
Hampir setiap hari Chessy dan Amilia pulang dan pergi ke sekolah bersama-sama yang tentunya diantar jemput oleh Amar
Banyak yang merasa iri dengan kedekatan keduanya, pasalnya semua orang tau siapa Amilia dan tidak mudah juga untuk akrab dengan gadis itu
Apalagi melihat sikap Amilia yang sangat protektif pada Chessy bahkan dia pun selalu membawakan bekal untuk Chessy yang khusus dibuatkan oleh mommy Naura
Awalnya Dea dan Nila pun merasa heran dengan sikap Amilia yang sangat protektif terhadap Chessy sampai makanan yang Chessy makan pun selalu diatur tapi setelah tahu kondisi Chessy yang sebenarnya mereka berdua pun mengerti bahkan terkadang ikut menjaga Chessy
Chessy tidak keberatan dengan sikap ketiga sahabatnya, bagi gadis itu apapun yang dilakukan para sahabatnya itu semata-mata memang untuk kebaikan dirinya dan juga bayi yang kandungannya
Karena sikap posesif Amilia dan kedua sahabatnya membuat Alex yang hendak mendekati Chessy pun harus menelan kekesalannya karena selalu gagal dan Amilia tidak pernah membiarkan Chessy sendirian
" Bosen gue liat loe lagi... loe lagi!" kesal Alex karena lagi dan lagi Amilia selalu menghalanginya untuk mendekati Chessy
" Bukan loe doang, bahkan gue jauh lebih muak ngeliat loe mulu" sungut Amilia
" Udah minggir loe, enggak usah deh loe ngehalang-halangi gue terus!"lanjutnya
" Eh cewek bar-bar pede amat loe, siapa juga yang ngelangi jalan loe yang ada gue bersyukur banget kalau loe langsung hilang dari pandangan mata gue kalau perlu sekalian hilang dari muka bumi " ucap Alex berapi-api
" Wahh... loe mau cari gara-gara ya, dasar cowok cabe-cabean !"
" Kurang ajar loe ya ngatain gue cowok cabe-cabean, enggak tau loe berhadapan dengan siapa?"
" Siapa emangnya? loe pikir gue takut gitu? baru anak pejabat aja sombongnya udah setinggi langit dicopot tuh jabatan kelojotan baru tau rasa!"
" Loe_?"Alex menatap Amilia tajam
" Apa?" tantang Amilia sambil bertolak pinggang
" Sebaiknya loe menyingkir dari hadapan gue sebelum gue_!"
" Sebelum loe apa cewek bar-bar? loe pikir gue takut gitu sama ancaman loe!" Alex ikut menantang Amilia
Kini keduanya saling adu tatap sambil bertolak pinggang
"Kalian berdua udah kayak tom and Jerry ya, kalau ketemu pasti bertengkar, hati-hati loe dari benci jadi cinta" ucap Chessy
" Ogah, amit-amit jabang bayi jatuh cinta sama dia!" ucap Amilia berbarengan dengan Alex
" Dih, bisa kompak gitu!" ledek Dea
" Siapa yang kompak?" ucap Amilia dan Alex yang kembali berbarengan
" Nah itu!" ucap Nila
Amilia dan Alex pun saling melempar tatapan tajam, keduanya lalu sama-sama buang muka dan pergi begitu saja dengan mengambil arah jalan yang berlawanan
Chessy, Dea dan Nila pun terkekeh melihat wajah masam Amilia
Hampir setiap hari Alex berusaha mendekati Chessy namun berulang kali pun usahanya selalu gagal
Amilia dibantu oleh Dea dan Nila menjaga Chessy dari gangguan cowok-cowok yang berusaha mendekati Chessy apalagi setelah hamil badan Chessy terlihat berisi membuat gadis itu terlihat jauh lebih cantik dan menarik
Melihat banyak para siswa yang berusaha mencari perhatian Chessy membuat Claudia semakin geram saja dengan Chessy
Apalagi hampir semua cowok yang Claudia sukai mencari perhatian kepada Chessy terutama Alex
" Chess, sadar enggak sih loe saat hamil kayak gini malah banyak cowok-cowok yang sok-sokan mencari perhatian loe!" ucap Amilia berbisik
Saat ini mereka sedang berada di kantin dan keberadaan Chessy bersama Amilia dan juga kedua sahabat mereka Nila dan Dea tentu saja menjadi pusat perhatian anak-anak yang berada di kantin tersebut
Mereka menjadi bahan perbincangan para cewek-cewek yang tidak suka sama mereka dan selalu menjadi bahan gosipan yang tidak penting karena merasa iri dengan kedekatan keduanya apalagi melihat Chessy yang semakin hari semakin cantik, mereka berasumsi kecantikan Chessy karena dimodali oleh Amilia yang memang terkenal cewek tajir melintir
" Iya Chess apa yang Amilia bilang itu benar loh sekarang ini loe jadi tambah menjadi pusat perhatian para cowok-cowok, dari kemarin aja ada anak kelas sebelah yang nitip salam buat loe " ucap Dea
" Ah biarin ajalah!" ucap Chessy yang tidak mau ambil pusing
" Chessy yang sekarang itu kelihatan tambah cantik dan menarik, loe kelihatan tambah seksi Chess bikin para cewek-cewek iri sama loe makanya dari tadi gue perhatiin mereka ngeliatin Loe nya sinis gitu" Nila ikut menimpali
" Apaan sih loe Nil, semakin gendut iya yang ada tuh!" sahut Chessy
" Tapi benar apa yang dibilang Nila, aura loe keluar Chess, loe itu kalau diperhatiin tuh semakin cantik dan juga seksi mungkin karena itu banyak cowok yang naksir sama loe" ucap Dea
" Kalian ngomong apa sih, enggak jelas ah!" Wajah Chessy bersemu merah menahan malu karena selalu di puji cantik dan seksi oleh Nila dan Dea
Amilia diam-diam memperhatikan Chessy dan benar apa yang dikatakan Dea dan Nila kalau Chessy terlihat semakin cantik dan menarik, itu tandanya dia harus lebih ekstra lagi menjaga sang kakak ipar dan dia juga harus memberitahu kakaknya untuk lebih berhati-hati karena tikungan semakin banyak dan tajam
" Loe kenapa Mil?" Chessy menepuk bahu Amilia yang terlihat tengah melamun
" Ya?" Amilia terperanjat " Emmm... gue enggak kenapa-napa" sahut Amilia
__ADS_1
***
Pulang sekolah seperti biasa mereka pulang bersama, sebelum mengantar Chessy pulang Amar lebih dulu mengantarkan Amilia
Sesampainya di Mension mereka dikejutkan dengan mobil yang terparkir di depan rumah yang mereka tahu siapa pemilik mobil tersebut
" Kak!" ucap Amilia seraya menatap ke arah mobil tersebut
" Bagaimana ini kak?" tanya Amilia dan Chessy melihat raut kecemasan di wajah sang adik ipar
Perasaan Chessy menjadi tidak enak ia pun menduga kalau mobil tersebut milik Opa Bara
" Kak apa itu mobil _?" Chessy belum menyelesaikan pertanyaannya Amar sudah lebih dulu menganggukkan kepalanya ia sudah mengerti apa yang akan ditanyakan oleh Chessy
" Iya, kamu benar itu mobil Opa Bara" sahut Amar
Mendengar itu mobil milik Opa Bara membuat Chessy langsung menciut dan sedikit bergetar
Amar yang melihat perubahan raut wajah sang isteri langsung mengulurkan tangannya dan menggenggam erat tangan Chessy
" Semua akan baik-baik saja!" ucap Amar seraya mengulas senyum diwajahnya
Amilia mengerti ketakutan yang dirasakan Chessy, apalagi dia juga hafal bagaimana perangai sang Opa yang memang tidak menyukai Chessy sejak awal mereka bertemu
" Kak aku tunggu disini aja ya!" ucap Chessy
Amar masih menggenggam erat tangan Chessy lalu mengecupnya
" Apa tidak apa-apa kamu tunggu disini?" tanya Amar
" Tidak apa-apa kak, aku akan baik-baik saja" sahut Chessy
Namun siapa yang menyangka setelah Amar dan Amilia turun dari dalam mobil dan hendak masuk ke dalam rumah mereka malah berpapasan dengan Opa Bara yang juga hendak keluar
Amilia terkejut bukan main karena ternyata Opanya datang tidak sendirian melainkan bersama seorang wanita dewasa yang seumuran dengan kakaknya
Wanita itu tersenyum sumringah saat melihat kedatangan pria pujaan hatinya membuat Amilia yang jengah terasa ingin muntah
" Akhirnya kau pulang juga!" ucap Opa Bara saat bertemu dengan Amar
" Iya!" ucap Amar datar seraya menyalami punggung tangannya yang kemudian disusul oleh Amilia yang ikut menyalaminya dengan takzim
" Amilia, sebaiknya kamu masuk kakak akan kembali ke kantor salam aja buat mommy dan daddy!" ucap Amar yang langsung diangguki oleh Amilia
Amar mendengus kesal " Mau bicara apalagi Opa?" tanya Amar
" Sebaiknya kita bicarakan di dalam saja atau kita cari tempat makan di luar?"
Amar menggeleng pelan " Tidak perlu Opa, sebaiknya Opa bicarakan aja langsung sekarang aku masih ada urusan !" ucap Amar datar
Opa Bara menahan Emosinya karena sikap keras kepala Amar
" Opa sudah menentukan tanggal pertunangan mu dengan Selena!" Ucap Opa Bara
Selena wanita dewasa yang berdiri di samping Opa Bara tersenyum penuh kepuasan
Amar menaikkan sudut alisnya lalu tersenyum miring Selena yang baru pertama kali melihat senyum Amar pun telah salah mengartikan arti senyuman seorang Amar
" Lakukan saja sesuai keinginan Opa, akupun akan melakukan apapun sesuai dengan keinginan ku!" ucap Amar dengan santainya membuat Opa Bara mengepalkan tangannya kuat
Selena yang sedang terhipnotis oleh pesona seorang Amar pun malah senyum-senyum sendiri, lagi-lagi ia salah mengartikan kalimat yang Amar katakan
Senyum wanita itu terus saja mengembang walaupun Amar bersikap datar kepadanya
Chessy yang masih berada di dalam mobil meremas jari-jari tangannya ia merasa sangat khawatir Opa akan melihat keberadaannya dan pasti akan sangat marah melihat kehadirannya di mansion tersebut
" Jika sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku pamit Opa!" Amar menyalami punggung tangan Opanya dengan takzim
" Apa karena wanita itu kau bahkan mengacuhkan Opamu sendiri?" langkah Amar pun langsung terhenti
" Suruh gadis itu keluar Opa mau bicara dengannya!" ucap Opa Bara dengan tegas
" Tidak ada yang perlu Opa bicarakan dengannya jika hanya ingin menyakiti hatinya!" ucap Amar tegas
Opa Bara membelalakkan matanya tidak menyangka jika Amar akan berkata seperti itu
" Apa kau akan melindungi gadis tidak tahu diri itu terus?" tanya Opa dengan nada tinggi
" Dia punya nama ( Chessy) panggil dia Chessy Opa!" ucap Amar
" Dia bukan gadis tidak tahu diri Opa, justru dia sangat tahu arti sopan santun dan tau bagaimana cara menghormati orang lain!" lanjut Amar
__ADS_1
" Apakah begini cara menghormati orang lain apalagi orang tua?" pungkas Opa
" Lebih baik dia didalam mobil dari pada keluar hanya mendapatkan kalimat pedas yang menyakitkan" Opa langsung terdiam
" Suruh dia keluar!" titah Opa
" Untuk apa?" tanya Amar
" Apa harus ada alasan untuk menyapa orang tua?" Opa mendelik tajam dan Amar menghela napas panjang
" Lagi pula ada urusan apa anak itu datang ke sini?" tanya Opa lagi
" Dasar jal*ng kecil!" umpat Opa
" Cukup Opa, jika tidak ada hal yang penting aku pergi!" ucap Amar melenggang pergi
" Amar!" panggil Opa namun tidak dihiraukan
Amar masuk ke dalam mobil dan melihat Chessy nampak sedikit ketakutan
Amar langsung menarik tubuh Chessy kedalam pelukannya
" Tenang, semua akan baik-baik saja!" ucap Amar seraya mengusap punggung Chessy
" Buka!" Seru Opa sambil mengetuk kaca mobil
Amar mengurai pelukannya lalu menatap Chessy " Jangan takut ada kakak, apapun yang dikatakan Opa jangan dimasukkan ke dalam hati, anggap ini sebagai ujian dalam rumah tangga kita!" ucap Amar dan Chessy hanya menjawab dengan anggukan kecil
Opa Bara kembali mengetuk kaca mobil karena Amar tak kunjung membuka pintunya
Klek
Amar membuka pintu mobilnya lalu keluar diikuti oleh Chessy
Selena tersenyum sinis menatap Chessy yang baru keluar dari dalam mobil
" Dasar gadis tidak ta_!"
" Kenapa kalian berada di luar? Amar kenapa tidak mengajak Chessy masuk ke dalam?" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan memotong kalimat Opa Bara yang hendak menghardik Chessy
Chessy menundukkan wajahnya tidak berani melihat Opa Bara dan juga yang lainnya, rasanya ingin sekali ia menghilang saja
Mommy yang tahu ketakutan yang dialami Chessy langsung berjalan menghampiri gadis itu yang nampak gelisah sambil meremat jari jemarinya
Awalnya mommy Naura dan dad Mahendra tidak tahu kedatangan Chessy namun Amilia yang mengkhawatirkan keadaan sang kakak ipar yang bisa saja bertemu dengan Opa Bara dan kembali mendapatkan kata-kata pedas darinya memutuskan untuk memberitahunya dan meminta bantuan kepada keduanya
" Ayok masuk sayang!" ucap Mommy Naura seraya merangkul bahu sang menantu
Chessy mendongak dan menatap mommy Naura
" Semua akan baik-baik saja sayang!" Ucap Mommy Naura meyakinkan Chessy
Chessy mengangguk lalu mengikuti langkah mommy Naura masuk ke dalam mansion
Selena yang melihat kedekatan keduanya mendengus kesal ia menatap sinis dan mengumpat Chessy dalam hati
Opa Bara yang hendak bicara pun dengan cepat langsung di cegah oleh dad Mahendra
" Kenapa papa masih disini, bukankah tadi bilangnya sedang terburu-buru ingin menghadiri jamuan makan malam?" ucap dad Mahendra membuat Opa menatapnya tajam
" Kau mengusir ku?" hardik Opa Bara
Dad Mahendra tersenyum " Bukan mengusir hanya sekedar mengingatkan takutnya jamuan yang akan papa hadiri itu jamuan penting" sindir dad Mahendra membuat Opa Bara Langsung bungkam
" Opa!" panggil Selena dan Opa Bara langsung menoleh ke arah wanita itu
" Bilang pada kedua orang tuamu, jamuan makan malam pindahkan saja ke mansion ini!" ucap Opa Bara pada Selena membuat gadis itu tersenyum senang
" Baik Opa!" ucap wanita itu dengan penuh semangat
Amar yang mendengar ucapan keduanya hanya memutar bola matanya malas dan melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan umpatan yang keluar dari mulut Opanya
Amar masuk ke dalam rumah besar tersebut namun tidak melihat keberadaan sang isteri
" Dia di kamar ku kak!" ucap Amilia yang sontak membuat Amar terkejut karena Amilia muncul tiba-tiba sambil membawa dua gelas air ditangannya
" Bagaimana keadaannya?" tanya Amar yang sangat mengkhawatirkan keadaan isteri kecilnya itu
" Sudah jauh lebih baik ada mommy bersamanya!" sahut Amilia
" Syukurlah!" sahutnya
__ADS_1
Amilia menaiki anak tangga menuju kamarnya, Amar yang masih merasa cemas kalau belum melihat keadaan isterinya langsung mengekor di belakangnya