
Ketegangan masih dirasakan, mama Malika merasa sangat malu atas perbuatan kedua putrinya
Tuan Marwan Papanya Malika sendiri sudah berkali-kali meminta maaf kepada Amar dan juga dad Mahendra, pria paruh baya itu tentu saja takut jika karena kejadian ini pekerjaannya yang menjadi taruhan akibat kebodohan yang sudah dilakukan kedua putrinya, apalagi kini Amar sudah memiliki bukti kesalahan yang diperbuat Claudia dan Malika atas penyelidikan yang dilakukan oleh Roy dibantu pemilik villa tersebut yang tidak lain adalah sahabat Amar sendiri yaitu Jero Anderson
Bahkan kini Jero sudah memutuskan hubungannya dengan Claudia setelah ia tahu motif yang dilakukan Claudia terhadap Chessy dari orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya dalam penjebakan itu
Claudia pun sangat syok ketika mendapat pesan dari Jero bahkan kini nomornya pun sudah diblokir oleh Jero sehingga membuat Claudia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk sekedar berbicara dan menjelaskan kepada mantan kekasihnya itu
" Aku tidak akan memperpanjang masalah ini tapi dengan syarat_!" ucap Amar tegas
" Apa itu ?" antusias tuan Marwan
" Kejadian yang sudah menimpaku dan juga isteriku adalah hasil perbuatan kejahatan kedua putrimu jadi jangan sampai apa yang sudah kalian ketahui menjadi bumerang untuk diri kalian sendiri nantinya jika sampai ada omongan yang tidak menyenangkan yang keluar tentang keluarga Mahendra terutama mulut putrimu Claudia ke publik" tekan Amar menatap tajam ke arah Claudia
" Baik tuan, saya berjanji putri saya tidak akan melakukan hal itu saya yang akan menjadi jaminannya jika sampai ia melakukan kesalahan lagi biar saya coret dia dari daftar keluarga!" ucap tuan Marwan seraya menatap tajam putrinya yang seakan tidak terima dengan ucapan sang papa
" Bagus, aku pegang kata-kata mu tuan Marwan" ucap Amar
" Dengar Claudia, aku tidak mau berurusan dengan mu lagi, kali ini kau aku maafkan tapi jika sampai kau membuat masalah lagi dengan keluarga ku terutama dengan adik dan juga isteriku maka bersiaplah jeruji besi akan menantimu karena aku tidak akan pernah mengampuni mu jika sampai mengulang kesalahan mu, camkan itu!" tegas Amar
Deg
Claudia nampak berpikir dan sedikit bingung dengan ucapan Amar, mengganggu adik dan isterinya? maksudnya isteri yang mana?
" Isteri? Apa jangan-jangan malam itu pria yang bersama dengan Chessy kak Amar, karena hal itu sikap mamanya tadi begitu baik dan perhatian kepada Chessy?" batin Claudia dan nampak tercengang setelah menebak isteri yang Amar maksud adalah gadis yang sangat ia benci
" A... apa isteri yang kau maksud itu adalah Chessy?" tebak Claudia dengan suara bergetar
" Maaf, permisi tuan.. nyonya...!" belum sempat Amar menjawab tiba-tiba bi Suroh datang menghampiri
" Iya ada bi ada apa?" tanya mommy Naura
" Emmm.... itu nyonya, non Chessy_!"
belum sempat menjawab Amar yang cemas dengan keadaan isterinya pun langsung menyelak
" Ada apa dengan isteri ku bi?"
Glek
Mendengar kata isteriku setelah art tersebut menyebutkan nama Chessy terjawab sudah pertanyaan Claudia bahwa isteri yang dimaksud benar Chessy
Claudia mengepalkan tangannya, hatinya sungguh tidak terima dengan apa yang sudah diperoleh oleh Cheesy yang kini malah menjadi menantu kesayangan keluarga Mahendra
Pantas gadis itu nampak baik-baik saja ternyata bukan keburukan dan kesengsaraan yang diperoleh justru mendapat keberuntungan menjadi isteri dari seorang Amar pengusaha muda yang sangat sukses batin Claudia yang semakin tidak rela dengan kebahagiaan yang Chessy peroleh
Rupanya kebencian Claudia terhadap Chessy semakin mendarah daging, ia semakin membenci gadis itu yang dia anggap sebagai penghalang kakaknya untuk mendapatkan Amar
Tanpa menunggu jawaban dari bi Suroh Amar memilih untuk mencari tahu sendiri keadaan isterinya yang pasti kini tengah berada di dalam kamar mereka
Ceklek
" Sayang kamu kenapa? apa ada yang sakit hem, mana yang sakit?" Cheesy nampak melongo mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari Amar
" Kak kamu ini kenapa sih, datang-datang kok malah banyak nanyak gitu?" Bukan menjawab Chessy yang bingung dengan sikap suaminya itu malah balik bertanya
Amar menghela napasnya kasar lalu mendudukkan dirinya di tepi kasur
__ADS_1
" Ya karena kakak khawatir sama kamu karena tadi kata si bibi kamu_!"
Chessy memicingkan matanya " Aku kenapa kak, emangnya bibi tadi bilang apa sama kakak?" tanya Chessy
Amar cengengesan sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
" Belum sempat jawab tapi kakak sudah langsung kesini"
" Dasar kakak mah!" Chessy geleng-geleng kepala
" Aku ini enggak kenapa-kenapa kak" terang Chessy
" Tapi tadi bi Suroh ngapain ?"
Chessy yang gantian cengengesan " Aku tadi cuma bilang sama bibi aku lagi kepingin makan mengga muda yang ada di taman belakang tadi aku sempat melihat ada yang mengkal kayaknya enak buat rujak" tutur Chessy menjelaskan
Amar mengusap wajahnya " Oh ya ampun sayang, kamu bikin cemas aja kirain tuh kamu kenapa-napa karena kejadian di ruang tamu tadi!" ucap Amar yang merasa lega
" Memangnya apa yang terjadi di ruang tamu kak, apa wanita itu benar sedang hamil anak kak Amar juga?" pertanyaan yang Chessy lontarkan tentu saja membuat Amar membulatkan matanya
"Apa kamu enggak percaya sama kakak, suamimu sendiri?"
Chessy tersenyum lembut" Jika aku tidak percaya sama kakak mana mungkin aku masih berada di hadapan kakak saat ini, aku pasti sudah pergi jauh bersama anakku kak, karena aku tidak mau ada wanita lain dalam kehidupan rumah tangga kita, lebih baik aku mengalah dari pada anakku memiliki dua ibu" sahut Chessy
Amar mendekati Chessy yang sedang duduk di kursi meja rias
" Itu tidak akan pernah terjadi sayang, anak-anak ku kelak hanya akan mempunyai satu mama dan tentu saja isteriku yang cantik ini" Amar meletakkan dagunya di bahu Chessy
" Tapi kenapa wanita itu datang meminta pertanggungjawaban kakak?" Tanya Chessy
Amar membalikkan badan sang isteri hingga kini posisinya menghadap ke arahnya
" Kak sakit!" Chessy pasang wajah cemberut
Cup
mata Chessy melotot karena tiba-tiba Amar malah mengecup pipinya
" Biar enggak sakit lagi!" Ucap Amar seraya terkekeh
" Itu sih modus kak Amar aja!" sahut Chessy dan Amar langsung tergelak
" Sudahlah jangan pikirkan wanita itu, cukup kamu pikirkan aja suamimu ini dan juga calon anak kita!" Amar mengusap perut Chessy dengan penuh kasih sayang
" Iya kak, tapi janji loh enggak boleh genit-genit sama cewek, apalagi tebar pesona yang bikin banyak cewek nanti ngaku-ngaku hamil sama kakak"
Amar langsung tergelak mendengar ucapan Chessy
" Kamu ini ya bikin kakak gemes aja sih!" Amar lagi-lagi mencubit gemas pipi chubby Chessy
" Kak!" Kesal Chessy
" Apa sayang"
" Kakak ihh" Chessy mengerucutkan bibirnya lucu
" Jangan di gituin bibirnya, mau minta_!"
__ADS_1
Belum selesai bicara dengan cepat Chessy menutup mulut Amar dengan tangannya
" Kakak mesyumm!"
Amar langsung terbahak-bahak melihat wajah kesal isterinya yang selalu terlihat menggemaskan dimatanya
Chessy sendiri nampak speechless melihat Amar yang tertawa terbahak-bahak, bagi gadis itu suatu pemandangan langka melihat suaminya yang biasanya pendiam kini sedang tertawa dihadapannya
" Kenapa?" tanya Amar yang sudah menghentikan tawanya melihat isterinya yang tiba-tiba diam saja menatap intens dirinya
" Enggak apa-apa?" Chessy cengar-cengir
" Ya udah kamu tadi bilang mau mangga muda yang ada di taman belakang kan?" Chessy mengangguk
" Kalau gitu kakak panggil pak Ali dulu ya biar nanti dia yang panjat pohonnya" tutur Amar yang akan meminta bantuan tukang kebun yang bekerja di mansion itu
Chessy menggelengkan kepalanya membuat kening Amar mengkerut
" Kenapa?" tanya Amar
" Anak kita maunya papanya sendiri yang metik buah mangganya!"
Amar membulatkan matanya mendengar keinginan sang isteri
" Yang benar saja, kamu menyuruh kakak buat manjat pohon? tidak sayang kakak mana bisa melakukannya" tolak Amar yang merasa konyol dengan permintaan sang isteri
" Oh jadi kakak enggak mau dan mau menyuruh pak Ali yang memetiknya begitu?" Amar mengangguk yakin
" Baiklah kalau begitu, sekalian saja bilang sama pak Ali biar dia yang menjadi papa dari bayi ini" ucap Chessy yang tentu saja membuat Amar melotot tak percaya isteri kecilnya bisa bicara seperti itu
" Sayang kamu_!"
" Kamu apa? toh kakak enggak mau kan melakukannya untuk anak kakak sendiri, berarti kakak tidak tulus menyayangi anak yang aku kandung!" Omel Chessy yang detik kemudian terdengar isakan tangisnya
" Hiks...Hiks...!"
Amar mengusap wajahnya kasar karena sudah membuat isterinya menangis
" Ada apa ini Amar? kenapa menantu mommy sampai menangis seperti ini?" Suara mommy yang masih berdiri di ambang pintu membuat keduanya terkejut
Mommy Naura yang mencemaskan keadaan menantunya pun segera menyusul putranya untuk melihat keadaan Chessy
Sementara tamu yang datang tidak diundang itupun sudah pergi setelah mendapat peringatan keras dari dad Mahendra
Dan kini semuanya telah berada di kamar Chessy, Amilia dan dad Mahendra ternyata menyusul mommy Naura untuk melihat keadaan Chessy
" Mommy!" Chessy langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghambur ke dalam pelukan mertuanya itu
" Ada apa sayang!" Mommy Naura mengusap punggung Chessy untuk menenangkamenantu kesayangannya itu
" Ada Apa Amar? ada apa dengan isteri mu?" tanya dad Mahendra yang melihat isteri dan menantunya sedang berpelukan
Amar mengusap wajahnya kasar lalu menghembuskan nafasnya kasar sementara Chessy masih sesenggukan di pelukan mommy Naura
Amilia tersenyum mengejek menatap sang kakak yang nampak prustari akibat ulah sahabatnya yang pasti sudah mengatakan keinginannya yang tadi sempat ia katakan ketika berada di taman belakang
" Ini pasti karena permintaan ibu hamil yang enggak mau kakak turuti!" celetuk Amilia yang langsung membuat mommy dan dad Mahendra menoleh ke arah Amilia lalu detik berikutnya keduanya menoleh ke arah Amar yang tengah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengar-cengir
__ADS_1
" Amar!" Teriak mommy dan dad Mahendra bersamaan