
" Uweek... Uwekk..." Chessy sudah merasa sangat lemas pagi ini ia bangun tidur sudah langsung dikuras isi perutnya dan selepas mandi pun bahkan sudah rapih dengan seragam sekolahnya gadis itu juga kembali di landa morning sickness
Ceklek
" Mual lagi?" tanya bunda yang sempat mendengar suara Chessy muntah-muntah dan wanita paruh baya itu langsung berinisiatif membuatkannya minuman air jahe
Chessy yang sudah merasa sangat lemas hanya menjawab dengan anggukan lalu duduk di tepi kasur
" Minumlah dulu, ini air jahe bisa mengurangi rasa mual " Bunda menyodorkan segelas air jahe hangat pada Chessy
Tangan Chessy terulur lalu meraih gelas dari tangan bundanya
Chessy menyerahkan kembali gelas yang sudah diminum setengahnya kepada bunda
" Apa kamu tetap mau berangkat ke sekolah dengan keadaan seperti ini?" Tanya bunda yang mengkhawatirkan keadaan putrinya
" Iya bun, semoga aja nanti pas disekolah sudah tidak mual lagi" sahut Chessy
" Tapi wajah kamu aja udah pucat begitu, bagaimana kalau nanti kamu kenapa-kenapa, udah sebaiknya kamu libur aja" bunda sangat mencemaskan keadaan putrinya jika dipaksakan kesekolah bagaimana jika nanti kembali mual
" Chessy udah kebanyakan libur bun, takut ketinggalan pelajaran" sahutnya
" Kemarin kamu tidak mual-mual seperti ini, bunda pikir mual kamu sudah hilang tapi kenapa hari ini mual lagi sih" heran bunda karena kemarin putrinya nampak baik-baik saja bahkan makannya pun juga lahap
Mendengar ucapan bundanya Chessy jadi teringat dengan ucapan Amar yang mengatakan dirinya tidak mengalami morning sickness karena berada di dekatnya
" Apa jangan-jangan yang dikatakan kak Amar itu benar ya?" gumam Chessy pelan namun masih dapat ditangkap oleh indra pendengaran sang bunda
" Memangnya apa yang dikatakan nak Amar?" tanya bunda yang langsung membuat Chessy gelagapan
" Eh? Enggak ada kok bun, bukan apa-apa" jawab Chessy sedikit gugup
" Jangan bohong, ayo katakan sama bunda suami kamu bilang apa?" Bunda terus mendesak Chessy untuk mengaku
" Bentar bun!" Chessy yang merasa mual kembali pun langsung berlari ke kamar mandi
Huek.... Huek....
Terdengar suara Chessy yang tengah muntah-muntah, bunda yang merasa tidak tega dengan kondisi sang putri pun akhirnya menghampiri Chessy yang sedang berada di dalam kamar mandi
__ADS_1
Bunda memijat tengkuk Chessy dengan pelan, wanita paruh baya itu sungguh merasa kasihan kepada putrinya yang masih menggunakan seragam sekolah tapi sudah dalam keadaan hamil seperti ini, rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya tapi tidak mungkin itu ia lakukan, bagaimana bisa ia memberi semangat kepada putrinya kalau dirinya sendiri terlihat rapuh.
Sebisa mungkin bunda harus bisa bersikap tenang dan tegar, karena ia harus bisa memberi kekuatan dan semangat untuk putrinya dalam menghadapi masalah yang tengah keluarga mereka hadapi, walaupun itu terasa begitu berat
" Sudah?" tanya bunda
Chessy pun hanya bisa mengangguk lemah, setelah mencuci mulutnya Chessy di bantu bunda keluar dari dalam kamar mandi
Ceklek
Mata Chessy dan bunda langsung tertuju ke arah pintu yang baru saja dibuka dari luar
" Assalamualaikum!" ucap Amar yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Chessy
" Wa'alaikum salam" jawab bunda sedangkan Chessy yang merasa sangat lemas hanya menjawab didalam hati
Amar langsung dengan sigap membantu Chessy berjalan ke arah tempat tidur
" Apa hari ini mual lagi?" tanya Amar yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Chessy yang kini sudah berbaring di atas tempat tidur kembali
" Bunda keluar dulu ya mau membuatkan kamu air jahe lagi" ucap bunda seraya ngeloyor pergi keluar dari kamar Chessy dan meninggalkan sepasang suami isteri itu berdua
Entah sebuah kebetulan atau memang anak mereka yang manja ingin disentuh oleh papanya, rasanya Chessy begitu nyaman merasakan sentuhan lembut tangan Amar dan rasa mualnya pun perlahan menghilang
" Mau apa?" tanya Amar yang melihat pergerakan Chessy hendak beranjak dari tempat tidur
" Mau bangun, aku harus siap-siap berangkat ke sekolah!" ucapnya yang kini sudah turun dari tempat tidur
" Kamu yakin mau berangkat ke sekolah dengan keadaan seperti ini? apa tidak takut mual lagi?" tanya Amar khawatir
Chessy menggeleng" Aku yakin udah enggak mual, sekarang aja mualnya udah hilang" jawab Chessy apa adanya
" Beneran udah enggak apa-apa?" Amar masih mencemaskan keadaan Chessy
" Iya kak aku yakin" jawab Chessy
" Yaudah yuk kak kita keluar, kakak udah sarapan belum?" tanya Chessy
" Belum, nunggu disiapin isteri!" godanya
__ADS_1
" Kakkkk....!" Amar cengar-cengir
" Becanda, udah ayok!" Amar mendorong bahu Chessy
" Sebentar kak tas aku!" ucap Chessy lalu hendak mengambil tas ranselnya yang ada di atas meja belajar
Disaat Chessy hendak mengambil tasnya ternyata tangan Amar sudah lebih cepat meraih tas tersebut
" Udah ayok jalan!" Amar menyangkutkan tas ransel Chessy ke bahunya sendiri dan menggiring Chessy keluar dari kamar
" Biar aku aja kak yang bawa" Chessy meminta tasnya pada Amar
" Udah biar kakak aja yang bawa, enggak boleh protes" tegas Amar
Chessy hanya mengerucutkan bibirnya perlakuan Amar benar-benar manis sekali setiap hari padanya membuat Chessy jadi serba salah sendiri
" Selamat pagi ayah, bunda...!" sapa Chessy yang langsung duduk setelah Amar menarik satu kursi untuk ia duduki
" Loh sayang kamu beneran mau berangkat ke sekolah, bukannya tadi kamu habis_!" bunda tidak melanjutkan kata-katanya karena merasa sungkan berada di meja makan
" Sudah enggak apa-apa bun, mualnya juga udah hilang kok" jawab Chessy apa adanya
" Bukannya kemarin juga kamu udah enggak mual-mual ya, kok pagi ini kamu mengalami mual lagi sayang?" tanya Ayah Chandra yang juga merasa kasihan dengan keadaan putrinya yang sering mengalami morning sickness
" Enggak tau yah, tadi pas bangun tidur rasanya tuh udah kayak diaduk-aduk" jawab Chessy
" Tapi sekarang udah enggak kok Yah, bun!" lanjutnya Chessy
" Mungkin aja dugaan kakak itu benar dek, buktinya setelah kakak elus perut kamu sudah tidak mual lagi kan?" tutur Amar yang seketika membuat bunda dan ayah mengerutkan alisnya
Chessy berpikir sejenak, apakah ucapan Amar itu benar adanya, kalau rasa mualnya akan hilang setelah bersama suaminya
" Maksud kamu apa Mar?" tanya bunda yang jadi teringat dengan ucapan Chessy tadi sewaktu berada di dalam kamar
" Ini sih baru dugaan aku aja bun, ya mungkin aja mualnya Chessy hilang kemarin karena berdekatan denganku bun, baby kami ingin selalu dekat-dekat dengan kedua orang tuanya jadi dia akan mual jika berjauhan dengan papanya" terang Amar menjelaskan
" Oh ada memang yang seperti itu, baby nya manja dengan ayahnya jadinya ingin selalu berdekatan kalau jauh ya ada memang yang mengalami muntah-muntah seperti yang Chessy alami" tutur bunda
" Yasudah kalau begitu alangkah baiknya nak Amar tinggal bersama Chessy aja , biar tidak mengalami mual-mual lagi!" usul ayah Chandra yang tentunya membawa angin segar untuk Amar tapi tidak untuk Chessy gadis itu malah melotot setelah mendengar usulan dari ayahnya
__ADS_1
Walaupun mungkin saja benar apa yang dikatakan Amar tapi untuk tinggal satu kamar rasanya Chessy masih belum yakin dan Amar sungguh meresahkan membuatnya selalu senam jantung bila berdekatan dengannya