Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Penolakan Amar


__ADS_3

Usai sarapan mereka semua bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit


" Amar, apa kamu tidak sebaiknya istirahat saja di rumah?" ujar Oma yang merasa kasihan dengan sang cucu yang terlihat nampak lelah


" Tidak apa Oma, aku sudah cukup istirahat kok tadi" sahut Amar


Mereka berlima pun berangkat ke rumah sakit dengan Oma yang satu mobil dengan Momny disupiri oleh pak Tono supir Oma sedangkan Chessy dan Amilia naik satu mobil dengan Amar


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ruang dimana Opa sudah dipindahkan ke ruang perawatan


Sebelum mereka berangkat tadi dad Mahendra sudah memberitahu mommy tentang pemindahan Opa ke ruang perawatan karena kondisi Opa yang nyatakan sudah melewati masa kritisnya


Saat masuk ke ruangan perawatan Opa Bara, mereka semua nampak bernapas lega karena Opa ternyata sudah sadar dan terlihat sudah jauh lebih baik


" Syukurlah Opa sudah sadar" ucap Amilia dan langsung berhambur kepelukan Opanya yang saat ini tengah duduk bersandar di kepala ranjang


" Opa harus cepat sadar karena ada cucu-cucu Opa yang sudah datang" ucap Opa setelah mengurai pelukannya


" Bagaimana kondisi opa sekarang?" kali ini Amar ya bertanya menghampiri Opanya lalu menyalaminya dengan takzim


" Kau lihat kan kondisi Opa mu ini sudah kembali sehat dan masih menunggu mu untuk mengatakan iya menerima penawaran Opa " ucap Opa membuat Amar mendengus kesal


" Jangan mengumpat Opamu dalam hati, Opa tidak akan pergi dengan tenang jika kau belum memberikan Opa cicit" ucapnya membuat Amar geleng-geleng kepala dengan kelakuan Opanya yang tidak kunjung berubah


" Sudahlah Opa, lihatlah kondisi Opa saat ini masih sakit sudah membicarakan hal yang tidak penting itu lagi" ucap Amar terang-terangan


" Kau _!"


" Sudahlah mas jangan paksa cucu kita seperti itu, kamu itu baru juga sadar tapi sudah membicarakan macam-macam" kesal Oma pada suaminya


Opa Bara mendengus kesal karena isterinya selalu saja membela cucu kesayangannya itu


" Pokoknya Opa tidak mau tahu kamu harus menerima perjodohan itu, Opa sudah berjanji pada teman Opa akan menikahkan cucunya dengan mu Amar" ucap Opa Bara yang seketika membuat Chessy terbelalak sedangkan Amar memejamkan matanya menahan kekesalannya pada Opanya yang lagi-lagi memaksakan kehendaknya.


" Sudahlah pah, soal jodoh aku tidak ingin memaksakan anakku lagi, dia berhak memilih kebahagiaannya sendiri" ucap dad Mahendra yang tidak ingin membuat menantunya bersedih karena ucapan orang tuanya

__ADS_1


Melihat Chessy yang menundukkan wajahnya membuat mommy Naura kasihan pada menantunya yang pasti terluka mendengar ucapan Opa Bara yang menginginkan Amar menikahi cucu dari teman baiknya


" Opa, jangan bicarakan hal itu bisa enggak, atau Opa ingin aku kembali lagi ke Jerman?" ancam Amar


" Kau memang cucu kurang ajar di saat seperti ini pun beraninya kau mengancum ku, dasar keras kepala!" marah Opa Bara


" Pah sudahlah, ingat penyakit papa jangan seperti ini pah, pikirkan saja kesembuhan papa soal pernikahan Amar bisa kita bicarakan lagi nanti setelah papa sembuh" ucap mommy Naura yang tidak ingin mendengar perdebatan antara anak dan mertuanya itu


" Dengar apa kata menantumu itu mas, pikirkan lah kesembuhan mu dulu"


Setelah semua keadaan kembali tenang tiba-tiba netra opa Bara menangkap wajah yang asing di penglihatannya


" Siapa gadis itu?" tanya Opa Bara pada Oma yang duduk di samping ranjangnya


" Oh itu temannya Amilia namanya Chessy" jawab Oma


" Untuk apa dia ikut ke sini?" tanya Opa lagi dengan nada suara yang terdengar tidak suka dengan keberadaan Chessy


" Kenapa memangnya, dia gadis yang baik dia ikut ke sini karena Naura yang mengajaknya untuk menemani Amilia dan untuk menjenguk mu tentunya" sahutnya Oma menjelaskan


Merasa ada yang menatapnya Chessy pun refleks menoleh ke arah Opa Bara dan saat itu bertepatan dengan Opa Bara yang menatapnya dengan tatapan tidak suka


Deg...


Degup jantung Chessy berdetak lebih cepat dari biasanya, Amar yang juga melihat tatapan tidak suka Opa Bara terhadap Chessy langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri Chessy


" Apa kau bosan berada di sini?" tanya Amar pada Chessy yang sedang menundukkan kepalanya sambil meremat jemarinya


Chessy yang ditanya oleh Amar pun merasa sangat terkejut apalagi dengan berani Amar mendekatinya


Sebenarnya Chessy merasa tidak nyaman berada di ruangan itu namun beralasan untuk keluar pun rasanya kurang enak kepada keluarga suaminya


" Amilia!" panggil Amar kepada Amilia yang sedang fokus pada layar ponselnya sedang berkirim pesan pada Nila dan Dea


" Iya kak ada apa?" tanya Amilia mendongak kepada Amar yang berdiri di hadapannya

__ADS_1


" Ajak Chessy keluar untuk mencari makan atau apalah , mungkin dia merasa tidak nyaman terlalu lama berada di sini" ucap Amar seraya menyodorkan blackcard pada Amilia


" Wahhh ... mantap nih, Chessy kita bisa belanja sepuasnya ini sih" ucap Amilia sumringah


" Dasar tidak tahu etika datang menjenguk orang sakit tapi malah ingin pergi begitu saja, jika bosan dan tidak nyaman berada di sini sebaiknya tidak usah datang" Ketus Opa sedikit menyudutkan Chessy


" Sudahlah tidak usah di dengar ucapan orang tua itu, kau sebaiknya pergi saja dengan Amilia jika sudah selesai langsung pulang saja"


" Tapi kak_!"


" Amilia, ajak Chessy pergi sekarang tapi ingat jangan terlalu capek, besok kita harus kembali ke ibu kota kalian sudah harus masuk sekolah!" pesan Amar yang


" Baik kak" ucap Amilia


"Ayok Chessy!" Ajak Amilia


Chessy merasa berat apalagi mendapatkan tatapan tajam dari Opa Bara yang terlihat tidak suka dengan keberadaannya


Setelah Chessy dan Amilia pergi dari ruangan Opa Bara kini dad Mahendra yang pamit untuk pulang


Mommy akhirnya ikut dengan dad Mahendra pulang, wanita paruh baya itu merasa kasihan melihat suaminya yang nampak kelelahan


" Kami pulang dulu pah, mah dan aku harap papa tidak bertengkar lagi dengan Amar, biarlah urusan jodoh Amar sendiri yang putuskan papa cukup merestuinya saja, ingat kesehatan papa fokus saja untuk sembuh!" ucap dad Mahendra sebelum pergi


" Kalian memang sama saja tidak memikirkan kebahagiaan ku, aku ini sudah tua apa salahnya membahagiakan ku di sisa umur ku ini" ucap Opa dengan raut wajah sendu


Dad Mahendra hanya menghela napas panjang setelah itu memutuskan untuk pergi karena berdebat dengan papanya itu percuma pasti ujung-ujungnya semakin panjang urusannya


Amar memilih untuk duduk di sofa yang letaknya sedikit jauh dari tempat tidur Opanya, pria itu sibuk dengan pekerjaannya yang sempat dikirimkan oleh Roy lewat Email


Disaat Oma sibuk menyuapi suaminya tiba-tiba pintu di ketuk dari luar dan detik berikutnya pintu pun terbuka dan muncullah seorang pria seumuran Opa bersama seorang gadis cantik yang mengekor di belakangnya


" Assalamualaikum!" ucapnya setelah masuk ke dalam ruang perawatan Opa Bara


" Wa'alaikum salam!" jawab Opa dan Oma bersamaan sedangkan Amar yang sedang sibuk dengan layar laptopnya tidak menyadari kedatangan dua orang tersebut

__ADS_1


Tanpa Amar sadari ada seorang wanita cantik yang tengah menatap kearahnya sambil tersenyum


__ADS_2