Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Chessy sadar


__ADS_3

Dengan langkah panjang Amar langsung memasuki rumah sakit tempat dimana Chessy sedang dalam penanganan dokter setempat


" Amilia!"


Teriak Amar ketika melihat sang adik tengah duduk bersama seorang pemuda disampingnya


Amilia yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh dan beranjak dari duduknya


" Kak Amar!"


Amar dengan berlari menghampiri Amilia lalu Amilia langsung memeluknya


" Dimana Chessy?"Tanya Amar dengan wajah paniknya setelah mengurai pelukan sang adik


" Di dalam kak" sahut Amilia seraya menunjuk ruangan yang bertuliskan ruang IGD dengan ekor matanya, mata gadis itupun sudah terlihat sembab karena banyak menangis


" Apa yang terjadi dengan Chessy, bagaimana kondisinya ?" tanya Amar mencecar Amilia dengan pertanyaan


" Tidak tau kak, tadi_!" Amilia menjeda ucapannya


" Tadi kenapa?" tanya Amar seraya mengerutkan keningnya


" Chessy sempat mengalami pendarahan" bukan Amilia yang menjawab melainkan Alex


" Apa?" Amar terkejut dan langsung menoleh kearahnya


" Pendarahan?" ucap Amar memastikan ucapan Alex


" I...iya kak" sahut Chessy dan seketika lutut Amar terasa lemas dan langsung merosot ke lantai


" Kak!" pekik Amilia mencemaskan sang kakak


Ceklek


Pintu ruangan IGD tiba-tiba terbuka dan dokter yang tadi menangani Chessy keluar dari ruangan tersebut bersama seorang suster


" Keluarga pasien Chessy !" ucap suster yang berada di samping sang dokter


Amar langsung beranjak berdiri dan menghampiri dokter tersebut dengan raut wajah khawatir disusul Amilia dan Alex yang mengekor di belakangnya


" Saya dok!" ucap Amar


Pria yang menggunakan jas putih itupun menatap Amar dengan tatapan penuh tanya


" Anda?" tanya dokter tersebut sedikit ragu takut salah apalagi mengingat kondisi pasiennya saat ini yang masih menggunakan seragam putih abu-abu


" Saya suaminya dokter" sahut Amar dengan tegas


Dokter tersebut sedikit tercengang mendengar pengakuan Amar yang mengatakan suami dari pasien yang baru saja selesai ia tangani


Seorang siswi yang masih menggunakan pakaian abu-abu dan dalam kondisi hamil itu ternyata sudah bersuami tapi ada sedikit keraguan di hati dokter tersebut


" Bagaimana keadaan isteri saya dokter?" tanya Amar membuat sang dokter terkesiap


Amar menatap sang dokter dengan raut wajah panik takut terjadi sesuatu dengan anak dan isterinya


Dokter tersebut menarik napas dalam-dalam sebelum menjelaskan keadaan Chessy pasien yang baru saja ia tangani kepada laki-laki yang mengaku sebagai suaminya


" Alhamdulillah, keadaan isteri dan calon anak anda sudah jauh lebih baik tapi karena pasien sempat mengalami pendarahan dan usianya pun masih terbilang sangat muda, jadi isteri anda harus benar-benar menjalani bedrest" tutur sang dokter menjelaskan keadaan Chessy pada Amar


" Pasien dilarang melakukan aktivitas apapun dan harus benar-benar istirahat total, jika tidak pasien bisa saja mengalami pendarahan kembali dan itu bisa membahayakan keselamatan keduanya jadi tolong di jaga dengan baik keadaan pasien !" lanjutnya


" Baik dokter, terima kasih!" ucap Amar sedikit merasa lega setelah mengetahui keadaan isteri dan calon bayi mereka dalam keadaan selamat


" Sama-sama" ucap sang dokter


" Emm... apa boleh saya melihat keadaan isteri saya dok?"tanya Amar


" Boleh tapi tunggu pasien dipindahkan ke ruang perawatan " sahutnya


" Baik dokter" ucap Amar


Dokter pun pamit pergi dan Amar menunggu Chessy dipindahkan ke ruang perawatan


Amar menoleh kepada sang adik dan memintanya untuk memberitahu orang tua mereka dan juga kedua orang tua Chessy tentang keadaan Chessy saat ini, dia yakin para orang tua mereka mencemaskan keadaan Chessy apalagi kedua orang tua Chessy terutama bunda yang sempat jatuh pingsan saat tahu Chessy di culik


Amar menatap sendu wajah pucat sang isteri yang kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan, Chessy masih memejamkan mata dengan selang infus yang menempel di punggung tangannya


" Maafkan aku sayang!" gumam Amar menatap sendu wajah sang isteri


Amilia yang baru saja keluar dari toilet langsung mendudukkan dirinya di samping Alex sebelumnya pun gadis itu sudah menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tua Chessy

__ADS_1


" Loe baik-baik aja Lex?" tanya Amilia setelah sadar ada luka lebam di wajah Alex yang sempat terkena pukul saat adu jotos dengan para penjahat yang menculik Chessy


" Hem!" jawab Alex singkat


Amilia tersenyum kecut saat melihat Alex yang sedang fokus menatap ke arah Chessy dan Amar


" Segitu sulitnya kah loe move on dari kakak ipar gue Lex!" gumam Amilia


" Amilia!" panggil Amar membuat Amilia tersentak dari lamunannya


" Iya kak ada apa?" tanya Amilia


Amar beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang adik


" Kakak mau keluar sebentar, kakak titip isteri kakak ya!" ucap Amar dengan menekankan kata isteri


" Iya kak" sahut Amilia lalu sekilas melirik ke arah Alex yang ternyata kini malah menyibukkan dirinya dengan gawai yang ada di tangannya


Amar keluar dari ruangan tersebut dan menghubungi seseorang dan bertepatan dengan Amar keluar terdengar suara lenguhan dari calon ibu muda yang kini dengan perlahan sedang membuka kelopak matanya


"Euhh...!" lenguhnya seraya menetralkan cahaya yang menerobos ke dalam retinanya


" Chessy!" Amilia yang sedang duduk bersama Amar di sofa pun langsung terperanjat saat mendengar suara lenguhan Chessy


Alex yang mendengar suara lenguhan Chessy pun dengan segera langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri tempat tidur Chessy


Amilia sempat mematung saat melihat reaksi Alex yang terlihat jelas raut kecemasannya


Dengan langkah gontai Amilia pun berjalan menghampiri Alex yang sudah berdiri di samping brankar Chessy


" Amilia sebaiknya panggilkan dokter sekarang!" titah Alex tanpa menoleh ke arahnya


" Chessy Loe udah sadar ?" tanya Alex yang sudah beralih menatap ke wanita yang pernah bertahtah di hatinya


Chessy mengerjapkan matanya berkali-kali ketika netranya menangkap wajah laki-laki yang sudah menyelamatkan nyawanya


Chessy berharap itu hanyalah mimpi semata namun ketika kedua matanya sudah terbuka sempurna barulah ia menyadari bahwa yang menyelamatkan hari itu benar-benar Alex


" Chess, bagaimana keadaan loe saat ini? apa masih ada yang sakit?" tanya Alex


Amilia menatap punggung Alex dengan tatapan nanar apalagi terdengar suara Laki-laki itu nampak mengkhawatirkan keadaan kakak iparnya itu


" Permisi!" ucap dokter yang datang bersama Amilia setelah gadis itu memberitahu kondisi Chessy yang sudah sadar


" Lex, kita keluar dulu!" ucap Amilia mengajak Alex keluar dari ruangan kakak iparnya


Setelah berada di luar ruangan Amilia terus saja memperhatikan wajah Alex yang terlihat lebih tenang tidak setegang tadi


Amilia menghela napas berat rasanya ada sesuatu yang mengusik ketenangan hatinya setiap kali melihat ekspresi wajah Alex yang terkadang berubah-ubah


" Apa loe segitunya banget ya Lex mengkhawatirkan keadaan Chessy? apa loe masih_?"


Belum selesai dengan pertanyaannya Alex sudah lebih dulu menyelak kata-katanya


" Loe juga sangat mengkhawatirkan keadaannya kan? apalagi dia lagi hamil keponakan loe, pasti loe sedih dan takut dia dan keponakan loe kenapa-kenapa, iyakan?" bukan menjawab pertanyaan Amilia, Alex malah balik melontarkan Amilia pertanyaan


" Gue yang nanya kenapa loe balik tanya?" Amilia mendengus kesal dan mengerucutkan bibirnya


" Jelas kalau gue khawatir sama Chessy dia itu kan sahabat gue sekaligus kakak ipar gue juga"


Alex menarik sudut bibirnya membuat Amilia yang spontan terbengong karena baru kali ini Alex terlihat tersenyum


" Apa gue enggak salah lihat ya, Alex senyum ? apa karena sebegitu senangnya dia karena Chessy sudah sadar ?" batin Amilia


Alex menoleh dan melihat Amilia yang nampak melamun seraya menatap intens pada dirinya


Alex geleng-geleng kepala lalu menyentil kening Amilia membuat gadis itu mendesis merasakan sakit di keningnya


" Awww... sakit Lex, Loe kenapa sentil kening gue sih?"Amilia menggembungkan pipinya seraya mengusap-usap keningnya yang terasa sedikit berdenyut akibat ulah Alex


" Gue tahu gue ini tampan jadi enggak usah ngeliatin gue sampai melotot kayak gitu, gue takut mata loe copot nanti" selorohnya


Amilia bersemu merah bisa-bisa dia kegep Alex ketika sedang memperhatikannya, Amilia sungguh malu sendiri


" GeEr banget sih loe Lex, siapa juga yang ngeliatin loe" Elak Amilia menyembunyikan rasa malunya


Alex bukan tersenyum lagi kali ini pemuda yang Amilia kenal sangat menyebalkan itu, yang suka bertindak semaunya dan selalu bersikap dingin malah terbahak karena melihat raut wajah Amilia yang nampak memerah dan sedikit salah tingkah


Amilia yang Alex kenal bar-bar, tegas, pemberani dan juga sangat setia kawan itu kini nampak salah tingkah dengan wajahnya yang bersemu merah membuat pemuda itu merasa gemas dan tidak tahan menahan tawanya


Amilia sampai dibuat bengong karena melihat Alex yang tengah tertawa begitu lepas

__ADS_1


" Udah enggak usah segitunya juga kali ngeliatin gue nya, sampai ngiler gitu!" goda Alex karena melihat wajah Amilia yang sangat lucu dimatanya


" Apaan si loe?" kesal Amilia karena Alex meraup wajahnya dengan telapak tangannya


Alex semakin tertawa melihat Amilia yang tambah menekuk wajahnya


" *Gue jelas mengkhawatirkan keadaan Chessy karena kalau sampai terjadi sesuatu dengan Chessy dan anaknya gue yakin loe pasti akan merasa sangat terpukul dan juga sedih!"


" Dan gue juga yakin loe pasti akan merasa sangat bersalah atas kejadian ini karena loe pasti merasa gagal tidak bisa melindungi sahabat sekaligus kakak ipar loe sendiri" Ucap Alex dalam hati*


Alex menatap Amilia yang masih menekuk wajahnya


" Udah enggak usah pasang wajah kayak gitu, jelek !" ejek Alex yang membuat gadis yang duduk di sampingnya langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam


Alex yang gemas melihat ekspresi wajah Amilia pun spontan kembali mengusap wajah Amilia dengan telapak tangannya


" Biasa aja tuh muka!" ucap Alex


Amilia yang hendak menyahuti ucapan Alex langsung terhenti karena mendengar suara pintu ruangan Chessy yang terbuka


Amilia pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri sang dokter dan gerakannya disusul oleh Alex yang kini sudah berdiri di belakangnya


" Bagaimana keadaan Chessy dokter?"tanya Amilia


" Alhamdulillah, kondisi pasien dan juga bayi yang ada dalam kandungannya cukup baik, tapi tolong tetap dijaga ya kondisi pasien jangan biarkan pasien merasa stres, tertekan dan tetap awasi jangan biarkan pasien melakukan aktivitas apapun sampai kondisinya benar-benar pulih, karena kondisi kandungannya terbilang masih lemah" tutur dokter menjelaskan tentang kondisi Chessy dan juga kandungannya


" Baik dokter, terima kasih banyak!" ucap Amilia merasa lega


Setelah dokter yang memeriksa Chessy pergi Amilia dan Alex kembali masuk ke dalam ruangan Chessy


Alex tersenyum pada Chessy seraya melangkah mendekati ranjangnya


" Bagaimana kondisi loe?" tanya Alex yang tidak luput dari pusat perhatian Amilia


" Alhamdulillah, gue udah merasa jauh lebih baik" jawab Chessy


" Lex!" panggil Chessy


" Ya?" Alex diam seraya menunggu ucapan Chessy


" Terima kasih ya" Chessy menundukkan wajahnya seraya menahan sesak yang tiba-tiba menghantam dadanya ketika sekelebat bayangan itu muncul


" Terima kasih karena sudah menolong gue, kalau loe enggak datang waktu itu gue... gue.... hiks... hiks...!" Chessy tak sanggup meneruskan kata-katanya


Alex yang tahu bagaimana kondisi Chessy saat ini melirik ke arah Amilia yang ternyata sana kondisinya dengan Chessy gadis itupun sudah banjir dengan air mata


" Enggak usah berterima kasih, melihat kondisi loe sekarang baik-baik aja, sudah cukup buat gue!" sahut Alex


Amilia yang tadinya tengah menunduk langsung mendongak dan menatap ke arah Alex


" Sebegitu besarnya cinta loe Lex sama Chessy!" batin Amilia


Amilia langsung membuang pandangannya ketika Alex menoleh ke arahnya


" Udah enggak usah loe pikirin soal itu yang terpenting sekarang loe udah selamat begitu juga dengan calon anak loe, jadi jaga kesehatan loe dan juga kandungan loe dengan baik , dokter tadi juga berpesan loe enggak boleh stres dan tertekan jadi sebaiknya loe lupain kejadian itu demi keselamatan bayi yang ada di perut loe " tutur Alex


Chessy mengangguk, gadis itu cukup tercengang dengan apa yang dituturkan oleh Alex, karena selama mengenal pemuda itu yang dia tahu Alex itu cowok rese, tukang bikin onar di sekolah, selalu bertindak semaunya, suka memaksa dan juga sangat angkuh tapi semua pandangannya tentang Alex seketika berubah yang ada di hadapannya saat ini justru Alex yang jauh lebih dewasa dan begitu pengertian dan juga perhatian


Melihat Chessy yang saling bertatapan dengan Alex membuat Amilia merasa sesak dan tidak nyaman berada di antara mereka berdua


Amilia sadar Alex sangat mencintai Chessy bahkan pemuda itu rela mempertaruhkan nyawanya demi menolongnya dan tentang Chessy gadis itu juga sadar kalau Chessy menikah dengan kakaknya karena sebuah tragedi satu malam jadi bisa saja Chessy yang tidak mencintai kakaknya merasa tersentuh oleh sikap dan perhatian Alex terhadapnya


" Gue keluar dulu ya sebentar!" pamit Amilia saat mendengar ponselnya berdering


Chessy dan Alex pun spontan menoleh kearahnya secara bersamaan


" Iya!" sahut Chessy sementara Alex hanya diam saja tapi netranya tidak lepas dari tubuh sang gadis yang kini telah menghilang dari balik pintu


Selang beberapa menit Amilia sudah kembali masuk tapi dia tidak sendiri karena saat gadis itu hendak membuka pintu ada Amar yang tiba-tiba sudah muncul dibelakangnya


" Kakak bikin kaget aja!" ucap Amilia seraya mengelus dadanya


" Kamu dari mana?" tanya Amar


" Angkat telpon"


" Alex ?"


" Ada didalam kak, Chessy sudah sadar"


Amar terbelalak mendengar ucapan Amilia yang mengatakan Chessy sudah sadar tanpa banyak bicara lagi Amar pun langsung membuka pintunya

__ADS_1


Ceklek


Kakak beradik itupun membeku di tempat saat netranya melihat pemandangan yang cukup mengusik ketenangan hati dan jiwanya


__ADS_2