
Amilia menyetop taksi yang melintas di hadapannya, Roy yang diminta untuk mengejar Amilia pun terpaksa kembali lagi ke rumah Chessy karena terlambat mencegah Amilia yang sudah pergi menggunakan taksi
Di dalam taksi Amilia menangis meluapkan kesedihannya
" Maaf neng mau diantar ke mana ya?" tanya pak supir taksi
" Ke taman kota aja pak" sahut Amilia sambil mengusap air matanya
" Baik neng" supir taksi itupun melajukan mobilnya menuju taman kota sesuai keinginan Amilia
Sepanjang perjalanan menuju taman, Amilia nampak diam saja membuang pandangannya ke arah jalanan menatap lampu-lampu jalan yang mulai menerangi jalan
Setelah 15 menit perjalanan taksi yang Amilia tumpangi pun berhenti tepat di depan pintu taman tersebut
Amilia mengeluarkan selembar uang berwarna merah setelah itu keluar dari dalam mobil tersebut
" Neng kembaliannya!" seru pak sopir karena uang yang diberikan Amilia lebih
" Buat bapak aja" sahut Amilia
Supir taksi itupun mengucapkan terima kasih dengan rasa syukur yang begitu besar atas rejeki yang telah ia dapat hari ini
Amilia masuk ke dalam taman yang nampak beberapa pasang muda-mudi tengah duduk bermesraan
Awalnya ia merasa risih sendiri tapi lama-lama ia pun merasa masa bodo dan bersikap cuek dan tetap melangkahkan kakinya
Amilia lalu mencari tempat duduk yang agak sepi untuk menenangkan pikirannya
Setelah duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut Amilia menghela nafasnya panjang
Ia teringat kembali apa yang baru saja terjadi dan seketika rasa kecewa itupun mencuat kepermukaan pada sahabat dan juga kakak nya sendiri yang sudah tidak jujur kepadanya
" Kenapa kalian tega menyembunyikan hal sebesar ini dari ku?" ucap Amilia lirih
" Aku enggak nyangka sahabat baikku kini menjadi kakak ipar ku, bahkan sebentar lagi aku akan menjadi aunty" ucapnya lagi
" Tapi sayang kalian sudah membuat aku kecewa, hiks.... hiks...." Amilia menitikkan air matanya
" Maaf!" Amilia menoleh ke sumber suara dan matanya terbelalak melihat seseorang yang sudah berdiri di depan matanya
__ADS_1
" Maafin gue Amilia, gue tahu loe udah kecewa bangat sama gue tapi sumpah gue enggak ada niatan sedikit pun untuk membohongi loe, gue juga udah sering memberitahu kak Amar buat jujur sama loe tapi kak Amar selalu bilang butuh waktu untuk mengatakan hal ini sama loe" tuturnya sambil terisak
Amilia membuang pandangannya ke sembarang arah dia masih enggan untuk melihat ke arah Chessy yang sudah mengecewakannya
" Gue mohon Amilia, maafin gue!" ucap Chessy meraih tangannya namun ditepis oleh Amilia
Chessy merasa sangat sedih di acuhkan oleh sahabat yang selama ini selalu ada untuknya, jika bukan karena permintaan Amar dan merasa kasihan kepadanya mungkin Chessy sudah jujur dari awal
Bahkan saking takut Amilia membencinya Chessy sampai tidak memikirkan kondisi kesehatannya yang baru saja baikkan
Chessy merengek-rengek pada Amar dan juga bunda untuk pergi menyusul Amilia, awalnya Amar tidak mengizinkan tapi karena Chessy terus memohon dan menangis-nangis akhirnya Amar yang tidak ingin terjadi sesuatu pada isteri dan calon bayinya pria itupun akhirnya mengizinkan Chessy untuk menyusul Amilia
Roy yang tidak berhasil mengejar Amilia membuat Chessy bertambah khawatir, ia takut terjadi sesuatu pada Amilia yang pergi dalam keadaan emosi
Chessy meminta Amar untuk mengantarkannya ke taman kota karena setiap ada masalah baik Chessy maupun Amilia selalu pergi ke taman tersebut
Dan benar saja setelah sampai di taman tersebut Chessy dan Amar melihat Amilia sedang menangis dan mengutarakan isi hatinya
Setelah terasa cukup Amar dan Chessy pun langsung menghampirinya
Amilia sendiri bukan membenci Chessy ia hanya merasa kecewa karena ketidak jujuran mereka berdua yang membuatnya seperti orang bodoh yang mengkhawatirkan hubungan mereka berdua tapi ternyata mereka malah sudah menikah
" Dek, kakak tahu kamu merasa sangat kecewa dengan kami berdua, kakak akui kakak mungkin terlalu pengecut sampai tidak berani mengakui kesalahan fatal yang sudah kakak perbuat sama kamu, jujur dek awal mengetahui fakta yang sebenarnya Kakak juga syok banget apalagi ketika pertama kali kamu meminta bantuan sama kakak dan menceritakan kronologis yang terjadi pada Chessy" tutur Amar
Amilia terdiam dan mendengarkan penuturan sang kakak
" Mommy dan daddy syok berat sampai mommy jatuh pingsan dan daddy memukuli kakak sampai babak belur" lanjutnya
Amar pun menceritakan semuanya kepada Amilia tanpa ada yang ditutup-tutupi lagi
" Jadi kak Amar segitu takutnya kena pukulan ku sampai menyembunyikan hal sebesar ini dariku?" Amilia beranjak dari duduknya dengan tangan yang sudah terkepal kuat
Amar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ada rasa malu terhadap adiknya dan juga pada Chessy tentunya
Amilia dengan langkah pelan menghampiri Amar dan
Bugh
Bugh
__ADS_1
Amilia tiba-tiba memukul perut Amar dua kali membuat Amar seketika langsung memegangi perutnya yang terasa sakit
Chessy membulatkan matanya sambil menutup mulut saking terkejutnya
"Kak, apa kakak baik-baik saja?" Chessy membantu Amar yang tengah memegangi perutnya yang terasa sakit
" Kakak baik-baik aja!" sahutnya menahan rasa yang cukup nyeri akibat pukulan Amilia
" Itu belum seberapa, jika kak Amar berani menyakiti Chessy lagi meskipun kak Amar adalah kakak kandung ku sendiri, aku tidak akan tinggal diam dan enggak akan pernah memaafkan kakak apalagi sampai menyakiti Chessy dan membuatnya menangis kembali!" ancam Amilia tegas
Chessy yang mendengar ucapan Amilia sungguh merasa sangat terharu
Gadis itupun langsung menghampiri Amilia dan memeluknya
" Terima kasih Amilia hiks...hiks....!" Ucap Chessy masih dalam posisi memeluk Amilia
" Udah jangan nangis lagi, gue enggak mau sampai terjadi apa-apa sama ponakan gue karena loe kebanyakan mewek" ucap Amilia setelah mengurai pelukannya
Chessy tersenyum dan dengan cepat menghapus air matanya, Amar pun merasa lega karena adik dan istrinya sudah kembali berbaikan
" Ingat ya kak jangan macam-macam dan jangan pernah mau didekati oleh cewek rubah itu!" ucap Amilia memperingati
" Cewek rubah siapa?" Tanya Amar mengerutkan keningnya
" Siapa lagi kalau bukan si Selena itu" sahutnya
" Ya ampun dek, ya enggak mungkin lah kakak dekat-dekat dengan dia" ucap Amar
" Mungkin aja kalau tiba-tiba Opa memaksa"
" Tidak akan dek, kakak tidak akan mau" tegas Amar
" Oke, aku pegang ya kata-kata kakak. pokoknya kakak ipar aku cuma satu yaitu Chessy, aku enggak mau ya ada kakak ipar selain Chessy"
" Iya, bawel. kakak juga enggak mau kok punya isteri yang lain selain isteri kakak yang satu ini!" Amar merangkul bahu Chessy
Mereka pun lalu tertawa bersama, Amar merasa bersyukur adiknya tidak marah walaupun sempat memukulnya tapi itu tidak sebanding dengan apa yang dirasakan sang adik yang begitu mencemaskan dan mengkhawatirkan keadaan dirinya dan sang isteri
Amar pun langsung mengajak Amilia pulang dan malam ini mereka akan menginap di rumah Chessy
__ADS_1
Awalnya Amilia menolak tapi Chessy terus saja memaksanya
Amar pun terpaksa mengalah dan tidur di ruang tamu, baginya itu tidak jadi masalah yang terpenting isteri dan adiknya tetap akur seperti biasanya