
Ceklek
Ayah Chandra menyembul dari balik pintu dan seketika pandangannya tertuju pada gadis malang yang tengah berbaring di atas tempat tidur dengan tatapan kosong menatap langit-langit
" Ayah!" ucap bunda yang menatap suaminya yang tengah mengayunkan langkah kakinya mendekat ke arah brankar putrinya
Mendengar nama ayahnya seketika Chessy menoleh lalu berusaha mendudukkan dirinya di atas kasur
" A..ayah!" lirih Chessy menatap sendu ke arah ayah Chandra dengan mata berkaca-kaca
" Ma..maaf, maafkan Chessy ayah karena sudah membuat ayah kecewa, hiks...hiks..." Chessy langsung menangis tergugu rasa bersalah seketika menyeruk di dalam hatinya
Gadis itu mendudukkan wajahnya, merasa malu dan juga bersalah pada laki-laki yang sangat ia cintai dan sayangi
" Chessy mohon jangan benci Chessy ayah, hiks .. hiks.... "
" Jangan usir Chessy dari rumah ayah, Chessy enggak punya siapa-siapa selain ayah sama bunda, hiks...hiks..."
__ADS_1
Chessy berbicara disela-sela isak tangisnya, hatinya begitu sakit karena sudah melukai hati kedua orangtuanya yang sudah memberi kepercayaan besar padanya
" Maafkan Chessy ayah karena sudah mengabaikan kata-kata ayah, Chessy menyesal karena tidak menghiraukan peringatan yang ayah ucapkan dulu, padahal ayah sudah melarang Chessy agar tidak datang ke acara ulang tahun itu, hiks... hiks... maafkan Chessy ayah"
" Chessy memang anak tidak berguna bahkan Chessy tidak bisa menjaga diri dengan baik dan tidak bisa mempertahankan kehormatan yang udah Chessy jaga selama ini" Tangis Chessy pun kembali pecah, bunda pun yang mendengar isak tangis putrinya tidak kuasa untuk membendung air matanya
" Maafkan ayah!" tubuh Chessy semakin bergetar hebat tangis pun terdengar begitu menyayat hati
" Hiks... Hiks...., ayah!"
Tubuh ringkih itu langsung menghambur ke pelukan ayah yang sangat di rindukannya
Pelukan sang ayah seketika menjadi kekuatan tersendiri untuk Chessy, rasa takutnya sedikit demi sedikit terkikis begitu saja
Chessy menggelengkan kepalanya " A..ayah jangan meminta maaf, ayah tidak salah, Chessy lah yang bersalah sama ayah dan bunda"
" Karena kebodohan Chessy sudah membuat ayah dan bunda kecewa dan juga malu, hiks...hiks..."
__ADS_1
Ayah Chandra mengurai pelukannya lalu tersenyum, tangan yang mulai keriput itu perlahan terangkat untuk menghapus jejak air mata chessy yang masih mengalir dengan derasnya
" Ini mungkin ujian untuk keluarga kita sayang, tidak seharusnya ayah menghakimi kamu tanpa mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu, maafin ayah ya!"
Ayah Chandra merasa sangat bersalah karena sudah membuat anaknya merasa sendiri disaat masa terburuknya
Seharusnya sebagai seorang ayah ia merangkul dan memeluk putrinya bukan malah menyudutkan dan menyalahkannya atas kejadian yang menimpanya, padahal semua itu terjadi bukan atas kesalahan dia sepenuhnya karena disini Chessy hanyalah korban
Ayah Chandra menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan
" Ini adalah musibah, siapa pun pasti tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerimanya dengan sabar dan ikhlas, semoga saja orang-orang yang memang memiliki niat buruk terhadap mu segera diberi kesadaran dan mau mempertanggung jawabkan perbuatannya" tutur ayah Chandra berusaha menenangkan perasaan putrinya yang pastinya masih dalam keadaan tidak baik-baik saja
Jika isterinya tidak mengingatkannya mungkin ayah Chandra akan berada dalam penyesalan seumur hidupnya, apalagi kalau sampai terjadi sesuatu pada putrinya itu
Chessy masih terisak, dia tidak bisa membayangkan jika seandainya ayahnya masih belum mau menerima dirinya atas apa yang sudah menimpa padanya
Perasaan gadis itu saat ini sungguh tidak menentu, antara rasa lega dan juga sedih.
__ADS_1
Chessy merasa sedih karena sudah membuat kedua orangtuanya kecewa dan pastinya sudah mempermalukan nama baik keluarga.