Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Opa Bungkam


__ADS_3

" Silahkan kau pilih wanita itu dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" Suara itu begitu tegas dan dingin membuat semua yang ada di ruangan tersebut terkejut bukan main dan langsung menoleh ke sumber suara


Deg


Mata Opa Bara pun terbelalak saking terkejutnya


" Apa harus kehilangan anak dan cucu-cucu mu terlebih dulu baru kau sadar akan kesalahan mu itu tua bangka!" Ketusnya


Opa Bara seketika bungkam, banyak bicara pun rasanya akan sia-sia karena wanita yang ada di hadapannya jauh lebih pintar berbicara yang selalu saja mampu mematahkan ucapannya


Semua yang ada di ruangan tersebut sungguh terkejut dengan kedatangan wanita yang kini nampak terlihat raut kemarahan di wajahnya, setahu mereka wanita tersebut sedang berada di Singapura tapi entah bagaimana ceritanya tiba-tiba muncul begitu saja


" Say_!"


" Diam!" sentaknya membuat Opa Bara seketika bungkam


" Selama ini aku biarkan kau bertindak sesukamu dan berharap mata mu terbuka lebar agar bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang sangat kau bangga-banggakan itu tapi sayangnya kau sudah dibutakan dengan sikap palsu wanita rubah itu sampai kau menutup mata dan telingamu dari kesalahan besar yang sudah wanita itu lakukan" marah seorang wanita yang sudah berusia lanjut tapi masih terlihat cantik itu seraya menatap nyalang Opa Bara


" Oma_!" Cicit Amar dan Amilia seraya tersenyum lega karena akhirnya Opa Bara mendapatkan lawan yang setimpal dalam melawan kata-katanya


Mereka tidak menyangka wanita yang tidak lain adalah Omanya itu datang tepat waktu


" Kau selalu membohongi ku mas, kau bilang sudah tidak lagi memaksa cucuku untuk menikah dengan wanita itu tapi ternyata di belakangku kau malah mendukung perbuatan keji wanita itu untuk menyakiti cucu menantuku yang sedang mengandung cicitku!" ucap Oma


Opa Bara tidak berani banyak bicara karena bagaimanapun wanita yang sedang marah-marah padanya adalah wanita yang masih sangat ia cintai


" Cukup kegilaan mu ini mas, aku tidak akan tinggal diam kalau kau berani memaksa cucuku untuk membebaskan wanita itu, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya agar dia sadar apa yang dia tabur itulah yang ia tuai"


Selagi Oma berbicara tidak ada yang berani berkomentar dad Mahendra dan mommy Naura pun sangat bersyukur dengan kedatangan Oma yang seketika mampu membungkam kesombongan dan keangkuhan Opa Bara


" Ingat baik-baik mas, kebahagiaan anak dan cucu-cucu ku jauh lebih penting dari apapun termasuk dirimu, jadi jika kau masih memilih melindungi wanita rubah dan mengusik kebahagiaan cucu dan cucu menantu ku, maka sebaiknya kita berpisah saja mas!" ucap Oma dengan tegas


Semua orang terkejut dengan pernyataan Oma terlebih lagi Opa Bara yang seketika membeliak mendengar kata pisah


" Sayang kau jangan bercanda!" ucap Bara dengan degup jantung yang tidak karuan


Oma tersenyum miring " Bercanda katamu? apa kau lihat raut wajah ku nampak sedang bercanda?" ketusnya


" Ta...tapi sayang aku_!" Entah mengapa pria yang sudah berusi lanjut itu nampak gugup ketika ditatap dengan tatapan intimidasi sang isteri


" Aku sudah banyak diam mas selama ini, meskipun aku berada di Singapura bukan berarti aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan dengan cucu temanmu itu!" terang Oma


" Sekarang kau pilih mas, kau jauhi temanmu dan cucunya itu atau kau pilih berpisah dengan ku beserta anak dan cucu-cucu mu ini!" ancam Oma


Opa Bara membulatkan matanya sempurna mendengar ancaman yang diberikan oleh sang isteri

__ADS_1


" Jika kau tidak bisa memilih maka biar aku yang pilihkan!" ketus Oma


" Jangan bicara seperti itu, aku tidak mungkin bisa hidup tanpa mu sayang" ucap Opa sendu


" Cih, kau pikir aku tersentuh dengan ucapan recehmu itu, sebaiknya kau pikirkan baik-baik ucapanku tadi!" ucap Oma


Oma lalu beralih pada anak dan cucu-cucunya


" Sebaiknya kalian semua kembali beristirahat, biarkan saja laki-laki tua bangka ini merenungi kesalahannya" seru Oma


Mommy Naura berjalan menghampiri Oma


" Terima kasih Oma sudah mendukung keputusan Amar putra kami!" ucap Mommy Naura berhambur kepelukan ibu mertuanya


" Kau jangan bersedih lagi Naura, aku juga seorang ibu jelas tahu bagaimana perasaan mu saat ini"


" Iya Oma"


" Aku akan mendukung apapun keputusan putramu dan kau jangan khawatir semua pasti akan baik-baik saja, selama ada Oma tidak akan Oma biarkan siapapun menyakiti cucu-cucuku tanpa terkecuali termasuk suamiku sendiri" Ucap Oma seraya melirik Opa Bara


" Dan kau Amar, jaga baik-baik cucu menantuku dan juga calon cicitku, jangan biarkan siapapun berani mengusik dan membuatnya sedih!" pesan Oma pada Amar


" Iya Oma" jawab Amar


" Terimakasih Oma, aku kangen Oma!" ucap Amar yang langsung menghampiri Omanya lalu memeluknya


" Daddy juga!" Seru dad Mahendra tidak mau kalah


Mereka pun akhirnya berpelukan dengan penuh cinta dan kasih sayang


Opa Bara yang melihat interaksi isteri berserta anak dan cucunya itu hanya mendengus kesal merasa diabaikan


Apalagi setelah itu mereka semua pergi begitu saja kembali ke kamar masing-masing termasuk isterinya yang memilih untuk menginap di mansion tersebut


" Zen....!" Teriak Oma memanggil asistennya


" Iya Oma!" Zen dengan sigap menghampiri Oma


" Tolong bawakan barang-barang ku ke kamar ya, setelah itu kau boleh pulang untuk beristirahat aku akan menginap di rumah putraku!" ucap Oma


" Baik Oma!" Zen pun melaksanakan perintah atasannya tersebut dan setelah selesai Zen pun pamit pulang


" Pulanglah dan pikirkan baik-baik ucapanku tadi!" Ucap Oma sebelum melenggang pergi meninggalkan Opa yang masih berdiri di tempatnya seraya menatap punggung Oma yang mulai menjauh


Opa Bara pun akhirnya memilih kembali ke hotel tempat ia menginap dengan langkah gontai pria lanjut usia itupun pergi dengan perasaan yang berkecamuk

__ADS_1


Sementara Amar nampak terkejut ketika membuka pintu kamarnya pandangan yang pertama dilihatnya adalah Chessy yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memeluk lututnya apalagi nampak jelas tubuhnya sedikit berguncang


" Sayang!" dengan langkah lebar Amar mendekati sang isteri


Mendengar suara suaminya Chessy pun langsung mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Amar yang tengah menatapnya


" Ada apa hem?" Amar langsung menarik tubuh mungil isteri kecilnya kedalam pelukannya


" Maafkan aku kak!" ucap Chessy lirih disela isak tangisnya


" Hei.... ada apa? kenapa minta maaf hem?" Amar mengurai pelukannya dan menangkap kedua pipi Chessy dengan kedua tangannya


Amar dengan lembut mengusap air mata Chessy yang meluncur dengan bebasnya


" Kenapa minta maaf dan ini apa? kenapa menangis seperti ini?" Tanya Amar dengan lembut seraya menghapus air mata Chessy dengan ibu jarinya


" Maaf, karena kehadiran ku membuat keluarga kak Amar terutama Oma dan Opa menjadi ribut apalagi sampai Oma mengatakan ingin berpisah dengan Opa" tutur Chessy dengan menundukkan kepalanya


Amar terenyuh mendengar ucapan isteri kecilnya itu ia pun menarik napas panjang dan dihembuskannya dengan kasar


" Apa kamu menguping ?" tanya Amar sambil mengernyitkan alisnya


Chessy menganggukkan kepalanya pelan dengan perasaan bersalah


" Bukankah kakak tadi sudah menyuruh mu untuk beristirahat!"


" Maaf!" Lirihnya


" Ini yang kakak takutkan kalau kamu sampai mendengar ucapan Opa, kakak tidak ingin kamu bersedih dan merasa bersalah seperti sekarang ini" tutur Amar


" Apapun yang sempat kamu dengar tadi sebaiknya lupakan saja dan jangan berpikir yang macam-macam" titah Amar dan Chessy masih bergeming menundukkan wajahnya


" Oma punya cara sendiri untuk menghadapi Opa, karena hanya Oma yang bisa menghentikan Opa, dan mengenai ucapan Oma yang mengancam Opa untuk berpisah mas yakin Oma tidak serius dengan kata-katanya dan kalau pun Oma serius kakak yakin Oma sudah memikirkan ini semua dengan matang" tutur Amar panjang lebar


" Tapi kak_!"


" Sudahlah sayang, jangan pikirkan apapun yang bisa membuat mu bersedih. Oma sudah berpesan agar kita menjaga dengan baik calon cicitnya ini" Amar mengusap perut Chessy dengan lembut


" Kita jangan sampai mengecewakan Oma apalagi Oma sudah jauh-jauh datang dari Singapura ke sini setelah mengetahui perbuatan Opa terhadap cucu menantunya " lanjut Amar


" Dan sekarang Oma di mana kak?" tanya Chessy yang entah kenapa calon ibu muda itu masih merasa bersalah kepada Oma


" Oma sekarang berada di kamarnya, ia akan menginap!"


" Benarkah?"

__ADS_1


" Hemm... sekarang kita istirahat ya, besok baru kita temui Oma!". Chessy mengangguk dan Amar membantu Chessy merebahkan tubuhnya


Chessy pun merasa sedikit lebih lega setelah mendengar ucapan suaminya dan sekarang wanita yang sedang hamil itu merasa sangat nyaman tidur dalam pelukan suami tampannya


__ADS_2