Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kekecewaan Chessy


__ADS_3

" Akhirnya selesai juga!" Dea menghela napas panjang merasa lega karena ujian sekolahnya telah usai


" Senang banget kayaknya nih yang udah selesai ujian!" Ledek Chessy kepada sahabatnya yang satu itu


" Iya dong, akhirnya bebassss....!" teriak Dea lepas lalu terkekeh sendiri


" Oiya, rencana kalian setelah ini mau kemana?" tanya Dea ketika ketiganya sedang berjalan menuju gerbang sekolah


" Mau kemana gimana nih maksudnya?" tanya Amilia


"Ya maksud gue loe mau melanjutkan kuliah di mana gitu?" terang Dea


" Kalau gue mungkin di jeda dulu kali nanti setelah melahirkan baru di lanjut itu juga kalau bisa bagi waktunya" Jawab Chessy dan Dea menanggapi dengan anggukan kepala


" Kalau loe Li?" tanya Dea beralih bertanya pada Amilia


Amilia diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu " Insya Allah kalau gue mungkin akan melanjutkan kuliah ke Korea" jawab Amilia


" Ke Korea?" Beo Dea dan Chessy bersamaan dan keduanya nampak begitu terkejut dengan jawaban Amilia yang ternyata akan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri terutama Chessy


Sedangkan Amilia menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban


" Serius Loe?" tanya Chessy yang jadi begitu penasaran dengan rencana kuliah adik iparnya itu yang tanpa ia ketahui sebelumnya


" Ya serius lah, gue mau kuliah di sana ya sekalian mau cari oppa-oppa ganteng " Sahut Amilia dengan diselingi kekehan kecil


" Itu sih bukannya kuliah tapi ajang cari jodoh" ledek Dea dan Amilia tergelak mendengarnya tapi tidak dengan Chessy yang seketika raut wajahnya berubah serius


" Apa loe udah membicarakan niat loe ini kepada mommy dan daddy?" tanya Chessy yang terlihat sedikit sedih setelah tau kalau adik iparnya yang sekaligus sahabatnya itu ternyata akan melanjutkan pendidikannya ke Korea


" Sudah dan mereka tidak ada yang keberatan kok termasuk kak Amar, mereka setuju aja kalau gue kuliah ke Korea, apalagi disana juga kan ada sepupunya Mommy dan kemungkinan besar nanti gue akan tinggal disana" jawab Amilia dengan santainya tanpa sadar kalau ucapannya itu membuat sahabat sekaligus kakak iparnya itu sedih


" Jadi kak Amar sudah tahu?" Amilia mengangguk kecil


" Iya" Jawab Amilia


" Jadi cuma gue yang enggak tahu kalau loe mau kuliah di sana?" tanya Chessy dengan raut wajah yang sudah berubah datar dan terlihat ada gurat rasa kecewa karena Amar suaminya bahkan tidak memberitahunya


Amilia tertegun melihat perubahan sikap Chessy , ia tidak pernah menyangka kalau reaksi Chessy akan seperti itu


" Chess gue_!"


" Udahlah Mil enggak apa-apa kok, gue sadar kok gue emang enggak berhak tau dan enggak perlu tau tentang rencana loe yang mau melanjutkan pendidikan loe kemana pun, gue hanyalah orang asing yang enggak perlu tahu apa-apa termasuk rencana loe ini yang ingin kuliah ke Korea bahkan kakak loe juga sampai enggak cerita soal ini" potong Chessy dengan memperlihatkan senyum getirnya


Glek


Amilia tercekat rasanya begitu sulit menelan salivanya melihat raut kecewa di wajah Chessy

__ADS_1


" Chess maaf gue eng_!"


" Duhhh.... gue cariin dari tadi ternyata kalian ada udah ada disini, tega banget ya ninggalin gue gitu aja pada!" Keluh Nila yang tiba-tiba muncul dan memotong ucapan Amilia yang hendak menanggapi perkataan Chessy


Chessy tertawa walaupun terlihat jelas kalau tawanya itu nampak dipaksakan


" Ya elo nya aja sih kelamaan, pegel tau gue dari tadi nungguin tapi loe yang enggak muncul-muncul kepermukaan !" Timpal Chessy pura-pura merajuk dan sengaja mengalihkan pembicaraannya dengan Amilia


"Waduhhh.... loe kira gue makhluk apaan yang tiba-tiba muncul kepermukaan"


"Ya kali gitu loe itu jelmaan ratu undur-undur" Seloroh Chessy


Dea diam saja hanya menyimak obrolan kedua sahabatnya itu bahkan sesekali terlihat kalau gadis itu menghela napas panjang merasa bersalah karena pertanyaannya tadi membuat kedua sahabatnya akhirnya berselisih paham


Sedangkan Amilia mengusap wajahnya kasar merutuki dirinya sendiri yang tidak peka dengan perasaan sahabatnya yang kini sudah berstatus kakak ipar


" Chessy_" Panggil Dea dengan raut wajah bersalahnya


" Udah yuk ah cuss, enggak tahu apa kalau bumil itu membawa beban yang lumayan berat salah satunya beban perasaan " seloroh Chessy sedikit menyindir dan tidak menghiraukan panggilan Dea


" Jiahh... bumil ngeluh, kalau capek makanya tuh balon taruh dulu di rumah jangan dibawa-bawa terus!" ledek Nila yang seketika mendapatkan tepukan di bahunya oleh Chessy


" Somplak!" ucap Chessy dan Nila pun terbahak


Dengan adanya Nila membuat Chessy melupakan kesedihannya dan juga ketegangan yang sempat tercipta antara dirinya dengan Amilia


Mereka berempat kini sudah sampai di dekat parkiran sekolah dan akan berpencar untuk pulang ke rumah masing-masing


" Enggak ada acara jalan dulu nih ceritanya, ya setidaknya merayakan hari kebebasan dulu gitu?" tanya Nila


" Mau jalan ke mana emangnya, kita tau bakalan lulus aja juga belum!" sahut Chessy menimpali


" Ya enggak apa-apa buat ngilangin suntuk kita jalan kemana gitu, dari pada langsung pulang duh pastinya bete banget gue!" jawab Nila


" Betul itu, gue setuju tuh dengan usulan Nila ya setidaknya kita jalan dulu lah sebentar menghilangkan kepenatan setelah kebanyakan melahap buku pelajaran beberapa hari terakhir!" ucap Dea sependapat dengan Nila


" Ya emangnya kalian mau jalan kemana?" kali ini Amilia ikut bersuara


" Bagaimana kalau kita ke cafe tempat biasa kita nongkrong aja, udah lama juga kan sejak Chessy married kita udah jarang banget ke sana!" usul Nila mengungkapkan keinginannya


" Ke cafe?" beo Chessy


" Iya, loe kan selama ini yang paling sulit kumpul, apalagi setelah kita lulus nanti pastinya akan sibuk dengan urusan masing-masing" tutur Nila


" Iya juga sih, pasti akan sulit untuk meluangkan waktu buat kita bisa kumpul-kumpul lagi kayak biasanya" Timpal Chessy


" Nah itu" Sahut Nila sependapat dengan ucapan Chessy

__ADS_1


" Emmmm... yaudah kalau begitu gue izin dulu ya sama pak suami" ucap Chessy lalu mengambil ponselnya yang berada di dalam tas


" Nah gitu dong" Nila mengacungkan ibu jarinya lalu bersorak kegirangan


" Gimana Li, Dea kalian juga ikut kan?" tanya Nila beralih pada Amilia yang nampak sedikit lebih banyak diam


" Iya gue ikut" jawabnya singkat


"Pasti ikut dong" sahut Dea


Chessy sedikit menjauh dari ketiga sahabatnya lalu menghubungi Amar yang sedang berada di kantor untuk meminta izin jalan bersama sahabat-sahabatnya ke cafe KR yang cukup terkenal dan ramai dikalangan para remaja


Meskipun sebenarnya ada rasa enggan untuk berbicara pada sang suami karena merasa kecewa dengannya yang tidak mengatakan apa-apa tentang rencana Amilia yang ingin kuliah ke Korea tapi karena takut di cap sebagai isteri durhaka Chessy pun lebih memilih untuk meminta izin terlebih dahulu


Awalnya Amar merasa keberatan karena dia begitu mencemaskan keadaan istrinya yang tengah hamil, tapi karena Chessy terus memaksa dan meyakinkan kalau dirinya akan baik-baik saja akhirnya Amar pun pasrah dan mengizinkan Chessy pergi bersama para sahabatnya dan salah satunya adalah adik kandungnya sendiri


" Boleh kan?"


" Baiklah, boleh tapi kamu harus berhati-hati dan jaga calon anak kita sebaik mungkin kalau ada apa-apa langsung hubungi kakak dan jangan lupa setelah sampai di cafe segera hubungi kakak, oke!" ucap Amar panjang lebar melalui sambungan telponnya


" Iya .. dasar posesif!" keluh Chessy


" Bukan posesif sayang,tapi khawatir. kakak tidak mau sampai terjadi apa-apa sama kamu dan juga kandungan mu jadi jangan ceroboh dan tetaplah berhati-hati"


Setelah sambungan terputus pun Cheasy berjalan menghampiri ketiga sahabatnya yang sudah menunggunya di mobil milik Dea karena sopir yang diminta untuk menjemput mereka langsung di suruh pulang oleh Chessy


Awalnya sopir tersebut menolak pergi karena takut terkena semprot oleh Amar sang atasan tapi setelah Chessy memberikan ponselnya kepada sang sopir sebelum panggilan telponnya dengan Amar terputus akhirnya sang sopir pun menurut


Setelah memastikan Chessy menaiki mobil Dea sopir yang diutus Amar untuk menjemputnya pun pergi meninggalkan area sekolah tapi tanpa Chessy dan Amilia ketahui ternyata Amar sudah mengerahkan beberapa bodyguard untuk mengawasi mereka beberapa hari ini terutama setelah kejadian demi kejadian yang menimpa keduanya


" Yaudah yuk cusss lah kuy!" Teriak Dea setelah Chessy sudah kembali bergabung dengan mereka


" Bolehkan?" tanya Nila yang tidak menghiraukan ocehan Dea


" Boleh dong!" Jawab Chessy dengan senyum yang mengembang


" Tuh kan boleh, tunggu apalagi langsung aja kita berangkat " Pekik Dea yang langsung masuk ke dalam mobilnya


Chessy memilih duduk di samping Dea yang mengemudikan mobilnya sedangkan Amilia dan Nila duduk di kursi belakang


Sepanjang perjalanan menuju cafe hanya Nila dan Dea yang ramai berceloteh sedangkan Chessy dan Amilia sama-sama diam entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing


Dea yang menyadari sikap antar Chessy dan Amilia yang berbeda dan tidak seperti biasanya pun kembali merasa bersalah


Dea sesekali melirik ke arah Chessy yang terlihat lebih banyak diam dan selalu membuang pandangannya ke luar jendela mobil dan sesekali juga gadis itu melihat ke belakang melalui kaca spion nampak Amilia yang tengah menatap punggung Chessy


Dea tahu kalau Amilia saat ini pasti sedang merasa bersalah kepada Chessy karena tidak mengatakan tentang keinginannya yang akan kuliah ke luar negeri lebih awal pada Chessy padahal setahu gadis itu Chessy dan Amilia itu sangatlah dekat apalagi status mereka yang kini sudah menjadi iparan tapi kenapa Amilia bisa-bisanya tidak mengatakan hal tersebut kepada Chessy

__ADS_1


" Duhh... gue kok jadi merasa enggak enak gini sih, mereka jadi diam-diaman gitu kan jadinya gara-gara gue nanya mau kuliah dimana" batin Dea lalu gadis itupun menghela napasnya kasar


__ADS_2