
Setelah sampai di Cafe mereka berempat pun langsung turun dari dalam mobil
"Waww... ramai banget ya?" ucap Chessy nampak terkejut setelah melihat cafe yang terlihat begitu ramai dengan para siswa-siswi yang ternyata memilih untuk nongkrong di cafe tersebut buat merayakan hari mereka setelah lelah berhadapan dengan soal-soal ujian
" Kayaknya pada kesini semua ya?" timpal Nila sambil menatap isi cafe yang ternyata sudah tidak ada lagi meja kosong bahkan sampai area luar cafe pun penuh
" Yaaaa ... gimana dong?" tanya Dea dengan raut wajah kecewa karena cafe tempat biasa mereka kongko-kongko hari ini sudah penuh pengunjung
" Yaudah kita cari tempat lain aja kalau gitu" usul Amilia yang di angguki oleh Chessy dan juga yang lainnya
" Ya mau bagaimana lagi, di sini juga udah penuh gitu" tutur Dea
" Yaudah yuk cuz lah!" ucap Nila
Disaat mereka berempat hendak kembali naik ke dalam mobil tiba-tiba ada seseorang yang menyerukan mereka berempat
" Hei kalian berempat, tunggu jangan pergi dulu!" Seru seseorang pria yang memakai seragam pelayan cafe KR dengan langkah tergesa-gesa menghampiri Amilia dan teman-temannya yang hendak naik ke dalam mobil
Ke empat gadis itupun menoleh ke sumber suara lalu mereka saling melempar pandangan satu sama lain dengan tatapan bingung
" Apa yang dimaksud orang itu kita ya?" tanya Nila
Ketiga sahabatnya hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu mereka
" Jangan ge'er dulu, siapa tahu yang dia maksud itu orang lain" ucap Chessy sambil melihat ke arah sekeliling mereka yang juga nampak ramai dengan pengunjung lain yang tidak kebagian tempat
" Tapi yang dia panggil kayaknya beneran deh kita berempat " Dea menunjuk dirinya lalu kearah ketiga sahabatnya
" Tuh lihat yang lain lebih dari empat dan ada juga yang bertiga atau berdua" tambahnya lagi sambil menunjuk ke arah pengunjung lain yang kebetulan juga masih berdiam di parkiran berharap ada tempat yang kosong
" Sudahlah yuk ah, mungkin bukan kita!" seru Amilia yang sudah membuka pintu mobil dan hendak masuk ke dalam
" Hei.. kalian jangan pergi dulu terutama yang bernama Amilia!" teriak pelayan tersebut sambil melambaikan tangannya ke arah Amilia dan teman-temannya
" Amilia, orangnya manggil nama loe tuh !" ujar Dea memberitahu
" Tuh kan benar yang dimaksud orang itu kita berempat" seru Nila merasa benar tebakannya dan Dea
Amilia kembali menutup kembali pintu mobil yang sempat ia buka dan menatap bingung ke arah pelayan yang nampak tergopoh-gopoh berlari kearahnya
" Mau apa dia?" tanya Amilia seraya menaikkan sudut alisnya
" Entahlah!" sahut Nila
" Loe kenal Li?" Tanya Dea dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Amilia
" Hoss....Hoss..., maaf diantara kalian siapa yang bernama Amilia?" tanya pelayan tersebut setelah sampai di hadapan ke empat gadis tersebut dengan napas ngos-ngosan
" Aku, memangnya ada apa ya kak?" jawab Amilia seraya menunjuk dirinya sendiri
" Tidak apa-apa dek, emm... kalian pasti sengaja datang kesini untuk menghilangkan kepenatan setelah selesai ujian kan?" tanya pelayan tersebut yang langsung dijawab anggukan kepala oleh keempat siswi SMA tersebut
" Iya kak, tapi sayangnya sudah penuh dan kami berencana untuk mencari tempat lain saja" jawab Nila mewakili para sahabatnya yang merasa sedikit ada yang aneh
" Tidak...tidak...tidak ... khusus untuk kalian berempat masih ada tempat kok!" jawab pelayan itu dengan cepat
" Maksudnya?" tanya Amilia dengan penuh selidik
"Emmm ... begini, tadi ada yang sudah membooking cafe ini dan telah menyediakan tempat khusus untuk siswi yang bernama Amilia dan ketiga sahabatnya dari SMA Tunas Bangsa dan kebetulan di dalam kebanyakan yang datang itu dari SMA yang sama dengan kalian jadi pada saat melihat seragam kalian berempat ya saya jadi ingat pesan orang tersebut" tutur pelayan tersebut menjelaskan
" Seriusan kak, tapi siapa yang udah menyediakan kami tempat?" bukan Amilia yang bertanya tapi Dea yang cukup terkejut dengan penuturan pelayan tersebut
" Iya benaran, justru kalau kalian pergi saya malah takut kena masalah nantinya " jawab pelayan tersebut
" Wahh Li, ini keren banget. Siapa ya kira-kira yang udah booking cafe ini?" Nila pun sama penasarannya dengan Dea
Karena pelayan tersebut masih belum menjawab pertanyaan kedua sahabatnya akhirnya Amilia pun kembali bertanya
"Memangnya siapa kak orang yang telah membooking cafe ini?" tanya Amilia datar
" Mohon maaf untuk hal itu saya tidak bisa memberitahukannya sekarang tapi yang jelas orang tersebut meminta agar kalian segera masuk dan untuk jawabannya nanti kalian pasti akan tahu sendiri setelah masuk ke dalam cafe kami!" terang pelayan tersebut dengan sangat hati-hati
" Pakai rahasia-rahasia segala sih, kurang kerjaan banget" oceh Amilia yang merasa malas dengan teka-teki yang dibuat orang tersebut
" Sudahlah Li, kita ikuti aja maunya dia, siapa tahu emang orang yang udah loe sangat kenal dan ingin memberi kejutan barangkali" tutur Nila
" Iya betul tuh!" timpal Dea
" Menurut loe gimana Chess?" kali ini Amilia berusaha untuk bertanya pendapat Chessy walaupun masih ada perasaan bersalah dan tidak enak hati pada sahabatnya itu
__ADS_1
" Ya gue sih terserah loe aja" jawab Chessy merasa tidak ada hak untuk memberi jawaban
Amilia nampak berpikir dan menatap sahabatnya satu persatu
" Kalau loe merasa penasaran ya udah masuk aja tapi kalau merasa tidak perlu mending kita cari tempat lain" Ucap Chessy lagi karena melihat raut kebimbangan pada Amilia
" Udahlah masuk aja, gue juga udah haus nih " seru Nila
" Iya!" timpal Dea
Amilia berpikir sejenak lalu mengangguk pelan " Yaudah kita masuk!" sahutnya
" Kalau begitu mari adik-adik ikut saya!" ucap Pelayan tersebut mempersilahkan Amilia dan para sahabatnya mengikutinya
Amilia pun dengan malas mengikuti langkah pelayan tersebut dan ketiga sahabatnya mengekor di belakangnya
Disisi lain para pengunjung lain nampak mendengus kesal setelah melihat Amilia bersama ketiga sahabatnya masuk ke dalam cafe dengan santainya terutama mereka yang memakai seragam yang sama dengan keempat gadis tersebut
Herry yang kebetulan berada di cafe tersebut bersama teman-temannya pun nampak membulatkan matanya ketika melihat Amilia yang setahunya baru datang tapi malah dengan santainya sudah berjalan masuk ke cafe tersebut bersama para sahabatnya
" Enggak usah heran gitu juga kali loe ngeliatinnya!" ledek Dodo yang tengah berdiri di belakang Herry di area cafe KR bersama dengan kedua teman lainnya namun masih belum kebagian tempat
" Itu si Amilia enak bener ya baru datang udah langsung masuk aja!" keluh Dean salah satu teman Herry
" Ya namanya juga anak sultan, anak sultan mah bebas kali" ungkap Dodo sambil terkekeh
" Oh iya ya!" sahut temannya yang lain
" Tapi katanya tuh cafe udah di booking loh" ucap Dean memberitahu apa yang sempat di dengarnya saat mau masuk tapi sudah di cegah duluan oleh beberapa orang yang berjaga di depan cafe
" Serius loh?" Beo temannya yang bernama Ferry
" Ya mungkin keluarganya Amilia kali yang udah booking tuh nyatanya dia langsung di suruh masuk" sahut Dodo yang diangguki oleh kedua temannya karena Herry masih diam saja dengan pikiran yang entah apa yang ada di benaknya saat ini
" Bisa jadi sih!" Timpal Dean
" Bagus kalau begitu .." Seru Herry tiba-tiba membuat ketiga sahabatnya terperanjat keget
" Apaan sih loe Her ngagetin orang aja loe!" omel Dodo
" Iya tuh" keluh Ferry dan Dean juga yang sama kagetnya dengan Dodo
"Isshh.... dengerin gue dulu, kalau benar yang booking ni cafe keluarganya Amilia, berarti itu kesempatan emas buat gue" ucap Herry dengan berbinar
" Huhhh... dasar ogeb, itu tuh kesempatan emas buat gue mendekati Amilia dan keluarganya" tutur Herry yang tiba-tiba saja muncul ide untuk mencari perhatian Amilia dan keluarganya
" Jangan macam-macam deh loe Her!" cemas Dodo karena biasanya Herry bisa bertindak aneh dan diluar nalarnya
" Apaan sih loe berisik" omel Herry pada Dodo
" Ya bukan gitu Her, gue enggak mau aja loe sampai menanggung malu kalau sampai tuh anak nolak loe dihadapan banyak orang terutama keluarganya!" ucap Dodo mengingatkan
" Hal itu tidak akan pernah terjadi yang ada tuh ya keluarganya Amilia pasti akan menerima gue dengan tangan terbuka" tutur Herry dengan percaya dirinya
" Kebanyakan menghayal sih loe" ledek Dodo
" Betul itu, ingat Her ketinggian mimpi jatuhnya sakit!" Dean pun ikut meledeknya
" Tau tuh kayak udah kenal keluarganya Amilia aja" Timpal Ferry ikut berkomentar
Herry terkekeh mendengar ucapan ketiga temannya itu" Kalian enggak tahu aja kalau gue tuh udah kenal baik dengan keluarga Amilia dan kalau loe mau tahu ya keluarganya Amilia itu pernah datang ke rumah gue dan kalian tahu tidak? bahkan mereka membawa begitu banyak hadiah buat gue sekeluarga" terang Herry panjang lebar tapi malah ditanggapi gelak tawa yang menggelegar oleh ketiga temannya itu
" Ha...Ha... Eh Her ini masih siang, jangan mimpi dulu belum tidur loe" seloroh Dodo lalu tergelak begitu juga dengan Dean dan Ferry yang tidak percaya begitu saja dengan pengakuan Herry yang menurut ketiganya itu mustahil dan hanya bualan Herry semata
" Dasar teman enggak ada akhlak ya loe-loe pada, nih kalau kalian enggak percaya!" Herry memperlihatkan jam tangan mewah yang ada melingkar di pergelangan tangannya
Ketiga temannya langsung menoleh dan menatap jam milik Herry dengan takjub
" Ini tuh ya jam pemberian tuan Mahendra bokapnya Amilia!" terang Herry dengan bangganya memperlihatkan jam mewah yang memang ia dapati dari pemberian dad Mahendra sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyelamatkan Chessy dan Calon penerus keluarga Mahendra
" Yang benar loe Her?" Dean nampak penasaran karena jam yang dipakai oleh Herry benar-benar jam mewah dan termasuk limited edition yang hanya beberapa orang saja yang memilikinya
" Anjrit tuh Jam limited edition, bokap gue aja gak sanggup beliin tuh jam" keluh Dean yang benar-benar merasa kesal jam incarannya selama ini malah sudah dimiliki oleh temannya sendiri
" Itu asli apa barang palsu?" ragu Ferry yang langsung mendapat toyoran dari Herry
" Sialan loe, ini asli lah mana mungkin tuan Mahendra orang yang paling kaya dan tajir pemilik sekolah ngasih gue barang palsu" oceh Herry tidak terima jam tangannya dibilang barang palsu
Disaat mereka masih mendebatkan barang asli apa palsu itu tiba-tiba saja Herry dibuat terkejut dengan kedatangan beberapa mobil yang langsung mendapat sambutan hangat dari para pelayan cafe KR
__ADS_1
" Tuh kan benar!" Ucap Herry dengan mata berbinar
" Benar apanya?" tanya Dean
Herry menunjuk ke arah tiga mobil yang baru saja datang ke cafe tersebut
" Itu mobil siapa, gila keren-keren banget!" puji Ferry ketika melihat tiga mobil mewah yang sudah terparkir di depan cafe
" Itu mobil keluarganya Amilia, gue hafal mobil yang paling depan itu mobil milik bokapnya Amilia" tutur Herry menerangkan
Ketiga temannya Herry nampak terkejut ketika para penghuni mobil keluar dari dalam mobil masing-masing
Sementara di dalam cafe tersebut Amilia dan ketiga sahabatnya nampak terkejut bukan main ketika masuk ke dalam cafe dan ternyata cafe tersebut sudah disulap dan di dekor dengan sedemikian rupa
" Ini kok cafenya beda begini ya ?" Ucap Nila yang nampak aneh dengan kondisi Cafe yang dibuat seperti tempat diadakannya pesta
" Ini apa kami enggak salah masuk ya?" tanya Amilia yang memperlihatkan raut kebingungan
" Ini sih udah seperti tempat acara pesta" ucap Chessy sambil melihat ke sekeliling ruangan yang nampak di dekor dengan sangat indah
" Mari dek..!" ucap pelayan itu menunjukkan tempat Amilia dan teman-temannya untuk duduk
" Silahkan duduk dulu!" ucap pelayan tersebut lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berempat dengan raut wajah yang masih nampak kebingungan
" Kok gue ngerasa ada yang aneh ya!" gumam Amilia dengan mata menelisik ke area sekitar
" Apa jangan-jangan ada yang mau ngelamar loe Mil?" tebak Chessy dengan pandangan yang masih menatap area sekitar tempat ia duduk
Amilia tertegun dengan tebakan Chessy
" Jangan asal deh loe Chess...!"
" Ya siapa tahu aja tebakan Chessy itu benar" goda Dea membuat wajah Amilia seketika berubah datar dan cemberut
" Kalau jodoh udah datang cewek itu dilarang nolak, itu sih kata orang tua gue ya!" tutur Nila
Amilia geleng-geleng kepala " Tapi enggak berlaku buat gue, karena gue masih harus melanjutkan pendidikan gue dulu!"
Chessy seketika diam karena untuk memikirkan tentang pendidikannya rasanya terasa begitu sesak dengan keadaannya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliahnya seperti ketiga sahabatnya
" Udah ah, kenapa jadi main tebak-tebakan sih mendingan pesan minum aja gue udah haus nih!" ucap Dea lalu beranjak dari tempat duduknya dan memanggil salah satu pelayan yang lewat
Dea sudah memesan minum dan makanan untuk mereka berempat dan saat ini ke empatnya pun tengah menikmati makanan dan minuman yang telah disajikan dan mengabaikan segala ke anehan yang ada di cafe tersebut
_____
Di luar cafe Herry yang melihat tuan Mahendra turun dari dalam mobil bersama keluarganya yang lain membuat Herry dengan langkah percaya dirinya langsung menghampiri mereka
" Tuan Mahendra!" Sapa Herry membuat dad Mahendra seketika menoleh ke arah sumber suara
" Nak Herry!" Ucap dad Mahendra yang tidak terlalu terkejut dengan keberadaan pemuda tersebut karena cafe yang ia kunjungi memang nampak di dominasi oleh para siswa-siswi SMA miliknya
" Kenapa tidak masuk?" Tanya dad Mahendra ramah
" Apa kamu baru datang bersama teman-teman mu?" tanya Mommy Naura yang berdiri di samping dad Mahendra
" Emmm ... sudah dari tadi si nyonya tapi cafenya hari ini nampaknya penuh" jawab Herry dengan memperlihatkan raut wajah sendu
" Oh begitu, ya sudah ayok masuk bareng kami" tawar dad Mahendra yang seketika langsung membuat Herry bersorak kegirangan di dalam hati
" Beneran boleh tuan?"
" Tentu saja boleh, kebetulan memang kami datang ke sini karena ingin kumpul-kumpul bersama para putriku yang baru saja menyelesaikan ujiannya" sahut dad Mahendra
" Baiklah kalau begitu terima kasih tuan" ucap Herry dengan berbinar
" Yaudah ayok masuk, ajak sekalian teman-teman mu itu masuk!" ucap dad Mahendra seraya menunjuk Dodo dan kedua temannya yang lain dengan ekor matanya
" Terima kasih tuan" ucap Herry kembali lalu mengajak ketiga temannya untuk masuk bersamanya
Mereka pun masuk bersama begitu juga dengan Amar yang kebetulan baru datang setelah mommynya menghubungi dirinya dan memintanya untuk datang ke cafe KR
Awalnya Amar nampak terkejut tapi setelah mommy menjelaskan akhirnya Amar pun patuh
Amilia membulatkan matanya sempurna ketika melihat orang-orang yang baru saja masuk ke dalam cafe tersebut termasuk Chessy apalagi ada sang suami yang juga turut hadir
Glek
Seketika Amilia tercekat dan sulit menelan salivanya ketika melihat pemuda yang berjalan di belakang daddy-nya. matanya membola dan tiba-tiba ia teringat dengan ucapan Chessy
__ADS_1
" Apa jangan-jangan ada yang mau ngelamar loe Mil?"
Kata-kata itu seketika terngiang di telinga Amilia