe bayangin lucunya anak loe kalau udah lahir nanti atau bisa juga loe ingat konyolnya gue yang udah berkali-kali nembak loe tapi berujung loe tolak terus tapi ya...untung juga sih loe tolak coba kalau loe terima ya kali gue jadi pebinor, ha...ha... enggak lucukan cowok setampan di sekolah jadi pebinor udah bunting lagi ceweknya, ha...ha...!" tawa Alex


" Alex.. ih.. pede banget si loe jadi orang, untung juga emang gue nolak loe, kak Amar jelas dong jauh banget dibanding loe "


" Iya emang, dia jauh lebih tua dari gue" Alex kembali terbahak


Melihat Chessy yang diam dan malah menatapnya begitu lekat membuat Alex menghentikan tawanya


" Ngapain loe liatin gue kayak gitu? awas naksir!"


Chessy melotot tajam " Sembarangan kalau ngomong, mana ada gue naksir cowok pembuat onar dan nyebelin kayak loe apalagi gue udah jadi bini orang ingat itu" sahut Chessy ketus


" Ya kali aja loe berubah pikiran tapi sayangnya hati gue udah berubah haluan"


Kali ini Chessy yang tergelak " GeEr banget loe, semoga kali ini loe enggak salah haluan lagi ya Lex, kan enggak lucu cowok yang ngaku paling tampan disekolah, cintanya dua kali ditolak cewek" ledek Chessy lalu tertawa


" Wahhh... teman laknat loe ya ngedoinnya yang jelek"


Chessy malah semakin tertawa dan Alex pun ikut tertawa


" Ternyata loe enggak sedingin itu ya Lex, disekolah loe itu sumpah ya nyebelin banget" ungkap Chessy


" Kenapa? nyesel loe udah nolak gue ?"


" Pede loe ketinggian"


" Biarin, yang penting gue ganteng "


Chessy menimpali seraya geleng-geleng kepala dan senyum diwajahnya pun tidak surut


" Gue doain semoga loe dan Amilia segera jadian" ucap Chessy


Alex langsung mendongak menatap Chessy

__ADS_1


" Amin, loe enggak keberatan kan kalau gue mendekati sahabat loe sekaligus adik ipar loe itu?"


Chessy tersenyum " Gue jelas keberatan apalagi kalau loe mendekati Amilia cuma untuk menyakitinya"


" Ya enggaklah, mana berani gue nyakitin dia, kakaknya aja galak banget dan gue juga yakin daddy-nya pasti enggak bakal tinggal diam gitu aja kan kalau gue mencoba untuk ngedeketin putrinya apalagi sampai nyakitin hati putrinya"


" Bagus dah kalau loe sadar diri!"


" Gue sadar Chess, enggak gila"


" Masa?"


" Gila sih sedikit" Alex tergelak sementara Chessy menautkan kedua alisnya seraya menatap Alex dengan tatapan curiga


" Gila karena adik ipar loe Chess" ucap Alex yang tidak mau Chessy salah asumsi dengan ucapannya


Chessy tertawa " Loe emang udah gila dari dulu Lex"


" Sialan loe"


Chessy masih tertawa dan Alex pun ikut tertawa


" Syukurlah Ches loe udah bisa ketawa lagi tadinya gue sempat bingung gimana caranya bikin loe berhenti menangis" ucap Alex yang langsung membuat Chessy menatap serius Alex


"Terimakasih Lex udah bikin gue merasa jauh lebih tenang" ucap Chessy


" Enggak usah berterima kasih, gue ngelakuin ini karena gue enggak mau melihat orang yang gue sayang sedih ngeliat loe sedih dan gue juga enggak mau sampai terjadi apa-apa sama calon ponakan gue " ungkap Alex jujur


" Keponakan loe dari mana? pede banget loe"


" Ya calon Chess, Loe mah gitu"


Chessy tertawa " Duh kayaknya beneran serius ini sih"


" Ya seriuslah Chess, dia itu cewek langka"


" Loe kira dia apaan loe bilang langka"


" Ya emang langka, dia itu cewek yang berbeda dari yang lain, pokonya beda aja dah"


" ya... ya..ya... semoga loe beneran serius dan enggak main-main dengan ucapan loe itu ya Lex"


" Gue serius Chess, tapi_!"


" Tapi apa?"


" Loe jangan bilang ke dia dulu ya"


" Kenapa?"


" Ya gue masih belum siap aja, gue nunggu waktu yang tepat dan gue juga takut ditolak lagi" sahut Alex dengan ekspresi wajah yang nampak lucu dan Chessy kembali tertawa mendengar kejujuran Alex lalu keduanya pun tertawa


Ceklek


Pintu ruangan terbuka keduanya yang sedang tertawa langsung menoleh ke arah pintu


Flashback off


Chessy yang tidak ingin berpikiran buruk dan takut mempengaruhi kehamilannya memilih untuk memejamkan mata dan menenangkan hatinya

__ADS_1


Ia harus berpikiran positif dan membiarkan sang suami menenangkan pikirannya sendiri


__ADS_2