
" Amar keluar kamu.... Amar!" terdengar suara seseorang berteriak dengan suara lantang hingga mengusik ketenangan seisi Mension keluarga Mahendra
" Siapa sih yang teriak malam-malam begini mengganggu istirahat orang saja!" keluh mommy Naura yang berada di dalam kamarnya bersama dad Mahendra
" Seperti suara papa sayang" sahut dad Mahendra seraya turun dari tempat tidurnya
Mommy Naura yang tengah duduk di depan meja rias pun menoleh ke arah dad Mahendra seraya berpikir sejenak dan mengingat-ingat milik suara tersebut
" Sepertinya sih iya, tapi ada apa ya malam-malam papa datang ke sini?" dad Mahendra hanya mengangkat kedua bahunya
" Sebaiknya kita temui papa sekarang sebelum papa berbuat lebih" ucap dad Mahendra yang sudah dapat menebak maksud kedatangan pria yang sudah berumur tersebut
Dad Mahendra pun berjalan lebih dulu keluar dari kamarnya lalu mommy Naura mengekornya di belakang
Amilia yang berada di kamarnya pun mengumpat kesal ketika mendengar suara teriakan yang memanggil nama kakaknya, jelas gadis itu tahu siapa pemilik suara tersebut dan kedatangannya pun Amilia tentu saja sudah dapat menebaknya untuk apa
" Sungguh memuakkan!" umpatnya seraya turun dari tempat tidurnya
Sementara dikamar yang berbeda Amar yang merasa dirinya dipanggil pun dengan malas turun dari tempat tidurnya, baru saja Amar dan Chessy hendak beranjak tidur sudah diganggu dengan suara teriakan di lantai satu
" Sudah kak temui saja dulu opa, daripada semakin murka nantinya" ujar Chessy yang sudah dapat menebak suara seseorang yang terus saja berteriak memanggil nama suaminya
" Iya... iya, cuma kakak tuh enggak habis pikir aja sama Opa wanita seperti Selena saja sebegitu di belanya" keluh Amar merasa kesal
" Sepertinya kakak dan Amilia itu adalah cucu yang tertukar dengan Selena" sambungnya lagi berseloroh
Chessy dengan spontan menepuk bahu suaminya sambil tertawa " Kakak ih ada-ada saja, disaat seperti ini sempat-sempatnya bercanda"
" Ya habisnya, Opa terlalu berlebihan sikapnya terhadap Selena, membuat wanita itu semakin bertidak semaunya dan besar kepala"
" Sudahlah kak, sabar aja semoga setelah dengan kejadian ini Opa bisa tahu siapa Selena itu sebenarnya" ucap Chessy
Amar mengangguk lalu mengusap lembut pucuk kepala sang isteri
" Iya sayang semoga saja , yaudah kakak turun dulu ya kamu disini saja istirahat" ucap Amar
" Tapi kak_"
" Jangan membantah, kakak enggak mau kalau kamu bertemu dengan Opa dalam situasi seperti ini yang hanya akan membuat kamu sakit hati dan sedih dengan kata-kata opa yang sering kali menyakitkan"
__ADS_1
" Sudah ya sayang, jangan berpikir yang macam-macam, kakak pastikan semua akan baik-baik saja"
Chessy pun mengangguk, ia tahu betapa khawatirnya sang suami jika ia bertemu dengan Opa Bara yang selalu saja berkata pedas padanya
Amar keluar dari kamarnya menuju lantai satu dimana Opanya tengah bertengkar dengan dad Mahendra yang sudah lebih dulu menemuinya
" Ada apa ini ?" tanya Amar yang langsung menghentikan perdebatan antara papa dan anak tersebut
Opa Bara langsung menoleh ke arah Amar dan dengan langkah perlahan pria tua itu menghampiri Amar yang baru saja turun dari anak tangga
Plakkk
Satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Amar membuat Mommy Naura dan dad Mahendra membulatkan matanya sempurna
" Papah!" teriak Mommy Naura
" Opa!" teriak Amilia secara bersamaan
Apa yang dilakukan Opa Bara sungguh diluar dugaan, mereka tidak menyangka kalau Opa Bara sampai bertindak sejauh itu terhadap Amar yang notabene adalah cucu kandungnya sendiri
" Apa yang papa lakukan kepada putraku?" teriak Mommy Naura yang tidak terima dengan sikap Opa Bara yang main tangan sesukanya tanpa menjelaskan duduk permasalahannya
" Kau berani berteriak kepadaku, dimana letak sopan santun mu terhadap orang tua Naura!" Sungut Opa Bara menatap tajam pada Mommy Naura
" Sayang!" Dad Mahendra mengusap punggung mommy Naura berusaha untuk menenangkannya
" Maaf mas aku_!" ucap Mommy Naura tertahan karena tidak sanggup lagi menahan isak tangisnya
Dad Mahendra yang mengerti bagaimana perasaan sang isteri pun langsung menariknya ke dalam pelukan
Setelah menyeka sudut bibirnya yang sedikit berdarah Amar menatap tajam ke arah Opanya yang sudah membuat mommy nya sampai terisak
" Cukup Opa, jangan bertindak diluar batas Opa?" ucap Amar dingin
" Kau yang sudah bertindak diluar batas mu Amar!" geram Opa Bara nampak kilatan marah dimatanya tidak terima dengan sikap cucu dan menantunya yang sudah berani membangkang kepadanya
" Pah, tolong hentikan semua ini!" kali ini dad Mahendra pun sudah tidak tahan lagi dengan sikap papanya itu yang sudah terlalu jauh ikut campur dalam urusan anak-anaknya
" Kau juga sudah mulai berani Hendra, apa ini semua karena gadis miskin itu sampai-sampai kalian semua berani melawan ku!" hardik opa Bara
__ADS_1
" Sudah aku peringatkan jauhi gadis itu tapi kalian malah melindunginya dan bahkan karena gadis itu kau sampai berani melaporkan Selena ke polisi, kau sudah keterlaluan Amar dan kau Hendra sama saja dengan putramu !" murka Opa Bara yang tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan Amar
Amar tersenyum miring lalu melipat kedua tangannya di dada
" Wanita itu memang pantas mendekam di penjara Opa, bila perlu membusuk sekalian!" ucap Amar dengan emosi yang tertahan
" Jaga bicara mu Amar, kau harus segera membebaskan Selena jika tidak_!"
Belum selesai dengan ucapannya Amar langsung menyela ucapan Opa Bara " Jika tidak apa Opa? apa Opa mengancamku?" Amar bersikap begitu tenang tapi penuh penekanan di setiap kata-katanya membuat Opa Bara mengepalkan tangannya kuat
" Sudah cukup Opa, hentikan semuanya. Kak Selena memang pantas mempertanggung jawabkan atas semua perbuatannya dia adalah wanita yang licik Opa" Kali ini Amilia yang angkat bicara, sejak tadi gadis itu memang diam saja tapi lama-lama ia juga sudah tidak tahan lagi dengan sikap Opanya yang sudah semakin keterlaluan
" Diam kamu Amilia, sebaiknya kau jangan ikut campur !" Bentak Opa Bara
Amilia tersenyum hambar " Aku ini adiknya kak Amar, dan Chessy selain dia adalah sahabat baikku sekarang dia juga sudah sah menjadi kakak ipar ku jadi aku berhak ikut campur jika ada yang mengusik kebahagiaan mereka Opa!" tutur Amilia dengan sikap sesantai mungkin
Opa Bara semakin berang karena anak, menantu dan cucu-cucunya sudah berani melawannya
" Omong kosong, tidak ada yang pantas menjadi cucu menantuku selain Selena!" ucap Opa Bara dengan tegas
Mommy Naura dan dad Mahendra memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Opa Bara yang menurut mereka sangat konyol
" Pah, tidak ada yang berhak menilai pantas atau tidak pantasnya seseorang yang akan mendampingi Amar kecuali Amar sendiri yang menentukannya termasuk papah" Sahut mommy Naura
Opa Bara menatap tegas pada mommy Naura seakan mengatakan ia sungguh tidak setuju dengan ucapan wanita yang merupakan menantunya tersebut
" Terserah kalian, tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima gadis itu sebagai cucu menantuku" tegas Opa Bara
Amilia tersenyum kecut lalu berdecak
" Cik, aku heran sebenarnya yang cucu kandung Opa itu siapa sih? Aku dan kak Amar atau wanita itu?" kesal Amilia
" Opa jangan menutup mata dan telinga Opa atas perbuatan tindak kriminal wanita itu yang jelas-jelas sudah sangat membahayakan nyawa Chessy " lanjutnya lagi sangat geram
Opa Bara menatap tajam cucunya yang semakin berani berbicara lantang kepadanya hingga akhirnya suara seseorang langsung mematahkan suara Opa Bara yang hendak menyahuti ucapan Amilia
" Opa tidak pedu_!"
" Silahkan kau pilih wanita itu dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" Suara itu begitu tegas dan dingin membuat semua yang ada di ruangan tersebut terkejut bukan main dan langsung menoleh ke sumber suara
__ADS_1
Deg
Mata Opa Bara pun terbelalak saking terkejutnya