Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Ketakutan Seorang Chessy


__ADS_3

Setelah selesai menerima panggilan telpon dari seseorang, Amar kembali lagi masuk ke dalam ruangan Opa Bara.


" Opa... Oma.. maaf aku harus pergi sekarang, aku ada urusan penting nanti malam aku akan datang lagi!" pamit Amar


" Urusan apa Amar?" tanya Opa Bara


" Urusan penting Opa" sahut Amar asal yang sebenarnya sudah tidak betah berada di ruangan Opanya


" Apa ada hal yang jauh lebih penting dari mengenal lebih dekat lagi dengan Selena calon isteri mu?"


Amar menghembuskan nafasnya kasar menatap Opa sekilas lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Opanya yang dianggapnya hanya angin lalu


" Amar ajaklah Selena pergi bersama mu!" Titah Opa Bara yang seketika membuat langkah Amar terhenti


" Maaf Opa, aku tidak bisa!" Amar kembali melanjutkan langkahnya


Opa Bara mendengus kesal menatap punggung Amar yang hilang di balik pintu ruangannya


" Sudahlah Bara, pelan-pelan saja mungkin saat ini cucu mu memang sedang ada urusan penting!" ucap Hermawan


Selena yang sudah ikut bergabung kembali dengan Opanya mendekati Opa Bara


" Maafkan sikap Amar ya Selena!" ucap Opa Bara merasa tidak enak dengan Selena atas penolakan yang dilakukan oleh Amar


Selena tersenyum " Tidak apa-apa Opa, mungkin benar mas Amar sedang ada urusan yang jauh lebih penting, Opa jangan sedih gitu dong" Ucap Selena dengan lembut membuat Opa Bara semakin menyukai gadis tersebut


" Masih banyak waktu Opa untuk kami saling mengenal tidak usah terburu-buru" tuturnya lagi


Opa semakin dibuat terkesima dengan sikap Selena dan sikap lembut gadis itu


Sementara Oma hanya diam saja enggan untuk sekedar menimpali, entah apa yang ada di dalam pikiran wanita tua itu autor juga enggak tahu yang pasti dia hanya ingin cucu-cucunya bahagia itu saja


Setelah keluar dari area rumah sakit Amar langsung bergegas mengemudikan mobilnya menuju mall tempat di mana Chessy dan Amilia berada


Tadi Amilia sengaja disuruh Amar untuk menghubunginya agar ia punya alasan untuk keluar dari ruangan Opa Bara


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit Amar pun telah sampai di mall yang disebutkan oleh Amilia


Amar masuk ke dalam mall lalu pandangannya langsung tertuju pada sang isteri yang kini tengah duduk di kursi tunggu didepan sebuah toko baju


" Kenapa di sini?" tanya Amar seraya mendudukkan dirinya di samping Chessy


" Menunggu Amilia yang masih sibuk memilih baju" sahut Chessy menujuk ke arah Amilia dengan ekor matanya


" Kenapa enggak sekalian ikut memilih baju?" tanya Amar " Bahkan uang yang dia gunakan itu milik suamimu sendiri"


Chessy melotot mendengar Amar berkata suamimu sendiri, jelas gadis itu takut kalau Amilia sampai mendengarnya


" Kak apaan sih, aku enggak mau ya Amilia salah paham, bukannya kakak sendiri yang bilang mau memberitahunya sendiri secara langsung, aku enggak mau dia tahu dari orang lain kak?"


Amar menarik napas panjang lalu dihembuskan dengan kasar


" Sabar ya sayang, untuk saat ini waktunya masih belum tepat" jawab Amar


Pria itu harus memikirkan lagi dengan matang untuk memberitahu Amilia, Oma dan juga Opanya tentang pernikahannya dengan Chessy


" Lalu kapan waktu yang tepatnya kak?" tanya Chessy


" Bersabarlah sayang, sebentar lagi juga Amilia tahu tentang pernikahan kita termasuk Opa dan Oma" sahut Amar


" Opa?" Chessy jadi teringat dengan pria tua itu yang nampak dengan jelas tidak menyukai dirinya


" Kenapa?" tanya Amar melihat wajah Chessy yang nampak sendu


" Apa Opa akan setuju kak, aku lihat sepertinya Opa tidak menyukai kehadiran ku dan aku tidak mau Opa semakin membenci ku karena menjadi penghalang untuknya menjodohkan kakak dengan cucu temannya itu" tutur Chessy panjang lebar


" Selena?"


Chessy yang tadinya tengah menundukkan wajahnya langsung mendongak dan menatap Amar


" Selena?" Chessy mengulang nama Yang Amar sebutkan


Amar menganggukkan kepalanya pelan " Iya, nama cucu teman Opa Selena, tadi mereka datang untuk menjenguk Opa" sahut Amar berterus terang tidak ingin merahasiakan apapun dari Chessy


" Opa memang dari dulu ingin menjodohkan kakak dengan Selena tapi kakak selalu menolaknya dan baru hari ini kami bertemu"

__ADS_1


" Pasti cantik" ucap Chessy


" Kau benar, dia itu wanita yang cantik dan juga _" belum selesai dengan kalimatnya Chessy sudah lebih dulu memotongnya


Chessy tersenyum kecut " dan juga Menarik" sambung Chessy


" Apa kakak akan berubah pikiran dan bersedia menerimanya setelah kakak dan wanita yang bernama Selena itu tadi sudah bertemu secara langsung?" tanya Chessy dengan perasaan yang sulit untuk ia mengerti


" Apa aku boleh menerimanya?" tanya Amar sengaja ingin menggoda isteri kecilnya itu


" Apa kakak ingin poligami?" Chessy balik bertanya dengan raut wajah kesal bin dongkol


" Memangnya kamu mengizinkan kakak berpoligami?"


Chessy melotot dengan wajah yang sudah memerah menahan marah sementara Amar sendiri menahan diri untuk tidak tertawa melihat wajah sang isteri yang menurutnya sangat menggemaskan jika terlihat sedang marah


" Jangan mimpi!" tegas Chessy lalu membuang muka


Amar tergeletak mendengarnya, rasanya sungguh bahagia mendengar penolakan tegas Chessy karena secara tidak langsung Chessy sudah menerima sepenuhnya kehadiran dirinya sebagai seorang suami


" Kak ihh... kok malah ketawa sih?" kesal Chessy memukul lengan Amar


" Kamu gemesin tau enggak kalau lagi marah kayak gini, jadi pingin cepat-cepat pulang ke ibu kota terus kita pulangnya ke apartemen ku ya" tutur Amar seraya menatap Chessy dengan tatapan cinta


" Kak Amar apaan sih?" Chessy tersipu malu ditatap oleh Amar


" Habisnya kamu gemesin kalau lagi cemburu kayak gini" Amar mengukir tersenyumnya


" Dih siapa yang cemburu? aku enggak cemburu ya" ucap Chessy mengelak


" Benarkah?" Chessy menganggukkan kepalanya


" Kalau begitu jadi boleh dong kakak menerima perjodohan itu dan menikah dengan Selena?" Amar kembali menjahili isterinya


Chessy membulatkan matanya menatap tajam sang suami yang bisa-bisanya meminta izin untuk menikah lagi disaat dirinya tengah hamil


" Kakak keterlaluan!"


Amar dibuat tercengang dengan reaksi Chessy yang diluar dugaan, Chessy langsung beranjak pergi begitu saja bahkan kantong belanjaannya pun ditinggalkannya


" Sayang hati-hati!" teriak Amar seraya berlari mengejar Chessy yang nampak tengah marah besar


Entah kenapa ucapan Amar begitu mengena di hati ABG yang dipaksa oleh keadaan untuk bersikap dewasa sebelum waktunya, disaat gadis lain tengah sibuk memikirkan masa depannya untuk melanjutkan kuliah dimana, justru dirinya harus mempersiapkan diri untuk melahirkan yang mengharuskan dirinya kuat dan berani dalam mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anak yang berada di dalam kandungannya


Dia tahu Amar tengah bercanda dan tidak serius dengan ucapannya tapi mungkin karena hormon kehamilannya membuat calon mama muda itu gampang sensitif dan moodnya mudah berubah-ubah begitu saja


Ucapan Amar yang meminta izin untuk menikah dengan Selena membuat hatinya terasa begitu sakit, itu candaan yang menurutnya sangat menyakitkan dan keterlaluan


Amar tidak tahu saja kalau hampir setiap waktu, setiap jam setiap detik Chessy selalu dibayang-bayangi oleh rasa takut saat melahirkan nanti


Gadis muda yang kini tengah hamil itu selalu berusaha untuk meyakinkan dirinya untuk berani dalam melewati setiap proses dalam menjalani kehamilannya ini, belajar menikmati setiap proses demi prosesnya sampai hari itu tiba


Chessy pun berharap kelak saat melahirkan nanti akan ada Amar yang setia mendampinginya namun ucapan Amar tadi tiba-tiba saja membuat dirinya dibayangi rasa takut, terlintas begitu saja bayangan dimana suaminya yang tengah berbahagia bersama madunya sedangkan dirinya sedang bertaruh nyawa melahirkan anaknya


" Chess....Chessy tunggu, kamu jangan jalan seperti itu bahaya untuk anak kita Chess!" teriak Amar namun Chessy tidak menggubrisnya


Chessy yang sudah berusaha untuk berdamai pada takdir pun tiba-tiba saja merasa hatinya terusik, entah kenapa rasanya begitu sakit walaupun ia tahu suaminya tidak serius ketika mengatakan hal itu tapi tetap saja ia begitu takut, takut jika Opa memaksanya dan Amar tidak bisa menolaknya untuk menerima Selena


Chessy yang sudah merasa lelah pun memilih berhenti dan duduk di sebuah taman yang ada di belakang mall tersebut


Chessy menangis sesenggukan membuat orang-orang yang berada di sekitarnya menatap ke arah gadis tersebut


Tiba-tiba saja ada seorang pria yang ingin mendekatinya namun suara bariton yang terdengar dari balik punggung pria tersebut membuatnya kaget dan langsung menoleh


" Dia isteriku jadi pergilah!" tegas Amar


Pria yang ditatap tajam oleh Amar pun seketika nyalinya menciut dan memutuskan untuk pergi saja dari pada membuat masalah


" Maaf, saya kira dia sendiri!" ucapnya sebelum pergi


" Ya, pergilah!" Ucap Amar dengan wajah datar


Amar lalu berjalan mendekati Chessy mendudukan dirinya di kursi kosong yang berada di sampingnya


" Kenapa lari seperti itu? kamu tahukan itu bisa membahayakan kandungan mu?" marah Amar dengan sikap ceroboh Chessy yang bisa saja membahayakan dirinya dan juga kandungannya

__ADS_1


" Kenapa lari seperti itu?" Amar mengulang pertanyaannya dengan menurunkan nada bicaranya karena Chessy diam saja dan masih sesenggukan sambil menundukkan kepalanya


Karena tidak juga mendapat jawaban Amar pun langsung menarik Chessy ke dalam pelukannya


" Sudahlah jangan menangis lagi, kakak minta maaf karena sudah membentak mu dan kakak juga minta maaf kalau kata-kata kakak tadi sudah membuat kamu sedih". tutur Amar setelah mengurai pelukannya


" Kakak tidak mungkin menerima perjodohan itu sayang, kalau kakak mau sudah sejak dulu mungkin kakak dan Selena menikah" tutur Amar seraya menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Chessy


" Jangan menangis lagi kasihan dedek bayi jika mamanya menangis seperti ini" Amar tersenyum lalu mengecup mata Chessy yang kanan dan kiri secara bergantian


" Dulu kakak menolak karena belum pernah bertemu dengannya kan? tapi sekarang kakak kan sudah melihatnya apalagi kakak juga bilang dia itu wanita yang cantik bukan?"


Chessy masih sesenggukan dan sesekali menyeka air matanya dan juga cairan yang turun dari hidungnya dengan bajunya sendiri karena dia tidak membawa tisu dan Amar pun tidak membawa sapu tangan


Amar tersenyum lalu meraih tangan Chessy kedalam genggamannya


" Memangnya kenapa kalau kakak sudah bertemu dengannya? dia memang cantik ya karena dia itukan perempuan masa ganteng" Seloroh Amar


" Walaupun Selena itu cantik buat kakak cantik itu relatif yang terpenting adalah rasa nyaman dan sama kamu kakak mendapatkan semuanya " tutur Amar


" Selain isteriku ini cantik, isteriku ini juga selalu membuat aku nyaman apalagi ada dedek bayi di dalam sini" Amar mengelus perut Chessy dengan lembut


" Jadi tidak ada alasan untuk kakak memasukkan wanita lain di dalam rumah rumah tangga kita, apalagi perjalanan kita dalam membina rumah tangga kan terbilang masih seumur jagung jadi jangan mudah di goyahkan dengan hal-hal yang tidak penting seperti itu, mengerti" Tambah Amar lagi dan Chessy pun mengangguk


" Tapi kak bagaimana kalau Opa tetap memaksa kakak untuk menikah dengan wanita yang bernama Selena itu?" tanya Chessy dengan air mata yang tiba-tiba kembali menetes


Terlihat dengan jelas ada raut kegelisahan di wajah cantik isteri kecilnya itu, dia takut suaminya akan dinikahkan paksa dengan wanita pilihan Opa Bara


Amar lagi-lagi tersenyum lalu mengusap perut Chessy dengan lembut


" Apapun yang terjadi, meskipun Opa marah dan mengusir kakak sekali pun tidak ada sedikitpun niat kakak untuk menduakan isteri kakak yang gemesin ini, apalagi dalam keadaan hamil seperti ini" tutur Amar berusaha untuk meyakinkan sang isteri


" Berarti jika aku tidak dalam keadaan hamil kakak_"


" Kakak akan buat kamu hamil" potongnya cepat kembali mengelus perut Chessy


" Kak jangan seperti ini, nanti Amilia melihat kita !" Chessy menyingkirkan tangan Amar yang tengah mengelus perutnya dan menatap ke seluruh sudut taman takut tiba-tiba Amilia muncul


" Sebentar sayang, papa kan hanya ingin menyapa sebentar anak papa ya sayang" Ucap Amar seolah tengah berbicara dengan baby nya


" Lagi pula aunty Mili sedang sibuk memilih baju" Ucap Amar yang malah nekat mengecup perut Chessy


Cup


Chessy dibuat terkejut dengan perbuatan Amar yang tidak disangka-sangka


" Kakak!" pekik Chessy


Degup jantung gadis itu berkali-kali lipat takut Amilia melihat aksi kakaknya yang bisa membuat spot jantung padahal hal itu bukan pertama Amar lakukan tetap saja jantungnya dibuat jedag jedug


" Sudah kamu tenang aja, apapun yang Opa katakan nanti jangan kamu ambil hati dan ingat kata-kata kakak kamu harus percaya sama kakak, meskipun Opa memaksa kakak sekalipun, kakak tidak akan mungkin menurutinya dan kamu juga jangan mudah goyah, tetaplah bertahan berada di samping kakak karena Opa itu termasuk orang yang keras kepala dan sangat pemaksa jadi abaikan ucapan Opa dan cukup percaya dengan suamimu ini aja, paham ?"


Chessy mengangguk pelan walaupun jujur hatinya masih ragu dan rasa takut itu masih begitu jelas terasa


" Bagaimana kalau kakak yang goyah?" Tanya Chessy


Amar tersenyum " Jika kakak yang goyah tolong kamu tetap bertahan dengan tegak di samping kakak, jangan meninggalkan kakak dan ingatkan kakak agar kakak bisa kembali tegak berdiri bersama kamu sayang !"


Chessy terharu mendengar Amar lalu dengan beraninya Chessy pun melingkarkan tangannya di pinggang Amar


" Terima kasih ya kak" ucap Chessy


Amar jelas merasa sangat senang baru kali ini Chessy berani memeluknya


" Untuk apa berterima kasih, seharusnya kakak yang berterima kasih sama kamu karena sudah menerima kakak sebagai suami kamu dan kamu masih bersedia mengandung anak kakak di usia mu yang masih sangat muda ini" ucap Amar mengecup Kening Chessy


" Maaf!" Chessy mengerutkan keningnya


"Kenapa minta maaf kak?" tanya Chessy lagi


Kedua netra mereka pun bertemu, Amar lalu mengulurkan tangannya membelai pipi Chessy dengan lembut


" Maaf karena membuat masa depan yang sudah kamu rancang sebelumnya jadi berantakan gara-gara perbuatan kakak" ucap Amar yang tiba-tiba merasa bersalah pada Chessy


Chessy menggelengkan kepalanya dengan cepat " Tidak kak, kita sudah berjanjikan untuk tidak membahas itu lagi, aku sudah ikhlas kak mungkin ini memang jalan takdir kita kak untuk bersama" ucap Chessy yang seketika membuat Amar pria yang terkenal dingin dan selalu bersikap datar nampak berkaca-kaca setelah mendengar ucapan sang istri

__ADS_1


__ADS_2