Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Ketakutan Amilia


__ADS_3

Amilia terkejut karena kini ia sudah berada di sebuah kamar yang dihias bak sebuah kamar pengantin


Matanya membeliak ketika tatapannya tertuju pada kelopak bunga berbentuk hati di atas kasur


" Apa-apaan ini?" gumam Amilia sambil berpikir keras


" Siapa sebenarnya orang yang sudah mencukikku? dan apa tujuannya?" Amilia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan


" Aku tidak boleh lengah ini pasti jebakkan" Amilia berjalan dengan tangan yang masih terikat melihat keadaan sekeliling ruangan tersebut


Ceklek


Amilia terperanjat ketika tiba-tiba pintu terbuka dari luar


" Aku membawakan mu makanan dan pastikan makanan ini habis tak tersisa jika tidak_!"


" Kau akan tahu akibatnya!" potong Amilia seraya mencibikkan bibirnya


" Sebenarnya apa mau mu? kenapa kau menculikku dan apa-apaan ini semua?" Amilia semakin berani bertanya bahkan dengan nada suara yang meninggi


Pria yang bertubuh tinggi besar itu memasang wajah datar " Kau tidak perlu tahu cukup menikmati harimu dengan baik dan jadilah wanita penurut!" ucap pria itu dengan dingin


" Persetan, cepat lepaskan aku dan biarkan aku pergi dari sini bere**sek!" kesal Amilia berusaha memberontak dan melakukan perlawanan dengan menendang


Pria tersebut cukup terkejut dengan aksi Amilia yang tiba-tiba menyerangnya dengan tendangan-tendangan lincahnya


Namun karena keadaannya yang cukup lemah membuat Amilia kewalahan melawan pria tersebut sampai akhirnya membuat Amilia tersungkur tidak berdaya


" Bukan sudah aku peringatkan jangan bertindak bodoh yang hanya akan membuat mu menyesal sendiri!" ucap pria tersebut seraya mengangkat tubuh Amilia lalu menjatuhkannya ke atas kasur dengan kasar


" Tunggu dengan sabar nona, sebentar lagi akan ada seseorang yang akan mengajakmu untuk bersenang-senang, kau pasti akan menikmati malam ini dengan penuh kenikmatan nona asalkan kau menurut dan tidak memberontak seperti tadi!"


Deg


Dada Amilia bak dihantam batu besar, ketakutan pun seketika menjalar ke seluruh urat syarafnya


Amilia menggelengkan kepalanya " Tidak... aku mohon jangan lakukan itu, tolong lepaskan aku!" teriak Amilia


" Jangan macam-macam nona, kau tunggulah dengan sabar bos kami akan segera datang menemui mu dan akan menjadikan mu miliknya seutuhnya" Seringai jahat pun terlihat di wajah pria tersebut


Pria itupun keluar dari kamar tersebut dan melaporkan semua yang telah terjadi kepada atasannya yang tidak lain adalah Denis


Mendengar ucapan anak buahnya Denis mengepalkan tangannya kuat dengan seringai jahat diwajahnya


" Akan aku pastikan malam ini dia akan menjadi milikku dan setelah itu aku yakin dia akan bertekuk lutut memohon-mohon kepadaku untuk menikahinya" Tutur Denis detik berikutnya ia pun tertawa dengan keras

__ADS_1


" Berikan dia minuman sesuai dengan apa yang sudah aku perintahkan dan pastikan dia meminumnya!" titah Denis


" Baik bos!"


Amilia tersentak ketika mendengar pintu kembali dibuka dan kali ini ia melihat seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan tersebut


" Nona aku membawakan minuman untuk mu!" ucap wanita itu seraya menyodorkan gelas yang ada di tangannya


" Aku tidak haus, bawa pergi minuman itu!" tolak Amilia


Di dalam otak kecilnya gadis itu sudah menebak apa yang tercampur di dalam minuman tersebut


" Tapi nona anda harus meminumnya,ini obat untuk menghilangkan rasa nyeri ditubuh anda" bujuk wanita tersebut


" Tidak, aku sudah katakan aku tidak mau jadi jangan paksa aku untuk meminumnya!" kesal Amilia


" Berikan padaku!" seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut, karena Amilia terus menolak untuk meminum minuman itu akhirnya penjaga yang sedari tadi berdiri di depan ruangan tersebut pun masuk


" Jika kau tidak mau meminumnya sendiri maka jangan salah kan aku jika aku memaksa mu!"


Amilia meneguk salivanya dengan kasar, ia tidak mau meminum minuman yang sudah dipastikan ada sesuatu di dalamnya, Amilia takut setelah meminumnya hidupnya akan hancur


" Ya tuhan apa yang harus aku lakukan, apakah ini akhir dari hidupku? mommy... daddy... kakak.. Chessy, tolong aku!" lirihnya


Amilia hanya bisa menangis di dalam hati ia tidak boleh memperlihatkan sisi kelemahannya dan ketakutannya yang besar dihadapan para penjahat yang sudah tega menculiknya


Sebisa mungkin Amilia terus menolak untuk meminum minuman yang dicekoki ke mulutnya oleh wanita pelayan itu, karena merasa tidak sabaran akhirnya pria itupun turun tangan dengan kasar ia mencengkram dagu Amilia sampai Amilia meringis kesakitan


Amilia yang tetap berusaha menutup mulutnya membuat pria tersebut lebih kuat lagi mencengkram dagu Amilia bahkan pria itupun menulikan pendengarannya ketika Amilia meringis kesakitan


Amilia yang merasa rahangnya terasa semakin sakit akhirnya mulutnya terbuka sedikit dan dengan cepat pria itu mencekokinya minuman yang ada di tangannya sampai habis tertelan oleh Amilia


" Uhuk... Uhukk...!" Amilia sampai terbatuk-batuk ketika cairan itu masuk ke tenggorokannya dengan cara paksa


Pria tersenyum puas lalu bersama pelayan wanita itu mereka pergi meninggalkan Amilia begitu saja


Beberapa menit kemudian Amilia merasakan hawa panas di tubuhnya, keringat pun mulai bercucuran


" Ada yang tidak beres dengan tubuh ku, sialan dia sudah memasukkan obat laknat itu kedalam minuman itu" Amilia menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya


" Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus cepat-cepat keluar dari tempat ini tapi bagaimana caranya?" Gumam Amilia bermonolog dengan dirinya sendiri


Ceklek


Lagi-lagi Amilia dibuat kaget dengan pintu ruangan yang kembali dibuka dan kali ini benar-benar membuat gadis itu membulatkan matanya menatap sosok pria yang berdiri di ambang pintu

__ADS_1


" E....loe!" Ucap Amilia terbata


Seseorang yang ternyata ada Denis tersenyum miring melihat penampilan Amilia, tatapannya tertuju pada wajah Amilia yang terlihat sedikit memar


" Jika loe diam dan menurut wajah loe yang cantik itu tidak akan seperti ini!" ucap Denis yang sudah berada di dekat Amilia bahkan dengan beraninya iapun menyentuh pipi Amilia


Deg


Jantung Amilia berdegup sangat kencang, ada perasaan aneh ketika tangan Denis menyentuh pipinya


Gadis itu seperti menginginkan sesuatu yang lebih, bahkan Amilia terus menggigit bibirnya menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya


" Apa loe mau kita memulainya sekarang Hem?" tanya Denis dengan suara yang dibuat selembut mungkin


Amilia tidak menjawab apa-apa otak dan hatinya sedang berkecamuk, logikanya sedang berusaha untuk berpikir normal tapi tubuhnya seakan berkhianat


Bahkan Amilia memejamkan matanya ketika Denis menyentuh bahunya lalu perlahan meraih dagunya


" Aku akan menjadikan mu milikku seutuhnya sayang!" bisik Denis membuat Amilia meremang


Amilia berusaha untuk tetap sadar tapi obat yang diberikan kepadanya sepertinya dalam dosis tinggi


" Aku tidak boleh seperti ini!" gumamnya dalam hati


Amilia yang merasa tubuhnya semakin lemah berusaha untuk memberontak dan melawan gejolak yang terus memaksa tubuhnya untuk melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan masa depannya


Bugh


Amilia dengan sisa-sisa tenaganya menendang sesuatu hal yang berharga milik Denis, hingga membuat pria itu mengerang kesakitan


Denis merasa geram dengan perlakuan Amilia, dengan kasar pria itupun menarik Amilia dengan paksa membuat gadis itupun terhempas ke atas kasur


Denis mengukungngnya dan berusaha untuk menyentuh Amilia dengan sisa kewarasannya Amilia terus memberontak hingga akhirnya Amilia pun melemah dan hanya bisa pasrah pada nasib yang akan menimpanya


Amilia menitikkan air matanya, membayangkan masa depannya hancur ditangan laki-laki yang dulu sangat ia kagumi dan dalam diam ia sukai


Kini hanya ada kebencian dimatanya, pria yang dulu ia anggap bak malaikat kini tidak lebih bak iblis tak berperasaan


Amilia menangis tergugu ketika Denis hendak menyentuhnya


" Mommy... Daddy ... hidupku sudah hancur!" Lirih Amilia sambil terisak lalu perlahan kesadarannya pun hilang


Brakk....


Sebelum kesadarannya benar-benar hilang sayup-sayup Amilia mendengar seperti suara pintu yang didobrak dengan paksa

__ADS_1


__ADS_2