Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kembali ke sekolah


__ADS_3

Hari berlalu kini Chessy bisa bernapas dengan lega karena apa yang ia takutkan selama ini tidak lah terjadi, berkat kekuasaan yang dimiliki sang mertua Chessy akhirnya bisa melenggang dengan nyaman ketika berjalan bersama Amilia memasuki area sekolah


Ya, hari ini adalah hari pertama Chessy mulai kembali ke sekolah setelah beberapa hari libur karena harus menjalani bedrest


" Akhirnya loe kembali lagi ke sekolah Chessy, gue senang banget tau enggak" Ucap Dea seraya memeluk sahabatnya itu


" Hiks....Hiks..., gue kangen banget sama loe Chess!" ucap Nila disela isak tangisnya


" Udah ah lebay loe pake nangis segala" Amilia menoyor kepala Nila membuat gadis itu tentunya memanyunkan bibirnya


" Loe mah Li sentimen banget, enggak liat apa gue nangis gini tuh karena gue kangen banget sama Chessy" protes Nila.


" Ah gue kemarin masuk sekolah loe enggak pakai acara nangis segala padahal kita juga udah berapa hari enggak ketemu!" ucap Amilia


" Ya sama elo mah gue bosen" sahut Nila


" Wahh, sue nih anak mau gue gibas kali ya" Amilia langsung melingkarkan lengannya di leher Nila membuat gadis itu menjerit-jerit


" Amilia... lepasin gue!" teriaknya karena Amilia menyeretnya sambil melangkah ke arah kelas


Chessy yang berjalan di belakang keduanya bersama Dea terbahak-bahak melihat tingkah absurd sahabatnya itu


" Chessy tolong gue!" Teriak Nila lagi


" Rasain ini" ucap Amilia


Mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama sambil berjalan menuju kelas mereka


Banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka tapi lebih tepatnya ke arah Chessy


Awalnya Chessy merasa tidak nyaman dengan tatapan para siswa-siswi yang berpapasan dengannya karena tatapan mereka seperti tatapan mengintimidasi tapi mengingat kembali apa yang pernah Alex ucapkan membuat gadis itu akhirnya bersikap biasa-biasa saja


Amilia sebenarnya merasa sedikit was-was dan diam-diam gadis itupun memperhatikan semua gerak-gerik para siswa-siswi yang sepertinya tidak menyukai kehadiran Chessy tapi melihat sikap Chessy yang biasa saja akhirnya gadis itupun memilih untuk acuh yang penting baginya Chessy dalam keadaan baik-baik saja


Dengan kejadian yang pernah menimpa Chessy karena merasa telah lalai menjaga sahabat sekaligus kakak ipar dan juga calon keponakannya itu membuat Amilia lebih berhati-hati dan lebih posesif lagi terhadap Chessy


" Loe kenapa sih Li dari tadi gue perhatiin muka loe tegang banget, biasa aja kali tuh muka enggak usah kaya bodyguard yang lagi menjaga bosnya" goda Nila


" Apaan sih Loe, gue tuh cuma enggak mau ya sampai kejadian waktu itu terulang lagi" tutur Amilia menjelaskan sikapnya yang tiba-tiba nampak dingin dan datar


Nila menepuk pundak Amilia " Gue tahu loe sangat mengkhawatirkan Chessy, ya semoga aja tidak akan ada Claudia yang lainnya lagi ya Mil!"


" Amin, semoga aja tapi _" ucapan Amilia terjeda

__ADS_1


" Tapi apa?"


" Gue masih takut Nil" jujur Amilia


" Apa memangnya yang loe takuti Li?"


Amilia menarik napas dalam-dalam sambil menatap Chessy dan Dea yang kini posisinya sudah berganti menjadi didepan mereka


" Gue takut enggak bisa menjaga Chessy dengan baik apalagi orang yang sudah hampir mencelakai Chessy masih bebas berkeliaran di luar sana" terang Amilia membuat Nila sontak membulatkan matanya mendengar penuturan Amilia


" Loe serius? memangnya ada orang yang mendalangi semua yang dilakukan Claudia terhadap Chessy?" tanya Nila dibalik rasa terkejutnya


" Iya, dan gue sama kakak gue cukup tau siapa orangnya"


" Serius?" Amilia pun mengangguk


" Siapa?"


" Orang yang pernah ingin dijodohkan oleh Opa kepada kak Amar"


Nila semakin dibuat terkejut dengan jawaban Amilia


" Sayangnya Opa begitu mudah percaya kepada wanita rubah itu, sampai-sampai Opa tidak percaya dengan ucapan kami yang jelas-jelas keluarganya" ucap Amilia menuturkan


" Ini tuh udah kayak cerita di novel yang sering gue baca aja Li, sungguh kasihan ya nasib Chessy, tapi ya semoga aja tuh cewek insyaf dan sadar diri"


" Iya"


" Udah Li, loe enggak usah khawatir gue juga akan berusaha untuk ikut menjaga Chessy, kita itukan sahabatan jadi apa yang menjadi urusan Chessy juga menjadi urusan gue"


Amilia tersenyum lalu merangkul bahu Nila " Terima kasih ya Nil"


" Apaan si loe pake ngomong terima kasih segala, Chessy itu juga sahabat gue kalau loe lupa hal itu!"


"Iya ..iya..." keduanya pun tertawa sambil mengikuti Chessy yang kini sudah lebih dulu masuk ke dalam kelas bersama Dea


Para siswa-siswi yang sekelas dengan Chessy saling berbisik-bisik ketika melihat kedatangan Chessy


Amilia yang melihat tingkah mereka pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan ingin mengeluhkan semua unek-uneknya akibat sikap para teman sekelasnya itu


" Loe mau ngapain?" tanya Chessy ketika melihat Amilia yang hendak beranjak dari duduknya


" Gue mau nenutup mulut mereka" jawab Amilia dengan sedikit mengeraskan suaranya yang membuatnya menjadi pusat perhatian para teman sekelasnya

__ADS_1


Mendengar suara Amilia yang meninggi sontak membuat para siswi yang sempat berbisik-bisik pun bungkam


Mereka tahu siapa Amilia dan juga Chessy, meskipun mulut mereka julid tapi mereka tetap tidak berani terang-terangan mengatakan ketidaksukaan mereka pada keduanya padahal selama ini sikap Chessy dan Amilia selalu baik dan tidak pernah mencari masalah dengan mereka tapi mereka sendirilah yang selalu membuat masalah


" Udahlah Mil enggak usah di ladenin, enggak penting juga kan!" cegah Chessy


Amilia melirik mereka semua dengan tatapan tajam " Tapi mulut mereka itu udah keterlaluan Chess" geram Amilia


" Udah Mil kita disini kan untuk belajar biarkan aja mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri dan kita sibukkan diri kita dengan belajar agar kita bisa lulus dengan nilai yang memuaskan dan nanti mereka sendiri yang rugi karena hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sampai lupa dengan tujuan hidupnya sendiri, yang rugi nanti siapa? ya mereka sendiri kan?" tutur Chessy bijak membuat para siswa yang mendengar ucapan Chessy nampak kagum dengan cara Chessy menyikapi orang-orang yang tidak menyukainya


" Waahh.... gue setuju banget tuh, apa yang loe bilang itu emang benar Chess buat apa ribet ngurusin kehidupan orang lain, belum tentu kehidupan kita sendiri aja bener" celetuk seorang siswa membuat atensi yang lainnya langsung mengarah kepadanya termasuk Chessy dan Amilia


" Iya Chess, hanya orang-orang yang memiliki rasa iri dan dengki yang bersikap kayak gitu, gue salut sama loe Chess ternyata loe itu termasuk cewek yang tangguh dan kuat loh Chess gue yakin diantara para cewek disini kalau mereka jadi elo belum tentu mereka bisa sekuat dan setegar elo!" ucap siswa lainnya


" Ahh... jangan sok tau loe, Chessy bisa kuat dan tegar itukan karena dia bisa nikah sama cowok tampan dan kaya seperti kakaknya Amilia coba kalau tuh cowok orang miskin terus jelek gue yakin mana mau Chessy menikah dengannya gue yakin Chessy pasti akan memilih bunuh diri" protes seorang siswi


" Iya, kalau cowoknya kayak kakaknya Amilia gue juga mau" celetuk siswi lainnya


Mendengar ucapan para siswi tersebut membuat emosi Amilia semakin terpancing tapi dengan cepat Chessy menenangkan adik iparnya itu


" Mil, udah !" ucap Chessy


" Tapi Chess_?"


Chessy memberikan senyum terbaiknya membuat Amilia langsung mendudukkan dirinya dengan pasrah


" Buat kalian yang memang enggak suka sama gue, ya buat gue sih itu enggak masalah ya, toh gue juga enggak akan mungkin dong buat maksa kalian untuk suka sama gue!" tutur Chessy


" Mau kalian suka ataupun tidak buat gue pengaruhnya sama aja kan, enggak ada manfaatnya sama sekali buat kalian sendiri, yang ada malah rugi sendiri. karena apa? ya karena dari pada kalian sibuk memikirkan kebencian kalian pada orang lain bukankah lebih baik waktu yang kalian miliki itu kalian manfaatkan untuk belajar dan melakukan hal yang jauh lebih penting dan bermanfaat daripada mengurusi urusan orang lain yang hanya akan merugikan diri sendiri" tambahnya lagi


" Betul tuh apa yang dikatakan Chessy, jadikanlah apa yang udah Claudia lakukan terhadap Chessy sebagai bahan pelajaran buat kita semua, kalau udah kayak gitu siapa coba yang rugi? diri sendiri kan?" ucap seorang siswa yang menimpali ucapan Chessy


" Iya, segala sesuatunya itu udah diatur oleh tuhan, jadi alangkah baiknya kita mensyukuri apa yang sudah diberikan kepada kita semua, jangan pernah merasa iri ataupun dengki dengan kehidupan orang lain karena seandainya kita berada di posisi orang tersebut pun belum tentu loh kita sanggup melewati setiap kesulitan yang mereka hadapi jadi bersyukur itulah kuncinya!" tutur Cheesy


" Setuju banget!" celetuk siswa lainnya


" Keren Chess!"


" Cewek yang begini ini yang menjadi incaran para cowok !"


" Iya bro loe benar banget, cewek yang baik itu cewek yang harus bisa mensyukuri apa yang ada pada diri mereka sendiri dan tidak merasa iri ataupun dengki terhadap orang lain!"


" Cewek idaman ya cewek yang Sholehah, meskipun gue begajulan tetap dong gue juga ingin punya cewek yang Sholehah!"

__ADS_1


" Tapi sayangnya tuh cewek yang enggak mau sama loe!" celetuk temannya


Bel masuk pun berbunyi, suara riuh pun seketika senyap apalagi setelah seorang guru masuk ke dalam kelas tersebut dan kegiatan banyak mengajarpun dimulai


__ADS_2