Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Chessy di culik


__ADS_3

Chessy sedang berjalan sendirian menuju toilet tapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika seseorang mencegatnya


Bahkan dengan kasarnya orang itu menarik tangan Chessy dan membawanya kebelakang sekolah tempat yang cukup sepi dan tidak ada siswa atau siswi yang melintas apalagi jam pelajaran pun sudah dimulai


Chessy menelan Salivanya dengan kasar saat melihat tatapan orang itu yang sungguh tidak bersahabat dan menyeringai jahat


Chessy merasa tidak nyaman dan sedikit takut dengan situasi tersebut, apalagi saat ini ia sedang dalam keadaan hamil membuat gadis itu sedikit waspada


" Kenapa mundur, loe takut?" tanya gadis yang berada di hadapan Chessy saat ini dengan tersenyum miring


" Apa mau loe, jangan macam-macam kalau tidak_?"


" Kalau tidak apa? Loe pikir gue takut dengan ancaman loe itu ? " ucap gadis itu meremehkan , yang tidak lain adalah Claudia


Claudia bersama dua orang temannya sengaja mencegat Chessy yang hendak ke toilet lalu membawanya ke tempat yang lebih sepi


" Loe itu cuma cewek munafik yang sok suci dan enggak tau diri, dasar cewek mu****N !" maki Claudia


" Jaga ya ucapan loe?" geram Chessy yang tidak terima dengan ucapan Claudia yang semakin merendahkan harga dirinya


Claudia malah terbahak mendengar ucapan Chessy, tidak ada rasa takut sedikitpun padahal apa yang dia lakukan bisa saja mengancam keselamatan dirinya sendiri dan juga keluarganya


" Gue udah muak sama loe, cewek yang sok suci padahal tidak lebih seperti pe****r!"


Plak


Entah keberanian dari mana gadis itu spontan langsung melayangkan tangannya ke pipi Claudia


" SiaL*N!" Marah Claudia


Plak


Claudia pun membalas tamparan Chessy tidak kalah kuat hingga sudut bibir Chessy robek dan mengeluarkan darah


Chessy menatap Claudia tajam dan berusaha menahan emosinya


" Gue enggak pernah mengganggu hidup loe tapi kenapa loe selalu mengganggu kehidupan gue, mau loe itu apa sih?" marah Chessy


Claudia tertawa jahat " Gue mau loe lenyap dan menghilang dari pandangan gue!" sahut Claudia dengan entengnya


" Loe udah enggak waras!"


" Terserah loe mau anggap gue apa, semua ini terjadi gara-gara loe, loe udah ngehancurin rencana gue cewek si*lan!" Claudia yang murka tidak bisa lagi menahan amarahnya apalagi ketika ia teringat dengan keadaan sang kakak yang kondisinya saat ini cukup memperihatinkan, gagal menikah dengan Amar , kini dalam keadaan hamil dan ayah dari anak yang dikandungnya tengah berada di balik jeruji besi


" Gue enggak ngerti apa maksud loe!"


" Jangan belaga beg* deh loe kalau bukan karena loe kakak gue Malika pasti udah nikah sama kak Amar tapi loe udah ngerusak semua rencana gue bahkan gara-gara loe dan Amilia kak Jero mutusin gue dan Alex juga benci sama gue !" ungkap Claudia


" Loe dan Amilia harus bertanggungjawab atas semua ini, kalian berdua udah menghancurkan hidup gue dan juga kak Malika!" Claudia yang sudah dibutakan oleh ambisinya menarik Chessy dengan kasar, menjabak rabut Chessy bahkan mendorongnya dengan kasar ke dinding


Chessy meringis menahan rasa sakit di kepala dan punggungnya yang terbentur tembok


Tubuhnya seketika bergetar ia takut apa yang dilakukan Claudia membahayakan janin yang ada di dalam perutnya


" Akhhh......!" Chessy memekik kesakitan ketika Claudia kembali menjambak rambutnya bahkan dengan dibantu kedua temannya Claudia menarik Chessy dengan paksa membawanya keluar gedung sekolah melewati pintu belakang yang sudah di rencanakan sebelumnya


Di pintu belakang sekolah sudah ada dua orang pria bertubuh tinggi kekar yang sudah menunggunya


" Bawa dia, dan jangan biarkan cewek ini muncul lagi dihadapan gue!" ucap Claudia dengan tegas


Kedua pria itu menganggukkan kepalanya sementara Chessy melotot mendengar ucapan Claudia


" Gue yakin loe udah biasa melakukannya jadi bersiaplah loe melayani mereka dan jangan pernah muncul lagi dihadapan gue, camkan itu!"

__ADS_1


Chessy bergetar hebat mendengar ucapan Claudia yang sungguh tidak berprikemanusiaan


" Clau, jangan lakukan ini sama gue .. jangan biarkan mereka membawa gue Clau... !" pinta Chessy yang takut terjadi sesuatu dengan bayinya


Claudia bukannya merasa iba melihat Chessy yang sudah menangis ketakutan tapi gadis itu malah tertawa terbahak-bahak


" Udah enggak usah banyak drama, cepat bawa dia sekarang juga jangan sampai ada yang melihat!"


Kedua orang suruhan Claudia mengangguk


" Siap bos!"


Chessy berusaha meronta ketika berada dalam cekalan tangan kekar kedua pria tersebut


" Lepas!"


" Diam!" bentak salah satu pria tersebut


" Udah cepat sana bawa, terserah kalian mau apakan wanita ini gue enggak peduli!" ucap Claudia dengan kejamnya


Chessy terus meronta dengan air mata yang terus saja berderai dengan derasnya


Kedua pria tersebut dengan kasar memasukkan Chessy kedalam mobil setelah mobil tersebut melesat meninggalkan area sekolah Claudia dengan kedua temannya tertawa terbahak-bahak lalu merayakan keberhasilannya menyingkirkan Chessy


Sementara didalam kelas Amilia merasa sangat gelisah karena sudah hampir satu jam Chessy belum juga kembali ke kelas


" Amilia!" panggil Dea


Amilia menoleh " Chessy mana?" tanya Dea sedikit berbisik Karena merasa khawatir belum juga melihat Chessy kembali dari toilet


Amilia menggelengkan kepalanya " Gur juga enggak tahu!" jawab Amilia juga berbisik


Claudia menyeringai ketika melihat kecemasan di wajah-wajah parah sahabat Chessy


Amilia pun keluar kelas dan langsung menuju toilet tapi sebelum sampai di toilet Amilia dibuat terkejut dengan aksi seseorang yang tiba-tiba langsung menariknya


" Ikut gue, cepat !" ucap orang tersebut membuat Amilia mengerutkan keningnya


" Gue enggak bisa, gue harus menca_!"


" Chessy?"


Amilia melotot " Loe tahu dia dimana sekarang?"


" Ikut gue nanti loe akan tahu sendiri, kita enggak punya banyak waktu teman loe dalam bahaya sekarang!"


Deg


Jantung Amilia berdegup sangat kencang pikiran buruk pun menghantui


" Udah ayok cepat!"


Orang itu yang tidak lain adalah Alex langsung menarik Amilia ke jalan pintu belakang dan disana pun sudah ada beberapa teman geng motornya dan juga anak buah papahnya menunggu


" Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Amilia ketika mereka sudah berada di dalam mobil yang di supiri oleh Morgan


" Chessy diculik !" sahut Alex membuat Amilia membulatkan matanya


" Di culik?"


" Iya"


" Bagaimana loe bisa tahu kalau Chessy di culik dan siapa yang udah berani menculiknya?"tanya Amilia disela rasa cemasnya yang bergemuruh hebat

__ADS_1


" Gue enggak sengaja tadi melihat dua orang yang cukup mencurigakan berdiri di depan pintu belakang sekolah dan tiba-tiba aja selintas gue melihat seorang cewek dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut , gue sempat melihat Claudia dan dua orang temannya tertawa terbahak-bahak di dekat pintu belakang sekolah dan setelah gue lihat dikelas loe Chessy enggak ada di tempat duduknya jadi gue yakin kalau cewek yang dibawa masuk ke dalam mobil itu adalah Chessy" tutur Alex panjang lebar


Entah kenapa mendengar penjelasan Alex ada rasa aneh yang sedikit mengusik hatinya, Alex ternyata masih begitu perhatian terhadap Chessy, Amilia jadi yakin kalau pemuda itu masih sangat mencintai Chessy


Alex mengerutkan keningnya ketika melihat Amilia yang tiba-tiba saja diam


" Loe kenapa?" tanya Alex


Amilia yang sempat memikirkan perasaan Alex terhadap Chessy tersentak dari lamunannya


" Gue... gue cuma mengkhawatirkan keadaan Chessy apalagi loe tahu kan kalau kondisi Chessy saat ini sedang hamil!" ucap Amilia yang sengaja mengatakan keadaan Chessy yang sedang hamil agar pria itu sadar kalau cinta yang ia miliki adalah cinta yang terlarang karena Chessy sudah menjadi isteri orang


" Iya gue tahu, karena itu gue langsung bergerak cepat dan semoga aja kita tidak terlambat !" tutur Alex


Amilia membeku di tempat setelah mendengar ucapan Alex, gadis itu semakin cemas dibuatnya takut kandungan Chessy kenapa-kenapa


" Apa kak Amar sudah di beritahu?" tanya Amilia yang baru teringat dengan kakaknya


Amilia mengambil ponselnya dan hendak menghubungi kakaknya tanpa menunggu jawaban Alex


" Kakak loe sedang berada di luar kota!" ucap Alex membuat Amilia lagi-lagi dibuat terkejut


" Tapi orang-orang suruhan Daddy loe udah bergerak menuju lokasi tempat Chessy berada!" lanjutnya lagi


" Kak Amar diluar kota? bagaimana bisa?" tanya Amilia yang sangat terkejut dengan apa yang Alex ucapkan


" Sepertinya penculikan ini sudah direncanakan sangat matang" sahut Alex


" Maksud loe?"


Alex pun menjelaskan kepada Amilia apa yang ada di pikirannya selain mencurigai Claudia pemuda itupun mencuriga seseorang yang cukup berkuasa karena tidak mungkin Claudia berani melakukan hal senekat itu tanpa ada bekingan dari orang yang memiliki kekuasaan


" Gue tahu loe mungkin enggak percaya dengan apa yang gue bilang tapi kalau dipikir-pikir bagaimana bisa kakak loe pergi dadakan gitu keluar kota dan tiba-tiba isterinya di culik!"


Amilia nampak berpikir keras " Tapi apa mungkin kalau_!"


" Tidak ada yang tidak mungkin, siapa pun bisa dicurigai"


Ponsel Alex tiba-tiba berdering dan di balik telpon tersebut seseorang mengatakan kalau saat ini Chessy sudah berada di dalam sebuah kapal pesiar


Alex merdecak geram anak buahnya ternyata kalah cepat


" Sial!" umpatnya


" Ada apa?" tanya Amilia melihat kemarahan diwajah Alex


" Kita kalah cepat, Chessy kini sudah berada di kapal pesiar" terang Alex


Amilia membekap mulutnya sendiri saking terkejutnya dengan apa yang baru Alex sampaikan


" Chessy!" lirihnya


" Sekarang apa yang harus kita lakukan Lex?" Amilia sangat mengkhawatirkan keadaan Chessy dan juga kandungannya


" Aku juga tidak tahu" Alex nampak prustasi pikirannya seketika buntu


" Tenang nona aku sudah mengerahkan orang-orang ku untuk menyusup masuk ke dalam kapal pesiar tersebut " ucap Morgan yang tentu saja ucapannya membuat kedua remaja itu menganga


" Apa kau serius Morgan?" tanya Alex yang terkejut dengan ucapan Morgan


" Ya, aku mengerahkan beberapa orangku langsung ke lokasi tempat nona Chessy berada dan sebagian lagi aku kerahkan menjemput kalian serta mengawasi area sekolah khususnya Claudia dan kedua temannya" tutur Morgan membuat Alex tercengang sungguh dia tidak mengira kalau Morgan bisa sampai sedatail itu


Amilia sungguh kagum dengan pria dewasa itu, cara berpikirnya cukup cepat

__ADS_1


Kini Morgan membawa Amilia dan Alex ke dermaga disana sudah ada orang-orangnya yang menunggu


__ADS_2