Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Perdebatan


__ADS_3

Opa Bara nampak geram dengan sikap putranya dan juga menantunya yang nampak begitu membela gadis yang merupakan sahabat dari putrinya Amilia


Apalagi saat acara jamuan makan malam dengan kedua orang tua Selena, mommy Naura bahkan membiarkan Chessy ikut bergabung dengan mereka


Opa Bara tak henti melirik tajam pada Chessy yang terus saja menundukkan pandangannya


Gadis itu tahu kalau Opa Bara sangat tidak menyukai keberadaannya di tengah-tengah mereka


Awalnya Chessy sudah menolak namun Amar terus saja memaksanya, pria itu ingin Chessy kuat menghadapi keangkuhan Opa Bara agar lebih terbiasa dan kedepannya tidak merasa takut lagi


Bahkan Amar terus saja meyakinkan isteri kecilnya itu kalau apapun yang Opa Bara putuskan tentang hubungannya dengan Selena Chessy cukup percaya dengan ucapannya karena keputusan akhir ada di tangannya sendiri dan satu hal yang harus Chessy yakini kalau isteri Amar itu hanya satu dan itu hanyalah Chessy seorang


Chessy yang tadinya merasa takut setelah mendengar ucapan sang suami akhirnya berusaha untuk kuat dan bersabar menghadapi kata-kata pedas sang Opa


Namun meskipun sudah mempersiapkan mentalnya, Chessy pun masih cukup terkejut ketika Opa Bara dan kedua orang tua Selena tiba-tiba tanpa persetujuan dari Amar langsung menentukan hari dan tanggal pertunangan antara Amar dan Selena


Hampir saja Chessy menitikkan air matanya kalau saja Amilia tidak menggenggam tangannya yang berada di bawah meja


Chessy yang duduk di sebelah Amilia pun melirik ke arah sahabatnya itu dan terlihat Amilia mengangguk kecil sebagai isyarat semua akan baik-baik saja tidak usah di pikirkan


Begitu juga dengan mommy Naura yang diam-diam melirik ke arah Chessy lalu mengulas senyum tipis pada sang menantu


" Kenapa Opa mengambil keputusan sendiri?" tanya Amar menolak keputusan yang diambil oleh Opanya


Opa Bara tersenyum miring " Sudah saatnya kamu berbakti kepada orang tua!" sahut Opa Bara dingin


Selena yang mendapat dukungan dari Opa Bara pun tersenyum penuh kemenangan sementara Chessy berusaha untuk menguatkan hatinya


" Kalian!" Opa Bara menunjuk Chessy dan Amilia bergantian


" Sebaiknya kalian pergi dari sini, tidak baik kalian berada di sini mendengar pembicaraan orang dewasa!" usir Opa Bara dengan tegas

__ADS_1


Chessy melirik mommy Naura lalu beralih pada Amar, setelah mendapat anggukan dari keduanya Chessy pun beranjak dari tempat duduknya bersama dengan Amilia, keduanya lalu berjalan menuju kamar Amilia


Selena tersenyum sinis pada Amilia dan Chessy, wanita itu merasa berada di atas angin dan meremehkan keduanya


Amar dan yang lainnya kini sudah pindah ke ruang keluarga, perdebatan antar keduanya pun masih berlanjut


Amar dan Opa Bara sama-sama keras kepala, keduanya tidak ada yang mau mengalah bahkan ucapan Amar yang tidak mau menerima perjodohan itupun membuat Opa Bara marah besar


Bagi Amar semarah apapun Opa Bara dia sama sekali tidak takut karena tanggung jawab dirinya terhadap isteri jauh lebih besar dari apapun dan dia tidak ingin kembali melukai hati isterinya apalagi saat ini sedang mengandung buah hatinya


Ingin sekali Amar mengatakan hal yang sebenarnya pada Opanya namun melihat perangai opanya yang tidak mudah percaya begitu saja, takutnya ia malah memutar balikkan fakta dan tentu saja tetap menginginkan Selena sebagai cucu menantunya


Selain itu Amar juga takut jika Selena sampai tahu status Chessy sebagai isterinya apalagi dalam kondisinya saat ini yang tengah hamil yang ada hal itu malah akan di jadikan senjata untuknya untuk menghancurkan nama baik Chessy di sekolah dan parahnya lagi dijadikan ancaman agar Amar mau menikah dengannya


Karena pertimbangan hal itulah Amar masih merahasiakan pernikahannya dengan Chessy


" Pah, sudahlah jangan terus menerus memaksa Amar biarkan dia menentukan jodohnya sendiri!" tegas Dad Mahendra yang sudah merasa jenuh dengan sikap papanya yang begitu memaksakan kehendaknya kepada putranya itu


" Apa maksud kamu bicara seperti itu mas pada putraku?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul membuat semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah sumber suara


" Tahu apa kamu mas tentang masa depan cucuku Amar?" tanya wanita yang sudah banyak kerutan di wajahnya itu pada sang suami


Amar, mommy dan dad Mahendra beranjak dari duduknya dan menghampirinya untuk menyalaminya dengan takzim


" Jelas aku tahu dan Amar harus mendapatkan wanita yang sederajat dengannya, wanita yang tentu saja sudah jelas bebet bobotnya, statusnya, karirnya yang cemerlang dan juga wanita yang pandai membawa diri tidak sembrono dan tidak murahan_!" ucap Opa Bara


" Murahan? siapa yang Opa maksud ?" Cecar Amar


" Wanita yang dengan sengaja mendekati mu dan memanfaatkanmu" sahut Opa Bara


" Cukup Opa, jangan bicara omong kosong lagi, aku sudah dewasa dan aku tahu mana yang tulus dan mana yang berpura-pura!" tekan Amar

__ADS_1


" Amar benar, dia sudah dewasa dan dia tentu tau mana yang terbaik untuknya" ucap Oma menimpali ucapan Amar


" Apa kamu tidak memikirkan kebahagiaan cucumu sendiri mas?"


" Aku yakin Amar pasti ingin menikah dengan wanita yang dicintainya tanpa adanya keterpaksaan!" tegas Oma


" Seiring berjalannya waktu mereka juga pasti bisa saling mencintai" sahut opa Bara dengan kekeh


" Tidak semudah itu mas!" Opa Bara terdiam


Mommy Naura dan dad Mahendra saling melempar tatapannya mendengarkan perdebatan anak dan kedua orangtuanya


Amar yang sudah merasa jenuh dengan pembicaraan dengan Opanya pun memilih untuk pergi


Sementara Chessy yang berada di dalam kamar Amilia merasa gusar dan tidak tenang, bahkan gadis itu pun mundar mandir tidak jelas membuat Amilia mendengus kesal karena pusing melihat Chessy yang berjalan bolak-balik dihadapannya


" Chess bisa enggak si loe diam, pusing gue ngeliatnya!" ucap Amilia


Chessy yang sedang mundar mandir pun langsung mendekati Amilia " Mil kira-kira kak Amar menerima keputusan Opa enggak ya?" tanya Chessy sambil meremas jari jemarinya


" Menurut loe?" Bukan menjawab Amilia malah balik bertanya


" Ya gue enggak tahu, kalau gue tahu mana mungkin gue kayak gini!" sahut Chessy


" Apa loe takut kak Amar nikah lagi?" tanya Amilia yang spontan membuat Chessy membelalakkan matanya


" Mak... maksud loe apa bertanya kayak gitu?" tanya Chessy tergugu


" Ya enggak ada maksud apa-apa, cuma mau tahu aja bagaimana reaksi loe kalau ternyata kak Amar setuju dengan keputusan Opa" tutur Amilia yang tentu saja kata-kata itu membuat Chessy langsung terdiam dengan wajah yang seketika berubah muram


Chessy menundukkan wajahnya, seketika terlintas bayangan Amar yang tengah duduk bersanding dengan Selena

__ADS_1


__ADS_2