
" Mommy.... Daddy....!" terdengar seruan seorang gadis saat mom Naura dan dad Mahendra melewati ruang keluarga
Mereka baru saja tiba di Mension pukul 12 malam karena setelah tadi mereka memeriksakan keadaan Amar ke dokter keduanya pun harus mengantarkan Amar terlebih dahulu ke apartemen miliknya
Amar memilih pulang ke apartemennya dan meminta kepada kedua orang tuanya untuk sementara waktu agar tidak memberitahukan dulu tentang permasalahan yang tengah terjadi dan juga tentang rencananya yang ingin menikahi sahabat adiknya itu pada Amilia, karena dia tidak ingin Amilia marah besar padanya dan akhirnya mengacaukan rencana pernikahannya itu
Jika Amilia tahu hal yang sebenarnya kalau ternyata orang yang sudah merusak masa depan sahabatnya itu adalah kakaknya sendiri sudah dipastikan gadis itu akan sangat murka padanya
Amilia pasti akan langsung mendatanginya dan memberinya pelajaran
Tubuh Amar sudah sakit semua akibat pukulan yang ia terima dari daddy nya dan juga ayahnya Chessy, jika Amilia sampai menghajarnya juga dengan kekuatan tangannya yang tidak kaleng-kaleng sudah pasti Amar besok tidak akan bisa berjalan karena gadis yang terlihat anggun itu ternyata memiliki ilmu bela diri pemegang sabuk hitam
Amar yang tahu bagaimana sifat adiknya itu lebih memilih menghindar, setidaknya sampai acara pernikahannya selesai dan luka-luka ditubuhnya pun sudah sedikit membaik
Biarlah dia dikatakan pengecut tapi setidaknya pernikahannya dengan Chessy berjalan dengan lancar, baru lah setelah itu Amar sendiri yang akan mengatakannya langsung pada Amilia.
" Sa..sayang!" Mom Naura terjingkrat kaget mendengar suara sang putri yang ternyata masih menunggu kepulangannya
" Kamu belum tidur?" Tanya dad Mahendra yang berusaha untuk bersikap biasa saja di hadapan Amilia
" Belum dad, Amilia menunggu mommy dan daddy pulang" Sahut Amilia yang sudah beranjak dari tempat duduknya
" Ini sudah malam kenapa harus menunggu kami pulang?" tanya dad Mahendra kembali
" Karena ada yang mau Amilia tanyakan pada mommy dan daddy " jawab Amilia yang sedari tadi memang sudah sangat penasaran setelah bi Suroh menceritakan daddy dan kakaknya bertengkar hebat
" Ini sudah malam sayang, sebaiknya besok saja ya kita bicarakan lagi. mommy dan daddy mau istirahat dulu badan mommy capek banget" Mommy Naura berdalih dan cepat-cepat pergi menuju kamarnya berupaya menghindari pertanyaan dari putrinya yang pasti menanyakan tentang kejadian pertengkaran yang terjadi tadi di rumah itu dari bi Suroh tentunya
Ia yakin bi Suroh pasti sudah menceritakannya pada Amilia, walaupun tidak sepenuhnya bi Suroh ketahui tentang apa yang sebenarnya terjadi
" Daddy mau menyusul mommy mu, jadi sebaiknya sekarang kamu juga istirahat sayang ini sudah larut malam" Daddy Mahendra mengacak-acak rambut putrinya lalu beranjak pergi
" Tapi dad_" Daddy Mahendra yang sudah melangkah meninggalkan putrinya pun menoleh
__ADS_1
" Kita bicarakan besok saja" serunya
" Tapi dad dimana kak Amar sekarang?"Tanya Amilia yang tidak melihat keberadaan kakaknya
" Dia pulang ke apartemennya" jawab dad Mahendra
Amilia mendengus kesal, karena tidak mendapatkan informasi apa-apa dari kedua orangtuanya maupun dari kakaknya yang memilih pulang ke apartemennya tentang apa yang bi Suroh katakan padanya tadi, Amilia yakin pasti sudah terjadi masalah yang cukup serius karena jika tidak mana mungkin sampai bisa membuat daddy nya marah besar pada Amar, apalagi sampai main tangan
" Apa daddy marah pada kak Amar sehingga membuat kak Amar tidak mau pulang?" tanya Amilia yang masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada kakaknya
" Ini sudah malam sebaiknya kamu pergi tidur, besok kamu sekolah kan?" dad Mahendra mengalihkan pembicaraan membuat Amilia menghela nafasnya kasar
" Iya dad" jawab Amilia dengan lesu
" Jangan terlalu di pikirkan, kakakmu baik-baik saja!" Dad Mahendra tau putrinya pasti sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya saat ini
" Iya dad" Amilia pun pasrah dan memilih untuk pergi ke kamarnya
Setelah sampai di kamar Amilia merebahkan tubuhnya di atas kasur, matanya menatap ke langit-langit kamarnya, rasa penasarannya membuat gadis itu tidak bisa memejamkan mata
Sungguh Amilia dibuat sangat penasaran dengan cerita bi Suroh
" Ahh.. sudahlah lebih baik aku tidur sekarang, memikirkan hal ini sungguh membuat kepala ku pusing!" keluhnya
Amilia menarik selimutnya lalu memiringkan tubuhnya seraya memeluk bantal guling
Setelah beberapa saat akhirnya Amilia yang memang sudah merasa lelah ditambah rasa ngantuk yang sudah menderanya, Amilia pun sudah masuk ke dalam alam mimpinya
Pagi harinya dengan semangat Amilia yang sudah siap dengan seragam sekolahnya langsung bergegas keluar dari kamar menuju meja makan karena ia yakin mommy dan daddy-nya sudah berada di sana dan kali ini ia akan menanyakan kembali tentang pertengkaran itu
" Loh bi kok sepi, mommy sama daddy kemana?" tanya Amilia yang nampak heran karena tidak seperti biasanya mommy dan daddy-nya belum keluar kamar
" Tuan sudah berangkat ke kantor non kalau nyonya tadi katanya mau pergi ke butik" sahut Bi Suroh
__ADS_1
" Apa? jadi mereka sudah pergi semua bi?" Bi Suroh mengangguk
" Iya non, tuan dan nyonya tadi buru-buru banget non perginya"
Amilia menghembuskan nafasnya kasar, lagi-lagi rasa penasarannya belum juga terjawab
" Tumben mereka pergi pagi-pagi banget bi, enggak biasanya?" tanya Amilia merasa ada yang aneh dengan mommy dan daddy nya yang terkesan sepertinya memang sengaja ingin menghindarinya
Setahu Amilia mommy nya itu memang jarang pergi ke butik dan kalau pun pergi tidak sepagi ini, kecuali jika memang ada pesanan gaun yang sangat penting
" Tuan besar katanya ada kerjaan pagi ini non, begitu juga dengan nyonya non" sabut bi Suroh
" Tapi kenapa dadakan gitu, kesannya kayak mereka tuh sedang menghindari aku tahu bi" tutur Amilia
" Enggak boleh seudzon non, mungkin memang benar saat ini mereka sedang ada kerjaan penting" terang bi Suroh
" Iya juga sih bi, ya semoga saja memang tidak terjadi apa-apa di keluarga ini ya bi dan kak Amar tidak melakukan hal yang membuat mom dan Daddy kecewa" doa Amilia untuk keluarganya
" Amin, semoga semua baik-baik saja ya non"
" Amin, terima kasih ya bi"'
Setelah selesai dengan sarapannya, Amilia langsung berangkat ke sekolah, kali ini dia tidak di antar sopir maupun Amar tapi membawa mobilnya sendiri
Setibanya di sekolah gadis itu kembali merasa kesepian karena Chessy masih belum bisa masuk sekolah
" Lia, bagaimana kondisi Chessy?" tanya Dea yang mendudukan dirinya di kursi kosong yang biasanya di tempati Chessy
" Belum tahu juga gue bagaimana kondisi Chessy sekarang, semoga aja dia sudah bisa berdamai dengan keadaan" sahut Amilia
" Amin, semoga Chessy bisa kembali seperti biasanya dan bisa kumpul-kumpul lagi bareng kita-kita ya Li" ucap Dea mendoakan kebaikan untuk sahabatnya
" Iya Dea"
__ADS_1
Tidak berapa lama satu persatu para siswa dan siswi datang dan setelah salah satu guru masuk ke dalam kelas itu semua murid langsung bersikap tenang dan kegiatan belajar mengajar pun berjalan dengan lancar