
Amar masuk ke dalam kamarnya yang berukuran cukup luas, meskipun kamar itu sudah lama tidak ditempati tapi keadaan kamar itu tetap bersih dan wangi karena bi Suroh tidak pernah absen untuk membersihkannya bahkan mengganti sprei nya seminggu 2 kali
Kamar yang di dominasi oleh warna putih dan abu-abu itu berkesan elegan dan maco, menggambarkan kamar seorang laki-laki
Dengan kasar Amar menghempaskan tubuhnya ke atas kasur miliknya yang berukuran king size itu
" Sungguh nyaman dan tidak ada yang berubah sedikitpun di kamar ini" gumam Amar menatap keseluruh ruangan kamarnya
" Huhhh...!" Amar menghela napasnya kasar
Jam sudah menunjukkan pukul 7malam, mommy Naura dan Daddy Mahendra sudah berada di ruang makan
Amilia baru saja menuruni anak tangga lalu menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di kursi masing-masing
" Selamat malam mom... dad!" Sapa Amilia seraya menarik satu kursi lalu mendudukkan dirinya di depan mommy nya
" Selamat malam sayang!" ucap Daddy dan mommy Naura bersamaan
Melihat mommy dan Daddy nya belum juga memulai makan membuat Amilia mengerutkan keningnya
" Mom... dad... apa kalian sedang menunggu seseorang?" tanya Amilia yang tidak tahu tentang kepulangan sang kakak
" Iya sayang, kakak mu belum turun" jawab mommy Naura dengan mata yang tertuju mengarah pada lantai dua dimana letak kamar sang putra berada
" Kak Amar pulang mom?" tanya Amilia dengan mata yang berbinar
" Iya,tadi sore kakakmu pulang" jawab mommy Naura
" Amilia sebaiknya panggil kakakmu sana, jangan-jangan dia malah keenakan tidur sementara kita menunggunya di sini menahan lapar" ucap daddy Mahendra sedikit mendramatisir
" Ih ayah sama anak sendiri juga sinis begitu sih!" tegur mommy Naura
" Ya mungkin saja kan kebiasaannya diluar sana bersikap semaunya"
Mommy Naura hanya bisa geleng-geleng kepala, suaminya kalau moodnya sedang jelek ya seperti itu selalu punya pemikiran sendiri
" Sudah jangan ribut, Amilia panggil kak Amar dulu!" Amilia beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar kakaknya
Tok
Tok
Tok
Amalia mengetuk kamar kakaknya, sudah tiga kali mengetuk masih tidak ada respon dari dalam kamar
" Kak... kak Amar!" teriak Amilia sesekali diselingi dengan ketukan pintu
" Kak Amar buka pintunya kak, mommy dan daddy sudah menunggu kak Amar untuk makan malam !" teriak Amilia lagi
" Kak cepat buka pintunya, nanti keburu daddy marah loh"
__ADS_1
" Kak_!" belum selesai dengan kalimatnya pintu pun akhirnya terbuka
" Ya ampun kak nyebelin banget sih suara ku sampai serak begini lama banget buka pintunya" kesal Amilia ngedumel
" Ada apa?" tanya Amar sambil menyandarkan tangannya ke daun pintu
Amilia menarik napas dalam-dalam membuangnya kasar " Pakai bertanya ada apa? ini sudah jam 7 lewat kak itu artinya mommy and Daddy sudah menunggu kakak sejak tadi di meja makan" sahut Amilia dengan bibir yang mengerucut
" Maaf, kakak lupa biasanya kakak makan tidak mengenal waktu" ucap Amar dengan santainya
" Mulai sekarang biasakanlah kak, yaudah ayok sekarang kita turun dulu kasihan Daddy tadi bilang sudah kelaparan gara-gara nunggu kakak" ucap Amilia
" Laki-laki tua itu selalu saja seperti itu, baiklah ayok turun!" ucap Amar lalu menutup pintu kamarnya dan setelah itu menuruni anak tangga bersama Amilia
" Selamat malam mommy... daddy... maaf sudah membuat kalian menunggu lama" ucap Amar lalu duduk di samping Amilia
" Bagus kalau kau sadar hal itu anak muda!" ucap sinis Daddy Mahendra
" Aku selalu sadar dad, hanya saja tadi aku lupa jika berada di mansion kalian" ucap Amar
" Sudah... sudah... jika dilanjutkan perdebatan kalian yang ada kita tidak jadi makan malam" ucap mommy Naura menengahi keduanya
Meskipun terkadang anak dan bapak itu sering bertengkar tapi keduanya sama-sama saling menyayangi hanya saja cara menyampaikan kasih sayang mereka berbeda dari yang lain
Acara makan malam bersama kini sudah selesai, mommy dan daddy kini sedang berada di ruang keluarga sambil menyaksikan tayangan film di layar televisi sedangkan Amar dan Amilia kini kedua bersaudara itu sedang berada di taman belakang sedang duduk di tepi kolam renang
" Kak rasanya sudah lama banget ya kita enggak kayak gini" tutur Amilia sekilas menoleh ke arah kakaknya lalu menatap lurus ke depan
Amilia menggelengkan kepalanya pelan " Kakak tidak perlu minta maaf, ini semua kan demi kebaikan kakak juga, justru aku bahagia karena sekarang kakak sudah kembali bersama kita semua" ucap Amilia menoleh lalu tersenyum
" Aku beruntung memiliki kakak sebaik kak Amar, aku sangat menyayangi mu kak!" ucap Amilia
" Kakak juga sangat menyayangi mu adik kecilku" Amar mengacak-acak rambut Amilia dengan gemas
" Ishh... kak Amar rambut ku jadi berantakan" kesal Amilia dengan wajah cemberut
" Ha .. Ha... kau jelek sekali kalau cemberut seperti itu!" ledek Amar membuat Amilia semakin cemberut dan Amar tidak berhenti tertawa
" Kak!" panggil Amilia yang seketika sudah berubah sedikit serius membuat Amar langsung menghentikan tawanya
" Ada apa sepertinya serius sekali?" Amar mencubit pipi chuby adik kesayangannya itu
" Ishh... aku sedang serius kak jangan menggoda ku!" sahut Amilia menatap sinis
" Iya... iya ... maaf , kamu mau bicara apa hem?"
" Emm... apa kakak sudah menggerakkan anak buah kakak untuk mencari informasi tentang kasus sahabat ku ?" tanya Amilia yang begitu penasaran dan sangat antusias ingin cepat-cepat mengungkap siapa dalang yang sudah merusak kehidupan sahabat baiknya
Deg
Amar tiba-tiba teringat dengan pertanyaan Roy tentang dimana tempat kejadian sahabat adiknya itu mengalami malam kelam bersama pria asing
__ADS_1
" Aku kenapa merasa deg degan seperti ini ya?" batin Amar
Amar menarik napas dalam-dalam setelah itu membuangnya dengan kasar
" Kakak sudah meminta Roy untuk mencari tahu informasinya tapi ada satu hal yang ingin kakak tanyakan sama kamu"
" Apa itu kak?"
Amar terdiam sejenak, entah kenapa hati dan pikirannya tiba-tiba saja menjadi gelisah dan tidak tenang
" Ada apa dengan ku, kenapa hatiku jadi merasa tidak enak begini?" batin Amar
" Kak?" panggil Amilia karena melihat kakaknya yang terdiam
" Emmm .... dimana sahabatmu mengalami kejadian itu?" tanya Amar dengan jantung yang seketika berdegup sangat kencang
" Di puncak kak di sebuah villa di Bogor" jawab Amilia lalu menceritakan secara detail kejadian yang menimpa sahabatnya itu
Deg
Degup jantung Amar semakin berdetak lebih cepat
" Vi.. Villa di Bogor?" tanya Amar dengan tersendat
" Iya kak, kenapa memangnya?" Amar dengan cepat menggelengkan kepalanya
" Tidak kenapa-napa!"
Amilia pun kembali menceritakan kalau kedatangan mereka ke villa tersebut untuk menghadiri pesta ulang tahun Claudia teman satu kelas dirinya dan juga Chessy
" Acara ulang tahun?" tanya Amar yang nampak terkejut setelah mendengar cerita dari Amilia
" Iya kak!" Jawab Amilia detik berikutnya gadis itu menatap aneh pada sang kakak
" Apa kakak mengetahui sesuatu?" tanya Amilia penuh selidik
" Ti... tidak" Jawab Amar yang menjadi salah tingkah
Amar benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang sudah Amilia ceritakan
Acara ulang tahun di sebuah villa? Amar pun pernah datang ke acara ulang tahun adik dari temannya Malika, dan di villa itupun dia mengalami pengalaman yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya
Deg
Deg
Deg
Degup jantung Amar semakin tidak beraturan, hati dan pikirannya seketika menjadi kacau balau
" Ini tidak mungkin?" batin Amar
__ADS_1