
Di dalam sebuah kamar sepasang suami isteri terlihat saling diam tidak ada yang bicara satu sama lain, entah apa yang terjadi pada keduanya yang memilih menyibukkan diri mereka masing-masing.
Amar sibuk dengan layar laptopnya sedangkan Chessy sibuk dengan buku-buku yang menumpuk di meja belajarnya
Biasanya meskipun keduanya sama-sama sibuk sesekali Amar pasti akan meluangkan waktunya sebentar hanya untuk sekedar melihat tugas sekolah yang sedang dikerjakan oleh Chessy atau sekedar mengelus perutnya dan membuatkannya susu
Tapi tidak dengan malam ini, laki-laki itu nampak begitu dingin, hanya serius dengan pekerjaannya saja bahkan sekedar menoleh pada sang isteri pun tidak
Chessy yang melihat sikap dingin suaminya bahkan lebih banyak diam tidak seperti biasanya merasa geregetan dan ingin sekali menghampirinya lalu mengambil laptop yang ada di pangkuan suaminya itu lalu menyingkirkannya
" Apa pekerjaan itu jauh lebih penting daripada isterinya?" gumam Chessy pelan tapi masih dapat didengar oleh Amar
Chessy terus saja bergumam sambil mengerjakan tugas sekolahnya dan sesekali menyindir Amar tanpa melihat ke arah orangnya
Chessy menghentikan kegiatan belajarnya lalu mengulurkan tangannya mengusap-usap perutnya sendiri
" Sayang, apa kamu haus nak? maafin mama ya sayang saking sibuknya mama sampai lupa belum minum susu, karena biasanya kan papa yang selalu membuatkan mama susu tapi sepertinya malam ini papa sangat sibuk sampai tidak sempat untuk membuatkan mama susu bahkan sekedar menyapamu juga tidak ya sayang, tapi enggak apa-apa ya sayang ya" Chessy terus saja mengajak anaknya yang masih berada di dalam perutnya berbicara, dan tangannya masih bergerak mengelus perutnya yang sudah nampak membulat
" Ayok kita buat sendiri aja ya susunya sayang, kita jangan bergantung sama papa ya karena papanya sedang sibuk dan kita enggak boleh gangguin papa yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, lagi pula mama masih bisa kok membuatnya sendiri " Ucap Chessy lagi berbicara dengan bayi dalam perutnya dan sendikit memberikan sindiran pada sang suami yang tiba-tiba saja berubah sikapnya
Amar yang diam-diam mendengar gumaman isterinya pun menghela napasnya kasar, merasa tersentil hatinya dengan sindiran sang isteri
Calon ayah itu langsung meletakkan laptopnya di atas meja ketika melihat sang isteri yang sudah beranjak dari kursinya
" Mau kemana?" Tanya Amar dengan suara datar namun Chessy yang sudah terlanjur dibuat kesal karena diabaikan sejak tadi oleh suaminya itu memilih cuek dan berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan suaminya
Brakk
Chessy bahkan sedikit membanting pintu kamarnya membuat Amar yang hendak menyusul pun terjingkrat kaget.
Amar merutuki kesalahannya yang sudah mengabaikan isterinya hingga membuatnya marah apalagi sampai lupa membuatkannya susu
Karena rasa cemburunya yang tidak jelas membuat kedewasaan berkurang padahal ia tahu dengan jelas saat ini ister,i kecilnya itu sedang hamil dan hormon kehamilannya mudah membuatnya sensitif
" Huhh" Amar menghela napas dengan tatapan mata yang tertuju pada pintu yang sudah tertutup, dengan langkah gontai calon ayah itupun menyusul sang isteri yang pikirnya pasti pergi ke dapur untuk membuat susu
__ADS_1
" Loh sayang kamu sedang apa disini?" tanya mommy Naura yang kaget ketika melihat menantunya duduk sendirian di meja makan
Mommy Naura merasa haus dan gelas yang ada di dalam kamarnya ternyata kosong ia pun beranjak pergi ke dapur untuk mengambil air minum namun ketika sampai di dapur ia terkejut melihat menantunya yang juga sedang berada di dapur tepatnya sedang duduk di salah satu kursi meja makan seorang diri
" Mommy" Chessy menoleh ke sumber suara lalu memaksakan senyumnya, hatinya yang sedang kesal dan juga sedih karena sikap dingin suaminya membuat mood calon ibu muda itu buruk
" Kamu lagi ngapain sendirian di sini, Amar mana?" tanya mommy Naura menarik salah satu kursi lalu ikut duduk bergabung dengan Chessy
" Niatnya mau bikin susu mom tapi baru buka tutupnya aja udah berasa mual banget, yaudah enggak jadi deh Chessy bikin susunya" jawab Chessy dengan nada lesu
" Bikin susu?" Chessy mengangguk
" Biasanya kan suami kamu yang bikinin, emangnya tuh anak kemana sampai enggak sempat untuk bikinin kamu susu?"tanya mommy Naura yang sedikit kesal dengan putranya yang bisa-bisanya mengabaikan isterinya yang sedang hamil
Chessy menundukkan wajahnya " Kak Amar sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya mom, seharian ini kak Amar emang lebih banyak diam dan serius banget sama kerjaannya mom, ya Chessy enggak mau mengganggu kerjaan kak Amar aja mom kalau cuma minta di buatin susu"
Mommy Naura mengerutkan keningnya apakah benar putranya sesibuk itu sampai mengabaikan isterinya yang sedang hamil, padahal daddinya saja dari kemarin santai-santai aja dan kantor juga dalam keadaan stabil, apa mungkin semua urusan kantor diserahkan sepenuhnya oleh dad Mahendra pada sang putra pikir Mommy Naura, ia akan coba menanyakannya nanti pada suaminya
Pucuk dicinta ulam pun tiba-tiba, belum sempat kembali ke kamar eh dad Mahendra sudah muncul
" Daddy ngapain kesini haus juga?" tanya mommy Naura
" Daddy dari tadi nungguin mommy tapi enggak balik-balik ke kamar, takut mommy tersesat jadi daddy susulin!" kelakar dad Mahendra dan membuat Chessy terkekeh mendengarnya sedangkan mommy Naura mencibikkan bibirnya
" Daddy tenang aja mommy enggak akan mungkin tersesat kok dad, kan mommy udah pasang GPS dihati daddy" timpal mommy Naura berkelakar
Chessy geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua mertuanya yang meskipun sudah berumur tapi tetap terlihat romantis dan humoris
Sedangkan dad Mahendra tertawa mendengar kelakar sang isteri yang selalu mampu membuatnya gemas
Mommy beranjak dari duduknya " Dad mau minum apa?" tanya mommy
"Tau aja mommy kalau suaminya sedang dahaga!" goda dad Mahendra
" Dad!" Mommy menajamkan tatapannya merasa malu dengan sikap dad Mahendra di depan sang menantu
__ADS_1
" Serius dad mau minum apa?" kesal mommy Naura
" Air putih aja sayang" sahut dad Mahendra
" Yaudah tunggu sebentar mommy ambilin sekalian mommy aja ya yang buatin susunya untuk calon cucu Oma!" ucap mommy Naura sambil mengelus dengan lembut perut Chessy
" Tidak usah mom nanti ngerepotin" tolak Chessy secara halus
Mommy Naura tersenyum seraya berdiri dari duduknya " Tidak apa-apa sayang Mommy tidak pernah merasa direpotkan kalau untuk urusan menantu mommy, apalagi ini untuk urusan cicit Oma tentu saja Omanya akan membuatnya dengan sepenuh hati" ungkap mommy Naura seraya mengulas senyumnya
" Terima kasih ya mom" Chessy pun beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk sang ibu mertua
Mommy Naura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak menantunya itu
Usai mengurai pelukan keduanya mommy Naura menyuruh Chessy duduk untuk menunggunya membuatkan susunya
Dad Mahendra menatap heran dengan isteri dan menantunya itu
" Apa terjadi masalah yang daddy tidak ketahui?" tanya dad Mahendra dengan kening yang mengkerut
Mommy Naura dan Chessy pun menoleh ke arahnya
Chessy menggelengkan kepalanya " Tidak ada dad!" jawab Chessy
Mendengar pertanyaan dad Mahendra membuat mommy Naura teringat dengan Amar
" Dad, apa urusan kantor sedang sibuk hari ini?" tanya mommy Naura
Dad Mahendra semakin mengerutkan keningnya " Maksud mommy?"
" Ya mommy cuma mau mastiin aja soalnya kata Chessy hari ini tuh Amar kelihatannya sibuk banget dengan pekerjaan kantornya sampai-sampai mengabaikan isterinya yang sedang hamil" tutur Mommy Naura
Daddy kembali mengerutkan keningnya kembali dibuat bingung dengan penjelasan isterinya karena setahunya kantor sedang tidak banyak pekerjaan kalau pun banyak Amar kan selalu mengutamakan istrinya di bandingkan pekerjaannya
" Tidak mom, biasa aja tidak sibuk-sibuk banget kalaupun sibuk Amar kan selalu mengandalkan Rey"
__ADS_1
Mommy mengangguk membenarkan jadi bisa disimpulkan kalau Amar pasti sengaja mengabaikan istrinya lalu yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Amar bisa bersikap begitu pada isterinya.
Tidak mau berpikir buruk mommy Naura memilih pergi ke dapur untuk membuatkan susu ibu hamil untuk Chessy dan mengambilkan air putih untuk suaminya