Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Mood Bumil


__ADS_3

Niatnya ingin merajuk karena rasa cemburunya terhadap sang isteri yang ternyata selama ini disukai oleh Alex pemuda yang sudah menolong adik kandungnya tapi yang terjadi justru malah sebaliknya, sejak semalam Chessy mendiamkannya bahkan gadis itu lebih memilih tidur di kamar Amilia


Ceklek


Amar menoleh ketika pintu kamar dibuka dari luar, mata pria itu tidak lepas menatap sang isteri yang masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju walk in closet tanpa menghiraukan keberadaannya


Nyeri itulah yang Amar rasakan ketika diabaikan oleh orang yang dicintai dan seketika rasa bersalah pun menggelayuti hati calon ayah tersebut, ia akan menunggu pujaan hatinya keluar berganti baju lalu segera meminta maaf


Selang berapa menit Chessy sudah keluar dengan pakaian yang sudah berganti dengan seragam sekolahnya


Amar yang sedang duduk di tepi kasur langsung beranjak berdiri


" Say_!" Kata-kata Amar tertahan di udara ketika dengan santainya Chessy melewatinya begitu saja tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun


Brakk


Amar memejamkan mata ketika Chessy menutup pintunya sedikit keras


" Heuhhhh!" Amar menghempaskan napasnya kasar


Mood wanita hamil itu ternyata masih buruk, merasa diabaikan, merasa tidak dipedulikan dan tidak diperhatikan lagi membuat calon ibu muda itu merasa sakit hati dan sangat sedih


Mungkin untuk sebagian orang menganggap apa yang dilakukan Amar itu adalah hal yang biasa dan sikap Chessy bisa dibilang terlalu lebay atau berlebihan tapi apalah mau dikata terkadang mood wanita hamil itu susah untuk ditebak dan susah juga untuk dikendalikan ketika moodnya tiba-tiba berubah dan sangat sensitif


Begitulah yang dialami oleh Chessy, calon ibu muda itu sangat mudah sensitif karena sikap Amar yang tidak seperti biasanya membuat gadis itu merasa diabaikan dan merasa tidak lagi diinginkan apalagi jika ia mengingat masih ada bibit pelakor yang kapan saja bisa muncul dan menerkamnya.


Amar mengusap wajahnya dengan kasar


" Akhh...!" kesalnya pada dirinya sendiri lalu menghempaskan tubuhnya di tepi kasur


" Dasar bodoh... bodoh ... bodoh... kenapa juga aku bisa cemburu buta seperti ini, padahal jelas-jelas Chessy sekarang sudah menjadi isteri ku bahkan sedang mengandung anakku" Amar meremat rambutnya sendiri merutuki kebodohannya


Ceklek


Pintu kembali dibuka dari luar, Amar langsung terperanjat dan refleks berdiri dari duduknya menoleh ke arah pintu dengan senyum yang mengembang


" Say_!" kata-kata Amar kembali menggantung di udara ketika melihat siapa yang menyembul dari balik pintu kamarnya


Seketika senyum diwajahnya pun pudar, Amar memutar bola matanya malas lalu kembali menghempaskan bo**ngnya ke tepi kasur

__ADS_1


" Kak cepatlah turun semua orang sedang menunggu kakak untuk sarapan!" ucap Amilia yang berdiri di ambang pintu


" Iya" jawab Amar malas


" Makanya kalau ada masalah itu dibicarakan baik-baik, bukannya malah diam dan pasang muka datar, udah tau isteri lagi hamil malah nyari gara-gara, galau sendiri kan tuh jadinya!" ledek Amilia yang langsung pergi meninggalkan Amar sebelum membalas ucapannya sambil tergelak


" Dasar adik gak ada akhlak, ini juga kan gara-gara dia pulang pakai bawa cowok itu segala" kesal Amar


Di meja makan nampak begitu hening, hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang saling beradu


" Mom... dad..., Chessy berangkat ya!" pamit Chessy yang sudah selesai menghabiskan sarapannya lalu beranjak dari tempat duduknya untuk menyalami tangan kedua mertuanya


" Amilia juga pamit mom, dad!" Amilia pun mengalami kedua tangan orang tuanya dengan takzim


" Iya sayang hati-hati ya!" pesan dad Mahendra


" Iya dad" sahut Chessy dan Amilia bersamaan


" Amilia jagain kakak ipar kamu ya, dan kamu juga harus lebih hati-hati lagi disekolah harus peka terhadap situasi, jadikan kejadian kemarin sebagai pengalaman!" pesan mommy Naura


" Siap mommy ku sayang, yaudah ya kami berangkat dulu!" ucap Amilia


Chessy yang masih bed mood pada sang suami tapi tidak mau dicap sebagai isteri durhaka menghampiri Amar untuk berpamitan


Amar seketika mematung dengan sikap Chessy yang tiba-tiba langsung berpamitan dengannya. Apa itu tandanya Chessy akan berangkat sekolah tanpa diantar olehnya batin Amar


" Assalamualaikum!" ucap Amilia dan Chessy sebelum pergi


" Wa'alaikum salam" jawab mommy Naura dan dad Mahendra bersamaan


Amar yang baru tersadar langsung menyusul Chessy keluar namun sayangnya Chessy sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil yang biasa mengantarkan Amilia kesekolah jika Amar tidak bisa mengantarkannya


Amar langsung berlari ke arah mobil tersebut sebelum mobil itu benar-benar pergi


Amar mengetuk kaca mobil berkali-kali meminta Chessy keluar namun sayangnya Chessy tidak mau mempedulikannya


Chessy hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada pria dewasa itu, seharusnya ia jauh lebih bijak ketika menghadapi masalah, bukan dengan cara mendiamkannya dan tidak mempedulikan perasaannya


" Chess loe yakin enggak mau keluar gitu?" tanya Amilia yang merasa sedikit kasihan dengan sang kakak

__ADS_1


" Udah deh Mil berangkat sekarang aja yuk, gue lagi males aja Mil ribut pagi-pagi membahas sesuatu yang tidak penting" sahut Chessy


" Tapi Chess_!'


"Kalau loe enggak mau berangkat sekarang gue turun aja deh biar gue naik taksi"


Amilia menghela nafasnya menghadapi wanita hamil memang harus ektra sabar, semenjak hamil Chessy memang sedikit berubah jadi gampang marah dan ngambek


" Baiklah kita berangkat sekarang!" Amilia mengalah


" Ayo pak kita berangkat sekarang!" ucap Amilia pada sang sopir


" Tapi non itu tuan muda bagaimana?" ucap pak sopir takut dimarahi Amar


" Biar nanti jadi urusan saya pak!" sahut Chessy


" Baiklah kalau begitu!" Pak sopir pun menyalakan mesin mobilnya dan diapun dibuat terkejut ketika Amar malah berdiri di depan mobil tersebut lalu menyuruh sang sopir untuk keluar


Karena kaca mobil terus digedor sang sopir yang tidak mau mengambil resiko memilih untuk keluar sementara di dalam mobil Chessy menggerutu kesal menatap nyalang pada Amar yang kini sudah duduk di kursi kemudi menggantikan pak sopir


" Pindah ke depan atau mobil ini enggak akan jalan!" Sentak Amar sedikit mengancam


Amilia melirik Chessy yang malah membuang muka menatap ke arah jendela


" Chess!" panggil Amilia seraya mengguncang lengan sahabatnya itu


" Mil, sebentar lagi kita hampir terlambat ke sekolah kalau mobilnya enggak mau jalan juga gue turun aja ya gue mau naik taksi !" ucap Chessy


" Mobil akan jalan kalau kamu pindah ke depan!" ucap Amar tapi tidak di gubris oleh Chessy yang malah melipat kedua tangannya di dada sambil memejamkan mata


" Yaudah, biar aku aja kak yang pindah ke depan" ucap Amilia yang mengerti mood sahabatnya itu yang sedang tidak baik


" Enggak, kakak mau isteri kakak yang pindah!" Tolak Amar


" Kak udah deh jangan tambah masalah lagi, ngalah sedikit kenapa sih enggak ngertiin banget sih kalau isterinya itu lagi sensian" kesal Amilia


" Udah Mil kalau emang mobilnya enggak mau jalan juga gue yang keluar deh dari pada telat!" ucap Chessy yang langsung membuat bibir Amar tertarik ke atas


Chessy keluar dari dalam mobil tapi detik berikutnya Amar dan Amilia dibuat terkejut dengan tingkah bumil yang benar-benar diluar dugaan

__ADS_1


" Chessy....!"


" Sayang...!"


__ADS_2