
Beruntung saja dalam kejadian itu tidak ada luka yang membahayakan Chessy maupun bayi yang berada di dalam kandungannya dan kini keadaan Chessy pun sudah jauh lebih baik dan sudah diperbolehkan pulang
Bunda Tia dan mommy Naura yang sejak semalam menginap di rumah sakit pun membantu Chessy membereskan barang-barangnya yang akan dibawa pulang
" Kamu mau pulang kemana sayang, ke rumah mommy atau ke rumah bunda kamu?" tanya mommy Naura ketika mereka sedang menunggu Amar yang tadi sempat keluar karena ada urusan dengan Roy
" Emmmm.... Chessy terserah kak Amar saja mom!" sahut Chessy
Ceklek
Pintu ruangan tersebut pun terbuka dari luar dan masuklah dua sosok pria dengan stelan jasnya
" Akhirnya kamu datang juga Mar, kenapa lama ?" tanya mommy Naura
" Ada urusan tadi mom!" Sahut Amar lalu menghampiri Chessy
" Ayo sayang, kamu udah siapkan untuk pulang?" Amar beralih pada isterinya
" Sudah dari tadi kak!" sahut Chessy dengan wajah cemberut
" Jangan cemberut gitu dong sayang, maaf ya kakak tadi ada urusan pekerjaan dengan Roy" ucap Amar yang tidak ingin melihat isteri kecilnya marah
" Iya, iya..." Sahut Chessy
" Kita pulang ke rumah mommy aja kamu enggak keberatan kan sayang?" tanya Amar sebelum membawa isterinya pulang
" Iya, terserah mas saja "jawab Chessy
Amar pun membantu Chessy untuk terun dari tempat tidur
" Pakai kursi roda saja Mar kasihan kalau harus berjalan!" Titah mommy Naura
" Iya nak Amar pakai kursi roda saja!" Bunda pun ikut menimpali ucapan besannya
" Iya mom, bun!" Sahut Amar
Roy pun dengan sigap mengambil kursi roda dan mendekatkannya ke Chessy dan Amar
Amar menggendong Chessy lalu menurunkannya di atas kursi roda, Amar lalu mendorong kursi roda tersebut dan Roy yang membawa tas yang berisi barang-barang milik Chessy
__
Chessy akhirnya mengikuti keinginan sang suami kalau mereka akan pulang ke mansion milik keluarga Mahendra
Sesampainya di mansion Amar bergegas turun lebih dulu lalu dengan sigap menggendong Chessy ala bridal style
__ADS_1
" Kak sebaiknya aku turun saja, aku masih bisa berjalan sendiri kok!" Chessy merasa malu kepada Mommy dan bundanya karena Amar menggendongnya masuk ke dalam mansion
" Tidak usah malu sayang, kamu inikan baru pulang dari rumah sakit jadi tidak apa-apa jika suamimu itu menggendongmu!" ucap mommy Naura membuat wajah Chessy seketika merah merona karena merasa malu
" Kalian sudah pulang?" Suara bariton dari arah ruang TV mengalihkan atensi Amar dan Chessy
" Iya dad!" jawab Amar lalu melimpir ke arah ruang TV
Dengan sangat hati-hati Amar menurunkan Chessy ke sofa yang ada di ruang TV
" Bagaimana kondisi kamu sekarang Chessy?" tanya Dad Mahendra pada menantu kesayangannya
" Alhamdulillah sudah jauh lebih baik dad" sahut Chessy
Tidak berapa lama Bunda dan Mommy ikut bergabung di ruang TV bersama ketiganya
" Kamu harus lebih ekstra menjaga isterimu Mar, jangan sampai kejadian ini terulang lagi!" ucap dad Mahendra mengingatkan putranya
" Iya dad" sahut Amar
" Maafin Chessy ya dad karena tidak berhati-hati dan membuat semuanya jadi khawatir!" ucap Chessy menundukkan wajahnya merasa sedikit bersalah
" Kamu ini bicara apa, kenapa harus minta maaf. itu musibah dan kita juga tidak akan tahu apa yang akan terjadi bukan? sudahlah tidak perlu dipikirkan yang terpenting sekarang kamu dan juga kandunganmu dalam keadaan baik-baik saja!" tutur dad Mahendra
" Betul apa yang dikatakan Daddy mu sayang, yang terpenting sekarang kalian tidak apa-apa dan untuk kedepannya kami harus lebih hati-hati ya!" ucap Mommy Naura menimpali ucapan suaminya
" Iya mom!"
" Sudah dad" sahut Amar
" Kak!" panggil Chessy ketika wanita itu teringat akan sesuatu
" Ada apa sayang?"
" Emmm.... waktu kejadian itu aku kok merasa kalau aku tuh jatuhnya seperti menimpa sesuatu ya kak, seperti tidak jatuh ke lantai" tutur Chessy yang merasa heran
Calon ibu muda itu saking syoknya sampai tidak menyadari kalau sebenarnya ia jatuh menimpa tubuh seseorang
" Benarkah?" tanya mommy Naura lalu beralih menatap ke arah putranya
" Sebenarnya apa motif dari kejadian itu Mar dan bagaimana kronologi kejadiannya?" tanya mommy Naura yang memang selama di rumah sakit mereka semua hanya fokus dengan kesehatan Chessy dan juga kandungannya
Amar menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan semuanya sesuai dengan apa yang ia lihat melalui cctv yang ada di sekolah
Chessy cukup terkejut setelah mendengar cerita dari Amar kalau ternyata ia jatuh menimpa tubuh seseorang yang berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan juga kandungannya
__ADS_1
" Kamu harus mengucapkan terimakasih kepada anak itu Mar!" ucap dad Mahendra
" Iya betul nak Amar, kalian harus berterima kasih kepada anak itu yang sudah menyelamatkan Chessy dan kandungannya!" kali ini bunda pun ikut bersuara
" Mommy setuju, kalau perlu kita datangi rumahnya sekalian bersilaturahmi dengan keluarganya!" ucap mommy Naura yang tentu saja disetujui oleh bunda Tia
Amar bergeming lalu detik berikutnya calon ayah itupun menoleh ke arah isteri kecilnya
" Akan Amar pikirkan dulu mom" sahut Amar
" Memangnya siapa kak orang yang sudah menyelamatkan aku?" tanya Chessy yang sedari tadi sudah sangat penasaran
" Herry!" jawab Amar yang seketika membuat Chessy melotot
" Her... Herry?" Beo Chessy
" Apa kalian teman akrab?" tanya mommy Naura yang dapat menangkap percikan rasa cemburu di hati putranya
Chessy terdiam sejenak lalu melirik Amar yang memasang wajah datar
" Tidak mom, kami beda kelas hanya saja_!" Chessy menjeda kata-katanya
" Hanya saja apa sayang?" tanya mommy Naura
" Emmm....!" Chessy melirik Amar kembali lalu menundukkan kepalanya
" Di... dia dulu pernah nembak Chessy mom!" jawab Chessy takut-takut, apalagi suaminya itu sangat cemburuan membuat Chessy semakin was-was saja takut kalau sang suami marah padanya
Amar yang mendengar jawaban Chessy pun dengan cepat langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan sedangkan Chessy sudah menundukkan kepalanya takut melihat tatapan suaminya yang seakan mengintimidasinya
Mommy yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Amar pun langsung saja menegur putranya itu daripada rasa cemburunya itu nantinya malah menyakiti perasaan Chessy dan membuat calon ibu itu bersedih sungguh mommy Naura tidak kalau sampai hal itu terjadi pada menantu kesayangannya itu
" Amar!" panggil Mommy Naura membuat Amar yang sedang menatap Chessy pun langsung menoleh ke arah mommynya
" Kamu jangan menatap isterimu seperti itu Mar, kamu tidak lupakan kalau isterimu itu baru saja pulang dari rumah sakit? jangan sampai sikapmu itu membuat isterimu kembali lagi ke rumah sakit !" tegur mommy Naura
" Mom kenapa bicara seperti itu tidak baik mom!" tegur dad Mahendra
" Mommy hanya ingin mengingatkan putramu itu dad, lihat saja matanya itu sedari tadi sudah membuat menantu mommy merasa takut dan bersalah seperti itu" tutur mommy Naura melirik Amar dan Chessy bergantian
" Kalau soal si Herry itu siswa yang sudah menolong Chessy dan dia dulu pernah menyatakan perasaannya kepada Chessy, menurut mommy itu bukanlah kesalahan Chessy jadi kenapa kamu malah menatap isterimu seperti itu, jangan salahkan isterimu Mar jika banyak laki-laki yang menyukainya dan seharusnya kamu itu bersyukur karena dari sekian banyak laki-laki yang suka pada isterimu dan kamulah yang pada akhirnya yang memenangkan hatinya jadi jaga perasaan isterimu Mar jangan karena hal sepele kamu sampai menyakiti perasaannya!"
Amar menghela napas panjang setelah itu ia hempaskan secara perlahan
Bunda yang mendengar ucapan besannya itu pun merasa haru dan sangat bersyukur karena putrinya mendapatkan mertua yang sangat baik dan begitu perhatian terhadap putrinya
__ADS_1
" Iya mom!" jawab Amar yang menjadi merasa bersalah kepada isterinya