Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Mengetahui Fakta yang sebenarnya


__ADS_3

" Dasar ja**Ng kecil berani sekali kamu menatap ku seperti itu!" ucap Wanita yang tidak lain adalah Selena


" Berhenti mengatai ku ja**Ng, sebaiknya kau pergi dari sini dan bercerminlah terlebih dahulu sebelum kau mengatai orang lain" marah Chessy


" Pergilah kak, kak Selena hanya merusak suasana hati orang lain aja!" ucap Amilia ikut mengusirnya


" Kalian mengusirku? aku bisa ya mengadukan apa yang sudah kalian lakukan pada Opa!" Ancam Selena


" Adukan saja aku tidak takut" sahut Chessy yang tiba-tiba malah menantang Selena


Selena tentu dibuat kesal karena gadis yang dia pikir lemah kini malah berani menantangnya


" Pergilah!" Usir Amilia yang tidak ingin ada keributan diantara keduanya dan menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya


" Ada apa ini?" Tanya seseorang yang seketika membuat ketiganya menoleh ke arah sumber suara


" Mas Amar!" ucap Selena sedikit terkejut melihat keberadaan Amar


Seketika wajahnya berseri-seri menatap penuh damba pria pujaan hatinya


Amilia dan Chessy membuang pandangannya kesembarang arah seraya mengumpat dalam hati


Sedangkan Selena mendekati Amar dan bersikap semanis mungkin berbeda dengan tadi sebelum Amar datang


" Tadi aku tidak sengaja melihat Amilia duduk di sini mas lalu aku menghampirinya, aku hanya sekedar ingin menyapanya saja mas Amar tapi sepertinya mereka salah paham dan malah bersikap tidak sopan padaku mas, terutama gadis itu" ucap Selena mengadu pada Amar seraya menunjuk ke arah Chessy


Amar memutar bola matanya malas, ia sama sekali enggan menimpali wanita macam Selena yang ia tahu wanita itu tipe wanita bermuka dua dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi bahkan berani mengadu kepada Amar hanya sekedar mencari muka


" Kamu sendiri sedang apa disini?" tanya Amar yang malah mengabaikan ucapan Selena


" Aku baru aja menjenguk sepupuku mas" Sahutnya seraya menjelaskan pada Amar dengan nada bicara yang dibuat selembut mungkin


Amar hanya mengangguk lalu tanpa banyak bicara lagi langsung mengajak Amilia dan Chessy pergi


Selena menghentakkan kakinya, kesal dengan sikap Amar yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja bahkan dengan santainya Amar mendorong kursi roda Chessy tanpa mengatakan apa-apa kepadanya


Setelah sampai di depan lobi rumah sakit Roy langsung membukakan pintu mobil setelah melihat atasnya keluar bersama isteri dan adiknya, Amar lalu membantu Chessy masuk ke dalam mobil dan Amilia sendiri sudah duduk di kursi depan bersama Roy


Sekitar 25 menit perjalanan mobil pun sudah sampai di depan pekarangan rumah Chessy


Amar kembali membantu Chessy berjalan saat pria itu hendak menggendongnya Chessy cepat-cepat menolak sungguh ia malu dengan Amilia dan juga Roy asisten pribadi suaminya jika sampai Amar menggendongnya


" Kak aku masih bisa berjalan sendiri" tolak Amar


" Tapi sayang_!"


" Kak disini ada Amilia dan juga kak Roy" bisik Chessy


" Baiklah" Amar pun mengalah


" Tapi tidak ada penolakan kalau hanya sekedar seperti ini!" ucap Amar yang sudah membantu memapahnya


Chessy tidak bisa menolak karena Amar mengeratkan rangkulannya


"Assalamualaikum!" ucap Amar dan Chessy bersamaan


Tidak berapa lama terdengar suara bunda menjawab salam dari dalam rumah dan pintupun terbuka


" Loh kok jam segini baru pulang? bikin bunda khawatir aja" tanya bunda yang mengkhawatirkan keadaan putrinya


" Maaf bunda tadi ada kejadian kecil dan mengharuskan Chessy dibawa ke rumah sakit" jawab Amar yang mengerti kecemasan bunda


" Apa?" Bunda nampak terkejut " Chessy masuk rumah sakit?" tanya bunda lagi


" Iya bun, tapi udah enggak apa-apa kok Bun, tadi Chessy hanya sedikit pusing aja kok bun " jawab Chessy ia tidak mau membuat kedua orang tuanya khawatir


" Nih bunda liat sendiri kan, Chessy enggak apa-apa bun!" jawab Chessy melepaskan rangkulan Amar dan menggerakkan tubuhnya memutar kekiri dan ke kanan


" Dek jangan seperti itu, kamu itu harus banyak istirahat. Ayok istirahat di kamar" seru Amar pada Chessy


" Betul kata suami kamu, udah sana istirahat jangan capek-capek tidak baik untuk kandungan mu!" ucap Bunda yang tidak sadar dengan keberadaan Amilia yang ada di belakang Amar dan Chessy

__ADS_1


Amar pun mengangguk mengiyakan ucapan sang mertua bahkan dia dan Chessy juga lupa kalau dibelakangnya ada Amilia


Amilia sendiri nampak tercengang melihat interaksi yang terjadi di depan matanya antara Amar, Chessy dan juga bunda Tia


Sungguh dia tidak menyangka kalau kakaknya sudah sedekat itu dengan sahabatnya terlebih kepada bunda dan yang membuatnya begitu syok saat mendengar ucapan bunda


" Suami?" beo Amilia memastikan pendengarannya saat bunda mengatakan suami kamu pada Chessy


"Ada apa ini sebenarnya? apa ada yang bisa menjelaskan padaku?" tanya Amilia menatap punggung Amar dan Chessy yang hendak pergi ke kamarnya


Deg


Degup jantung Chessy berdegup sangat kencang sedangkan Amar memejamkan matanya sejenak sebelum membalikkan badannya


Bunda menutup mulutnya karena baru menyadari keberadaan Amilia


" Nak Amilia?" ucapnya


Roy yang juga masih berada di sana menggeleng-gelengkan kepalanya karena bosnya bisa-bisanya melupakan keberadaan sang adik tapi pria itupun berharap rahasia itupun segera terungkap dan Amilia bisa menerima kenyataan kalau kakaknya lah yang sudah membuat sahabatnya sampai hamil


" Kakak akan menjelaskan hal ini sama kamu tapi izinkan kakak mengantarkan Chessy istirahat dulu di kamarnya!" ucap Amar


" Tidak kak, aku tidak apa-apa aku ingin disini saja!" ucap Chessy menolak pergi ke kamar


" Tapi dek_!"


" Kak!" Chessy menatap memohon


" Baiklah, kita bicara di ruang TV saja!" ucap Amar


" Kalian bicaralah bunda akan membuatkan minum!" ucap bunda lalu pamit pergi


Chessy duduk di samping Amar dan Amilia duduk di sofa yang ada di depannya bersama Roy


Amilia menatap kakak dan sahabatnya intens, gadis itu menunggu Amar dan Chessy bicara


" Siapa yang akan bicara terlebih dahulu?" tanya Amilia


Amar menarik napas panjang sebelum mengatakan apa yang ingin ia katakan kepada Amilia


" Sebelum kakak mengatakan hal yang sebenarnya kakak mau minta maaf dulu sama kamu, dan kakak harap kamu mau memaafkan kakak dan juga Chessy yang selama ini sudah tidak jujur sama kamu !" Amar menoleh sekilas kepada Chessy yang nampak jelas raut tegang di wajahnya


" Enggak ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan ini semua dari kamu dek tapi keadaanlah yang memaksa kakak " lanjutnya


" Menyembunyikan tentang apa kak?" tanya Amilia memicingkan matanya


Sedangkan Chessy sedari tadi menundukkan wajahnya sambil meremas jari jemarinya takut Amilia akan marah kepadanya dan merasa kecewa karena sudah di bohongi


" Sebenarnya orang yang selama ini kamu cari dan ingin kamu beri pelajaran atas hal buruk yang sudah menimpa Chessy, orang itu kini sudah ada di hadapanmu" ucap Amar


Chessy sudah tidak kuasa lagi menahan air matanya yang tiba-tiba sudah meluncur dengan bebasnya


" Kak!" lirih Chessy menoleh ke arah Amar


Amilia membelalakkan matanya mendengar pernyataan yang Amar ungkapkan


" Jangan bercanda kak ini sungguh tidak lucu" ucap Amilia tertawa getir


" Aku tau kakak sudah jatuh cinta pada Chessy tapi tidak perlu bicara hal konyol kayak gini kak!" lanjutnya


" Kamu boleh tidak percaya dek tapi inilah kenyataannya!" tutur Amar


" Chessy, loe bisa ngejelasin ini ke gue?" kini pandangan Amilia mengarah pada Chessy


" Hiks...Hiks..., Mili gu....gue minta maaf....


gue minta maaf karena udah enggak jujur sama loe tentang hal ini, hiks ... hiks..." ucap Cheesy sambil menangis


Amilia beranjak berdiri lalu mengusap wajahnya dengan kasar dan tertawa hambar


" Ini benar-benar enggak lucu, bercanda kalian garing, ha..ha .. pasti kalian mau ngepreng doang iyakan?" Amilia tertawa

__ADS_1


Amar dan Chessy saling melempar pandangan


Roy menarik tangan Amilia dan meminta gadis itu untuk duduk kembali


" Dengarkan dulu penjelasan mereka!" ujar Roy


" Kakak sedang tidak bercanda dek, kamu masih ingatkan waktu wajah kakak babak belur karena bertengkar dengan daddy dan mommy sampai pingsan dan diperiksa oleh Aditya?" tanya Amar dan Amilia mengangguk setelah mengingat kejadian dimana bi Suroh pernah menceritakan pertengkaran hebat antara kakak dan daddy nya


" Chessy loe_?"


"Maafin gue Mil, waktu itu gue juga syok banget saat melihat orang yang sudah menghancurkan masa depan gue ada di rumah loe, saat itu kita udah janjian mau jalan sama Dea dan Nila " ungkap Chessy dan Amilia mencoba mengingatnya


" Karena itulah gue pulang tanpa pamit sama loe karena gue terus dibayang-bayangi oleh kejadian malam itu setelah tahu ternyata orang yang selama ini kita mintai bantuan adalah pelakunya" lanjutnya sambil menitikkan air mata


"Gue pernah mau mengatakan hal ini sama loe tapi gue takut Mil, gue takut loe enggak percaya dan yang ada loe malah benci sama gue karena udah menuduh kakak loe yang setahu loe ada di Jerman" Amilia terdiam menyimak semua kata-kata Cheesy gadis itu pun tidak kuasa menahan air matanya mengingat kembali betapa terpuruknya sahabatnya kala itu


" Sampai akhirnya gue masuk rumah sakit dan disitulah kak Amar mengatakan semuanya dan menyatakan ingin bertanggung jawab, bahkan kak Amar pun selain mendapat amukan dari Daddy kak Amar juga kena amukan dari ayah"


" Kak Amar bahkan sampai mendapat penanganan dari dokter karena tubuhnya yang penuh dengan luka" Amilia terisak ia tidak menyangka banyak hal yang sudah terlewat


" Sayang!" ucap Amar lirih seraya mengusap punggungnya


" Karena takut loe juga bakalan marah besar setelah tahu kenyataan ini kak Amar takut tubuhnya yang masih dipenuhi luka pukul kena amukan dari loe jadi memilih untuk merahasiakan hal sementara sampai lukanya sembuh"


" Tapi kenapa sampai sekarang kalian masih merahasiakannya dari gue?" tanya Amilia dengan emosi


" Itu karena keadaan yang memaksa!" sahut Amilia


" Bohong!" sarkasnya


" Enggak, gue enggak bohong Mili waktu itu gue pernah bertanya sama loe bagaimana tanggapan loe kalau loe tahu siapa orang yang udah menghancurkan hidup gue dan loe bilang loe akan memberinya pelajaran dan akan menjebloskannya ke jeruji besi, apa Loe ingat?" tanya Chessy dan Amilia nampak sedang mengingat-ingat


" Waktu itu kak Amar sudah mengakuinya dan bersedia bertanggungjawab atas perbuatannya dan saat loe datang ngejenguk gue sama Dea dan Nila gue udah mau jujur sama loe dan memberitahu loe kalau orang yang selama ini kita cari adalah kakak loe sendiri tapi..." Chessy menjeda ucapannya


" Tapi gue takut apa yang loe omong itu beneran loe lakuin Mil, terus bagaimana nasib anak gue nanti jika loe beneran melaporkan kak Amar ke polisi dan kami tidak jadi menikah" ungkap Chessy dengan polosnya sedangkan Amilia sudah melotot tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya


" Karena itulah gue setuju dengan keinginan kak Amar yang meminta untuk tidak memberitahu loe terlebih dahulu dan kak Amar berjanji dia sendiri yang akan mengatakannya sama loe langsung setelah luka ditubuhnya sembuh" lanjutnya


" Bodoh!" maki Amilia


" Apa loe pikir gue sebodoh itu?" Chessy menggelengkan kepalanya


" Gue marah? tentu saja gue bakalan marah karena gue peduli sama loe dan gue enggak mau orang yang gue sayang disakiti walaupun itu sama kakak kandung gue sendiri" ucap Amilia seraya menghapus air matanya dengan kasar


" Tapi semarah apapun gue enggak mungkin setega itu melaporkan kak Amar ke polisi apalagi jika kak Amar sendiri sudah mengakuinya dan bersedia bertanggungjawab"


Chessy masih sesenggukan mendengar ucapan Amilia,rasa bersalah sungguh menggelayuti hatinya


" Gue pasti akan memberi kak Amar pelajaran karena kebodohannya sudah membuat masa depan seorang gadis hancur apalagi gadis itu adalah sahabat gue sendiri, tapi semarah apapun gue enggak mungkin gue sampai membuat kak Amar enggak bisa berjalan dan menghalangi niatnya untuk bertanggung jawab" lanjutnya


" Gue kecewa sama kalian karena udah enggak jujur, kalian berdua tidak tahu kan bagaimana perasaan gue saat mengetahui kalian menjalin hubungan?" Chessy tidak menjawab masih sesenggukan sedangkan Amar diam saja hanya menyimak semua kata-kata yang dilontarkan sang adik


" Gue senang melihat kedekatan kalian, tapi disisi lain gue selalu dihantui rasa takut karena kejadian yang pernah menimpa Chessy ditambah lagi dengan keadaan Chessy yang kini sedang hamil" Amilia menghapus air matanya yang lagi-lagi meluncur tanpa permisi


" Gue takut Opa mengetahui hubungan kalian dan bagaimana nasib Loe nanti jika Opa tahu keadaan loe yang sedang hamil dan setahu gue itu adalah anak orang lain, gue selalu tidak tenang memikirkan kalian gue takut Opa menyakiti loe dengan mulut pedasnya" ungkap Amilia yang seketika membuat Chessy dan Amar membelalakkan matanya


Mereka tidak menyangka kalau hubungan mereka selama ini membuat hidup adiknya tidak tenang dan selalu dihantui kegelisahan


" Maafkan kakak Amilia!" ucap Amar merasa sangat bersalah pada Amilia, bahkan dia tidak menyangka pola pikir adiknya sampai sejauh itu


" Kalian benar-benar membuat aku kecewa, aku benci dengan kalian, terutama kak Amar hiks...hiks.. bahkan kalian sudah menikah pun aku tidak tahu apa-apa !" Amilia beranjak berdiri


" Amilia kakak mohon jangan seperti ini, kamu boleh marah sama kakak, pukul saja kakak tapi kakak mohon jangan membenci kakak apalagi Chessy" Ucap Amar


Amilia menatap Amar dengan tatapan tajam, menghunus bak belati yang menembus hingga ke jantung


Roy hanya diam menyimak tidak berani ikut campur dengan urusan atasannya


" Aku butuh waktu kak!" ucap Amilia lalu pergi


Chessy berusaha mencegah Amilia namun sayang gadis itu tidak menggubris panggilan Chessy yang menyerukan namanya

__ADS_1


Amilia berjalan cepat meninggalkan kediaman keluarga Chessy dan Amar memilih untuk membiarkannya pergi dan memberinya waktu untuk menenangkan diri agar dapat menerima fakta yang sebenarnya, ia tidak ingin memaksa adiknya takut membuatnya semakin kecewa nantinya


__ADS_2