Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Keraguan Hati Amilia


__ADS_3

Sudah hampir sepekan ini Amilia selalu pulang dan pergi ke sekolah diantar jemput oleh Alex, melihat keduanya yang semakin hari semakin dekat membuat siswa-siswi disekolah mereka merasa iri dengan hubungan keduanya


Semua siswa-siswi sungguh tidak pernah menyangka kalau Alex dan Amilia akhirnya berpacaran karena selama ini setiap kali mereka bertemu yang ada sudah seperti tom and Jerry apalagi setahu mereka Alex itu sukanya pada Chessy yang merupakan sahabat baik dari Amilia sendiri bahkan bukan rahasia lagi kalau Alex sudah berkali-kali di tolak oleh Chessy


Kasak-kusuk pun mulai menyebar, ada yang mengatakan kedekatan mereka hanyalah setingan belaka ada juga yang bilang kalau Amilia yang mengejar-ngejar Alex dan masih banyak lagi gosip-gosip lainnya yang membumbui kedekatan antara Amilia dan Alex termasuk sahabat Amilia sendiri yang masih tidak percaya dengan hubungan mereka yang terkesan tiba-tiba padahal tanpa mereka ketahui kalau Alex dan Amilia itu sudah dekat cukup lama hanya belum berani saja mereka publikasikan dan Alex sendiri pun masih belum berani mengungkapkan perasaannya kepada Amilia karena takut ditolak seperti apa yang Chessy lakukan padanya


" Sungguh luar biasa, gue hampir aja enggak percaya loh kalau Tom and Jerry ternyata bisa akur juga ya?" ledek Nila ketika mereka berempat sedang berada di kantin sekolah


" Iya, gue aja kaget banget ngeliatnya hampir pingsan" ucap Dea menambahi lalu terkekeh


" Ahh.. lebay loe!" Amilia menoyor Dea yang memang duduk di sebelahnya


" Ya habisnya loe aneh banget, enggak ada angin enggak ada hujan tau-tau udah jadian aja sama Alex, apa enggak bikin syok itu namanya" sahut Dea


" Iya bener loe De, setahu kita kan tuh anak bucin abis sama Chessy sampai ditolak berkali-kali tuh anak enggak ada kapoknya terus sekarang kenapa tiba-tiba tuh anak malah jadiannya sama loe Li, dia enggak menjadikan loe cuma sebagai pelarian aja kan Li?" cerocos Nila yang mengutarakan kecemasannya apalagi banyak yang berpersepsi seperti itu mengatakan Amilia hanyalah pelarian Alex karena tidak mendapatkan Chessy yang kini sudah menjadi kakak ipar dari Amilia


Amilia bergeming, pertanyaan Nila seketika membuat hatinya terusik dan perubahan sikap Amilia yang berubah diam itupun tidak luput dari pusat perhatian Chessy


" Gue duluan ya!" ucap Amilia seraya beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja


Gadis itu tahu sebagian dari mereka beranggapan sama seperti yang Nila ucapkan tapi entah kenapa ketika sahabatnya sendiri yang mengatakan seperti itu Amilia sedikit terusik dan jadi meragukan perasaan Alex terhadapnya


" Li... Lia, Amilia...!" panggil Nila namun tidak digubris oleh Amilia


" Loe sih kalau ngomong enggak pake saringan main ceplos aja!" tegur Dea


Chessy menghela napas dalam-dalam lalu menatap Nila yang nampak menyesali ucapannya tadi

__ADS_1


" Duh... gimana ini, Amilia pasti marah banget ya sama gue?" sesal Nila


" Udah enggak apa-apa, nanti juga baik sendiri" ucap Chessy


" Tapi ucapan loe itu enggak ada salahnya juga sih, setidaknya Lia lebih baik sakit hati sekarang daripada setelah bucin abis ehh... taunya cuma dijadikan pelarian doang"tutur Dea yang setuju dengan jalan pikiran Nila


" Iya De, kalau Lia bukan sahabat kita juga gue sih bodo amat tapi masalahnya kan Lia itu sahabat baik kita, ya gue enggak mau aja kalau Alex hanya mempermainkan perasaan Amilia dan menyakiti perasaannya" tutur Nila


" Sebaiknya kita susul Amilia aja sekarang yuk!" Chessy tak mau banyak berkomentar tentang hubungan Alex dan Amilia karena dia tidak mau membuat suasana menjadi semakin keruh apalagi semua juga tahu bagaimana sikap Alex dulu terhadapnya


Amilia duduk di taman yang ada di dekat lapangan, pandangannya mengedar kesembarang arah namun tiba-tiba netranya menangkap sosok laki-laki yang saat ini sudah membuat hatinya gundah gulana, Amilia memperhatikan Alex yang ternyata sedang asik bermain basket dengan teman-temannya


" Hufff...,!" Amilia membuang napas kasar, entah kenapa ucapan Nila seketika membuatnya begitu ragu dengan perasaan Alex terhadapnya


" Apa yang di bilang Nila itu benar ya kalau Alex itu ngedeketin gue hanya karena dia udah enggak bisa lagi mendekati Chessy dan menjadikan gue hanya sebagai tempat pelariannya aja!" gumam Amilia dalam hati seraya menundukkan kepalanya


Amilia mendongak dan memutar bola matanya malas melihat pemuda yang berdiri di hadapannya itu


" Bukan urusan loe!" ketus Amilia


Pandangan siswa tersebut lalu mengarah ke arah lapangan dan netranya menangkap sosok Alex yang sedang bermain basket bersama teman-temannya, seketika siswa yang bernama Herry itupun memilih untuk duduk di dekat Amilia dan hal itu tentu saja langsung membuat Amilia melotot


" Loe ngapain sih malah duduk di sini, pergi sana gue enggak mau ya nanti ada kesalahpahaman!" Cerocos Amilia seraya menggeser duduknya


Bukannya pergi Herry justru malah terkekeh mendengar ocehan Amilia


" Santai aja kali, lagi pula ya ini tuh tempat umum jadi siapa pun boleh dong duduk di sini" Ucap Herry dengan santainya

__ADS_1


" Yaudah kalau loe emang mau duduk di sini duduk aja tapi tuh disana masih banyak kok tempat kosong, ngapain juga loe malah duduk deket-deket gue!" kesal Amilia karena Herry belum juga pergi


" Ya karena gue kasihan aja sama loe yang dari tadi duduk sendirian di sini sementara pacar loe lagi asik-asikkan tuh main basket sama teman-temannya ada ceweknya pula!" sahut Herry seraya menunjuk ke arah lapangan


Saat ini Alex memang sedang bermain basket dengan teman-temannya tapi ada beberapa siswi yang turut ikut main dengan dalih minta diajarkan main basket oleh Alex dan juga timnya


Mau tidak mau Alex pun pasrah gitu aja bermain sambil mengajari para cewek-cewek itu bermain basket, apalagi atas permintaan guru olahraga mereka yang memang masih paman dari Jihan gadis yang pernah di jodohkan dengan Alex


Amilia hanya mendengus kesal ketika ia baru menyadari kalau salah satu pemain basket yang ada di lapangan itu ternyata Jihan, gadis yang merengek di belakang toilet tidak mau diputusin oleh Alex


" Setahu gue mereka itu udah di jodohkan, makanya kedekatan loe sama Alex mungkin hanya hubungan yang ya bisa dibilang sia-sia"


Amilia mengepalkan tangannya dan berusaha untuk menahan emosinya, kata-kata Herry sungguh semakin mengusik hatinya saja


Entah kenapa Amilia menjadi semakin ragu dengan Alex padahal sebelumnya pemuda itu sudah menjelaskan semuanya termasuk tentang Jihan


" Mau sia-sia atau enggak gue rasa itu bukan urusan loe, dan gue enggak masalah kalau memang toh nantinya Alex bersama dengan yang lain termasuk Jihan, karena rejeki, jodoh dan kematian itu enggak ada yang tahu kecuali Allah dan gue juga enggak mungkin bisa melawan takdir jika memang Alex bukanlah jodoh gue!" tekan Amilia


" Jadi mau sia-sia atau enggak hubungan gue sama Alex itu bukan urusan loe!" Ucap Amilia seraya beranjak dari duduknya


Namun entah keberanian dari mana Herry tiba-tiba menarik tangan Amilia membuat gadis itu kembali terduduk


Amilia tentu saja terkejut dengan sikap lancang Herry yang berani-beraninya memegang tangannya


" Loe apa-apaan sih?" geram Amilia menatap nyalang pada Herry


" Maaf!" ucap Herry setelah melepaskan tangan Amilia

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap keduanya dengan tatapan tajam dan dengan tangan yang terkepal kuat


__ADS_2