
" Chessy!" lirih Amilia menggenggam tangan sahabatnya yang nampak diam dengan tatapan kosong
" Sebenarnya Chessy kenapa sih Li, kenapa Chessy seperti ini?" tanya Dea yang merasa bingun dengan keadaan Chessy
" Dea, ini waktu yang tidak tepat untuk bertanya?" bisik Nila pada Dea
Situasi nampaknya tidak mendukung jika mereka ingin tahu secara detail tentang keadaan Chessy yang sebenarnya, apalagi dengan kondisi bundanya yang terlihat sangat sedih dan dari tadi hanya diam saja
" Nak Amilia!" panggil bunda tiba-tiba
Amilia yang sedang duduk di samping Chessy pun langsung menoleh
" Iya tante" sahutnya
" Apa kamu sudah tahu apa yang telah terjadi dengan Chessy?"
Deg
Amilia seketika melotot, gadis itu begitu terkejut mendengar pertanyaan dari bunda Tia
" Maafkan Amilia tante" Bunda Tia seketika memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam lalu dibuangnya kasar
Dea dan Nila saling melempar pandangan sorot mata mereka seakan bertanya-tanya apa sebenarnya yang tengah terjadi
" Tante kecewa karena kalian menutupi semua ini"
Amilia langsung menghampiri bunda Tia dan meraih tangannya lalu di ciumnya
" Maaf tante, ini sungguh diluar kuasa Amilia dan Chessy " Amilia menitikkan air matanya
Dea dan Nila menatap keduanya dengan perasaan bingung
" Amilia tidak pernah menyangka kalau hal ini akan terjadi pada Chessy, maafkan Amilia tante karena Amilia tidak bisa menjaga Chessy dengan baik!" Amilia merasa sangat bersalah
" Apa kalian benar-benar tidak tahu siapa pelakunya?"
__ADS_1
Amilia menggeleng, lalu menceritakan kejadian di villa, dia juga menceritakan kalau pada malam itu dia sempat kehilangan Chessy bahkan sudah mencari Chessy kemana-mana tapi Chessy tidak dapat ia temukan barulah setelah pagi harinya tanpa sengaja ia justru melihat Chessy berada di taman dalam keadaan pingsan dan ia langsung membawanya ke rumah sakit
Amilia juga menceritakan apa yang terjadi pada Chessy setelah kejadian itu, sampai akhirnya ia memutuskan untuk membawa Chessy pulang ke rumahnya karena takut Chessy nekat bunuh diri
Dea dan Nila tentu saja sangat terkejut mendengar cerita dari Amilia
Keduanya pun menyimpulkan sendiri apa yang sudah di ceritakan oleh Amilia
Seketika air mata keduanya pun mengalir, mereka sungguh tidak menyangka kalau Chessy mengalami kejadian yang sangat tragis pantas saja akhir-akhir ini Chessy banyak berubah
" Dea.. Nila, kalian sudah tau apa yang telah menimpa sahabat kita, gue harap loe berdua bisa menjaga dengan baik rahasia ini sampai Chessy sendiri yang mengungkapkan semuanya nanti" ucap Amilia kepada kedua sahabatnya
" Iya, Li kita juga turut prihatin kok dengan apa yang sudah menimpa Chessy. Semoga Chessy bisa melewati cobaan ini dengan baik" Ucap Nila di sela tangisannya
" Iya gue juga enggak nyangka banget Chessy mengalami hal seberat ini, pasti sangat sulit untuk dia hadapi sendiri selama ini" ucap Dea
" Ches Loe yang sabar ya meskipun ini berat sangat berat gue tau itu, tapi Loe harus kuat Chess, loe wanita hebat dan gue yakin Loe bisa melewati ini semua" tambah Dea memberi motivasi pada Chessy
Chessy masih diam, hatinya begitu hancur saat ayahnya tidak lagi mempedulikannya. Ayah membencinya, ayahnya tidak menginginkannya lagi itulah yang ada di pikiran Chessy saat ini
" Tolong jaga Chessy , tante mau keluar sebentar!" pamit bunda
Setelah bunda keluar dari ruangan Chessy, wanita paruh baya itu berjalan menyusuri lorong rumah sakit ingin mencari keberadaan sang suami
" Ayah kemana sih?" kesal bunda karena tidak juga menemukan keberadaan ayah Chandra padahal dia sudah mencarinya sampai ke kantin bahkan ke mushola yang ada di rumah sakit tersebut
Karena sudah merasa lelah akhirnya bunda memilih untuk kembali ke ruangan Chessy karena merasa kasihan sudah terlalu lama pergi meninggalkan Chessy bersama teman-temannya
Namun pada saat bunda melewati sebuah taman yang berada di rumah sakit tersebut, bunda menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya
" Bukannya itu ayah? ishh .. dicariin dari tadi ternyata orangnya malah di situ!" bunda langsung bergegas menghampiri ayah Chandra
" Ya ampun ayah, bunda cari-cari dari tadi ternyata ayah malah ada di sini!" ucap bunda setelah berada di dekat ayah Chandra
Ayah Chandra menoleh sekilas lalu pandangannya lurus ke depan
__ADS_1
Bunda menghela napas berat lalu mendudukkan dirinya di samping ayah Chandra
Bunda melirik sekilas ayah Chandra yang tengah menatapnya
" Bunda tahu ayah marah, merasa kecewa dan juga sakit hati, tapi apakah rasa sakit itu dan juga rasa kecewa itu akan sembuh setelah ayah mengabaikan putri ayah yang jelas-jelas saat ini sangat membutuhkan kita sebagai orang tuanya, orang yang seharusnya menjaga dan juga melindunginya" tutur bunda
" Jika bukan pada kita orang tuanya, keluarga satu-satunya yang Chessy miliki lalu pada siapa lagi anak itu bersandar ketika hidupnya benar-benar terpuruk? apa ayah rela dan akan membiarkan putri kita mati bunuh diri karena merasa dibuang oleh ayahnya sendiri, merasa kesepian dan merasa sendirian?"
Deg
Ayah Chandra langsung menoleh ke arah bunda Tia dengan tatapan tidak suka
" Kenapa menatap bunda seperti itu? ayah tidak suka dengan apa yang bunda katakan, Iya?" bunda tersenyum getir
lalu pandangan matanya lurus ke depan " Apa pun yang sudah putri kita lakukan seharusnya sebagai orang tua, orang yang paling dekat dengannya jangan pernah membiarkan putri kita yang sedang terpuruk seperti itu sendirian, bukan hal yang tidak mungkin anak itu mengambil jalan pintas karena merasa begitu banyak tekanan yang harus dia hadapi"
Ayah Chandra membuang napas kasar, meresapi setiap kata-kata yang bunda ucapkan
" Chessy butuh ayah, butuh dukungan dari ayah, putri kita hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab"
Ayah mengusap wajahnya kasar, rasanya sungguh malu ia pada dirinya sendiri yang tidak becus menjadi seorang ayah untuk putri satu-satunya
" Temuilah Chessy ayah, ia hampir saja mencelakai dirinya sendiri" ucap bunda sedikit mendramatisir agar suaminya yang keras kepala itu luluh dan mau memaafkan putrinya yang sebenarnya tidak bersalah
Chessy hanyalah korban dari orang yang tidak menyukai dirinya
" Jangan sampai ayah menyesal untuk yang kesekian kalinya jika terjadi apa-apa pada Chessy dan jika itu sampai terjadi maka ayahlah yang bersalah !" bunda langsung berdiri setelah mengatakan itu
Ayah Chandra merasa kesal karena bunda sama saja menyalahkan dirinya
" Kenapa bunda jadi nyalahin ayah, anak itu aja yang tidak bisa menjaga kepercayaan kita sebagai orang tua" marah ayah
Bunda memutar bola matanya malas " Terserah ayah aja deh, tapi yang jelas putri kita tidak bersalah tadi Amilia sudah menceritakan semuanya pada bunda dan putri kita adalah korban disini"
" Cukup sudah beban berat ini dia pikul sendirian, bunda tidak mau putri kita kenapa-kenapa lagi, sudah cukup dia menderita karena melawan ketakutannya seorang diri"
__ADS_1
" Kalau ayah memang tidak mau memaafkan kesalahan putri kita terserah ayah aja, bunda tidak bisa memaksa" Bunda pun langsung beranjak pergi meninggalkan ayah yang nampak tercengang dengan ucapan bunda barusan
Ayah menatap punggung bunda dengan tatapan sendu, ada rasa bersalah yang bercampur aduk dengan rasa kecewa dan amarahnya pada keadaan yang sungguh menyakitkan untuknya