
Sudah hampir 12 jam Chessy tidak sadarkan diri, orang-orang suruhan Selena sengaja membius gadis itu agar tidak memberontak dan membuat masalah
Kapal pesiar yang mereka tumpangi kini sudah sampai di sebuah pulau, tanpa banyak kata mereka langsung membawa Chessy ke sebuah rumah yang biasa digunakan untuk pengasingan
Tubuh Chessy dihempaskan dengan kasar ke atas tempat tidur tanpa perasaan membuat gadis itu akhirnya pun tersadar dari tidur panjangnya
Brakk💥
Pintu ruangan itupun ditutup dengan kasar membuat Chessy terjingkrat saking terkejutnya
" Astaghfirullah...!" Chessy mengusap-usap dadanya
Pandangan mata gadis itu pun berselancar memperhatikan tempat dimana ia berada saat ini dan betapa terkejutnya Chessy ketika menyadari dirinya kini berada di tempat yang begitu asing dimatanya apalagi tempat tersebut nampak begitu kumuh dan kotor
" Aww..!" Chessy tiba-tiba merasakan nyeri diperutnya
Chessy menundukkan kepalanya menatap perutnya lalu tangannya pun terulur memegangi perutnya yang berdenyut nyeri
" Ya Allah... sakit sekali!" ucap Chessy merasakan nyeri yang menyerang perutnya
" Semoga kau baik-baik saja ya sayang!" Chessy mengelus-elus perutnya dan tanpa diperintah air matanya sudah meluncur dengan bebasnya
Pikiran Chessy berkelana kemana-mana ia merasa begitu takut terjadi sesuatu pada bayi yang ada di dalam kandungannya
" Mama mohon bertahan ya sayang!" Chessy berusaha untuk tidak menangis berusaha untuk kuat walaupun tanpa dikomando pun air mata itu tidak dapat ia kendalikan agar tidak kembali menetes
" Bunda.... ayah... maafkan Chessy, hiks...hiks...!" Sekuat apapun gadis itu berusaha untuk tidak menangis tapi air matanya tetap saja tidak bisa ia bendung
" Kenapa mereka melakukan ini padaku?" Keluh Chessy menatap pintu ruangan yang sudah tertutup rapat
Karena merasa lemas dan perutnya masih terasa nyeri Chessy pun kembali tidak sadarkan diri
Hingga pagi menyapa gadis itu masih belum juga sadar sampai-sampai salah satu orang suruhan Selena menyiramkan air dingin ke tubuh gadis itu
Byurrr
" Uehhemmm.......uhukkk...uhukk.!" Chessy gelagapan ketika air yang disiram mengenai wajahnya ada yang masuk sedikit ke hidung dan mulutnya
Gadis itupun terperanjat kaget ketika melihat dua orang laki-laki bertubuh besar tengah berdiri di hadapannya dengan tatapan yang sangat menyeramkan
__ADS_1
Mata Chessy membulat sempurna ketika dua laki-laki yang berdiri dihadapannya menatapnya dengan tatapan liar bahkan menyeringai jahat
" Ya Allah lindungilah hambamu ini dari orang-orang yang hendak berbuat jahat!" batin Chessy yang terus-menerus mengucapkan doa perlindungan
" Cantik juga!" Ucap salah satu diantara mereka dengan senyum yang begitu menakutkan di mata Chessy
" Aku mohon lepaskan aku... tolong jangan sakiti aku... !" ucap Chessy yang sudah bergetar ketakutan
Kedua penjahat itupun tertawa terbahak-bahak, melihat kerapuhan Chessy membuat keduanya terlihat berbinar
" Sepertinya kita akan melewati semua ini dengan mudah, wanita ini tidak akan bisa berbuat macam-macam, dia sangat lemah dan kita bisa menjalankan misi kita dengan mudah!" ucap salah satu penjahat tersebut dengan seringai licik
" Kau benar, kita bisa menghabisinya dengan mudah" timpal salah satunya lagi lalu keduanya pun kembali tertawa terbahak-bahak
Bulu kuduk Chessy semakin merinding apalagi mendengar pembicaraan kedua laki-laki tersebut yang sungguh sangat mengerikan
Chessy pun menggeser tubuhnya, ia memeluk lututnya sendiri sambil menahan rasa sakit di perutnya yang semakin menjadi
Ketegangan dan ketakutannya membuat perut Chessy semakin terasa berdenyut, gadis itupun tidak bisa berbuat apa-apa selain memanjatkan doa memohon pertolongan kepada yang maha kuasa
Telinga Chessy berdenging dan langsung menoleh ketika mendengar ucapan salah satu penjahat tersebut yang sedang menerima panggilan telpon dari orang yang Chessy yakini adalah dalang dari penculikan dirinya
(....)
" Tentu saja bos, dia sangat cantik dan menarik, kami pasti dengan senang hati menerimanya"
(....)
" Kami pastikan aman bos, suaminya tidak akan bisa menemukan keberadaannya paling-paling jika berhasil menemukannya pun wanita ini pasti sudah mati bersama bayinya!"
(....)
" Tentu saja bos, kami pasti akan lakukan secara rapih dan bersih dan mereka semua tidak akan tahu kalau bos adalah dalang dari semua ini dan bos akan bebas menjadi nyonya Amar "
Glek
Mata Chessy membulat ketika mendengar percakapan penjahat tersebut melalui sambungan telepon, sungguh ia penasaran siapa sebenarnya yang menginginkan kematiannya, jika itu benar-benar Claudia tidak mungkin gadis itu bisa berurusan dengan kedua penjahat bayaran tersebut apalagi mengatakan menjadi nyonya Amar, hal itupun menjadi tanda tanya besar dipikirannya saat ini
" Iya bos tenang saja, tapi jangan lupa bos dengan bayaran kami"
__ADS_1
(....)
" Akan kami eksekusi sekarang juga bos, nanti akan kami kirim videonya !"
(.....)
Chessy menegang apalagi ketika pria yang sedang berbicara dengan seseorang di telpon menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
" Akan aku pastikan semua berjalan lancar bos, dia sudah tidak berdaya dan hanya bisa pasrah pada nasib malangnya"
(....)
" Baik bos!"
Sambungan telpon pun terputus, kedua laki-laki penjahat itupun saling melempar pandangan mereka setelah itu keduanya beralih menatap ke arah Chessy yang terlihat semakin bergetar seluruh tubuhnya
Chessy yang merasakan ada aura kejahatan yang mengelilingi dirinya semakin memeluk erat tubuhnya sendiri, bibir gadis itupun tidak berhenti berkomat-kamit terus memanjatkan doa memohon pertolongan kepada tuhan yang maha Esa
Kedua pria itupun menyeringai jahat, melihat tubuh Chessy yang bergetar karena ketakutan membuat keduanya semakin bersorak gembira
Tidak ada rasa belas kasih dan iba melihat wanita yang sedang hamil itu terlihat lemah dan sangat ketakutan, mereka malah tertawa jahat melihat Chessy yang berusaha menahan sakit di bagian perutnya
" Anakmu mungkin sudah mati sekarang!" ucap sadis salah satu penjahat tersebut
Jegerr
Mendengar ucapan tak berperikemanusiaan itupun membuat Chessy semakin dilanda ketakutan dan kecemasan yang luar biasa
Chessy benar-benar takut jika apa yang dikatakan pria jahat itu benar adanya apalagi rasa sakit yang ia rasakan pun semakin kuat
" Mama mohon bertahanlah sayang!" batin Chessy
" Sudah jangan banyak bicara kita langsung eksekusi saja dia, sudah lama kita tidak bersenang-senang bukan!"
Mendengar kata-kata penjahat itu Chessy semakin dilanda ketakutan dan kecemasan yang luar biasa sampai pada akhirnya ketika kedua pria tersebut melangkahkan kakinya berjalan semakin mendekat ke arahnya, Chessy yang dilanda ketakutan itupun langsung jatuh pingsan dan kembali tidak sadarkan diri
Kedua penjahat tersebut pun tidak mau membuang-buang waktu apalagi orang yang menyuruhnya ingin mereka segera membereskan Chessy sebelum apa yang telah dia lakukan terendus oleh Amar dan juga Opa Bara tentunya
Namun ketika mereka hendak melancarkan aksi bejatnya kedua pria itupun dibuat menganga dengan apa yang baru saja dilihat di depan matanya
__ADS_1