Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kembali teringat


__ADS_3

Sepulang sekolah mereka berempat seperti biasa berjalan bersama menuju gerbang


" Cheesy!" terdengar suara teriakan seseorang yang menyerukan nama Chessy


Merasa ada suara yang memanggil namanya Chessy pun membalikkan badannya


Chessy memutar bola matanya malas karena lagi-lagi harus berhadapan dengan manusia batu seperti Alex


" Ada apa?" tanya Chessy ketus saat Alex sudah ada di dekatnya


" Gue mau bicara berdua sama loe, bisakan? gue harap tidak ada penolakan!" ucapnya sedikit memaksa


" Kalau gue menolak?" jawab Chessy dengan raut wajah malas


" Terpaksa gue paksa" sahutnya


" Dan gue enggak akan ngebiarin loe maksa Chessy, kalau lupa itu!" ucap Amilia yang tiba-tiba ikut nimbrung


Alex langsung menoleh ke arah Amilia tatapan matanya begitu tajam namun sedikit pun Amilia tidak takut, gadis itu malah sengaja balas menatapnya dengan tatapan yang sama tajamnya


" Loe lagi....loe lagi, bisa enggak sih loe itu enggak ikut campur urusan gue terus?" kesal Alex


" Enggak bisa, selama loe gangguin teman gue selama itu pula gue akan terus ikut campur" sahut Amilia dengan tangan yang dilipat dada


" Loe enggak bosan apa Chess punya teman macam ni anak yang terus aja ikut campur urusan loe?" Tanya Alex pada Chessy


" Enggak, gue malah senang karena itu tandanya Amilia peduli sama gue " jawab Chessy yang langsung membuat Alex memutar bola matanya malas


" Oke kalau loe tetap mau gue bicara di hadapan teman loe maka gue bakalan ngomong di sini dan asal loe tahu gue akan ngomong soal loe di malam pesta ulang tahun Claudia di pun_!"


Belum selesai bicara Alex sudah dibuat terkejut karena kerah bajunya ditarik dan di cengkram sangat kuat


" Apa maksud ucapan loe itu, hah?" Amilia benar-benar berada di puncak emosi saat Alex mengatakan hal yang terjadi di malam acara ulang tahun Claudia


"Lepas, apaan sih loe!" Alex marah tidak terima dengan perlakuan Amilia yang mencengkram kerah bajunya namun untuk melepaskan diri tenaga pria itu ternyata tidak sebanding dengan tenaga Amilia yang ketika sedang marah bisa melebihi tenaga seorang laki-laki


Intinya Alex tahu kejadian malam itu dan Amilia pastikan kalau Alex turut andil dengan tragedi malam naas sahabatnya dan Amilia tentu saja sangat emosi dibuatnya


Disaat Amilia berada di puncak Emosi Chessy yang juga sama terkejutnya dengan Amilia hampir saja terhuyung dan terjatuh jika tidak dengan cepat Dea dan Nila menangkapnya


Tiba-tiba ingatan yang sudah hampir beberapa hari tidak pernah muncul kini kembali terlintas dan tentu saja hal itu membawa dampak buruk pada Chessy


Rasa traumanya muncul kembali kepingan demi kepingan kejadian dimalam itupun berseliweran di ingatannya


" Chess loe enggak apa-apa?" tanya Dea karena melihat wajah Chessy yang seketika berubah pucat


Mendengar suara panik Dea dan Nila seketika Amilia pun menoleh ke arah Chessy dan betapa terkejutnya dia saat melihat Chessy dalam keadaan lemah dan nyaris pingsan


" Baji***N loe, awas aja kalau sampai terjadi apa-apa dengan Chessy gue pastiin habis riwayat loe ditangan gue!" Amilia melepaskan tangannya dan mendorong kasar Alex sampai tersungkur


Alex yang merasa dipermalukan di depan siswa dan siswi yang berada di sekitar mereka merasa geram dan marah besar dengan Amilia, laki-laki itu beranjak berdiri dan ingin membalas perlakuan Amilia namun saat tangan Alex yang hendak menarik bahu Amilia belum sampai dengan apa yang dituju dengan gerakan cepat gerakan Alex sudah terbaca oleh Amilia seketika tangan Alex dipelintir lalu didorong dengan kasar oleh Amilia


Semua siswa dan siswi yang kebetulan lewat pun dibuat tercengang dengan keberanian seorang Amilia, parasnya yang cantik dan nampak kalem tidak menyangka bisa seberani dan sehebat itu mengalahkan Alex cowok yang terkenal arogan, biang masalah dan selalu menyombongkan kekayaan orang tuanya yang merupakan seorang pejabat


Claudia yang kebetulan lewat bersama teman-temannya pun menghentikan langkahnya saat melihat ada kerumunan dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Alex dipermalukan begitu saja oleh Amilia


Claudia yang memang sudah lama menaruh hati pada Alex pun tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh Amilia


Gadis itupun langsung menghampiri Amilia dengan ke dua temannya yang mengekor di belakang mereka


" Amilia!" teriaknya


Amilia yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara


"Sungguh kelewatan loe ya, berani-beraninya loe mempermalukan Alex di depan umum kayak gini, dasar cewek bar-bar enggak tahu diri loe, jangan mentang-mentang loe anak pemilik sekolah bersikap seenaknya, cuma gara-gara perempuan macam Chessy loe sampai berbuat sekasar itu sama Alex !" Cerocos Claudia panjang lebar


" Loe enggak tahu apa-apa, jadi jangan sok ikut campur deh loe!" marah Amilia


" Loe_!" geram Claudia


Claudia mengayunkan tangannya ke arah wajah Amilia namun sayang tangannya tiba-tiba terhempas begitu saja dengan kasar sebelum mendarat ke pipi Amilia


Jangankan Claudia, Amilia pun dibuat tercengang dengan apa yang baru saja terjadi di hadapannya


" Loe enggak perlu ikut campur ini urusan gue sama dia, jangan sok akrab deh loe!" ucap Alex telak membuat Claudia terbelalak dibuatnya


Bagaimana bisa cowok yang sudah dibelanya dan yang selama ini mengisi hatinya tiba-tiba menghempaskan harga dirinya Dimata teman-temannya begitu saja


" Alex gue_!" Ucap Claudia terbata


" Cukup, gue enggak mau dengar apapun alasan loe sebaiknya loe pergi dari hadapan gue" bentak Alex


Amilia tersenyum miring lalu beralih menoleh ke arah Chessy


" Chess!" Amilia panik ketika melihat Chessy yang sudah dalam keadaan pingsan dalam pangkuan Dea


Alex pun sama terkejutnya ketika melihat Chessy yang sudah tidak sadarkan diri

__ADS_1


Pemuda itupun langsung menghampiri Chessy dan Amilia


" Cepat bawa dia ke rumah sakit pakai mobil gue" ucap Alex yang hendak meraih tubuh Chessy namun pergerakannya terhenti ketika mendengar suara bariton yang cukup tegas dari arah belakang


" Singkirkan tanganmu, jangan coba-coba kau berani menyentuhnya!"


Semua yang ada di situ pun langsung menoleh ke arah sumber suara begitu pun dengan Claudia yang nampak tercengang ketika melihat Amar datang dan langsung menggendong Chessy begitu saja


Amilia mengikuti langkah sang kakak yang membawa Chessy masuk ke dalam mobilnya


Roy membukakan pintu mobil dan Amar dengan hati-hati meletakkan Chessy di kursi penumpang setelah itu baru dirinya masuk


Amilia duduk di kursi depan samping Roy yang mengemudikan mobil


" Kita ke rumah sakit sekarang!" titah Amar


Roy pun mengangguk dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah


" Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Chessy bisa seperti ini?" tanya Amar pada Amilia


" Alex, siswa yang tadi" Amilia menjeda ucapannya


" Sepertinya dia tahu tentang kejadian malam itu kak kejadian yang menimpa Chessy di pesta ulang tahun Claudia" lanjutnya lagi


Deg


Amar langsung menoleh ke Amilia yang posisinya juga sedang menoleh ke belakang


" Apa?" Amar nampak terkejut


Amilia pun menjelaskan kejadian tadi dimana Alex memaksa Chessy untuk bicara berdua, tapi karena Chessy menolak akhirnya Alex mengancam akan mengatakan hal tentang kejadian di malam pesta ulang tahun Claudia


Amar mengepalkan tangannya kuat, dugaannya selama ini mengarah pada Malika dan juga adiknya Claudia, dia yakin kedua bersaudara itu pasti ada kaitannya dan Alex pasti tahu banyak tentang kejadian malam itu bisa saja Alex pun terlibat dengan penjebakan itu pikir Amar dan dia harus cari tahu tentang pemuda itu


" Roy, cari tahu tentang siswa yang bernama Alex itu dan pastikan apa dia juga terlibat dengan kejadian malam itu!" titah Amar


" Baik bos!" sahutnya


" Dan juga selidiki Malika dan adiknya, aku curiga dengan mereka berdua " lanjutnya


" Siap bos"


Amilia mengerutkan keningnya" Malika dan Claudia?" Gumamnya hati


" Kak, apa menurut kak Amar Claudia dan kak Malika itu terlibat dengan penjebakan yang dilakukan pada Chessy?" tanya Amilia yang nampak begitu penasaran


" Kakak juga belum tahu pasti tapi filing kakak mengarah kepada mereka berdua!" sahut Amar dan Amilia pun mengangguk mengerti


Amilia terperangah melihat apa yang dilakukan kakaknya


" Kak ih bukan muhrim, main cium aja kalau mom dan daddy tahu habis loh kak Amar di ceramahin!" tegur Amilia


" Sayang ayok dong bangun, jangan seperti ini!" ucap Amar berbicara pada Chessy dan mengabaikan ucapan Amilia


" Kak!" panggil Amilia takut-takut


" Apa?" sahut Amar tanpa menoleh


" Emm.... Apa kak Amar yakin dengan hubungan yang kalian jalani ini?" tanya Amilia


" Maksud kamu apa bicara seperti itu?" tanya Amar


" Maksud Mili tuh apa kak Amar yakin dengan hubungan kalian saat ini, sedangkan kak Amar juga tahu kan apa yang sudah menimpa Chessy dan bagaimana nanti tanggapan Opa apalagi kalau tahu saat ini Chessy sedang hamil, apa kakak tidak takut Opa marah besar dan menolak hubungan kalian?" tanya Amilia yang seketika membuat Amar menghela napasnya panjang


" Sudahlah Amilia, ini urusan kakak. Yang terpenting saat ini adalah kesehatan dan kebahagiaan Chessy dan kehamilannya" sahutnya


" Tapi kak saat ini kan Chessy sedang hamil anak orang lain?"


" Cukup Mili, anak yang Chessy kandung adalah anak kakak jadi jangan bicara hal yang bukan-bukan" terang Amar yang dengan sengaja memberikan kode pada Amilia


" Kak, mungkin kakak bisa menerimanya tapi bagaimana dengan mommy, daddy dan yang lebih gawat lagi adalah Opa" Amilia tidak ingin karena keegoisan kakaknya Chessy sahabat baiknya mendapat cibiran dan hinaan dari keluarganya terutama Opa Bara


" Sudah jangan dibahas lagi, kita sudah sampai di rumah sakit!!" Ucap Amar


Amar menggendong Chessy masuk ke dalam rumah sakit dan tujuannya langsung mengarah pada ruang IGD


Di ruangan IGD Amar dibantu oleh salah seorang suster merebahkan Chessy di atas bed dengan sangat hati-hati sedangkan Amilia menunggu di depan ruangan


" Dokter tolong isteri saya dan tolong juga bayi yang ada di dalam kandungannya!" ucap Amar dengan raut wajah cemas


Dokter yang hendak memeriksa Chessy mengerutkan keningnya awalnya dia pikir Amar adalah kakak dari pasien tapi hal yang mencengangkan justru ia dengar kalau ternyata dia adalah suaminya pasien yang masih menggunakan seragam putih abu-abu dan yang lebih membuatnya terkejut pasien dalam keadaan hamil


" Dokter!" tegur Amar karena melihat dokternya nampak bengong


" Maaf...maaf saya hanya sedikit terkejut dengan status pasien!" ucap dokter tersebut lalu segera memeriksa Chessy setelah mendapat tatapan tajam Amar


Untuk lebih konsentrasi dalam memeriksa kondisi Chessy, Amar pun di minta keluar dulu

__ADS_1


Sementara di depan ruangan Amilia nampak bertanya-tanya dengan sikap kakaknya yang bisa terlihat jelas begitu mengkhawatirkan keadaan sahabatnya Chessy, Amilia tidak pernah menyangka jika dulu Chessy begitu takut dengan Amar tapi kini mereka malah menjalin hubungan dekat


Tapi di dalam lubuk hati Amilia ingin sekali ia menentang hubungan keduanya, karena ia khawatir Chessy akan terluka bila bersama dengan kakaknya apalagi kini ia tengah berbadan dua dan Opanya juga begitu gencar ingin menjodohkan Amar dengan Selena


" Kak bagaimana keadaan Chessy?" tanya Amilia ketika Amar baru saja keluar dari ruangan yang bertuliskan ruang IGD


" Sedang diperiksa dan semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan" ucapnya penuh doa


" Amin" Amilia mengaminkan


Setelah beberapa menit berlalu dokter pun keluar dari ruangan tersebut


Amar langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menghampirinya


" Dokter bagaimana keadaan isteri saya?" tanya Amar cemas


" Alhamdulillah, keadaan ibu dan bayinya tidak apa-apa hanya butuh perhatian yang khusus dan jangan sampai pasien mengalami tekanan dan banyak pikiran karena hal ini bisa berpengaruh buruk pada perkembangan janinnya " Tutur dokter yang menangani Chessy


" Baik dokter"


" Pasien sudah di perbolehkan pulang dan butuh istirahat yang cukup!" pesannya


" Baik dokter terima kasih banyak" ucap Amar


Setelah dokter pamit undur diri Amar langsung masuk ke dalam ruangan di mana Chessy berada


Sementara Amilia yang masih berada di luar ruangan masih tercengang setelah mendengar Amar mengatakan kalau Chessy adalah isterinya


Sampai segitunya kah kakaknya terhadap Chessy hingga menyatakan kalau dia adalah isterinya


" Apa kak Amar benar-benar serius dengan Chessy?" gumamnya seraya menatap pintu yang ada di hadapannya


Beberapa menit berlalu Amar keluar sambil mendorong Chessy yang duduk di kursi roda


Amilia langsung beranjak berdiri ketika melihat keduanya sudah keluar dari ruangan


" Chessy bagaimana keadaan loe?" tanya Amilia khawatir


" Alhamdulillah gue enggak apa-apa, maaf ya gue udah bikin loe khawatir!" ucap Chessy


" Enggak apa-apa loe kayak sama siapa aja sih" sahut Amilia


Mereka pun berjalan menuju apotik untuk menebus obat terlebih dahulu sebelum pulang


" Amilia kakak titip Chessy ya sebentar kakak mau nebus obat dulu, kalian disini aja" pamit Amar


Amilia mengangguk lalu mendudukkan dirinya di kursi tunggu bersama Chessy yang duduk di kursi roda


" Gue enggak nyangka kalian bisa sedekat itu" ucap Amilia sambil menatap punggung sang kakak yang berjalan ke arah apotik yang ada di rumah sakit tersebut


" Ya?"tanya Chessy yang tidak mendengar dengan jelas ucapan Amilia


"Apa loe juga suka sama kak Amar?" tanya Amilia menoleh ke arah Chessy


Mendapat pertanyaan dari Amilia, Chessy menundukkan wajahnya lalu menarik napas dalam-dalam


" Gue juga enggak tahu dengan pasti tapi yang jelas gue selalu merasa nyaman setiap kali berada di dekatnya" Sahut Chessy


" Loe kan tahu sendiri gue enggak pernah pacaran jadi kalau berdekatan dengan laki-laki tuh ya masih terbilang awam banget aja " Ucap Chessy


Amilia mengangguk mengerti, dia tahu bagaimana Chessy temannya itu yang memang tidak pernah berpacaran sebelumnya dan tidak berbeda jauh dengan Amar kakaknya


Ketika mereka sedang serius berbicara berdua tiba-tiba muncul seorang wanita yang berdiri di depan mereka


" Hai...!" Sapanya


Seketika pandangan Amilia dan Chessy mengarah pada wanita yang sedang berdiri di hadapan mereka


" Hai calon adik ipar, sedang apa disini?" tanya wanita itu dengan tingkat kepercayaan yang begitu tinggi menyapa Amilia


Amilia memutar bola matanya jengah melihat wanita yang kini tengah tersenyum kepadanya


" Siapa yang kamu panggil calon adik ipar?" ketus Amilia


Wanita itu tersenyum " Tentu saja kamu Amilia, karena sebentar lagi aku dan kakakmu akan segera menikah" sahutnya


Chessy yang mendengar kata-kata wanita itu pun nampak mencengkram kursi rodanya dengan kuat


Amilia yang melihatnya pun langsung mengusap lengan Chessy


" Benarkah? tapi kenapa aku tidak tahu tentang hal itu bahkan aku juga yakin kalau kakak ku pun pasti tidak mengetahui rencana mu itu, iyakan?" Amilia tersenyum miring


" Apa itu rencana yang kau buat dengan papamu dan juga Opa?" lanjutnya


" Oh tentu saja, Opa mu sangat menyukai ku dan aku yakin Opa pasti akan lebih memilihku dibandingkan dengan wanita yang enggak jelas seperti dia, si ja***G kecil, masih sekolah tapi sudah berani bermalam dengan seorang pria"


" Cukup!"

__ADS_1


Teriak Chessy dengan dada yang sudah naik turun menahan emosinya yang memuncak


Amilia langsung berdiri dan berusaha menenangkan Chessy yang terlihat sangat marah dan menatap nyalang wanita yang ada dihadapannya, wanita yang sudah berani menghinanya


__ADS_2